
"Apa pergi ke Jerman lalu Ayu bagaimana?" berita yang membuat Rere terkejut saat Aditya mengatakannya.
"Kemarin Kedua orang tua Hans mendatangi Ayu dan mempertemukan Ayu dengan Jimmy lalu meminta Ayu menyerahkan Hak asuh Jimmy kepada mereka untuk menggantikan Hans yang telah tiada. Ayu sangat terpukul dan sekarang kondisinya Down. Mas Aditya mengunjungi dirinya semalam dan membicarakan ini. Meski sempat tegang dengan Riki. Ayu mengijinkan Jimmy di besarkan oleh keluarga Hans. Sesuai kesepakatan Ayu dapat menemui Jimmy nantinya dengan kondisi ayu seperti itu dirinya merasa tidak akan bisa membesarkan Jimmy dengan baik karena itu Ayu ikhlas melepaskan Jimmy tinggal di Jerman"
"Apa keluarga Hans tidak melanjutkan rencana mereka untuk menuntut Ayu. Mas"
"Tidak sayang karena Hans meninggal dengan keadaan mengenaskan karena melindungi Ayu dari kecelakaan. Dirinya memeluk Ayu saat kejadian itu yang Mas Aditya ketahui dari apa yang terjadi semalam dan setahu Mas bahwa Keluarga Hans sangat menyayangi Ayu. Melihat kondisi Ayu mereka tentu tidak akan tega juga Hans pasti tidak menginginkan akan hal ini. Pihak kepolisian juga mendatangi Ayu untuk meminta keterangan setelah keluarga Hans pulang dari Rumah sakit. Semua sudah selesai sayang dan fokus kami sekarang kesembuhan Ayu dan Mas Aditya juga harus fokus kepada sakit kamu sayang. Ayu dan kamu juga Zayn dan Jimmy adalah orang yang terpenting dalam hidup Mas Aditya sekarang ini.
"Baiklah Mas nanti kita lanjutkan pembicaraan ini Renia ingin menemui pak Edo untuk meminta tanda tangan"
"Sayang apa kamu sudah mengajukan surat Risegn ke kantor kamu"
"Mas... jangan terburu-buru Renia tidak akan mati besok. Lagian Renia masih optimistis untuk sembuh kita jalani hidup kita seperti biasa saja"
"Sayang bukankah kamu meminta kita tinggal di jogja"
"iya tapi Renia hanya minta mutasi kerja disana"
"Sayang kamu akan lelah dengan kemoterapi dan membutuhkan istirahat yang cukup. Mas Mohon Renia jangan menganggap semuanya santai seperti ini"
"Jangan Panik berlebihan Mas... Hidup dan mati kita sudah ditentukan oleh Allah. Mas ada yang ingin Renia katakan"
"Baiklah Sayang... apa itu katakanlah"
"Renia ingin bertemu dengan Sisilllia"
"Apa yang kamu katakan sayang"
"Mas nanti pulang kerja kita bicarakan ini lagi"
"Baiklah tapi Mas tidak akan mengijinkan sayang bertemu dengan Sisilia. Mengerti"
Renia tidak menjawab dirinya hanya mematikan panggilan telepon dan membawa dokumen untuk ditanda tangani oleh Pak Edo.
Saat bersama dengan itu Rere meminta sisa cuti yang belum di ambil yaitu 2 hari karena akan menikah.
Tentu saja Pak Edo sangat terkejut dengan berita yang dikatakan oleh Rere.
