Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 98 Mimpi Buruk


__ADS_3

"Mas Adit... " Teriak Rere.


"Sayang. Renia... " sahut Aditya.


"Siapa Anak itu Mas" tanya Rere.


"Ehhh... Sayang... Sayang... Renia" Jawab Aditya tergagap.


"Dia Zayn anak Kami" sahut Sisilia.


"Anak... " Tanya Rere memastikan dan menatap bingung ke arah Aditya


"Iya... " Sisilia memeluk dan mencium Pipi Aditya.


"Apa ini Mas... " Tanya Rere kembali.


"Sayang... Maafkan Mas" Sahut Aditya.


"Jangan ganggu hubungan Kami Renia. Biarkan Zayn memiliki keluarga yang utuh" Sahut Sisilia yang memeluk pinggang Aditya dan di tepis oleh Aditya dan Pria itu melangkahkan kakinya kearah Rere ingin menjelaskan tapi tangan Rere mengehentikan langkah Adit.


"Jangan Mendekat Mas... Jangan" Tangan Rere masih melarang Aditya mendekatinya.


"Renia... "


Aditya berteriak saat Renia berlari kearah jalan raya dan sebuah mobil menabrak Rere dan tubuh Rere melayang lalu jatuh dan tertabrak kembali oleh mobil lain nya dan Tubuh Rere mengeluarkan banyak darah.


Aditya berlari dan menghampiri Rere lalu melihat wanitanya sudah tidak bernyawa Aditya memeluk dengan Erat dan terus memanggil nama


"Renia... "


"Renia... "


"Sayang... Bangun. Sayang"


"Renia... " Teriak Aditya


Sisilia menepuk pelan pipi Aditya dan membuat Aditya terbangun lalu mengusap pelan wajahnya dan dirinya mendapati Zayn tidur di sampingnya.


Aditya membenarkan duduknya dan Sisilia memberika segelas air putih lalu mencium pipi Aditya lalu mengarah ke leher dan dada Aditya.


"Hentikan Sisilia" ucap Aditya Pelan.


"Kamu mimpi buruk sayang" ucap Sisilia


Bahkan dalam mimpi wanita itu mengganggu


Hati Sisilia bermonolog dengan wajah kesal Sisillia memeluk Aditya dan yang di peluk masih minum air putih dan sibuk dengan pikiran nya sendiri bahkan piyama nya sudah terbuka karena Sisillia melepaskan seluruh kancing yang ada di piyama yang dia kenakan.


Sisillia bahkan sudah berpindah duduk di pangkuan Aditya dengan sebelumnya menaruh gelas kosong yang ada di tangan Aditya ke atas nakas samping ranjang tempat tidurnya.


Sisillia terus menciumi leher dan juga pipi Aditya dan berbisik


"Sayang.Kangen... " dengan suara manja.


Aditya tidak menghiraukan, dirinya masih mengingat mimpi di mana Rere tergeletak tidak bernyawa. Sisillia benar-benar tidak tahan untuk di diamkan begini oleh Aditya. Dirinya sampai membuka pakaian nya bahkan bagian atas sudah polos dan Sisillia tetap menciumi Aditya.

__ADS_1


"Hentikan Sisillia" Aditya mendorong dua bahu Sisillia.


"Jika kamu masih melakukan ini saya pastikan saya akan pergi meski Zayn yang meminta untuk tetap tinggal, saya akan tetap menjauh dari kalian"


Tatapan Aditya tajam kepada Sisillia dan menyuruh nya untuk mengenakan kembali Piyama nya dan juga menyuruh Sisillia untuk tidur di samping Zayn Lalu Aditya memasang kembali Kancing Baju nya begitu juga dengan Sisillia.


Sisillia kembali tidur di samping Zayn sedangkan Aditya masih duduk mematung dan teringat dengan tangisan Rere saat di rumah sakit.


Rere Sayang Maafkan Mas, seharusnya pertemuan kita menjadi moment yang indah tapi karena kebodohan Mas, Sekarang Renia dan Zayn menjadi korban. Mas tidak bisa memilih antara kalian berdua.


Aditya bersandar pada kepala ranjang dan tatapan nya kosong menatap langit-langit kamar sedangkan Sisilia hanya memandang dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.


