Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 66 Mantan


__ADS_3

Setelah hampir Dua Jam Rere berkutat dengan Data dan mengecek stock Butik miliknya dan memberikan masukan apa yang harus diperbaiki dan apa yang harus di rubah untuk kemajuan Butik miliknya kepada para karyawan, Rere melihat jam yang bergantung di dinding menunjukan pukul 10:45, Rere harus pergi untuk bertemu dengan Ria karena ada janji untuk menjenguk Aditya bersama-sama.


"ya sudah, saya harus pergi. Jika ada kendala terkait Butik segera info kesaya dan Terima Kasih atas kerjasamanya. Saya merasa senang dengan kerja kalian yang memiliki semangat dan kreativitas tinggi, Atas Bantuan kalian butik Saya jadi berkembang. InsyaAllah untuk akhir tahun saya akan berika bonus tahunan"


Rere mengucapkan itu sambil tersenyum dan para karyawan butiknya bersorak dan nampak senyum bahagia.


"Makasih Bu Rere. Kami juga senang bekerja di butik milik bu Rere. Semoga tambah sukses dan ibu juga dapat jodoh yang terbaik karena bu Rere orang nya juga sangat Baik" ucap salah satu karyawan butik milik Rere.


"Amin. ya sudah saya pergi dulu ya dan tetap semangat" Rere tersenyum dan berjabat tangan dengan para karyawan sebelum dirinya pergi.


Memang setiap tahun Rere memberika bonus tahunan dan juga setiap menjelang hari raya idul fitri Rere memberika tunjangan hari raya. Jadi karyawan yang bekerja dengan Rere merasa senang dan betah, terlihat tidak ada yang mengajukan berhenti kerja dari awal butik itu didirikan.


Rere menjual selain di butik juga secara Online ke semua e-commerce yang ada di indonesia. Para karyawan juga sering memberikan ide untuk usaha Rere agar lebih berkembang.


Setelah berjabatan tangan dan berpamitan dengan para karyawan Rere segera menuju kearah mobil dan membawa mobil nya ke tempat yang sudah di tentukan oleh Ria yaitu di cafe the winner di dekat rumah sakit.


Setelah Rere sampai diparkir cafe the winner dia melihat mobil yang sering digunakan oleh Ria saat mendatangi Bank tempat Renia bekerja.


"Bu Ria sudah datang rupanya" gumam Rere lirih.


Lalu membuka pintu mobilnya lalu menutup kembali, dirinya melangkah untuk memasuki cafe dimana tempat yang sudah disepakati oleh Ria dan dirinya.


"Selamat siang bu Ria, maaf sudah menunggu" ucapnya.


“Rere kamu sudah datang, Saya juga baru sampai, Silahkan duduk Rere” ucap Ria dengan menunjukan tanganya kearah kursi kosong didepannya.


“Kita makan siang terlebih dahulu sebelum kesana, ok” Ria tersenyum dengan menikmati menu yang telah di pesannya terlebih dahulu dan Rere duduk di kursi yang yang di tunjuk Ria sebelumnya.

__ADS_1


“Pelayan…” Ria memanggil pelayan Cafe yang tidak jauh darinya


Pelayan menghampiri membawa kertas juga buku menu yang berada ditangannya, Pelayan memberikan Rere setelah diminta oleh Ria. Setelah memilih Rere mengembalikan buku menu kepada Pelayan dan Ria juga memberikan kartu berwarna hitam milik nya.


Rere sempat menolak karena dirinya tidak enak harus dibayarkan tapi Ria memaksa dan berkata Rere sudah dianggap anak jadi jangan sungkan kepadanya dan hari ini freeday yang artinya tidak terkait dengan pekerjaan keduanya lagi pula dia yang mengajak untuk bertemu maka dari itu dia yang harus membayar pengeluaran saat dirinya makan siang di cafe tersebut, Rere setuju saja dengan yang disampaikan Ria karena memang sulit berdebat apapun dengan wanita yang dia kenal sebagai nasabah prioritas di tempat nya bekerja. Selang beberapa menit pesanannya sudah sampai.


Rere menikmati menu yang ada di mejanya sedangkan Ria saat ini sedang menerima telpon dari sekertarisnya, Setelah selesai menelpon Ria memulai percakapannya dengan Rere.


“Rere dari mana kamu kenal Aditya, maaf sebelumnya jika saya masuk ke ranah pribadi kamu” Ria mengatakan itu dengan pelan dan dirinya sambil minum kopi yang dia pesan dan beberapa cemilan.


“ehhh… kami saling mengenal saat masih tinggal di salah satu kota didekat Jogjakarta” Rere mengucapkan itu lalu meminum jus yang dia pesan.


“Hanya Saling mengenal saja” ucap Ria penuh selidik membuat Rere tersenyum dengan berbagai pertanyaan di otaknya, Mengapa Bu Ria menanyakan hal tersebut.


“eeehhh… Dia Mantan Kekasih saya saat Remaja, Sebenarnya saya tidak tahu hubungan kami mantan atau masih terjalin hubungan” Rere tersenyum dan meminum kembali jusnya.


Rere mengenal Ria sosok yang sangat Detail dan rasa ingin tahu nya juga besar jika tertarik dengan hal tertentu. Dulu juga seingat Rere saat dirinya mempresentasikan produk perbankan kepada perusahaan milik Ria, saat itu Ria banyak menanyakan tentang produk juga program yang ada di Bank tempat Rere bekerja dan juga saat Ria menjadi mentor dalam berbisnis.


