Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 137 Fitnah


__ADS_3

Rere melajukan kembali mobilnya kearah kantor dan setelah Rere memarkirkan Mobilnya dia melangkah untuk masuk kedalam lobby kantor dan menuju kearah Lift.


Banyak Rekan kerjanya yang tersenyum kepada dirinya dan menyapa dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Rere merasa ada yang aneh dengan rekan-rekan kerja mereka.


Rere teringat dengan kejadian dimana Aditya melakukan tindakan pemukulan kepada sahabatnya. Dirinya pernah merasakan berada disituasi yang sama seperti saat ini.


Rere terdiam didalam lift dan tatapannya menatap lurus kedepan dan saat Lift terbuka Rere melangkahkan kakinya kearah ruangan kerjanya. Dan beberapa rekan kerja yang bertemu dengannya menatap dengan tatapan yang Rere tidak sukai. Terdengar oleh Rere beberapa diantara mereka berbicara dengan kata-kata yang menyakitkan.


"Duh... Ko bisa ya"


"Ya Bisa karena lama sendiri jadi Gatel. Makanya kita itu harus cepat nikah jangan mikirin karir aja ujung-ujungnya apa? ya... Gatel" ucap salah seorang rekan kerja Rere dari Devisi yang berbeda dengan Rere.


Mendengar apa yang dikatakannya itu Rere menoleh dan kedua orang yang berjalan didekatnya terdiam. Rere tidak peduli karena menganggapnya kalimat itu tidak ditunjukan untuk dirinya.


Rere masuk kedalam ruangan kerjanya dan mengambil Ponsel yang ada didalam tasnya lalu menghubungi Ayu untuk menyampaikan apa yang dikatakan Riki saat Menelponnya.


"Sebaiknya saya tidak ikut makan siang Rere. Saya takut akan mengundang berita lagi. Kamu Belum lihat berita online hari ini ya" Tanya Ayu kepada Rere dengan suara sedih.


"Kamu menangis dan ada Berita apa? Kejadian semalam? Apa masuk berita lagi dan menjadi viral kembali"


"iya Rere dan maafkan saya semua ini karena Saya"


Ayu akhirnya menangis merasa bersalah dengan apa yang menimpa Rere dan pemberitaan ini akan membuat nama Baik Rere benar-benar tercemar.


"Ya Sudah saya ingin melihat beritanya terlebih dahulu dan sebaiknya saya tutup saja teleponnya dan Terima Kasih informasinya Ayu"


Panggilan telepon dimatikan dan Rere mencari pemberitaan online tentang dirinya dan saat melihat Breaking News disalah satu situs berita online betapa kagetnya Rere dengan apa yang dituliskan para pemberi berita tentang dirinya.


Renia Pegawai Bank**** menyewakan Apartemen Miliknya kepada Putri dari Keluarga Erlangga Group dimana didalam Apartemen Renia telah terjadi perselingkuhan dan Hans Suami yang berasal dari keluarga Konglomerat ternama yaitu Alexander mendapati Istrinya berada dalam satu kamar didalam Apartemen Renia. Dan yang paling mengejutkan adalah Pria yang berselingkuh dengan Putri dari Keluarga Erlangga adalah Asisten Kakaknya Sendiri yang bernama Riki.


Kenyataan Bahwa Pegawai Bank**** membuka praktek Open BO ini sudah di ketahui oleh orang-orang yang ada di sekitar apartemennya banyak yang mengetahui tentang sepak terjangnya. Sekarang apa yang akan terjadi dengan Pernikahan Dua keluarga Konglomerat ini akankah Hans menceraikan Ayu atau memaafkannya.


Renia menjadi orang yang bertanggung jawab atas keretakan rumah tangga antara Hans dan Ayu dan beberapa Photo yang berhasil didapatkan dari lokasi dan di sana terlihat Hans memukul istrinya dan terlibat baku hantam dengan Selingkuhan Ayu yang adalah orang kepercayaan dari keluarga Erlangga itu sendiri.


Apartemen Renia di jadikan tempat untuk bertemunya Ayu dan Hans, dan saat kejadian Renia yang berprofesi sebagai pegawai Bank**** berada ditempat kejadian.


