Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 21 Sisilia Renata


__ADS_3

"Kamu harus bisa mengontrol emosi dan rasa ketakutan kamu Adit" ujar seorang wanita yang memeluk punggung pria yang tidur memunggungi nya lalu wanita itu menciumi punggung pria yang sedang bersama nya.


"Renia pergi bersama dengan pria itu dan dia berbohong kepada ku, dia mengatakan akan pergi bersama rekan kantor nya ternyata pergi berdua dengan nya"


"Apa kamu marah Adit"


Aditya membalikan tubuh nya ke arah wanita itu. dan menatap tajam dia berpikir kenapa harus bertanya seperti itu sudah pasti dia sangat marah. karena itu dia datang menemui nya dan berkonsultasi bahkan sampai di atas ranjang.


"Kamu marah saat Renia mu bersama dengan pria lain tapi kamu tidak sadar jika kamu marah melampiaskan emosi bahkan sampai meniduri ku"


"Apa yang kamu katakan Sisil"


"Apakah Renia tidak akan marah dan kecewa, jika mengetahui bahwa kamu bersama wanita lain dan bahkan sudah kehilangan hal terpenting sebagai pria saat usia 20 Tahun"


Sorot mata tajam menatap wanita yang ada di hadapan nya, Dia Sisilia Renata seorang Psikiater pribadi Aditya yang cantik meski usia nya sekarang 39 tahun.


Flashback


Awal pertemuan mereka adalah saat Aditya mengurung diri di dalam kamar setiap pulang sekolah hanya itu kegiatan nya, saat itu usia Aditya 17 tahun dan Sisilia berusia 22 tahun.


Aries sangat cemas dengan keadaan sang putra sebab itu ayah nya meminta Sisilia untuk menjadi


psikiater yang mendampingi sang putra yang memang saat itu mengalami guncangan mental karena kematian sang Mama yang mengakhiri hidup karena merasa kecewa atas apa yang sudah terjadi.


Sisil mendampingi Aditya yang pergi untuk melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Amerika dan itu perintah Aries yang tak ingin putra nya sendiri di sana. Dan Sisil juga meneruskan tingkat Magister di sana.


Saat perayaan Holoween tentu saja Aditya dia pergi bersama Sisil saat usia Aditya 20 tahun dan sisil 25 tahun. Adit menganggap nya tidak lebih dari seorang teman dan psikiater pribadi nya saja.


Tapi berbeda dengan Sisil yang menaruh hati dengan pasien nya itu karena intensitas kedekatan selama di Amerika. Sisil setia mendengarkan apa yang aditya rasakan dan kerinduan nya terhadap sang mama dan kekasih hati nya yang bernama Rere.

__ADS_1


Malam itu keadaan kacau karena salah satu teman nya mengatakan sesuatu yang mengingatkan dia dengan sang mama tercinta


Aditya tersulut emosi dan berakhir dengan perkelahian di antara kedua nya, Pihak keamanan memisahkan kedua nya lalu Sisil dan pengawal yang di tunjuk aries menemani putra di sana membawa anak bos besar nya untuk pulang ke rumah pribadi milik keluarga Erlangga yang ada di Amerika.


Sisil memberikan obat penenang yang biasa dia konsumsi, karena kelelahan juga maka Aditya tertidur, dan saat malam pukul 3 Aditya menggigil dan berteriak histeris karena memimpikan mama Sheryl yang tidak bernyawa dengan cara gantung diri, Aditya berteriak dengan penuh ketakutan.


Lalu pengawal dan Sisil masuk ke dalam kamar aditya mencoba untuk menenangkan nya pada saat itu, tapi Aditya tetap histeris dan akhir nya Aditya di beri suntikan untuk penenang supaya tidak lagi histeris.


Sisil meminta pengawal untuk keluar dan sisil mencoba untuk membuat aditya tenang, Sisil memeluk aditya dan saat itu aditya pun memeluk sisil dan tanpa mereka sadari terjadi lah sesuatu yang tidak di inginkan.


Saat pagi mereka bangun dan sadar ternyata tanpa sehelai benang, sontak Aditya kaget dan bingung apa yang mereka lakukan dan saat menarik selimut yang ada di atas ranjang di sana di dapati darah milik Sisil sebagai saksi dia kehilangan kehormatan nya dan Aditya pun baru pertama melakukan dan itu dengan sisil.


