
Bukan Hanya Sisillia yang mengingat Malam Panjang yang telah mereka berdua lakukan, Pikiran Aditya juga mengingat keb*dohannya kembali, yang tidak ingin menyentuh Sisillia akan tetapi God*an yang di lakukan Sisillia membuat tubuhnya tidak bisa menolak.
Saat memasuki Lift untuk ke arah lantai Enam tempat Unit Apartemen Rere, Aditya menyandarkan tubuh nya mata Aditya mengingat Malam saat Aditya berusaha dengan keras menolak akan tetapi Tubuhnya menginginkan lebih dan karena itu Aditya menggendong Sisillia ke kamar Pribadi Sisillia dan membiarkan Sisillia melakukan apa yang dia inginkan kepada tu*uhnya.
Aditya tidur terle*tang di atas batal yang sekarang di peluk oleh Sisillia, dengan Sisillia duduk tepat di bagian tubuh Aditya yang paling berharga Sisillia menciu*i wajah dan juga dada bidang Aditya dan karena apa yang di lakukan Sisillia membuat Aditya tidak dapat lagi menahan dan Akhirnya kesetiaan dirinya untuk Rere kembali terkoyah dengan na*su dan juga ga*rah tinggi Aditya membalikan tubuh Sisillia dan dirinya mengambil kontrol atas permainan ini dengan sangat Keras menekan miliknya ke dalam milik Sisillia.
Sisillia meringis kesakitan dan beberapa kali mencengkram punggung Aditya merasakan Sakit yang luar biasa akan tetapi Aditya seakan tidak peduli.
Aditya menarik miliknya dan membuang hasil penyatuan nya di atas perut Sisillia dan menjatuhkan diri di samping tubuh Sisillia dan saat itu Sisillia memeluk Aditya kemudian kedua nya tertidur dan sampai akhirnya Putra mereka mengetuk pintu untuk membangunkan keduanya.
Pintu Lift terbuka Aditya tersadar dari pikirannya tentang kejadian semalam. Aditya menghembuskan nafas Panjang dan berjalan kearah Pintu Unit Apartemen Rere dan membunyikan Bell. Aditya sampai lupa untuk memberitahukan Kekasihnya. Jika dirinya sudah berada di dalam gedung apartemen.
Saat Rere membuka Aditya berdiri dengan wajah tampannya lalu mereka saling Senyum dan Rere mencium punggung tangan Aditya dan mempersilahkan Aditya masuk.
Sebenarnya Aditya sudah bisa menebak apa yang akan di sampaikan ibu Inah Calon Mertuanya itu dan kejadian malam bersama Sisillia membuat nya ragu dan merasa bersalah kepara Rere.
Dirinya berpikir apa pantas cinta Rere yang sangat tulus dan Murni menjadi miliknya yang hanya seorang Pria kotor yang tidak setia dan juga toxic.
Pikirannya menyuruh untuk mundur akan tegapi hatinya ingin berjuang dan mendapatkan pujaannya. Aditya berjalan tanpa suara dan nampak lesu dan sesekali mengusap wajahnya sendiri.
"Mas Sakit... " Tanya Rere dengan memperhatikan wajah kekasihnya itu.
"Tidak. Sayang Jangan khuatir, Mas hanya kurang tidur semalam mimpi buruk dan tidak bisa tidur" Aditya menjelaskan.
"Ya sudah Ayo ibu sudah menunggu di ruang tamu"
Aditya menganggukan kapala. Rere berjalan mendahului Aditya. Keduanya duduk berhadapan dengan Bu Inah dan juga Tya sementara Dion berada di dalam kamar bermain Game yang ada didalam Handphone milik Tya. Sebelum duduk Aditya mencium punggung Tangan Bu Inah dan juga Tya.
"Nak Aditya, Kabar nya bagaimana dan kabar Papi Nak Aditya Apa sudah membaik" Ibu inah mengawali perbincangan mereka.
"Ya. Saya sudah sehat alhamdulillah, Bu. dan Papi juga sudah sembuh dan sudah kembali ke rumah" Aditya tersenyum mendadak hati nya berdegup kencang dan pikiran nya kalut.
