
Ibu inah menatap Geri lalu Rere dan berkata
"Menikah itu sesuatu yang sangat serius, ibu setuju dengan siapapun Renia ingin menikah yang penting itu pilihan Hati Renia" ucap Ibu Inah.
"Kita bisa bercanda dengan hidup tapi tidak dengan pernikahan karena pasti ada yang terluka jika kalian tidak bisa mempertahankan itu, kalian tahu siapa yang akan terluka?" ibu inah menanggapi perkataan Geri tentang Lamarannya untuk Rere.
"Anak yang akan menjadi korban, kalian bisa nanti menikah lagi tapi bagaimana dengan anak nanti dan ibu juga sebagai orang tua Rere yang membesarkan Rere seorang diri setelah Ayahnya meninggal berharap Rere menikah dengan Pria yang serius dan bisa menjaga bukan hanya Renia tapi juga pernikahannya" bu inah ingin menjelaskan itu kepada Geri didepan kedua orang tuanya.
Geri mengangguk dan tersenyum tapi tidak untuk Bu Sri yang nampak tidak senang maka itu dia berkata
"Setiap Orang Tua inginkan yang terbaik untuk Anak-anaknya tapi lihat juga tingkah anak kita seperti apa, jangan menuntut kepada pihak lain tapi Anaknya tidak bisa menjaga diri sendiri. Benar tidak Bu Inah" sahut Bu Sri.
"iya benar" sahut Bu Inah.
Bu Inah jelas melihat raut tidak suka dari Bu Sri kepada keluarganya dan Bu Inah berpikir mungkin karena kejadian yang menimpa Geri, ibu dari pria itu ingin menyalahkan Putrinya.
Geri menatap ibunya begitu juga dengan lainnya yang berada di ruangan itu, sesaat keadaan menjadi hening.
Geri merasa ibunya membuat suasana jadi tidak baik dan Geri menatap dengan wajah yang sulit di artikan, saat itu Rere melihat yang di lakukan Geri kepada Bu Sri.
Untuk menghilangkan suasana yang terlihat tegang membuat Rere berkata
"Geri, dokter sudah memeriksa kamu belum, hari ini jadi pulang tidak Geri?" Rere mengalihkan ketegangan di ruangan itu.
"Tadi perawat bilang pukul 1 Dokter Spesialist penyakit dalam dan Dokter Ortopedi ingin melakukan pengecekan ulang tentang kondisi gw sebelum pulang" ucap Geri yang terlihat sedih.
Mungkin merasa tidak enak dengan keluarga Rere padahal dia mengharapkan pertemuan ini sekian lama ternyata pertemuan kedua keluarga terlihat kacau dan tegang dan itu karena ibunya sendiri.
...****************...
Aditya nampak berbincang dengan Dua Lawyer dan juga Ayu, mereka membahas masalah kasus yang tengah dihadapi oleh Aditya.
Rencananya sore Aditya akan mengunjungi Papi Aries untuk memperkenalkan Pujaannya itu meski sering mendengar nama wanita yang dicintai Putranya itu akan tetapi Aries tidak pernah bertemu dengan wanita yang dicintai Aditya.
Dirinya menunggu persetujuan dari pihak berwajib untuk dapat menemui Papinya sebelum kembali ke ruangan sempit yang dia huni saat menjalankan proses h*kumnya.
Tetapi ayu meminta Kakaknya untuk dirawat dirumah sakit agar benar-benar sembuh untuk itu lawyer akan mengajukan permohonannya ke pihak berwajib.
Untuk rencana Aditya gagal karena Rere pulang lebih awal dan Adiknya yang tidak mengijinkan kakaknya untuk menemui Papi Aries untuk saat ini.
Jika di perbolehkan oleh pihak berwajib Sore ini Aditya akan di rawat satu ruangan dengan Papi Aries jadi Rere bisa bertemu langsung dengan Papi Kandung Aditya dan bisa diperkenalkan oleh kakaknya saat nanti menemui kakaknya di rawat inap VVIP.