Sisil tidak menangis dan juga menyesal dia merasa bahagian karena menyerahkan hal yang paling indah dalam hidup nya kepada pujaan hatinya meski pria itu jauh lebih muda dan sejak itu dia menerima jika diri nya di jadikan pelampiasan Adit saat dia merasa marah takut dan emosional, dan Aditya merasa tenang setelah melakukan hubungan dengan wanita, dan hanya Sisilia yang dia datangi tidak pernah bersama wanita lain sampai detik ini.


Flashback Selesai


"Kenapa kamu berkata seperti itu, apa kamu ingin menjelaskan bahwa aku menghianati renia dan itu bersamamu"


Tangan sisil yang hendak menyentuh wajah tapi di tepis


"Jangan katakan apapun dan jangan sampai siapapun tahu mengenai hal ini, sampai Renia ku tahu. Aku pastikan kamu akan menerima hukuman mu" Aditya segera bangkit dari ranjang tempat tidur nya.


"Aditya" Sisil berlari ke arah adit


Wanita itu memeluk dari belakang saat Aditya menggunakan pakaian dan tanpa sehelai benang pun wanita itu terus memeluk dari belakang.


"Hentikan Sisil"


"Aku tidak bisa menghentikan perasaan ku untuk mu, bukan salah ku karena mencintaimu Adit"

__ADS_1


Tangan Aditya menepis dengan cepat dan melangkah pergi keluar apartemen milik Sisilia.


"Tidak bisa kah kau berdamai dengan hidup mu ikhlaskan Mama Sherly dan lupakan Renia"


"Cukup"


Mata Aditya tampak merah tajam dengan sorot seperti ingin menelan sisil hidup-hidup lalu berjalan ke arah Sisil dan dengan gerakan cepat tangan kanan Aditya mencekik leher Sisil dan mendorong nya ke Tembok.


"Kesalahan terbesar ku adalah berkonsultasi dan menjadikan mu Psikiater pribadi ku, jangan harap kamu dapat menguasai aku dan juga mempengaruhi ku untuk melupakan Renia bahkan mengganti kan nya di hati ku Sisil"


" A D I T" dengan suara terbata karena leher di cekik oleh Aditya.


Tangan Sisil menggapai rambut aditya dan memukul bahu dan lengan. apa saja yang bisa membuat nya terlepas dari cekikikan tangan Aditya.


Lalu Aditya melepaskan tangan yang ada pada leher Sisil. lalu menghempaskan tubuh Sisil di tempat tidur dalam keadaan masih tidak menggunakan pakaian sehelai benang pun.


Aditya keluar dan membanting pintu sedangkan Sisilia menangis tersedu di atas ranjang tempat tidur nya. Dia tidak pernah bisa menggantikan Renia di hati Aditya Pria yang sangat dia cintai.


"Adit, aku mencintai mu" lalu menangis tersedu kembali.


...****************...


Renia berlari ke arah suster jaga dan memberitahu kan bahwa Geri sudah sadar dan tanpa pikir panjang suster pergi ke arah kamar tempat Geri di rawat dan suster memanggil dokter.


"Dokter pasien Geri sudah sadar" Dokter menoleh ke arah suster dan di sana orang tua Geri sedang menemui dokter Heni.


Segera orang tua Geri berlari menuju ke arah ruangan Geri di rawat. sementara Rere setia berada di samping Geri dengan tangan nya selalu menggenggam jari jemari Geri. Hal itu di lakukan karena Geri menolak melepaskan dan ingin Rere selalu menggenggam nya.


"Anaku sayang ibu Geri berlari dan mencium putra semata wayang nya itu dengan penuh kasih dan sayang dan ayah mengusap air mata nya sendiri dan berdiri menatap anak tercinta di belakang dokter yang memeriksa geri.

__ADS_1


Rere menundukkan kepala dia merasa bersalah dengan keadaan ini. Dia penyebab nya dan itu membuat Rere tanpa bisa di tahan meneteskan air mata dan ternyata jatuh di punggung tangan Geri, dan pria itu menoleh ke arah Rere dan genggaman tangan nya menguat.


Rere menoleh ke arah Geri karena merasakan remasan lembut tapi kuat di jari jemari nya lalu Rere mengangguk karena Geri memberi kode gelengan kepala yang arti nya jangan menangis Rere itu bukan salah mu. mungkin seperti itu arti bahasa tubuh kedua nya untuk komunikasi dan dapat saling memahami tanpa mengatakan apapun.


__ADS_2