
Senin hari pertama semua orang beraktivitas setelah libur termasuk rere, pagi hari dia sudah menunaikan shalat subuh dan mempersiapkan bekal untuk makan siang di kantor lalu setelah semua persiapan sudah siap Rere duduk di meja makan untuk menghabiskan makan pagi nya dan sesekali dia mengecek laporan masuk dari email dan aplikasi percakapan milik nya.
"Ok, sudah siap, let's go" Rere berjalan ke arah pintu.
Saat megunci pintu handphone nya bergetar dan terlihat panggilan masuk
" Selamat pagi cantik selamat bekerja dan tetap semangat, semoga hari nya menyenangkan " isi pesan masuk dari Geri
"perhatian banget pagi-pagi, jadi curiga" balas Rere.
"gw emang selalu perhatian sama lu dan lu aja ga pernah peka, dasar cewe kulkas" jawab Geri.
"ye... terserah lu aja"
"kalo terserah gw berarti sabtu besok ga ada alasan nolak dan rencana gw mau ajak lu ke pantai, jangan ada alasan dan jangan bilang ga bisa karena gw udah ngomong jauh hari, gw minta acara lu di cancel" jelas Geri.
'Maksa banget sih lu"
"please" mohon Geri di sebrang sana
"ok, tapi gw ga janji"
"makasih cantik, berangkat kerja bawa mobil atau naik kereta atau mau mas antar" ucap Geri
"ih, apaan sih mas... mas, apa kali, geli gw denger nya. gw naik mobil dan ga usah lu antar lagian lu harus kerja dan tempat kerja lu jauh dari kantor gw pasti makan waktu"
"ya udah cantik, sekali lagi selamat bekerja ya"
Setelah obrolan mereka selesai Rere turun ke bawah apartemen nya dan menuju parkir mobil.
"Renia"
Rere menoleh dan melihat Adit dengan kemeja biru panjang dengan tangan di saku, wajah tampan dan tubuh atletis terlihat tersenyum dan berjalan ke arah nya.
"Renia, sayang"
"hhhmm... kenapa pak Adit ada di sini"
"bisakah memanggil nama ku saja renia"
__ADS_1
"hhhhmm..." Rere terlihat menatap Adit
"Aku ingin mengantarkanmu ke kantor, bolehkan sayang"
"aku bawa mobil" jawab Rere.
"aku akan antar dan jemput kamu, sayang"
"Baiklah dengan satu syarat"
"syarat" aditya bingung
" iya" jawab Rere singkat
"jelaskan kenapa semalam kamu sedih dan bagaimana kabar orang tua mu apakah ada masalah Adit" lanjut Rere.
Sejenak Adit berpikir apakah akan mengatakan semua kesedihan nya atau tidak. Tapi Rere berhak tahu walau bagaimana pun mama Sherly sangat menyayangi Rere dulu dan sangat dekat.
"Aku akan mengantarmu cepat lah masuk ke mobil ku, kamu bisa terlambat pagi ini"
"Tidak sebelum kamu menjelaskan nya"
"Renia"
"Kamu bisa terlambat sayang"
"Baiklah jika begitu aku bawa mobil sendiri jangan sita waktu ku untuk berbincang di sini"
"Renia"
Dengan sigap Aditya menarik tangan Rere sontak tubuh Rere menabrak dada bidang aditya. Dengan gugup Renia melepaskan tangan aditya dan mundur. Tatapan nya tajam dan bertemu dengan bola mata sedih Aditya.
Ada apa dengan mu Adit
Hanya pikiran itu yang ada dalam benak nya. Aditya menatap dengan tatapan tajam dengan tatapan seakan memohon Rere wanita yang di cintai nya tidak pergi. Tatapan mata itu mengatakan jangan tinggalkan aku dan tolonglah aku, Ada kesedihan kehamapaan dan Rahasia besar dalam sorot mata Aditya.
"Masuklah Renia aku akan mengantarkan mu ke kantor dan sore aku pasti akan menjemput mu"
Ucapan Aditya menyadarkan Rere dari lamunan yang di akibatkan tatapan Adit. Tanpa ingin berdebat lebih lama karena waktu menujukan 07:30 maka dia mengikuti permintaan Aditya. menolak pun rasa nya akan membuang waktu, akhir nya dia menurut saja ntah lah apa yang terjadi pada kekasih di masalalu nya itu, yang pasti dia akan menunggu sampai Aditya menceritakan semua kepada nya, hanya itu yang dapat dia terima setelah melihat tatapan sedih Aditya.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam mobil Aditya memberikan bunga mawar putih bercampur dengan bunga matahari.
"Aku akan memberitahukan semua, tapi beri aku waktu sayang" Aditya tersenyum tapi nampak senyum itu menyimpan kesedihan.
