
Rere terdiam saat selesai membersihkan gelas yang pecah karena tersenggol oleh tangan Jimmy. Anak itu ketakutan saat melihat darah di jari telunjuk Rere dan meminta maaf kepada Rere.
"Mama maafkan Jimmy ya. Sakit tidak" ucap Jimmy terlihat meniup jari telunjuk Rere.
"Tidak sayangku, Mama baik-baik saja"
Suara ketukan Pintu terdengar dan Rere melangkah untuk membuka siapa yang datang dan ketika pintu terbuka Ayu nampak tersenyum dan begitupun dengan Rere keduanya saling sapa dan Ayu melangkahkan kaki kedalam kantor milik Renia yang ada dibutiknya.
"Wah Bagus dan rapi ya kantor kamu Rere" ucap Ayu.
"Terima Kasih ini biasa aja ko Ayu... Haha" Rere berkata sambil tertawa mendapatkan pujian dari calon adik iparnya.
"Hallo sayang... apa Jimmy lupa dengan Mommy" ucap Ayu saat memeluk Putranya.
Jimmy mencium pipi Ayu dan juga membalas memeluknya. Ada rasa sedih menggelayuti hati rere yang ingin merasakan dirinya juga menjadi seorang ibu.
Menyaksikan itu Rere menunduk untuk mengalihkan perasaannya, Dion yang memahami perasaan Bibinya itu mendekat dan memeluk Rere dan tersenyum mendongakan kepala sehingga dapat menatap mata bibinya yang teduh dan Rere tersenyum lalu menunduk dan menciun pipi Dion dan memeluk keponakannya juga.
"Rere... Saya mau ajak kamu kerumah sakit mau tidak" ucap Ayu.
"Ehhh... " Rere tampak berpikir.
"Papi hari ini pulang tadi mami menelpon dan kak Aditya juga akan datang kerumah sakit juga" ucap Ayu.
"Tapi yu... " nampak tidak enak hati karena merasa bukan bagian keluarga Erlangga.
"ya terserah jika tidak ingin ikut tapi itu akan mengurangi penilaian Papi terhadap kamu dan kak Adit pasti kecewa karena calon istrinya tidak ada disana" sambung Ayu sambil tersenyum menggoda.
Tapi Rere merasa apa yang dikatakan Ayu itu benar dan seharusnya dia memang lebih mendekatkan diri dengan keluarga Aditya yang sekarang
"Baiklah Ayu tapi saya harus mengantarkan Dion pulang terlebih dahulu dan kapan Pak Aries pulang dari Rumah Sakit" Ucap Rere.
"Nanti Sore sekitar pukul Empat dan ajak saja Dion dia akan bersama dengan Jimny nantinya. Sepertinya anak saya nyaman dengan kalian dan saya ucapkan Terima Kasih karena sudah menjaga dan mau direpotkan dengan kehadiran Jimmy" sahut Ayu dan duduk dikursi dekat Rere.
"Jangan Sungkan Ayu" sahut Rere singkat.
...****************...
Aditya berada dikantornya. Dia mengingat apa yang dia lakukan kepada Sisilia siang ini dan membuat nafasnya sesak, kebodohan demi kebodohan dia lakukan jika berada didekat Sisillia.
Rayuan dan Godaan Sisillia tidak dapat dia hindari tubuhnya sudah terbiasa dengan Sisillia selama delapan belas tahun mereka bersama.
Ya Tuhan Maafkan kesalahan Saya hari ini Sekali lagi. Renia Maafkan Mas.
Aditya menangis karena dia mengkhianati Rere sekali lagi dan bayangan photo putranya yang dia lihat tanpa test DNA jelas terlihat Zayn adalah Putranya tapi demi memastikan dia akan tetap melakukan itu.
Saat masih berada dijalan menuju ke gedung Tower Perusahaan Erlangga dia menelpon Riki untuk menyiapkan itu dan mempersiapkan segala dokumen untuk Sisilia dan Zayn pergi meninggalkan Jakarta.
Aditya membeli rumah di Amerika yang sebelumnya ingin dia tempati bersama Renia setelah menikah dia ingin menetap disana akan tetapi rencananya berubah setelah berita mengejutkan itu.
