
Suara Adzan menggema di kota Jakarta membangunkan Rere dan ibu juga Tya. Ketiganya keluar kamar dan melakukan aktivitas seperti biasa di hari kedua setelah weekend.
Rere menyapu Ibu memasak dan tya mencuci pakaian semuanya hal ini dilakukan setelah ketiganya melaksanakan ibadah Sholat Subuh. Rere sesekali menatap Kamar miliknya dan Bu Inah menatapnya dengan senyuman lalu menggelengkan kepalanya.
"Apa yang kamu lihat Rere, Kamarnya tidak pindah posisi setelah kamu tidur bersama ibu dan teteh kamu, iyakan?" Tanya Bu Inah sambil menggoda.
"Ibu... Bukan seperti itu tapi mas Aditya belum juga bangun dia harus Sholat subuh masih ada waktu, Apa sebaiknya Rere bangunkan saja"
"Ketuk saja pintunya dan jangan masuk kedalam karena kalian belum menikah, Nak"
"Baiklah Bu. Tapi Mas Aditya tidak membawa pakaian bagaiaman itu Bu" Bu inah terdiam lalu menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah Rere coba bangunkan saja dan menyuruh Mas Aditya pulang sekarang. Lagian Mas Aditya akan pergi ke Amerika tapi ntah jam berapa" sahut Rere.
"Ya sudah coba nanti kamu tanyakan itu" Rere mengangguk dan saat akan mendekati pintu kamar nampak Aditya membuka pintu dan tersenyum kearah Rere.
"Mas Sholat subuh dulu, tapi disini tidak ada pakaian untuk laki-laki" Rere terlihat berpikir setelah mengatakan itu.
"Jangan Khuatir sayang didalam mobil ada Pakaian bersih dan Mas akan ambil Pakaiannya sekarang"
Rere hanya mengangguk dengan tanganya memegang sapu karena selesai membersihkan ruangan apartemen miliknya dan Aditya menatap tangan Rere lalu tersenyum dan melangkah ke arah Rere dan berkata dengan berbisik
"Sapu yang bersih nanti Mas tumbuh jenggot dan kumis, Sayang"
Rere memukul lengan Aditya pelan lalu nampak memanyunkan bibirnya dan menaruh Sapu di tempatnya lalu mengatarkan Aditya ke mobil yang berada di tempat Parkir karena Aditya yang memintanya.
"Mas berangkat jam berapa ke Amerika nya"
"Jam Satu Siang, Sayang" Rere mengangguk dengan tangannya yang di genggam oleh Aditya.
"Mas, Berapa lama disana"
"Hari Sabtu Mas sudah sampai ke Jakarta dan Hari Minggu Mas membawa Papi untuk melamar Renia, Bolehkan" Rere tersenyum dan mengangguk.
"Terima Kasih Sayang" Lalu mengecup Tangan Milik Rere.
Keduanya sudah sampai didepan Mobil milik Aditya lalu membuka pintu mobil dan mengambil Paper Bag yang ddalamnya terdapat Pakaian Aditya.
Setelah mengambil itu Aditya kembali menggandeng Rere untuk kembali ke unit apartemen milik kekasihnya itu.
...****************...
Sedangkan Ayu hanya terdiam di dalam mobil menatap ombak pantai saat matahari terbit. Riki tidak tidur semalaman karena mengkhawatirkan kekasihnya yang mobilnya berada tepat didepannya.
Riki membuka pintu Mobilnya dan berjalan kearah mobil Ayu dan mengetuk Pintu Mobil milik Ayu dengan keras. Ayu terkejut dengan suara ketukan mobilnya dan saat menoleh ternyata Riki yang berada di luar, Ayu mengabaikan nya dan Riki mengetuk kembali pintu dengan Keras.