"Mendadak sekali bu Renia"
"Iya... Pak. Mas Aditya ingin cepat menikahi saya karena saya sakit dan mungkin ingin menghabiskan waktu berdua disisa hidup saya"
"Jangan katakan itu Bu... Pasti Bu Renia sembuh. Saya percaya itu"
"Terima Kasih Banyak Pak. saya senang bekerja sama dengan team Pak Edo selama ini"
"Bu Rere maafkan saya telah berlaku buruk saat itu dengan mengeluarkan surat peringatan pertama tanpa mencari fakta yang sebenarnya. Sejujurnya saya malu dengan Bu Rere setelah melihat berita ternyata memang Hoax tentang Bu Rere. Untung penyebar Hoax nya sudah tertangkap dan ada konfirmasi dari berita televisi yang menyatakan wanita yang mengaku melihat Bu Rere sering membawa pria-pria di apartemen itu ternyata bohong dan ternyata orang-orang konglomerat itu ribet ya bu dan tega. Ternyata dalang semua ini adalah ibu tiri dan pacar Pak Aditya sendiri yang jealous"
"iya begitulah Pak. Manusia tidak ada yang sempurna yang miskin sibuk dengan urusan ekonomi dan yang kaya raya sibuk dengan masalah cinta" keduanya tertawa
Dan Setelah itu Rere meminta ijin kembali keruangannya dan tidak lama Dina masuk dan berteriak ke Rere.
"Jahat banget sih Bu Rere... kenapa tidak kasih tahu jika Bu Rere ingin menikah"
"Wah Beritanya udah Viral aja yah" Rere tertawa
"Yah. Bu Rere di tempat kerja mah Dinding aja bisa mendengar dan bicara kali. Sudah ahhh... Yang Penting memang benar akan menikah dengan Pak Aditya" Rere hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
__ADS_1
"Apa Bu Rere sudah yakin" Dina mendekat meja kerja Rere dan duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
"Saya 1000% yakin Dina. Selama ini saya menunggu Mas Aditya dan dia telah datang tidak ada alasan saya untuk menolak lamaran dia"
"Tapi Bu Rere. Keluarganya Toxic parah dan Pak Aditya juga memiliki masalalu yang tidak baik dia tinggal satu atap dengan wanita lain sampai memiliki anak laki-laki yang disembunyikan dipanti asuhan. Apa Bu Rere Siap dengan ini semua. Apa sebaiknya Bu Rere menerima Geri saja dia pria yang sangat baik dan selalu ada untuk Bu Rere. Saya pikir meski hidup sederhana tapi kalian akan sangat bahagia Bu. Saya lebih mendukung Bu Rere menikah dengan Geri sahabat terbaik Bu Rere"
"Dina saya menikah karena ingin beribadah kepada Allah. Saya tidak ingin memikirkan apapun selain itu. Saya harus menyelamatkan Mas Aditya dari rasa Trauma dan Depresi yang dialami. Mas Aditya selama ini sangat menderita dan selalu merasa sendiri dan merasa tidak bahagia. Saya ingin membawa Mas Aditya kembali ke jalan Allah dia lama tersesat dijalan yang gelap. Meski kedepannya saya tidak tahu apakah Mas Aditya akan menyakiti saya dengan tetap menjalin hubungan lagi dengan Sisilia ibu dari anaknya atau saya tutup usia karena memang saya mengidap leukimia"
"Satu Hal yang saya inginkan sekarang adalah menghabiskan sisa hidup saya untuk menemani Mas Aditya kembali ke jalan Allah" sambung Rere
"ya sudah jika itu pilihan Bu Rere"
"iya Dina"
"Kapan Menikahnya saya dengar Bu Rere cuti 2 hari sebelum tahun baru"
"Besok saya menikah"
"Apa mendadak sekali"
Rere hanya mengangguk bahagia. Keduanya bangkit dari kursi dan saling berpelukan.
"Dina, Aku Si Perawan Tua akan menikah dengan Pria yang selama ini aku tunggu semoga Allah mempermudah jalannya dan niat Mas Aditya untuk menikah akan di permudah dan kami berdua selalu bahagia dan ketakutan dan kekhawatiran selama ini tidak terjadi"
"Amin" mereka berpelukan kembali
...****************...
Setelah pulang kerja Rere mengajak bertemu Geri dan Cantika di Cafe dekat dengan tempat kerja Rere disana Rere menjelaskan apa yang dia jelaskan kepada Dina sebelumnya dan meminta sahabatnya untuk menyetujui apa yang menjadi keputusan dirinya.
Dan meminta maaf kepada Geri karena telah menyakiti dirinya dengan menolak lamaran Geri dan berterima kasih telah mendampingi dirinya selama Rere berada di jakarta.