Rere menutup mulutnya dan tidak percaya dengan apa yang ada didalam berita online tentang dirinya. Rere menangis dan menatap pintu ruangan kerjanya dan disana berdiri Dina sahabatnya.


"Dina Lu udah baca berita online belum. itu semua Fitnah Dina"


"Ya Gw Tahu Rere... Sabar ya"


Mereka berdua berpelukan dan Rere menangis mempertanyakan kenapa ada orang yang jahat sampai memberitakan tentang dirinya disosial media dengan fitnah yang sangat kejam.


"itu karena kekasih kamu bukan orang sembarangan Bu Rere. Ingat Pak Aditya adalah Pengusaha Sukses. Sudah pasti banyak yang ingin membuat dirinya jatuh"


"Saya merasa sangat bingung harus bagaimana sekarang. Tadi Pak Riki ingin bertemu dengan saya dan Ayu untuk membicaraka masalah ini. Tapi jika saya bertemu dengan mereka pasti pemberitaan akan semakin besar. Ya Allah Masalah apa lagi ini"


Rere menangis dirinya memeluk kembali Dina sahabatnya. Dirinya merasa tidak bisa menahan tubuhnya yang mendadak lemas.


"Bagaimana jika ibu tahu dengan berita ini pasti ibu akan menjadi sedih dan mungkin akan jatuh sakit kembali" Sambung Rere dan menangis kembali.


"Tenanglah Rere jangan panik, InsyaAllah jika kamu berada dijalan yang benar kamu akan mendapatkan bantuan dari Allah dengan dibukakan nya siapa yang benar dan siapa yang salah" Ucap Dina menguatkan Sahabatnya.


Sedangkan diluar pintu Pak Edo berdiri mendengarkan apa yang dikatakan keduanya karena pintu setengah ditutup.


"Heeemmm" Pak Edo hanya bergumam pelan dan kembali ke dalam ruangannya.


...****************...


Sedangkan Ayu menangis didalam kamar Rere dengan menutup wajahnya dengan bantal milik Rere. Ayu mencoba menghubungi Riki dan saat ini Riki berada di ruang meeting sedang menggantikan Aditya yang berada di Amerika.

__ADS_1


Riki sedang bertemu dengan Klien dari China untuk membahas kerjasama Hotel yang akan di bangun di Kota Fujian, China. Dua kali Ponsel Riki berdering dan dirinya meminta ijin untuk mengangkat Panggilan teleponnya dan mereka mengijinkan. Riki melangkah keluar ruangan.


"Hallo Ayu Ada apa"


Riki terlihat panik mendengar Ayu menangis tersedu dan mengadukan apa yang sedang terjadi. Riki tidak ada waktu untuk membuka sosial media atau berita di televisi karena dia sangat sibuk sebagai asisten Aditya yang harus bisa menghandle pekerjaan atasannya, Jika Aditya tidak ada dikantor.


"Tenanglah Ayu, Saya akan membereskan kekacauan ini, Nanti Siang saya akan bertemu dengan Bu Renia untuk membahas masalah Pak Adit dan juga Bu Renia. Sebaiknya kamu ikut untuk kita bicarakan masalah ini juga"


"Apa kamu sudah gila. Kamu ingin mengundang orang untuk melihat kita bersama. Kamu ingin membuktikan itu semua benar" Ayu membenarkan duduknya dan berbicara dengan nada tinggi kepada Riki.


"Saya hanya ingin... " Riki memotong perkataannya dan terdiam.


Apa yang dikatakan oleh Ayu ada benarnya, Jika mereka bertemu didalam Mall untuk makan Siang. Akan banyak orang yang curiga dan membenarkan berita yang beredar saat ini.


Saat Pagi dirinya menelpon Rere meminta untuk bertemu dengan Rere juga Ayu karena ingin membahas masalah tentang mereka juga pesan dari Atasannya untuk bertemu dengan Rere agar meyakinkan wanita yang dicintai oleh bosnya itu.


Tapi setelah mendapatkan kabar dari Ayu membuat dirinya mengurungkan niat untuk bertemu dengan kedua wanita itu dan setelah meeting dirinya akan melihat berita yang dimaksud oleh Ayu.