Ayu membukanya dan keluar dari dalam mobil dan berkata dengan berteriak
"Apa yang kamu lakukan disini Riki. Apa kamu tidak puas dengan apa yang kamu lakukan semalam Haaa... Kamu Jahat, Kenapa Kamu menyembunyikan kebenaran tentang Perselingkuhan Hans" Ayu memukuli pelan dada bidang Riki
"Saya salah dan saya bohong karena tersulut emosi maafkan saya Ayu, Hans tidak mengkhianati kamu. Sekarang kembalilah Hans akan mencari kamu dan kembali mencurigai kamu Ayu, Jika sekarang kamu tidak pulang"
"Tidak mungkin kamu berbohong semalam dan sekarang justru kamu yang berbohong Riki. Kenapa kamu lakukan itu, Jika Saya tahu kamu berbohong dan menutupi Perselingkuhan Hans, Seumur Hidup Saya akan membenci kamu Riki"
Ucapan Ayu membuat Riki terdiam kini dirinya terjebak dalam situasi yang salah, dirinya meruntuki kesalahannya yang berucap tanpa berpikir. Ayu terus memukuli Riki karena rasa sakit yang dia dapatkan karena kebenaran yang dikatakan oleh Riki.
"Tenanglah Ayu, Tolong pikirkan Jimmy jangan bersikap seperti ini, Mari kita pulang"
"Pulang... Pulang kemana Riki. Saya tidak ingin pulang sebelum kebenaran Hans berselingkuh kamu ungkapkan kepada saya.
" Apa yang saya harus ungkapkan Jika Hans tidak berselingkuh, Ayu... Kita pulang saya ada pekerjaan di Bali hari ini. Saya tidak ingin terlambat karena harus terbang pukul Sembilan hari ini" ucap Riki dengan menggenggam tangan Ayu dengan kuat dan menariknya kedalam mobil Sport milik Aditya yang sering dia bawa.
__ADS_1
"Lepaskan... Riki... Saya tidak ingin pulang... Saya tidak ingin mengalami hal yang sama dengan Mami Lisna. Lepaskan" Ayu berhasil menarik tanganya dari genggaman Riki.
"Jangan keras kepala Ayu dan Tolonglah ingat Jimmy dia menunggu kamu dirumah"
"Biarkan saya sendiri Riki" Teriak Ayu.
"Kamu kenapa Ayu... Haaaa... Biarkan Hans berselingkuh memang kenapa jika dia berselingkuh. Pria yang mencintai kamu bukan hanya Hans" Teriak Riki.
"Apa yang kamu katakan Riki" Ayu meneteskan air mata sedih.
Riki menarik Pergelangan tangan Ayu dan mencium bibir Ayu dan membuat wanita yang dia cintai membelalakan matanya dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Riki.
Setelah Ciuman selesai selama Lima menit Riki melepaskan bibirnya yang menyatu dengan bibir Ayu untuk memberikan kesempatan untuk keduanya bernafas.
Ayu menampar keras Riki dan masuk kedalam mobil miliknya dan mengunci dari dalam lalu menangis.
Riki mengetuk kembali mobil Ayu dengan keras dan Ayu menurunkan kaca jendela lalu berteriak ke arah Riki
"Kenapa kamu lakukan ini Riki, Kamu bertindak tidak sopan kepada wanita yang sudah memiliki suami, Apa niat kamu sebenarnya. Benar kata Hans kamu memiliki niat untuk menghancurkan rumah tangga saya Benarkan. Pergi dari sini... Pergiiiii... Jangan dekati saya lagi dan lihat Posisi kamu sebelum bermimpi ingin mendapatkan saya Rrrriiiikkkiiii"
Ayu marah dan memukul-mukul tangan Riki yang mencoba menyentuh bahu Ayu untuk menjelaskan, Mendengarkan perkataan dan mendapatkan perlakuan dari Ayu membuat Riki sangat terluka dan keb*dohannya bertambah dengan men*ium paksa Ayu.
Riki berjalan dengan langkah cepat menuju kedalam mobilnya lalu melajukan kendaraannya dengan marah menuju ke Apartemen miliknya.
...****************...
Didalam kamar Pribadi milik Hans yang ada di Mansion milik keluarganya, Lita tidur dengan tidak mengenakan Pakaian sehelai pun setelah semalam menenangkan Hans yang merasa sangat kesal dengan apa yang Riki lakukan kepadanya dan Hans merasakan cemas karena ancaman Lisna yang akan bertindak jika kebenaran atas Perselingkuhan dirinya dengan wanita lain sampai terbukti dan bayangan kehilangan Ayu dan Jimmy membuat Hans sangat emosional dan marah.