Selesai membicarakan perihal yang diminta Clien dua lawyer itu mohon undur diri karena akan mengurusnya secepatnya.
Bergegas Dua Lawyer pamit undur diri dan melangkahkan kakinya keluar ruangan untuk menuju Parkir guna melajukan mobil nya ke arah kantor Kep*lis*an untuk menyerahkan pengajuan rawat inap permintaan keluarga.
__ADS_1
Sementara Aries yang sudah sadarkan diri di pindahkan oleh pihak rumah sakit sesuai permintaan Keluarga Aries mendapatkan perawatan dikamar VVIP di rumah sakit tersebut.
Aries menunggu putranya menyelesaikan prosedur dengan bantuan Lawyer agar dapat dirawat satu ruangan bersamanya.
Dan di ruangan ICU, Aditya mengingat kembali ucapan Sisilia yang mengganjal di hatinya meski dia sudah membicarakan hal ini kepada Riki dan meminta asistennya itu mencari tahu kebenaran dan jika itu sesuai dengan apa yang di katakan Sisilia maka Keberadaan anak itu harus secepatnya Aditya temukan.
"Sialan kamu sisil... Aaarrrhhhh" Aditya memukul angin lalu menjambak rambutnya sendiri.
Renia Maafkan, Saya mengkhianati kamu. Maafkan Sayang. Jangan tinggalkan saya. Perasaan cinta untuk kamu tidak akan terganti oleh siapapun percayalah. Renia sayang. i love you so much.
Aditya berkata di dalam hati dengan tangan masih menjambak rambutnya sendiri dan air mata menetes lalu mengacak-acak rambut sendiri dan menutup wajahnya dengan lengan tangan yang berpaut pada dua kakinya yang di lipat.
Aditya Menahan Marah mendengar apa yang dikatakan Sisilia, Renia pasti tidak akan mau menikah denganya.
sedangkan perjuangan untuk menemukanya sangat panjang dan penuh air mata setelah mereka bertemu, kenapa ini terjadi. Apakah sulit bersatu dengan pujaannya itu yang terpikir oleh Aditya dan karena pikirannya kesal dan kalut, Aditya tidak lagi berpikir jernih.
Aditya memutuskan akan menikahi Rere meski wanita yang dia cintai itu menolak, apapun akan dia lakukan yang terpenting untuknya bisa bersatu dengan wanita pujaannya itu. ya Aditya memiliki rencana yang hanya dia dan tuhan yang tahu, dan itu bisa membuat Aditya tenang saat memikirkan rencananya itu.
...****************...
Di ruangan Geri, waktu sudah menunjukan pukul 1 dan dokter yang di tunggu datang yaitu dokter ortopedi lalu memeriksa Geri setelah selesai dokter menyatakan tidak ada luka yang serius pada tulang, sendi atau otot yang diakibatkan oleh cedera atau luka yang di lakukan oleh Aditya dan keadaan geri sudah membaik, tinggal menunggu Dokter spesialis penyakit dalam jika tidak ada yang serius maka Geri sudah di perbolehkan pulang hari ini.
Setelah beberapa saat dokter ortopedi meninggalkan ruangan Geri datang Dokter spesialis yang menangani penyakit dalam. Setelah di cek semua keadaan Geri dan melihat juga Rotsgen dan CT Scan yang sudah di lakukan sebelumnya, Dokter Spesialis penyakit dalam itu menyatakan Geri sudah membaik dan jika ada keluhan kesehatan bisa rawat jalan dan sore ini di perbolehkan pulang.
Untuk Administrasi Rumah Sakit sudah di urus oleh Riki sebagai asisten pribadi Keluarga Erlangga.
Tinggal masa pemulihan itu yang membuat Rere lega dan senang apalagi mengingat awal saat kejadian Geri terlihat lebam dan keadaannya mengenaskan membuat Rere lemas dan gemetar, dia takut terjadi hal buruk terhadap sahabatnya itu apalagi mengingat mimpi buruk saat Geri pertama dilarikan di rumah sakit, sahabat nya itu sempat Kritis untung dia bisa melewatinya.