"Rere apa keputusan kamu ini ada kaitannya dengan perasaan saya yang pernah saya ungkapkan ke kamu saat saya mengungkapkan di Butik kamu"
"Tidak ada kaitannya dengan kamu Cantika. Justru saya berterima kasih atas kejujuran perasaan kamu. saya jadi tenang melepaskan Geri karena tahu ada kamu yang akan selalu ada buat Geri dengan cinta yang tulus. Geri belajarlah mencintai Cantika. kamu akan sangat bahagia saat menikah dengan Cantika kalian akan memiliki anak-anak yang lucu dan baik. kamu tampan dan Cantika sesuai namanya dia cantik"
"Geri... Mas Aditya membutuhkan gw dan begitu sebaliknya. Hati kami saling membutuhkan. Saya tidak akan menyesal saat menikah dengan dirinya meski apapun yang terjadi nantinya saya hanya ingin Mas Aditya menemani saya di sisa hidup saya nanti. Kami lama terpisah dan Allah mempertemukan kamu di detik-detik hidup saya. Supaya bisa membawa Mas Aditya kejalan Allah kembali setelah tersesat di jalan yang gelap. Saya tidak ingin Mas Aditya tambah jauh dari Allah. Semoga kamu mengerti Geri"
"Apa kamu yakin dia akan berubah. Dia Pria breng*ek yang menghamili wanita yang menjadi psikiater pribadinya dan mengabaikan anaknya dipanti asuhan yang sebelumnya meminta untuk melakukan ab*rsi"
"Semoga Mas Aditya berubah Geri. Saya selalu berharap dan berdoa semoga Allah meridhoi tujuan saya menikah"
"Baiklah Rere. Semoga kalian bahagia kapan menikahnya" Tanya Geri dengan berat hati.
"Besok"
"Apaaaa..." Keduanya Tersentak.
"Mendadak sekali Rere" sahut Cantika.
"Iya... Setiap detiknya sangat berharga untuk saya karena saya tidak tahu kapan saya masih tetap hidup"
"Jangan berkata seperti itu Rere. Kamu pasti akan sembuh saya percaya kamu akan kuat dan tetap optimis untuk sembuh" Rere hanya menganggukan kepala.
Setelahnya Rere bertanya tentang rencana pernikahan mereka berdua dan dijawab belum tahu jalani saja dahulu itu kata Geri. Cantika menatap Geri yang terlihat sedih dan beralih ke Rere. Hatinya hancur mendengar apa yang dikatakan oleh Geri.
"Geri segeralah menikah dengan Cantika setelah tahun baru. Harapan besar saya bisa melihat kamu menikah saat saya masih hidup. Saya ingin kamu bahagia dan saya yakin Cantika bisa membuat kamu bahagia"
__ADS_1
Bahagia saya ada bersama kamu Rere. Bagaimana caranya saya bahagia tanpa kamu di samping saya.
Itu yang dikatakan oleh hati Geri yang tidak bisa dia ungkapkan.
Ketiganya menghabiskan waktu quality time. Berbincang dan sesekali Rere membahas tentang bisnis butiknya seakan tidak ada masalah tentang kesehatannya. Rere terlihat sangat bersemangat dan ceria dan itu membuat Geri bahagia karena Rere bisa menjalani hidupnya yang di diagnosa terkena Leukimia tanpa beban.
Aditya Sebelumnya memberitahukan bahwa Zayn sudah datang di indonesia dan Aditya sedang bersama putranya dan saat akan menjemput Rere di Bank tempat Rere bekerja tapi Rere menolak dan berkata akan menemui sahabatnya. Meski berat hati karena ada Geri disana tapi Aditya tetap menyetujui pertemuan mereka.
...****************...
Setelah acara kumpul dengan Geri dan Cantika, Rere pamit pulang dan keduanya juga ikut pulang karena sudah pukul 8 malam.
Di lobby Rere hendak memesan taxi online akan tetapi Geri memintanya untuk ikut dan Cantika juga membujuk Rere agar bersedia diantarkan ke apartemen miliknya karena sudah malam.