"Maaf ya Nak Aditya Ibu Belum sempat bertemu dengan Papi Nak Adit" Ibu Inah Sedikit Canggung karena yang dia tahu Papi Aditya adalah Rian bukan Aries.
"Tidak apa Bu inah. Papi sebenarnya... " Menatap Bu Inah Ragu.
"Papi ingin bertemu dengan Ibu Inah dan Keluarga Bu Inah hanya saja kami menunggu waktu yang tepat" Aditya ragu mengungkapkan nya. Sedangkan Rere hanya diam di samping Aditya.
"Oh... Ya Rere kenapa Mas Aditya nya belum di kasih minum, Sana Nak ke dapur dan kasih Teh atau kopi" ucap BU Inah bertanya sebelum Rere berdiri.
"Jangan Sungkan Bu"
Aditya terlihat gugup dan Tya hanya tersenyum melihat CEO Perusahaan Besar tapi gemetar hanya bertemu dengan ibu nya padahal mereka sebelum nya saling kenal.
"Ya sudah Rere kamu di sini temani Mas Adit kamu yang seperti nya dia mau pingsan. Biar Teteh yang siapkan Minuman"
Tya menggoda keduanya yang nampak canggung karena akan di sidang oleh ibu nya. Rere mendongakkan kepala lalu menoleh kearah Aditya yang juga menoleh ke arah Rere. Bu Inah nampak Serius dan menatap tajam ke arah keduanya.
"Nak, Aditya Ibu minta maaf meminta waktu nya untuk datang kemari dan mungkin mengganggu kesibukan Nak Adit" Ucap Bu Inah membuat keduanya menatap Bu Inah Kembali.
__ADS_1
"Jangan Sungkan Bu, Aditya akan datang jika ibu meminta"
"Nak, Aditya Bagaimana hubungan kalian sekarang" Aditya benar-benar merasa gugup begitu juga dengan Rere.
"Kami saling mencintai Bu" Aditya menatap yakin ke arah Rere saat Calon mertuanya mengatakan itu.
"Renia apa benar kamu mencintai Putra Bu Sherly yang juga Teman Masa Kecil kamu, Nak" Tanya Bu Inah Pelan. Rere menunduk tidak menjawab membuat Aditya menggenggam tangan Rere Erat.
"Sayang Putri Ibu yang Cantik dan Baik, Apa Nak Aditya yang membuat Renia tidak membuka hati untuk Pria mana pun"
Bu Inah terbawa suasana hati nya sedih setiap mengingat Putri nya yang selalu di juluki Perawan Tua oleh tetangganya yang justru Karena kerja keras Delisa dan juga perjuangan nya selama ini mampu membawa keluarga nya keluar dari kemiskinan.
Meski tidak menjadi Milyader setidak nya mereka tidak berhutang dan tidak harus mendatangi tetangga rumah hanya untuk menanyakan baju kotor yang ingin di cuci oleh Bu Inah. Tanpa terasa air mata Bu Inah keluar.
Mendapati itu Rere melepaskan genggaman tangan Aditya dan beranjak dari duduk nya kemudian memeluk ibu nya.
"Ibu Kenapa Sedih" Tanya Rere dengan memeluk erat Ibu Inah. Ibunya mengusap pelan air mata yang mengalir di pipinya sendiri.
"Maaf ibu hanya mengingat masa lalu saat Renia dan ibu harus berjuang setelah kematian Ayah"
Bu Inah mengusap air matanya kembali dan Rere memeluk ibu nya dan juga meneteskan air mata. Aditya melihat itu Hatinya menjadi sakit dan sedih, Apa yang terjadi dengan wanita yang dia cintai dan kehidupan apa yang mereka jalani setelah kepergiannya saat itu.
"Nak, Adit. Renia bukan hanya Putri ibu tapi dia pahlawan untuk keluarga ibu. Saat Ayahnya Renia meninggal kami menjalani hidup lebih sulit dari sebelum Ayah nya Renia masih ada"
Rere menghentikan ibu nya untuk bercerita karena selain itu sudah berlalu juga karena tidak ada kaitannya dengan Aditya.