Rumah itu akan dia berikan untuk Sisilia dan juga Zayn sehingga di Amerika mereka bukan tinggal di rumah yang dulu pernah ditempati Adit dan Sisil karena rumah itu milik Keluarga Erlangga tidak akan mungkin Aditya menempatkan mereka disana yang akan mengundang perhatian semua kerabat.
Jika Sisilia menolak dia juga sudah mempersiapkan untuk Sisil dan putranya sebuah Penthouse atau Rumah di Eropa karena Aditya juga memiliki Property Pribadi yang dia beli di Swiss dan Scotlandi dan itu akan diberikan kepada mereka yang penting jauh dari Renia.
"Riki saya tunggu segera diruangan saya segera" Aditya melakukan panggilan telpon dengan Riki.
Suara ketukan pintu terdengar kemudian Riki masuk kedalam ruangan Aditya dan setelah dipersilahkan masuk dan duduk, Aditya menanyakan perkembangan yang terjadi tentang Ria, Hans dan Putranya yang dia perintakan kepada Riki.
"Kamu tahu apa yang Hans lakukan dibelakang Ayu, dan kenapa kamu tidak melaporkan kepada saya" ucap Aditya dengan tatapan menusuk.
__ADS_1
"Saya belum yakin sebelumnya dan sekarang masih menyelidiki dan Pak Aries juga menanyakan itu tapi memang saya belum menemukan kejanggalan tentang Pak Hans" ucap Riki berbohong.
"Tetap selidiki Hans jika dia bertindak bodoh kepada Adik saya, kita ambil alih perusahaan dia karena kita memiliki banyak dana di perusahaan itu" Aditya tersenyum dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Bagaimana Tante Ria" lanjut Aditya.
"Bu Ria belum masuk kerja dan belum bisa dihubungi, Orang-orang kita masih mencari keberadaannya termasuk apartemen atau mungkin vila miliknya" sahut Riki.
"Dan menurut penuturan dari orang-orang yang mencari tahu tentang bu Ria di semarang, Bu Ria adalah mantan kekasih pak Aries dan bekerja sebagai Marketing di salah satu Brand Fashion saat itu dan Bu Ria Risegn dan pergi dari semarang, tidak tahu kemana sampai sekarang rumah yang di semarang terabaikan hanya ditempati kerabatnya, sudah Tiga Puluh Lima tahun Bu Ria tidak pernah menginjakan kaki di rumah itu bahkan kota itu" Jelas Riki dan Aditya hanya mengangguk, hati dan pikirannya teringat Rere.
Jika Rere mengetahui kenyataan saya dan Sisilia apakah dia akan sehancur Tante Ria. Ya Tuhan Tolonglah dan Maafkan Saya. Renia sayang... Mas merasa bersalah
"Lalu tentang Anak Saya apa kamu sudah mendapatkan informasinya" tanya Aditya pelan.
"ya, Bu Sisilia melahirkan Seorang anak laki-laki di Sragen disebuah panti asuhan yang berada disana dan Putra Pak Aditya dibesarkan dipanti asuhan tersebut sampai usia Lima Tahun dan Bu Sisilia mengambil kembali dan untuk keberadaannya sekarang saya masih selidiki" jelas Riki.
"Saya akan menemui Putra saya sabtu ini bersama dengan Sisilia dan Perjanjian itu sudah saya berikan kepada Sisilia jika dia sudah menandatangani surat perjanjian itu, Maka segera urus kepindahan mereka sesuai pilihan Sisillia inginkan dan biarkan mereka bersama. Saya tidak ada rencana memisahkan anak itu dari Sisilia. Dia berhak atas anak itu. Saya hanya meminta menyelidiki karena ingin memastikan kebenarannya setelah mengetahui itu saya tidak ingin melakukan apapun" ucap Aditya.
Riki hanya diam menatap Aditya yang nampak berpikir dengan tatapan kosong menatap luar jendela ntah apa yang akan dia lakukan setelah ini. Aditya menoleh kearah Riki dan membenarkan kursi supaya berhadapan langsung dengan Riki.