"alhamdulillah ya lu bisa pulang hari ini, gw ikut senang Geri" senyum Rere terlihat.
"ya berkat doa calon istri jadi Allah mengabulkan, Terima Kasih ya sayang... kamu selalu ada untuk mendampingi Mas Geri saat kritis sampai pulang hari ini"
Geri menggenggam tangan Rere lalu tersenyum sedangkan Rere menjadi salah tingkah dan tidak enak dengan keadaan ini yang mana kedua keluarga melihat apa yang dilakukan Geri kepadanya.
Rere berpikir dia harus memutuskan pilihan supaya tidak memberikan harapan kepada salah satu dari dua pria yang mencintainya itu. Rere menunduk memikirkan cara dan waktu yang tepat untuk menyampaikan isi hatinya kepada Geri dan Aditya.
Mengingat umur nya yang sudah memasuki 32 tahun, desakan ibunya yang menginginkan dia menikah supaya julukan Si Perawan Tua juga bisa dia lepaskan.
Rere juga merasa tahun depan yang hanya tinggal beberapa minggu saja adalah waktu yang tepat untuk dirinya menikah selain Arsyila yang sudah lulus sekolah tingkat atas dirinya juga ingin memiliki seorang anak.
Ya, benar kata dina saat mengunjungi ibunya bahwa anak bisa mengalihkan masalah jika sedang bersamanya.
Rere sudah sangat siap untuk menapaki tangga pernikahan dengan Pria yang akan dia pilih. Aditya Pria yang dia cintai saat remaja karena keadaan membuat perasaannya menggantung dan sekarang pria itu telah datang kembali di kehidupan nya
Dan Geri sahabat yang juga sangat mencintai Rere sejak remaja sampai usia mereka dewasa Geri selalu mendampingi dirinya.
__ADS_1
Allah akan membantu Rere menetapkan satu dari dua pria terbaik yang Allah kirim dalam hidupnya. Rere tersenyum lalu berkata kepada Geri
"Geri lu sahabat terbaik yang Allah kirim untuk gw selama ini, gw yang harus Terima Kasih untuk kebaikan lu. Gw bahagia bisa bertemu lagi dengan lu setelah 8 tahun gw pindah yang ternyata lu masih inget sama gw. Allah yang pertemukan kembali kita. Maaf Geri mungkin selama ini gw selalu menyusahkan Geri, hidup gw berhutang banyak ke lu" Rere nampak tulus mengucapkannya.
"apa sih sayang, gw tulus selama ini ke Rere karena perasaan gw dari dulu tidak pernah berubah gw sayang dari hati gw yang tulus ke Rere" ucap Geri menatap serius kepada Rere.
Ibu Sri yang nampak akan menimpali ucapan Geri, dicegah oleh pak yanto suaminya dia memandangi istrinya dan memberi kode diam lalu menarik lengannya untuk berdiri di dekatnya.
Suasana nampak cair setelahnya dan Bu Sri walaupun tidak menyukai Rere pada saat itu harus menahan diri karena suaminya dan putranya memberi kode supaya dirinya tidak membuat suasana jadi tegang kembali.
Bu Sri pada akhirnya ikut membaur dalam percakapan keluarga Rere dengan suami juga putranya. Bu Inah membahas tentang kota di Jawa Tengah yang dulu mereka pernah tinggali dan dari sana ibu Sri dan pak yanto dapat mengerti perasaan Geri yang ternyata sudah ada sejak mereka sama-sama tinggal di kota itu saat kecil.
Waktu sudah menunjukan pukul Tiga Sore semua persiapan kepulangan juga sudah disiapkan, Rere membantu Geri mengemasi barang yang akan di bawa pulang dan setelah semuanya selesai.
Geri melangkahkan kaki meninggalkan ruangan rawat inap VVIP dan berjalan di sebelah kanan Geri adalah bu Sri dan sebelah kiri adalah Rere. Nampak Geri tersenyum bahagia dua wanita yang paling di cintai dan penting dalam hidupnya kini berada di sampingnya.