...****************...


"Mas Aditya... Mas Jangan Pergi Lagi. Renia Sayang dan Cinta dengan Mas Adit"


"Mas... Jangan lakukan ini Mas... "


"Mas Tega dengan Renia... Renia sudah menunggu Mas selama Delapan Belas tahun dan percaya Mas akan datang dan Allah mendengarkan Doa Renia"


"Tapi Kenapa... Mas.. Kenapa Mas Pergi lagi"


"Mas bilang... Mas Sayang Renia tapi kenapa Mas Tinggalin Renia disini sendiri"


"Mas...... " Teriak Renia tersadar dari mimpi buruknya.


"Mas... Mas Adit" Rere menangis dan memeluk bantal.


Renia mengusap air matanya dan mengedarkan Pandangan. Dirinya merasa bingung kenapa berada di dalam kamar sedangkan dirinya ingat betul jika terakhir berada di dalam mobil bersama Aditya.


"Apa... Mas"


"Saya telepon jangan ya... ini masih jam 3 malam. Mas Adit sekarang tidur dan Renia pasti mengganggu Mas Aditya" gumam Rere sambil memainkan Ponsel nya dan teringat bayangan Senyuman Pria yang sangat dia cinta Berputar-putar di dalam pikiran nya.


"Sholat Tahajjud dulu biar hati tenang, Untung tadi malam Renia mampir ke mushola Rumah sakit untuk sholat isya, ternyata saya tertidur dan pasti Mas Adit yang membawa Saya ke kamar. Ibu lihat tidak ya"


Rere berbicara sendiri lalu meletakkan kembali ponsel nya di atas nakas dan dirinya beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat Tahajud.


Selesai Sholat Tahajud Rere kembali ke ranjang tempat tidur dan meraih kembali Ponsel miliknya dan menatap Photo Aditya yang ada di Galery Ponsel miliknya


Tanpa terasa air mata Rere menetes dirinya tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan Pria yang selama Delapan Belas tahun dia cari. Pria yang bertahta di dalam hati nya Bahkan Geri sahabat Baik nya yang selalu setia bersama juga mencintai dirinya tidak bisa menggantikan Posisi Aditya yang memiliki Tempat Khusus di hati dan pikiran Rere.


Dan di tempat yang berbeda Aditya Setelah mimpi buruk juga tidak bisa memejamkan matanya kembali dan dirinya hanya menatap sendu Photo Rere yang ada di galery Ponselnya.


Air Mata Aditya menetes rasa menyesal menggelayut di hati dan pikirannya saat ini. Di usap pelan photo wanita yang sangat dia cintai.


Dirinya tidak menyalahkan Sisilia tapi justru menyalahkan kebodohannya sendiri yang tidak bisa menjaga perasaan dan kesetiaannya untuk Rere. Air mata nya mengalir dengan memandangi photo Rere yang tersenyum.


Sayang Maafkan Saya


Hati Aditya terus mengulang permintaan maaf untuk wanita yang dia cintai. Tanpa Aditya tahu Sisillia yang terus menatap kearah nya yang juga tidak dapat tidur hatinya merasa sedih, sakit dan cemburu.


Kenapa Waktu Delapan Belas Tahun tidak dapat menggantikan Posisi Renia di hati Aditya padahal selama ini dirinya yang menemani Aditya saat masa paling terpuruk dalam hidup nya juga dirinya yang menemani tidur dan saat Aditya terjaga dari mimpi buruk nya hanya dirinya yang berada di samping Aditya bukan Renia, Ayu ataupun Aries Orang tua nya yang juga penyebab Depresi terberat hidup Aditya.


Saat ketakutan akan bayangan kematian Sherly datang yang memeluk hanya Sisillia bahkan saat Amarah dan Kekecewaan datang Sisillia yang menenangkan bahkan sampai mengorbankan tubuh nya untuk di jadikan pelampiasan tapi kenapa Pria yang sangat dia cintai tidak pernah menoleh dan menganggap diri nya ada.

__ADS_1


Tanpa Terasa Air mata Sisillia mengalir dan Sisilia hanya memeluk Zayn Putra nya dengan perasaan sedih dan terluka, Aditya menoleh kearah Sisillia yang terlihat memeluk Zayn, Aditya hanya menatap dengan raut wajah datar dan dingin dan menatap ke arah photo Rere kembali.