"Nak, Aditya. Ibu dan Ayah tidak bisa memberi Renia kecil kebahagian karena kami orang miskin. Renia sempat putus sekolah selama satu minggu karena dia pintar pihak sekolah memberikan Beasiswa dari Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama sampai dengan lulus Universitas dan mendapatkan ijasah S3" Bu inah teehenti dan mengusap air matanya
"ibu sangat bangga dengan Renia dia wanita Mandiri dan pekerja keras. Kuliah sambil kerja dan hasil nya untuk membantu ekonomi keluarga"
Bu Inah menangis dan menunduk begitu juga Aditya yang mengingat masa lalu nya yang justru kotor.
"Jangan Rusak Nama Renia dengan ketidakpastian hubungan kalian. Jika Serius datanglah bersama Orang Tua, Nak. Aditya dan Lamarlah Renia. Ibu akan setuju jika Renia juga menerima Nak Aditya. Apalagi Mama Kamu dulu pernah meminta Renia untuk menikah dengan Nak Aditya" Ucap Bu Inah, membuat Aditya dan juga Rere menatap lekat Bu Inah.
"Iya Nak dulu saat kalian Kecil, Bu Sherly dan Pak Rian meminta Renia kepada Ibu, untuk menjadi istri Nak Aditya saat kalian kecil. Ibu saat itu hanya berpikir mungkin hanya ucapan tidak serius Bu Sherly dan Pak Rian karena ibu Tahu Kedua Orang Tua Nak Aditya sangat menyayangi Renia" Bu Inah terdiam sejenak.
"Setelah ibu Semalam melihat Nak Aditya menggendong dan membawa Renia kedalam kamar, Bu Inah jadi teringat Ucapan memdiang Bu Sherly dan juga Pak Rian saat ibu Inah membantu menyetrika Pakaian Orang Tua Nak Aditya dulu. Mungkin itu Amanat Bu Sherly sebelum beliau berpulang"
Aditya menundukan kepala lalu menutup matanya dan air matanya keluar ingatannya kembali pada saat mereka masih tinggal bertetangga, seperti keluarga padahal mereka hanya bertetangga saja.
Lalu kematian ibu nya dan kehadiran Sisillia di kehidupan nya dan mendengarkan perjuangan Rere yang berat untuk melalui hidup yang sulit dalam ekonomi. berbeda dengan dirinya yang meski kehilangan orang tua akan tetapi dalam hal ekonomi dia lebih beruntung daripada Rere.
Kehilangan Ayah nya yang Aditya tahu bahwa Rere sangat dekat dengan Ayahnya pasti Rere juga sangat kehilangan sama seperti dirinya yang juga kehilangan Sherly Mama Kandung nya.
"Nak, Aditya Nikahi Renia jika Nak Adit, mencintai Putri ibu dan lepaskan Renia jika tidak ada keseriusan untuk melangkah ke arah sana dan ibu anggap ucapan Bu Sherly hanya sebuah harapan yang nama nya harapan bisa terwujud juga bisa tidak yang terpenting Bu Sherly dan Bu Inah ingin kalian menjalani hidup yang baik dan lurus" ucap Bu Inah menatap Aditya yang sedang menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya dan terlihat menangis.
"Saat Renia Viral di Berita TV dan juga di internet hati ibu sedih. Ibu Tidak gagal membesarkan Renia dan sampai saat ini ibu Bangga dengan Putri ibu jadi tolong jangan melakukan sesuatu yang akan merusak nama baik Renia dia wanita yang sangat Malang" ucap Bu inah terhenti.
"Julukan Perawan Tua sangat menusuk hati ibu dan ibu tidak ingin Julukan negatif nanti di sematkan kepada Renia kembali" Bu Inah menangis hati nya benar-benar bersedih.
__ADS_1
"Ibu Jangan Seperti ini, Semalam Renia tertidur dan mas Aditya membawa Renia mungkin karena Renia sulit untuk di bangunkan" Rere mencoba menjelaskan dan Aditya hanya terdiam.