Setelah Ujian dan Musibah pasti ada kebaikan dan kebahagian jika kita bisa melewati dan menerimanya. Terima Kasih ya Allah untuk yang terjadi hari ini.
Geri bermonolog didalam hati, dia merasa sangat bahagia karena kedua keluarga hadir untuk menjemputnya, meski Rere belum juga merespon lamarannya begitupun keluarga Rere tapi dia bahagia karena saat dirinya pulang dari rumah sakit didampingi oleh Kedua keluarga yang dia harapkan bisa bersatu.
Keluarga Rere mengetahui perasaannya kepada Rere saja sudah membuat Geri bahagia. Maka itu dia merasa hatinya penuh dengan bunga.
Saat menoleh kebelakang di sana ada ayahnya, calon kakak ipar dan calon keponakannya juga mengiringi kepulangan dari rumah sakit.
Geri berpikir apakah harus mengucapkan Terima Kasih kepada Aditya yang sebenarnya memberikan dia hadiah sebuah kebahagian seperti ini.
Jika bukan karena kesalahan bodohnya, mungkin sampai detik ini Geri belum bisa bertemu dengan orang tua dan Keluarga Rere yang lain.
Hanya Arsyila yang pernah dia temui itupun hanya beberapa jam setelah bertemu calon adik iparnya itu, Arsyila di bawa pulang oleh Rere sedangkan dirinya masih berdiri bengong di parkir Mall karena Rere tidak membawanya kerumah.
Mengingat semua apa yang terjadi dan yang sekarang dia lalui membuatnya tersenyum sendiri dan membuat Rere bertanya apakah temannya ini sedikit gila akibat pukulan yang dilakukan Aditya, mungkin pukulan itu mengenai syaraf yang ada dikepalanya.
Rere berpikiran seperti itu lalu menyikut perut Geri membuat Geri menoleh kearah Rere dan mengerutkan dahinya
"Kenapa senyum-senyum sendiri, gila ya" Rere berbisik dimana Geri sedikit mensejajarkan tubuhnya dengan Rere.
"iya gw gila karena cinta sama lu Rere sayang" Geri menggoda Rere dengan tersenyum dan mencubit pipi Rere.
Bu Sri hanya menatap dingin sementara pak yanto tersenyum melihat tingkah keduanya dan ibu inah hanya berdehem dan Tya merasa bingung siapa yang nanti akan dipilih adiknya.
Menurut Tya kedua Pria itu sangat tampan Aditya berwajah campuran Indo-Eropa sedangkan Geri nampak Manis dan tampan khas Indonesia.
Rere sebenarnya sangat beruntung di cintai dua pria yang terlihat mapan dan sangat mencintai adiknya terlihat dari apa yang mereka lakukan ke Rere.
Aditya yang di bawa oleh perawat keruangan VVIP untuk di rawat satu ruangan dengan Aries sesuai permintaan dari papinya itu tanpa sengaja melihat Rere dan keluarga nya keluar dari ruangan VVIP ke arah keluar rumah sakit bersama Geri dan kedua orang tuanya. Rere terlihat tersenyum dan bercanda dengan Geri dan di saksikan kedua keluarga mereka.
__ADS_1
Hati Aditya merasa sakit dua kali Rere berbohong, dia berkata ingin pulang tapi ternyata bersama Geri. Aditya mengepalkan tanganya Menahan Marah yang bergemuruh di hatinya. Ayu yang ikut mendampingi di sisi bangkar kakak nya dan mengetahui Rere berkunjung keruangan Geri, dia akan mengatakan saat sudah sampai ruang rawat inap VVIP yang akan menjadi tempat rawat inap kakak dan Papinya nanti.
Tangan Ayu menggenggam lengan Kakaknya dan menatap dengan tatapan yang penuh arti lalu mengusap pelan. Aditya mengabaikannya dan tetap memandangi Rere yang mengantarkan kepulangan Geri dari rumah sakit. Hatinya sangat sakit dan hancur.