Suara Alarm terdengar saat waktu menunjukan pukul Setengah Tujuh Pagi dan mengganggu keduanya yang baru tertidur saat pukul Empat dini hari.
Ayu masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan Riki bahwa asistennya telah berbohong tentang perselingkuhan suaminya dengan Wanita lain tapi menurut Ayu semalam Riki mengatakan dengan sangat serius didepan Orang tuanya
Ayu melajukan Mobilnya dengan kencang dan saat mobil bergerak dengan sedikit cepat bayangan akan ciuman Riki kembali mengisi pikirannya.
Ayu segera menggelengkan kepalanya dan fokus kepada jalanan ibukota, Sekitar Lima Belas Menit Ayu memasuki Mansion milik Mertua nya dan penjaga juga Pelayan yang ada disana saling menatap dan merasa saling Pandang mendapati Ayu di Mansion milik kedua orang tua suaminya itu.
"Dimana Suami Saya, Hans"
"Nyonya... Tuan Hans..." Pelayan terlihat gugup dan dapat dilihat oleh Ayu.
"Tunjukan dimana Hans...atau Mom and Dad"
Ayu tidak mengetahui jika kedua mertuanya berada di luar negeri tepat dihari senin kemarin untuk urusan Bisnis dan baik mertua ataupun suaminya tidak ada memberi tahu akan hal itu.
Dan lagi menurut Ayu Mertuanya sudah Pensiun dan di gantikan Hans, suaminya yang menjadi CEO dan Mertuanya hanya duduk manis di Mansion untuk menikmati masa pensiunnya akan tetapi Ayu salah karena ada beberapa Pekerjaan yang masih Mertuanya Handle.
"Apa kalian tidak mendengarkan saya di mana Hans. Ok Saya mengerti" dengan suara pelan lalu menuju kekamar pribadi Hans.
Pelayan Utama Mansion mencoba menghubungi suaminya yang saat malam tadi membawa seorang wanita muda dan cantik kedalam kamar yang dijemput oleh Driver ayahnya dan tidur dikamar milik Hans di Mansion itu.
Ayu berjalan dan menggedor pintu kamar Hans dengan sangat keras dan membuat kedua orang yang tidak mengenakan pakaian bangun karena mendengarkan suara pintu yang di ketuk dengan keras dan sesekali suara gedoran pintu.
"Siapa kurang ajar sekali" kepalanya mencoba mencerna situasi yang terjadi. Lita hanya memeluk lengan Hans sedikit takut dengan suara gedoran pintu.
"Apa Mom and Dad. Jika Ayu tidak akan mungkin dirinya melakukan ini"
Ayu memang sedikit cuek dan percaya dengan suaminya tapi itu dulu sebelum mendengarkan kebenaran tentang perselingkuhan Hans.
Sedangkan dari balik pintu Ayu sudah sangat siap jika mendapati suaminya dengan wanita lain karena semalaman dirinya memikirkan hal terburuk apa yang akan di lakukan jika suaminya benar berselingkuh. Mental dan hati dirinya sudah disiapkan.
"Masuk ke kamar mandi dan bawa semua pakaian kamu jangan ada yang tersisa di dalam kamar" Ucap Hans pelan sambil menunjuk kearah letak kamar mandi yang ada di sana.
__ADS_1
Hans memakai Pakaian tidurnya dengan cepat dan berjalan kearah pintu lalu membukannya terlihat dari balik pintu Ayu berdiri dengan mengedarkana matanya dan mendapati tempat tidur yang sudah di bereskan dengan cepat dan sembaranh oleh Hans dan Lita sambil memakai Pakaiannya. Setelahnya Hans membuka Pintu.
"Apa Saya boleh Masuk Hans, Sayang"
Ayu berjalan sangat elegan meski matanya satu karena belum tidur dan terlihat sembab karena semalaman menangis.
"Apa yang kamu lakukan disini Sayang"
Hans memeluk istrinya dengan lembut meski dirinya gugup dan takut tapi dia harus mengontrol diri supaya tidak terlihat dimata Ayu.