Maafkan Saya Sisillia, Hati ini tidak bisa menerima kehadiran dirimu sepenuh nya. Andaikan saja Hati ini bisa melepaskan Renia mungkin tidak akan ada banyak yang tersakiti. Andaikan saya tidak pernah kembali untuk mencari Renia dan menerima kehamilan mu dulu, Renia tidak akan bertemu dengan Saya dan mungkin dia sudah menikah dengan Geri saat ini. Darah Papi mengalir di tubuh ini. Padahal selama ini Saya membenci nya.


Saya akan pergi dari kehidupan Renia selamanya dan mencoba menerima sepenuhnya Sisillia apalagi ada Zayn sekarang. Tidak boleh ada yang menderita lagi sebaiknya saya temui Geri dan meminta dia untuk menikah dengan Renia setelah saya pindah ke Amerika bersama Zayn dan Sisillia.


Aditya bermonolog di dalam hati memikirkan apa yang akan dia lakukan, Air Mata Aditya menetes di Ponsel Aditya yang menampilkan Photo Rere. Aditya mengusap air mata yang menetes di photo Rere dan juga pipi nya kemudian, Aditya merebahkan lagi tubuhnya di ranjang dan menutup mata nya dan lengan nya berada di atas dahi. Aditya berusaha membuang bayangan Rere yang ada dalam pikiran nya.


Aditya berusaha untuk ikhlas melepaskan cinta pertama nya dan akan meminta Geri untuk menikah dengan Renia, membayangkan apa yang belum terjadi Aditya meneteskan kembali air mata nya dan dada nya sangat sakit nafas nya terasa sesak. Aditya menatap langit-langit kamar, matanya tetap tidak bisa di pejamkan. Aditya memijat kepalanya pelan dan meletakkan kembali lengan nya di atas kepala dan berkata di dalam hati


Renia Sayang Percayalah Cinta Mas Kepada Renia Sangat besar dan tidak akan mungkin tergantikan oleh siapapun wanita di dunia ini akan tetapi Kebahagian Renia lebih penting daripada cinta Mas dan juga Mas harus bertanggung jawab kepada Zayn, Kebodohan dan Kesalahan Mas di masa lalu tidak bisa membuat Renia tersenyum dan bahagia. Geri dia yang akan selalu membuat Renia tersenyum.


Aditya meneteskan kembali air matanya Pikiran nya ingin mencoba meyakinkan hati untuk bisa melepaskan Rere akan tetapi hati nya menolak. Sakit membayangkan Geri melafadzkan ijab qabul dan Rere menjadi istri juga ibu dari anak Geri.


"Huufffttt... "


Aditya bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar kamar dan duduk diruang tamu sendiri. Sedangkan Sisillia membuka matanya dan bangkit dari tidurnya dan meraih Ponsel yang sedari tadi di genggam oleh Aditya, Saat Sisillia melihat ternyata photo Rere sedang tersenyum manis. Sisillia menoleh kearah pintu dengan air mata yang menetes dan wajah menahan amarah.


"Sayang... Kita akan selalu bersama selamanya seperti dulu kita di Amerika tidak ada Renia yang mengganggu. Saya Pastikan Zayn akan mendapatkan Papinya dengan sepenuhnya. Tidak akan Saya biarkan Renia merebut Aditya dari kami" Sisillia berkata dengan meremas Ponsel milik Aditya.


Sisillia Bangkit dari tempat tidurnya dan meletakkan kembali Ponsel milik Aditya di tempat semula. Sisillia berjalan keluar kamar dan mencari Aditya.


Sisillia terdiam sejenak memandang Aditya yang duduk di ruang tamu dengan menatap ke langit-langit ruang tamu. Sisillia tersenyum dan berjalan ke arah Aditya dan berkata


"Sayang kenapa duduk di sini. Ini masih sangat malam, Ayo kita kembali tidur. Putra kita akan mencari keberadaan kamu nanti"


"Jangan ganggu saya sisillia, pergilah tidur. Cepat" Sahut Aditya menoleh kearah Sisillia yang justru tersenyum kearah dirinya.


