Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 41 Tangisan Renia


__ADS_3

Setelah selesai meeting seluruh staff, Jajaran komisaris dan juga pemegang perusahaan keluar ruangan tersisa pengacara, ayu dan Riki di ruangan itu.


"Tolong apa yang saya sampaikan tadi segera di selesaikan agar dapat aturan yang mengikat dan Riki panggil seluruh pencari berita saya ingin menyampaikan semua nya dan meluruskan berita yang menyebar secara liar selama satu minggu ini" perintah Aries kepada pengacara nya dan Riki.


"Baik Pak Aries" kedua nya menyahut secara bersamaan.


"Ayu nak kamu ikut papi untuk menemui pencari berita itu" Aries menyampaikan itu dengan menoleh ke arah Putri cantik nya dan di balas anggukan.


...****************...


Rencana untuk mengunjungi geri semalam gagal karena ibu nya melarang, Rere menurut sehingga semalam hanya di rumah untuk mengecek bisnis butik nya yang hampir dua minggu dia abaikan.


Dan Pagi hari Rere hanya berdiam diri sambil menatap bunga pemberian Aditya yang masih tersimpan di nakas dengan keadaan yang layu dan untuk ibu, kakak dan keponakannya hanya menonton televisi dari pagi dan berhenti hanya untuk makan siang.


Setelah makan siang keluarga Rere kembali menyalakan televisi untuk melihat acara televisi. Untuk menghilangkan kejenuhan, mereka melakukan itu.


"Bibi, Dion bosen cuma nonton tv" ucap dion memanyunkan mulut nya.


"Nanti jam 3 Sore bibi ajak ke mall mau? tapi sebelum nya ikut bibi ke rumah sakit untuk menjenguk teman bibi mau ya?" Rere menciumi pipi Dion sangat gemas karena pipi nya yang berisi.

__ADS_1


"ya ok" sahut Dion.


Ibu hanya menatap putri nya tanpa mengeluarkan satu kata pun sementara Tya berada di dapur untuk membersihkan sisa makanan siang mereka.


Acara yang di tonton ibu nya berubah menjadi breaking news dan di sana nampak pemimpin besar Perusahaan Erlangga yang adalah Papi kandung dari Aditya. Rere dapat melihat sosok nya yang memang tidak di pungkuri sangat mirip dengan kekasih masa lalu nya, perbedaan hanya pada usia.


"Mirip sekali ya Allah" gerutu Rere pelan.


"Mirip siapa re" sahut ibu.


Rere tidak menjawab tatapan nya fokus ke layar televisi dan volume di besarkan oleh nya. Pembawa berita menyampaikan bahwa Presdir perusahaan Erlangga akan melakukan pertemuan dengan para pencari berita untuk meluruskan issue yang sedang bergulir saat ini.


Di sana sudah di persiapkan meja panjang kemudian tidak lama setelah sorot kamera menyala ada beberapa pihak yang berjalan ke arah meja tersebut untuk mengikuti sesi wawancara dengan pencari berita. Tampak Aries dan Ayu lalu Riki hadir menemui mereka.


Riki memulai menyapa para pemberi berita yang sudah berkumpul di ruangan yang sudah di siapkan di lantai 4 gedung Erlangga Tower untuk klarifikasi yang akan di sampaikan oleh Aries sebagai Presdir Perusahaan dan juga sebagai Ayah dari Aditya.


"Terima Kasih untuk kalian semua yang sudah hadir di tempat ini, saya mengundang kalian kali ini untuk membahas tentang permasalah yang terjadi dengan anak saya Aditya Putra Erlangga yang juga adalah CEO Perusahaan Erlangga" ucap Aries terhenti untuk mencari kata yang pas untuk membantu meluruskan berita liar yang beredar tentang putra nya.


"Pertama saya ucapkan Maaf sebesarnya kepada kedua orang tua Korban atas apa yang di lakukan putra saya Aditya dan perbuatan itu memang tidak perlu terjadi tetapi Putra saya dengan Penuh emosional melakukan tindakan yang tidak di benarkan akan tetapi Aditya sedang mempertanggung Jawabkan dan mengikuti proses untuk kasus nya ini" Aries terhenti untuk memantapkan hati agar kuat dengan apa yang akan di ucapkan.