"Saya Mencintai Renia dan akan menikahi Putri Bu Inah dan menjalankan Amanat Mama dan Papa" Ucap Aditya penuh keyakinan.
Sebelumnya ingin melepaskan Rere untuk Geri mendengar ucapan Bu Inah dirinya akan berusaha dan apapun yang terjadi akan tetap menikahi Rere seperti itu yang ada dalam pikiran Aditya saat ini.
"Mas jangan karena orang lain Mas mengambil keputusan banyak hal yang harus kita yakinkan termasuk hati kita masing-masing" Rere menatap Aditya dengan lekat.
"Jangan mengambil keputusan saat kita marah atau bahagia dan jangan berjanji saat belum yakin" tambah Rere.
"Sayang, apa Renia belum yakin dengan Mas. Apa Renia tidak mencintai Mas lagi. atau Renia menyukai Pria lain. Apa dia Geri. Jelaskan itu di depan Ibu Inah dan Mas Aditya"
Aditya menatap tajam ke arah Rere yang hanya menunduk.
"Renia sayang, apa Renia tidak ingin menikah dengan Nak Aditya atau Renia ingin menerima lamaran Nak Geri"
Bu Inah menutup mulutnya dan menatap Aditya lalu menatap wajah Putrinya bergantian.
"Apa... Bu.... Apa yang Bu Inah katakan tadi Renia di lamar oleh Geri"
Wajah Aditya memerah menahan amarah dalam hatinya jadi dia kalah cepat dengan Geri sahabat Rere. Rere dan Bu Inah hanya diam mematung. Tya masuk dengan membawa air minum kali ini Tya membuatkan Aditya Syrup rasa Melon.
"Ayo di minum jangan terlalu tegang Adit, Rere" Tya santai mengatakannya dan Bu Inah hanya menatap kearah Tya lalu ke arah Aditya.
"Nak, datanglah kemari bersama Pak Rian" Semua menatap Bu Inah.
"Maksud ibu Papi Nak Adit... ehhh"
Bu Inah mendadak lupa namanya karena yang dia kenal memang Rian dan belum mengenal Aries hanya tahu lewat Televisi.
"Saya akan datang Malam ini bersama Papi Aries" Ucap Aditya dengan tatapan Tajam kearah Rere.
"Jangan Malam ini juga kali Adit. Bisa besok atau minggu depan biar tidak mendadak kami juga harus menyambut keluarga kalian, Benarkan Bu" Ucap Tya yang merasa lucu dengan keduanya.
"Saya harus mempercepat Pernikahan kami Teh Tya, Agar Renia tidak lagi memberikan harapan palsu kepada sahabatnya itu"
Aditya mengatakan itu dengan tatapan yang masih tajam mengarah ke Rere dan yang di tatap hanya menundukan kepala.
Aditya lupa semalam dirinya menghabiskan malam panjang bersama wanita lain tapi saat mendengar Pria lain melamar kekasih nya dada nya bergemuruh dan ingin melampiaskan kemarahan nya kepada Rere dan ingin rasa nya dia menarik kedalam kamar Renia dan menghukum wanita nya ini.
Tapi Aditya tidak akan tega menyakiti wanita yang bertahta di hatinya selama ini dan Aditya hanya bisa menghembuskan nafas kesal lalu meminum Syirup yang di bawakan oleh Tya.
Ketiga Wanita yang ada di sana hanya menatap apa yang dilakukan Aditya saat dirinya merasa Cemburu memang terlihat mengerikan tapi juga terlihat lucu. Bu Inah hanya menggelengkan kepala.
"Bu Ijinkan Aditya Menikahi Rere Bulan ini juga" ucap Aditya dengan tatapan tajam.
"Ibu terserah Renia. Bagaimana Nak" Ibu nya menanyakan dan Rere hanya terdiam dan menunduk membuat Tya hanya tertawa.
"Nak, Adit. ibu Serius menunggu kedatangan Papi nak Adit"
__ADS_1