Riki menghembuskan nafas lalu memfokuskan diri kembali untuk meeting dengan Klien dari China dan Riki masuk Kembali kedalam ruangan meeting lalu pembicaraan diantara kedua perusahaan di lanjutkan kembali.


...****************...


Lisna terlihat sangat murka melihat pemberitaan mengenai Putri dan menantunya juga Asisten kepercayaan Aries.


Lisna menghampiri ruangan kamar Hans dan membuka secara kasar yang mana memang tidak terkunci. Sementara Aries masih berada di dalam kamar karena harus beristirahat.


Lisna merahasiakan apa yang terjadi mengenai pemberitaan tentang Putrinya karena tidak ingin membuat kondisi suaminya semakin menurun.


Lisna berteriak dan membuat Hans terbangun dari tidurnya. Hans merasa kepalanya sangat berat dan pusing karena semalam Mabuk Berat.


"Hans Bangunnn... Lihat ini. Kenapa Berita tentang kamu dan Ayu bisa di up seperti ini"


"Berita... Tentang apa Mami"


"Dan Kamu Hans Jika Mami tahu ternyata kamu yang ada dibalik ini semua. Mami Pastikan kamu akan menyesal" Sambung Lisna.


"Tenanglah Mami Lisna... Hans baru bangun dan kepala Hans sangat Pusing. Hans belum tahu berita tentang apa... tunggu Hans butuh sedikit waktu untuk mencerna apa yang Mami katakan kepada Hans saat ini" Sahut Hans dengan memijat kepalanya yang terasa pusing.


...****************...


Sisilia duduk di atas ranjangnya sambil membaca berita Online tentang apa yang terjadi di Apartemen Renia, dirinya tersenyum.


Kemudian Sisilia mengirimkan pesan kepada seseorang yang berada di jakarta.


(Bagus, Kerja kamu tidak pernah gagal. Selalu memuaskan. dan untuk Kejutan Besarnya kita keluarkan saat waktu yang tepat)


Sisilia mendapatkan balasan dari seseorang yang dia kirimi Pesan sebelumnya.


(Terima Kasih dan jangan lupa komisi untuk hasil yang memuaskan ini Nyonya)


Segera di balas oleh Sisilia


(Jangan Khuatir Saya akan mentransfer Uangnya dan sisanya Saat Kejutan Besar itu Keluar dan sebelum itu semua terjadi kamu harus berhati-hati, Jangan sampai ada yang tahu tentang kejadian ini)


Seseorang itu membalas


(Jangan Khuatir Nyonya, Semua akan sesuai Rencana Kita)


Kemudian Sisilia menaruh kembali Ponselnya di atas Nakas dan menatap ke arah Pintu dan tersenyum dengan licik kembali,


Untuk Zayn dia sekarang berada di dalam kamarnya dan sedang bermain game kesukaannya saat Susi Masuk Zayn hanya menoleh sejenak kearahnya lalu anak berusia 9 tahun itu fokus kembali ke Permainan Gamenya kembali.

__ADS_1


"Tuan Muda Zayn, Aunty Susi Bawakan Makanan karena sedari tadi Tuan Muda belum juga makan. Kerjanya hanya main game, Jika seperti itu sudah pasti Aunty Susi yang akan di Marahi oleh Tuan besar Aditya nantinya, Ayooo Aunty bawakan makanan Malamnya Ayo di makan"


"Tidak Mau Zayn mau makan sama Papi. Kenapa Aunty Susi selalu memaksa" Zayn merasa kesal.


Dan dari arah Pintu, Aditya berjalan dan memanggil putranya lalu Zayn mengabaikan begitu saja. Zayn masih Fokus dengan Game yang sekarang dia mainkan. Susi Menyapa Tuannya dan disambut senyuman ramah oleh Aditya.


Kemudian Aditya melangkah kearah Putranya dan mencium Pipi Zayn. Putranya ini menoleh kearah Papinya dan memeluk dengan hangat kedatangan Papinya yang baru pulang dari kantor.


"Fokus sekali sampai Papi datang Zayn tidak tahu" Protes Aditya.


"Iya... Pi, Soalnya Zayn Sedang main game ini seru Papi Mau ikut bermain dengan Zayn" Balas Zayn dengan senyuman.