Ya. berkat dukungan Ria sekarang Rere memberanikan diri terjun di dunia bisnis meski dengan modal kecil dan bisnis yang masih di kategorikan kelas menengah kebawah. Ria sangat Detail untuk memberikan arahan kepada Rere saat dirinya memulai untuk berbisnis kala itu.


Dan karena rasa ingin tahu Ria yang Rere anggap sebagai ibu angkatnya itu akhirnya Rere menceritakan tentang Aditya kepada Ria


“Dulu Delapan Belas Tahun yang lalu saat usia Rere masih Empat Belas Tahun dan usia Mas Aditya Enam belas tahun, saat itu Mas Adit menyatakan perasaan cinta nya kepada Rere dan saat itu Rere menerimanya” Rere menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar sejenak terdiam.


“Ayah Rere Sakit Kanker Stadium akhir sehingga kesempatannya untuk sembuh sangat kecil, Orang Tua Rere memutuskan pindah ke kampung ayah dan ibu karena keluarga besar ada disana,dan saat Rere pergi Mas Aditya dan Mama Sherly tidak berada di rumah, Ntah kemana mereka saat itu, Rere sebenarnya ingin berpamitan tapi Mas Aditya tidak ada sehingga rere pergi tanpa pamit dan itu sangat mendadak jadi Rere tidak bisa mengucapkan sesuatu sebelum pergi hanya sekedar untuk berpamitan kepada Mas Aditya” Rere menunduk.


“Lalu Aditya…”

__ADS_1


Ria terus mencari tahu semua tentang Pria yang adalah Putra dari Sherly sahabat dan Aries Pria yang amat dia cintai dulu.


“Mas Aditya tidak pernah bertemu dengan Rere setelah itu, tapi Mas Aditya mengatakan dia juga pindah dari kota itu karena ada suatu hal dan selama berpisah dengan Rere Mas Aditya selalu mencari Rere” Ucap Rere lalu menatap jalanan yang ada di depannya lalu menatap Ria yang duduk di depannya dengan mata sendu.


“Baiklah, berarti kalian belum putus. Karena tidak ada kata perpisahan dari mulut kalian. Jalan takdir yang memisahkan kalian akan tetapi Takdir juga yang mempertemukan Kalian sekarang. Kamu harus bersyukur atas kekuatan Cinta Aditya kepada kamu Rere. Tidak semua orang bisa bertemu kembali dengan orang yang dia cintai dengan perasaan yang sama seperti dulu dan tetap mempertahankan cinta itu” ucap Ria sambil tersenyum dan Rere juga tersenyum dia setuju dengan apa yang di katakan Ria.


Kekuatan Cinta Aditya dan Dirinya sangat besar dan atas kasih sayang Tuhan kepadanya dan jawaban setiap doa mereka berdua sehingga kini mereka dapat saling menemukan.


Hati yang selalu berdoa dan yakin terhadap Tuhan itu yang membuat Jalan dirinya dan Aditya bertemu di titik ini. Dia bersyukur Aditya belum menikah dan masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Dan juga Hati yang Rere jaga selama ini tetap kokoh dan tidak tergoyahkan dan tidak menghadirkan pria baru didalam hidupnya.


Aditya adalah Cinta pertamanya dan akan selalu bertahta di dalam hati dan pikirannya.menurut Rere Pria itupun tidak menggantikan nama dan posisi dirinya di hati Aditya, meski waktu sudah berlalu delapan belas tahun.


“ Kisah Cinta Kalian Seperti Adam dan Hawa saat di turunkan ke bumi. Adam mencari Hawa begitupun dengan Hawa yang selalu mencari Adam di bumi. Dan Kalian saling mencari dan menunggu, saya berharap Kalian di pertemukan oleh Takdir yang indah dalam Pernikahan” ucap Ria tulus.


“Amin. Terima kasih bu Ria. Saya berharap seperti itu dan saya harap mas Aditya seperti yang kita pikirkan. Semoga selama ini mas Aditya setia dan tidak ada perempuan lain di sisi mas Adit” ucap Rere sambil tersenyum manis dan merasa bahagia dengan apa yang di katakana Ria terhadap hubungannya dengan kekasih hatinya.


“Ya sudah, sekarang kita segera ke rumah sakit saya mau mengunjungi anak itu” ucapnya Ria sambil berlalu dari Rere.


Sesampainya di Parkir Ria dan rere berpisah karena harus mengendari mobilnya masing-masing ke rumah sakit di mana Aditya dirawat.


Sekitar Empat Puluh Lima Menit mereka sudah sampai di Parkir Rumah Sakit dan mereka keluar lalu mengunci mobil masing-masing setelahnya berjalan bersamaan menuju Koridor rumah sakit untuk menemui Aditya, sesuai apa yang di sampaikan Ayu jika Aditya dirawat di Ruang Rawat Inap VVIP tidak jauh dari ruangan yang pernah di gunakan oleh Geri saat sahabatnya itu dirawat disana.


Saat mereka sudah sampai di ruang VVIP keduanya terhenti sejenak dan saling pandang, Ria mengangguk tanda mempersilahkan Rere untuk mengetuk pintu lalu membuka knop pintu VVIP tempat ruangan Aditya di rawat dan saat pintu ruangan rawat inap itu dibuka oleh Rere Nampak oleh keduanya, Dua Pria beda usia berada dihadapan mereka dan dua pria itu memandangi pintu yang nampak dua wanita beda usia berada di depan pintu.


“Ria…”


“Mas Aries…”

__ADS_1


Rere dan Aditya menatap Aries dan Ria yang saling pandang satu sama lain dengan tatapan yang sulit diartikan.


__ADS_2