"Riki Proyek kita yang di Bali apa kamu sudah pastikan itu, saya belum sempat kesana karena masalah ini, Sebelum nya saya ingin pergi meninjau Proyek yang ada di Bali bersama Renia tapi sepertinya dia cuti lama sekarang yang mungkin cutinya habis" Ungkap Aditya
"Apa kamu bisa menggantikan saya untuk meninjau ini. Saya tidak bisa meninggalkan Renia karena hubungan kami belum ada kepastian dan Geri masih mencoba mendapatkan Renia. Saya tidak akan memberikan dia celah sedikit pun" Sambung Aditya.
"Baiklah Pak Aditya saya yang akan meninjau Proyek yang ada di Bali" sahut Riki.
"Terima Kasih atas semuanya. Saya minta kamu pergi ke Bali hari selasa depan setelah selesai segera ambil cuti, Saya tidak ingin kamu lelah Riki" ucap Aditya yang dibalas anggukan kepala dan Riki pamit kembali ke ruangannya.
"Panti Asuhan. Zayn lahir dan dibesarkan disana"
Aditya berkata lirih. Setelah Riki Pergi Aditya mengingat perkataan Riki dan merasakan kesedihan dan rasa bersalah mendapati kenyataan tentang Zayn dan teringat juga ucapan Sisil yang mengatakan Putranya menunggu dirinya menjemput. Maksud semua itu ternyata menjemput diPanti Asuhan. Lalu kemana Sisilia membawa pergi anaknya sekarang.
...****************...
"Baiklah Ayu tapi apa tidak masalah, saya ikut kerumah sakit" balas Rere.
"memangnya kenapa, Papi sama kak Adit pasti senang lihat Rere jemput papi, ayo... kita buat surprise untuk mereka" ucap Ayu sambil tersenyum.
"Hhhmm... Saya tahu, Rere takut dengan Mami. Jangan Khuatir, Rere. Sebenarnya Mami itu orangnya baik hanya mungkin saat itu Mami merasa Panik makanya berbuat Kasar ke kamu. Tolong maafin Mami ya Rere. Semoga kamu mengerti Rere" sambung Rere.
"Bukan karena itu tapi Saya tidak enak hati karena... " ucap Rere
"Sudahlah jangan dipikirkan... Hayo kita ke Rumah Sakit, jangan tunggu lama nanti malah macet" Ayu memotong perkataan Ayu.
"Baiklah, Kita berangkat sekarang, Dion... Jimmy let's go..." sahut Rere tersenyum
"Loh Kenapa Saya tidak diajak Rere" Ayu sedikit manyun karena namanya tidak disebut.
"oh iya ketinggalan" Rere tertawa dan ketiganya pun tertawa.
"Bibi kita mau kemana" Dion bertanya.
"ke rumah sakit Dion jemput Opa yang sudah sembuh dan hari ini pulang" sahut Ayu.
Semua sudah masuk kedalam mobil dan Rere segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sekitar Dua Puluh Lima Menit Mobil yang dikendarai oleh Rere sampai ditempat Parkir Rumah Sakit dan Rere segera memarkirkan mobilnya dan setelah itu keempatnya keluar mobil dan menuju keruang rawat inap VVIP.
"Bibi, Dion sudah kasih tahu males kerumah sakit ya kan. jadinya Badmood Males pake kesini lagi" Dion Berkata lirih saat Ayu berjalan didepan dengan jarak sedikit jauh.
"Rere... Dion Hayu kenapa kalian masih di belakang" Ayu berkata sambil kembali mendekat kearah Rere.
__ADS_1
"Ya... Ayu" sahut Rere dan menoleh kearah Dion yang nampak cemberut dan Rere tersenyum.
"Kenapa Rere... " Ayu menatap Rere lalu beralih ke Dion lalu mensejajarkan tubuhnya dengan Dion.
"Kenapa Nak, Tidak lama nanti kita ke Mall gimana mau tidak?" Tanya Ayu.
"Benar ya. Tidak bohongkan?" Dion bertanya balik.
"ya dong" sahut Ayu sambil tersenyum dan Dion mengangguk lalu berjalan bersama Jimmy.
Mereka melanjutkan langkahnya kearah ruang rawat VVIP dan Ayu membuka pintu rawat inap dan terlihat didalam suasananya sangat dingin dan sunyi padahal banyak orang disana.