Rere diam tidak ingin mengatakan sesuatu lagi dia sudah cukup menerka dan memahami keadaan nya ada yang janggal ntah apa tapi Rere tidak ingin mengutarakan nya, Rere hanya mengucapkan terima kasih dan memuji bunga yang menurut nya sangat indah"
Mobil Sport keluaran terbaru dari Itali itu melaju sedikit cepat karena mengejar waktu untuk sampai ke kantor rere, sang pengemudi takut pujaan nya terlambat bekerja.
Sesampainya di depan gedung tempat kerja nya sontak semua orang yang berada di sana menoleh ke arah Mobil Sport keluaran terbaru yang memasuki area Lobby kantor. Seorang pria tampan mengenakan kemeja biru keluar dari pintu dan menghampiri sisi pintu dengan cepat lalu membuka pintu depan untuk penumpang mobil nya dan tersenyum ke arah seorang wanita yang cantik meski usia nya sudah memasuki 32 tahun.
Pria itu tersenyum di sambut senyum hangat oleh wanita nya itu. sontak mata semua orang yang berada di sana terbuka lebar dan mulut terbuka menganga melihat pemandangan pagi ini.
"Bu Rere... wow keren banget dia, Diam-diam gebetan nya pangeran CEO PT Erlangga,, hhh... pantes saja perusahaan tersebut memindahkan dana nya ke bank kita" ujar Rina kepada Tomi.
"cucok meyong ya... si cowo nya, gw juga ga nolak kalo dia ngelirik gw" ujar Tomi.
"Dih,, cowok seganteng tuan CEO itu ga bakal ngelirik orang-orangan sawah kaya lu, woy sadar diri lu. Kembali ke kodrat lu masih banyak cewek cantik di negara kita" ketus Rina yang tidak suka dengan tingkah Tomi.
"iiihhh... mulut loh ya suka sembarangan.
"Kalau pun ga sama Bu Rere gw ga setuju banget lu deketin" seakan jijik dengan perangai sang rekan kerja, yang ada saja tingkah nya.
Setelah membukakan pintu mobil Aditya pamit untuk pergi ke kantor nya sendiri. Dengan senyum manis dan tak lupa mengucapkan Terima kasih kepada Adit, lalu Rere melangkah kedalam gedung tempat bekerja dengan membawa bouquet bunga yang di berikan kekasih saat remaja yang memang kisah nya belum usai.
"Pagi bu Rere, hhhhmmm bagus nih bunga nya... Diam-diam gebetan nya CEO loh keren banget atasan ku yang cantik ini" ujar Tomi sambil menggoda manager nya itu.
"Tomi,, " hanya itu yang di ucapkan rere sambil tersenyum melangkah bersama rekan kerja nya ke arah Lift untuk naik ke lantai 4.
Didalam lift Tomi dan Rina terus menggoda manager nya, tidak ada jarak antara Rere dan team nya, mereka seperti sahabat, pola kerja seperti itu yang di terapkan Rere supaya team bisa kompak, tidak boleh ada jarak, bahkan setiap bulan akan di sempatkan makan bersama dengan team di selingi dengan meeting membahas pencapaian kerja selama satu bulan.
Jika ada yang tidak mencapai target perusahaan, rere selalu membantu dan support team nya dan arahan Rere sebagai atasan team meminta ikut membantu. Bahkan sering Rere turun tangan membantu juga.
Seperti hal nya saat Rere melakukan maintance ke perusahaan Erlangga itu sebagai tanggung jawab sebagai atasan untuk membantu team dalam mempersentasikan materi produk yang ada di tempat nya bekerja.
Sudah Rere duga hari ini akan heboh dengan kabar Rere yang di antarkan Aditya ke kantor maka dari itu pagi dia sempat menolak aditya saat ingin mengantarkan ke kantor.
Tapi Rere tidak menduga berita itu terdengar sampai ke Pak Edo dan menjadi gosip heboh seluruh rekan kerja di lantai yang sama dengan Rere.
Para Rekan kerja tersenyum setiap bertemu Rere dan bahkan ada yang menggoda. Cerita saat pertama kali Rere datang ke perusahaan Erlangga untuk mempersentasikan materi dan saat bertemu dengan Aditya pun tersebar dan yang menjadi biang sumber gosip nya tidak lain team nya sendiri siapa lagi kalo bukan Tomi dan Rina.
__ADS_1
Mendengar gosip itu Rere hanya menggeleng dan menghembuskan nafas kasar saat rekan kantor bertemu dengan nya dan menggoda. menyesal Rere mengajak Rina dan Tomi saat itu harus nya dia hanya berangkat dengan Dina dan Rendi saja yang memang terlihat acuh meski dina sedikit ember menurut nya tapi itu hanya di depan Rere saja dan tidak akan bercerita lebih kepada rekan kerja yang lain.