Sisillia mendekatinya lalu memeluk dengan erat Aditya, Aditya mencoba untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan Sisillia tapi Pelukan wanitanya bertambah kencang dan terdengar tangisan Sisillia membuat Aditya mengurungkan niatnya untuk menarik Sisillia agar menjauhi tubuhnya.


Aditya mengalah dirinya membiarkan Sisillia melakukan apa yang dia inginkan. Aditya terdiam hanya mendongakkan kepalanya menatap kembali langit-langit ruang tamu dan menyandarkan tubuhnya di Sofa ruang tamu.


Aditya membiarkan Sisillia menangis dipelukan Aditya karena dirinya tahu Sisillia belum tertidur sedari tadi saat Aditya bangun dari tidur karena mimpi buruk.


Sisillia membangunkan Aditya dari mimpi buruk dan memberikan air minum sejak saat itu sampai sekarang Sisillia belum tidur.


Sisillia memeluk Aditya dan mendapati Aditya tidak menolaknya Sisillia memberanikan diri bangkit dari duduk nya yang tadinya duduk di sofa samping Aditya dengan tangan memeluk sekarang berpindah duduk dalam pangkuan Aditya.


Sisillia menarik tubuhnya dari dada bidang Aditya dan membuka Piyama bagian atas nya sendiri dan sampai Polos hanya bagian bawah yang masih menempel. Aditya mengalihkan pandangan nya menatap tub*h polos Sisillia


"Kenalan kembali Pakaianmu Sisillia, Zayn akan melihat kita, Jangan berbuat kesalahan kembali" ucap Aditya dengan tatapan Tajam.


Sisillia memeluk kembali Aditya dengan menciumi Pipi juga bibir Aditya. meski mendapatkan penolakan itu tidak menyurutkan keinginan Sisillia agar Aditya kembali menyentuhnya. Bahkan bagian bawah piyama milik nya pun sudah dia lepaskan


"Apa kamu benar-benar ingin Saya meninggalkan kalian Sisillia" Aditya menarik tubuh Sisillia agar menjauhi nya.


"Saya ingin kita melakukan nya sekali lagi Sayang, Lupakan Renia dan belajarlah menerima Kehadiran Saya sepenuhnya, Kita berikan Adik untuk Zayn, Saya yakin jika dia memiliki Adik, Zayn akan bahagia seperti saat ini dia selalu tersenyum, selama ini dia hanya diam menunggu kamu. Jangan Kecewakan dia Sayang Kita berikan keluarga yang utuh untuk Putra Kita" ucap Sisillia dengan mendorong tubuh Aditya hingga terlentang di atas Sofa.


Sisilia melepaskan Bagian Bawah Piyama yang di kenakan oleh Aditya dan menduduki tepat pada bagian yang terpenting milik Aditya dan dirinya menggerakkan pinggang nya dan mendongakkan kepala merasakan kebahagian karena dapat menyentuh milik pria yang sangat dia cintai kembali.


Aditya mendongakkan kepala nya merasakan milik nya bersatu dengan milik Sisillia. Aditya ingin bangkit tapi Sisillia dengan cepat memeluknya. Aditya terus menghindar dari serangan ciuman Sisilia dan dirinya ingin bangkit untuk melepaskan penyatuan mereka dan segera meninggalkan ruang tamu untuk menuju ke dalam kamar Putranya tapi Sisillia berhasil mengejarnya dan memeluknya dari belakang.


"Jangan tinggalkan kami Sayang, Saya bersumpah jika kamu pergi Saya akan melakukan hal yang sama seperti Mama Sheryl"


Degggggg

__ADS_1


Aditya terdiam dan dengan cepat Sisillia menarik lengan Aditya dan mendorongnya kembali ke Sofa lalu Sisillia duduk kembali dipangkuan Aditya. Mereka melakukannya kembali Aditya tidak dapat menolak keinginan Sisillia.


Sekuat apapun dirinya menolak tetap Sisillia akan mendapatkan dirinya kembali. Aditya menggendong Sisillia dengan tetap menyatukan milik mereka dan menuju ke ranjang kamar milik Sisilia.


__ADS_2