Rere melihat Aditya disana bersama dengan Riki lalu ada Lisna yang berdiri disamping Aries namun yang membuat Rere bertanya kenapa ada wanita yang saat Rere datang untuk menjenguk Aditya menatap dirinya dengan tatapan tajam dan sinis.
Siapa Dia dan mengapa ada di sini. Apa dia kerabat Mas Aditya atau rekan bisnisnya
Rere bermonolog didalam hati dan menatap Aditya dan pria itu terlihat canggung dan bingung juga salah tingkah dengan kedatangan Rere.
"Rere... Sayang, Kamu datang" Aditya menyapa dan mendekati Rere.
Rere tersenyum dan menyapa semua yang berada diruangan tersebu. Aditya menatap Dion yang nampak Takut melihat Lisna dan bersembunyi dibelakang Rere dengan memeluk Rere erat.
"Ada apa sayang... kenapa dengan Dion" ucap Aditya.
Lisna nampak ketakutan bagaimana jika anak kecil itu mengatakan kepada Aditya jika dirinya menampar Rere dan mengatakannya didepan suaminya.
Lisna merasa takut dan tubuhnya bergetar. Apalagi sebelum Rere dan Ayu datang dirinya dan Aditya terlibat adu mulut karena kehadiran Sisillia.
Lisna membayangkan marahnya Aries dan Aditya karena itu dia menatap tajam Dion dan terlihat sangat mengerikan dengan bola mata yang membesar.
Dion semakin takut dan menyembunyikan wajahnya dibelakang rere, semua fokus kepada Dion yang nampak ketakutan dan meminta untuk pulang bahkan Dion menangis.
Ayu mengerti dan tidak ingin membuat suasana semakin kacau karena Ayu memahami situasi sulit ini ditambah dengan kehadiran Sisilia.
"Rere sebaiknya kita keluar terlebih dahulu" ucap Ayu dan memberikan kode kepada Rere dan dibalas dengan Anggukan.
Sebenarnya Ayu juga tidak menginginkan Dion berkata tentang kejadian saat Rere menjenguk Aditya yang mendapatkan tamparan dari Lisna dan jika Aditya mengetahui sudah dipastikan kemarahan yang tidak dapat terkontrol akan terjadi.
"Bibi kita pulang... kenapa harus kesini lagi sih" Dion berkata sambil memeluk Rere dengan sangat kencang saat melihat Lisna menatap tajam kearahnya.
"Ada apa coba katakan ke Paman ada apa Dion"
ucap Aditya mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Dion.
Lalu anak kecil itu memeluk Aditya dan nampak keringat dan tubuhnya bergetar hebat dan terlihat sangat takut.
"Paman Dion takut" ucap Dion.
"Ya Sudah Dion kita pulang ya, Maafkan keponakan saya sepertinya dia kecapean tadi bermain terlalu lama mas Adit" ucap Rere
"4Hayo Nak katanya ingin pulang" ajak Rere.
"Pak Aries saya minta maaf dan saya tidak bisa mengantarkan pulang, Ayu saya minta maaf. Mas Aditya Maaf sepertinya Rere harus pulang. Permisi" Rere menarik tangan Dion yang memeluk erat Aditya.
"Ada apa sayang... " ucap Aditya yang merasa curiga antara Sisilia dan juga Lisna siapa yang berbuat ulah dibelakangnya.
"Sepertinya keponakan kamu sangat ketakutan Rere bukan kecapean" sahut Aditya
Aditya mencegah Tangan Rere untuk membawa Dion dan mendekati kembali Dion dan bertanya halus tentang apa yang terjadi.
__ADS_1
"Paman, Ibu itu memukul Bibi sangat keras saat jenguk paman diruangan yang ada disana, Dion kasihan sama Bibi dan sekarang takut" Dion berkata lalu memeluk Aditya sambil menangis.
Semua mata menatap kearah Lisna dan bagai disambar petir itu yang Aditya rasakan juga Lisna, dirinya mematung dengan apa yang dikatakan oleh Dion yang akhirnya mengatakan apa yang terjadi dengan jujur.