"Saya pesan Taxi online saja"
"Rere... Sayang"
Suara memanggil nama Rere yang mereka bertiga hafal siapa orangnya dan ketiganya menoleh kearah sumber suara.
"Mas... Aditya kenapa disini" Tanya Rere.
Tatapan tajam kearah Geri seakan tidak suka dan Rere mengerti. Rere menjelaskan jika dirinya menemui kedua sahabatnya karena ingin memberitahukan jika besok mereka menikah.
"Kalian Jangan lupa datang ya... Saya menantikan kehadiran kalian berdua" Rere berkata dengan mengalungkan tangannya ke lengan Rere.
Hati Geri seakan terbakar tapi dirinya harus bisa mengendalikan diri karena Aditya pria yang dipilih sahabat yang juga wanita yang dia cintai.
"Pasti Rere... kita pengen lihat kamu bahagia" Ucap Geri tersenyum meski dipaksakan.
"Terima Kasih banyak" Sahut Rere tersenyum dan mengenggam erat tangan Geri dan Aditya berdehem membuat pegangan tangan mereka terlepas.
"Terima Kasih sudah menemani dan menjaga Rere selama ini dan sekali lagi saya meminta maaf atas kejadian yang pernah terjadi"
"Lupakan masalah itu saya sudah memaafkan kamu saat saya cabut tuntutan itu. satu hal yang saya minta tolong jaga dan bahagiakan terus wanita yang saya cintai dan jangan buat dia sedih atau saya akan ambil kembali"
Sontak ucapan Geri membuat Cantika tidak nyaman dan merasa sedih dan Rere menangkap itu lalu untuk meredakan situasi canggung karena ucapan Geri. Rere berkata
"Sudah malam jangan ngelantur. Oh iya habis nikah saya risegn dari kerja terus mutusin tinggal bareng suami di Jogja. nanti kalian mampir ya. Benarkan Mas" Aditya tersenyum dan menganggukan kepala.
"Papi... " Teriak Zayn yang merasa bosan didalam mobil.
Ketiganya menoleh ke suara anak kecil dan Aditya menoleh kearah Rere dan berkata
"Sayang... Mas Bawa Zayn untuk dikenalkan kepada kamu sebelum kita menilah besok" Rere tersenyum dan menganggukan kepala.
Kedua sahabatnya menatap ke arah Rere dan begitu juga dengan Rere.
"Saya pulang dulu ya... Besok jangan lupa kalian dateng ya" Geri menatap dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
Cantika tentu melihat ekspresi pria yang akan menikahinya itu lalu menggenggam lengan Geri membuat Geri tersentak dan menoleh ke arah Cantika.
Geri mengajak tunangannya untuk pulang dan sepanjang jalan keduanya diam. Sampai di depan rumah Cantika, Wanita itu mengutarakan isi hatinya
"Jika belum yakin akan pernikahan kita sebaiknya di batalkan saja.Saya tidak ingin kamu menikahi saya hanya karena terpaksa. Berdamailah dengan hidup dan dunia kamu sendiri terlebih dahulu baru kamu bisa memulai hubungan baru. Saya tidak ingin menyesal setelah kita menikah begitu juga sebaliknya"
"Bantu Saya melupakan Rere... Saya memang belum bisa mencintai kamu sampai saat ini tapi Saya ingin belajar untuk membuka hati saya buat kamu, Cantika. Maafin saya mungkin sikap saya tadi buat kamu bimbang atau bahkan tidak yakin dengan saya"
__ADS_1
"Geri Rere bahagia dengan Aditya lepaskan dia. Bukan saya ingin memaksa kamu tapi saya hanya ingin kamu melepaskan rasa sakit hati dan terbebas dari kesedihan karena penolakan Rere. Saya yakin kamu bisa Geri dan saya akan bantu kamu sembuh dari rasa sakit hati kamu ini"
"Makasih Cantika... kamu tidak meninggalkan saya" Keduanya berpelukan dan Cantika memberanikan diri mencium bibir Geri dan di sambut oleh Geri.