"Dimana Wanita itu"
"Wanita siapa, Kamu jangan terpengaruh dengan Riki, yang sebenarnya Pria itu yang ingin merebut kamu dari saya sayang" Hans mencium leher juga pipi Ayu dengan lembut dan memeluk istrinya dengan erat
"Lepaskan Saya Hans"
"Kita sudah Tiga Minggu tidak melakukannya bukan, Saya sangat merindukan sentuhan panas kamu sayang, Apa boleh saya memintanya sekarang, sayang"
Ayu menolak dengan mendorong Hans pelan lalu mundur kebelakang dan menanyakan kembali wanita yang Ayu yakini ada didalam kamar Hans.
"Wanita mana, sudah saya katakan tidak ada Perselingkuhan dengan siapa pun sayang, Riki berbohong dan dia ingin menghancurkan Pernikahan kita karena Riki menyukai Kamu, Sayang"
"Buka kamar mandinya saya ingin mengecek"
"Cukup Ayu, Jangan buat saya marah dengan kecurigaan kamu yang berlebihan. Saya bukan Papi kamu atau kakak kamu yang memiliki anak diluar nikah"
Tatapan tajam bertemu dengan tatapan sendu milik Ayu, Terlihat air mata menetes dipipi Ayu yang terlihat sembab karena menangis semalaman dan tidak tidur.
"Buka saja Hans" Teriakan Ayu juga terdengar keras.
"Jangan lakukan itu Ayu, Saya lelah. Saya sangat mencintai kamu, Tolong mengertilah sayang. Saya lelah berdebat dengan kamu. Kenapa sejak kita pindah ke Jakarta kamu berubah menjadi Posesif dan juga Curiga kepada suami kamu"
Apa pernah selama kita menikah saya mengkhianati kamu. Tidak bukan. Jangan Percaya dengan Riki Pria Bren*sek yang ingin mengadu domba yang membuat Pernikahan kita hancur dan pada akhirnya dia masuk kedalam kehidupan kamu. Riki mencintai istri orang dan dia tidak tahu malu"
Ayu terdiam sejenak kepalanya pusing dan ingatannya kembali pada saat Riki menciumnya dengan lembut. Ayu menutup matanya dan menggelengkan kepala berusaha menghilangkan apa yang ada didalam kepalanya.
Ayu sempat berpikir untuk membenarkan apa yang dikatakan oleh Hans bahwa Riki membohongi dirinya dan juga kedua orang tuanya untuk menghancurkan Pernikahannya.
Kepala Ayu sangat pusing dan tanganya memegang kepala lalu dia pingsan didepan suaminya, untung Hans dengan sigap menangkap tubuh Ayu dan membawanya kedalam kamar lain.
Ranjang di kamar pribadinya penuh dengan sisa cinta dan peluh dirinya dengan selingkuhan tidak mungkin Ayu di tempatkan disana.
Ayu dibaringakan di kamar tamu dan segera Pelayan dan juga Dokter Pribadi keluarganya dipanggil untuk datang ke kediaman nya agar memeriksa keadaan Ayu.Hans Panik karena saat dirinya menyentuh tubuh Ayu saat menggendongnya terasa Panas.
Hans berlari kembali ke kamar Pribadinya dan menyuruh Lita untuk pulang akan tetapi wanita muda itu nampak tidak menyukai sikap dan ucapan Hans saat membujuk istrinya agar tidak menaruh curiga atas dirinya tadi saat Lita mendengar dari balik pintu kamar mandi.
"Pulanglah Lita, Driver akan mengantarkan kamu pulang"
"Saya tidak ingin kemana-mana"
"Apa yang kamu katakan jangan membuat saya pusing Lita, kamu tahu ada istri saya di sini"
"Apa Peduli saya dan lagi bukan saya yang datang saat semalam akan tapi kamu yang menjemput untuk mendapatkan kepuasaan dan mengalihkan pikiran dari permasalahan rumah tangga kamu dengan istrimu"
"Saya tidak ingin meributkan ini, Jadi tolonglah. Sayang. Mengertilah, Pulang sekarang saya akan datang ke Apartemen nanti malam atau besok. Saya ingin mengurus Ayu terlebih dahulu"
"Saya akan bersembunyi ditempat lain, Mansion ini sangat luas banyak tempat untuk bersembunyi"
Lita mendekati dan memeluk Hans membuat Hans tidak tahan lagi dan mulai berteriak
"Pulanglah Lita"
__ADS_1