Sisilia tahu dari Perawatnya Jika Pria yang dia Cintai Sudah datang karena itu dia berjalan tertatih kearah ruangan khusus yang Aditya Siapkan untuk Putranya bermain Game dan Permainan lainnya.


"Sayang kamu sudah pulang" Tegur Sisilia dan kedua Pria yang sedang bermain Game menoleh kearah suara Sisilia lalu mengabaikannya.


"iiihhh... Ko Mami di Cuekin sih... Jadi Sedih deh Mami" Ucap Sisilia dengan suara manja dan terdengar sedih.


"Sorry Mommy tapi kita berdua sibuk" ucap Zayn.


"Sibuk apa Sayang... Main Game. Jadi Game lebih penting dari mamy" Sahut Sisilia.


Aditya hanya diam dan dirinya melepaskan Jas yang dikenakan lalu membawa tubuh Putranya ke dalam Pelukannya dan Sisilia duduk di dekat kedua Pria yang sangat dia Cintai lalu mencium Pipi Zayn dan juga Aditya.


Kemudian dia memeluk Aditya sambil bersandar di bahu Pria yang telah bersama dengannya selama ini. Sisilia merasa Aneh karena Aditya tidak terlihat Panik atau Marah saat ini, Padahal berita tentang Rere dan Adiknya tersebar di Media Sosial juga Berita televisi.


Apa Aditya belum tahu tentang Berita Heboh itu. Ahhh... Biarkan yang penting sekarang kami Bahagia, Lisna kamu Pasti sedang Panik mendapati Berita yang sangat memalukan ini. Kamu akan merasakan Balasan karena telah melukai Ayah dari Putraku.


Sisilia bermonolog dalam hati dengan masih bersandar dibahu Aditya dan mengencangkan pelukannya dipinggang Aditya dan menoleh kearah Perawat dan Baby Sister Putranya agar keluar dari Ruangan.


"Yaaa... Papi Kalah. Mami Papi Kalah dari Zayn Lihat Mi... Hahahaha... Hore... Asyikkkk" Teriak Zayn Penuh semangat.


"iya... Anak Mami memang Hebat"


Sisilia mencium Zayn dan Aditya hanya tersenyum menanggapi apa yang di katakan oleh Putranya tadi.


Sayang Malam ini kita tidur Bertiga lagi ya. Kemarin kamu tidur di kamar yang berbeda dengan Kami. Sisilia membisikan sesuatu kepada Zayn.


"Papi... Benar kata Mami. Pokoknya Papi harus tidur dengan Zayn dan Mami. Zayn mau Papi kasih tahu tentang sekolah disini. Besok Zayn sudah mulai sekolah kata Mami Pendaftaran yang diurus oleh Uncle Bryan sudah selesai"


"Baiklah Sayang" Aditya berkata sambil menatap Sisilia Tajam.


Aditya mulai mengerti bahwa Sisilia menggunakan Anaknya untuk bisa menguasai dirinya. Aditya Meminta ijin untuk mandi kepada Putranya dan dirinya melangkahkan kaki kearah pintu untuk menuju kearah kamar Pribadinya.


Suara Ponsel berbunyi dan itu dari Asisten Pribadinya, Segera Aditya mengangkatnya dia tahu ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Asisten nya itu.


"Ya Ada apa Riki"


"Pak Aditya ada masalah Serius dan ini tentang Nona Ayu dan Bu Renia"


"Masalah Apa... "


Aditya terhenti sejenak dan melanjutkan langkahnya dengan cepat kearah kamar lalu menutup dan mengunci kamarnya.


"Ada Pemberitaan Buruk di Internet juga di Berita di Stasiun TV yang menyerang Nona Ayu dan Bu Renia tentang kejadian semalam yang juga menyangkut Saya dan Tuan Hans"


"Bisa kamu jelaskan"


"Apartement Bu Renia disebut dalam berita sebagai tempat untuk Selingkuh saya dengan Nona Ayu dan juga Bu Renia di beritakan mengetahui itu dan menyewaka Apartemen untuk kami selain itu juga sering menerima seseorang untuk masuk ke Apartemennya dengan tujuan negatif"


"Apa.....Siapa yang menyebar Berita Palsu seperti itu"

__ADS_1


"Masih saya Cari Tahu Dalangnya Pak"


__ADS_2