__ADS_1


"Putra saya adalah Korban dari seorang ayah yang egois, kesalahan saya di masa lalu membuat dia kehilangan wanita yang berarti dalam hidup nya yang pertama adalah Mami nya Sherly dan juga seorang wanita yang dia cintai sampai saat ini bernama Renia Azzahra, karena kehilangan nya itu membuat putra saya mengalami trauma hingga depresi" Aries menitikan air mata nya.


"Setelah 18 Tahun akhirnya menemukan wanita yang amat dia cintai tapi saat itu dia dengan rasa cemburu melakukan tindakan kekerasan kepada sahabat Renia yang bernama Geri Putra saya tidak bisa mengontrol emosi dalam diri nya dan mengakibatkan apa yang terjadi sekarang tapi untuk mempertanggung jawabkan semua putra saya sekarang sedang menjalankan konsekuensi dari apa yang dia perbuat" Aries berucap dengan air mata menetes.


"Sekarang saya sebagai orang tua menyerahkan semua kepada proses yang sedang berjalan dan untuk korban kami tetap akan bertanggung jawab sampai kepada pemulihan nya dan tentang issue yang berkembang liar tentang Renia dan putra saya itu tidak benar, Renia dan putra saya belum pernah menikah sebelum nya dan Renia bukan simpanan Putra saya. Hal ini harus saya luruskan untuk melindungi Privasi Renia karena bagaimana pun dia memiliki carier dan keluarga yang harus di jaga" Aries berhenti berkata lalu menunduk.


Ayu nampak mengusap lengan ayah nya memberi kekuatan padahal di dalam hati nya sendiri pun remuk dengan semua yang terjadi tanpa sadar air mata ayu pun menetes. Riki yang berada dekat dengan nya hanya bisa menatap tanpa bisa melakukan apapun untuk menghibur wanita itu.


Sedangkan Rere yang mendengarkan perkataan yang di sampaikan Aries meneteskan air mata dan ibu Inah menoleh ke arah putri cantik nya ada banyak pertanyaan yang ingin di sampaikan tetapi karena melihat putri nya menangis dia mengurungkan niat bertanya.


Bu Inah mengenal ayu yang sebelumnya menjenguk ke rumah sakit dan di perkenalkan oleh Rere sebagai adik dari Aditya yang dia kenal Putra Pasangan Rian dan Sherly tapi yang membuat nya bingung kenapa bukan Rian yang menyampaikan ini dan di mana pasangan suami istri yang adalah tetangga nya itu sekarang dan kenapa Pria itu menyebut Aditya adalah Putra nya dan kehilangan Mami Sherly apa maksud semua itu dan pembelaan atas putri nya membuat Bu inah terharu.


Bu inah meruntut semua yang terjadi lalu menatap kembali putri nya yang mengusap air mata lalu melangkahkan kaki ke arah kamar nya. Setelah masuk kedalam kamar Rere menutup pintu kamar nya dan kaki nya luruh ke lantai di sana Rere menangis dengan keadaan kaki dan lutut di rapatkan dan wajah nya di tutup dengan kedua tangan.


Rere sangat sedih atas apa yang terjadi pada Aditya dan Geri. Kedua pria itu mencintai diri nya, Rere tidak bisa menyakiti salah satu dari kedua nya, Aditya merasa kehilangan sampai depresi dan Geri selalu menemani Rere selama 10 tahun berada di ibukota. Saat ada masalah Geri selalu membantu dan selalu ada untuk nya.


Geri belum menikah karena menunggu Rere, meski Rere terlihat cuek tapi dia mengerti akan hal itu, walau Rere hanya menganggap geri sebagai sahabat tapi Rere tidak bisa menyakiti dengan memilih Aditya. Rere tidak bisa melihat sahabat nya itu terluka karena diri nya.


Ibu hanya menatap kamar putri lalu menitikan air mata, Dion yang menyaksikan itu hanya diam dan menoleh ke arah Tya, ibu nya itu memberi kode lalu di jawab dion dengan mengangkat kedua bahu nya dan menggelengkan kepala dan Tya hanya terdiam.

__ADS_1


Malang benar nasib mu nak, harus kehilangan ayah saat remaja dan menanggung semua kebutuhan keluarga sampai di usia mu saat ini belum juga menikah dan saat ada pria yang mencintaimu dia sekarang harus berada di balik jeruji besi sampai kapan dia akan keluar.


Bu inah bermonolog di dalam hati dan masih menatap sendu kamar putri nya tertutup dan sayup terdengar suara tangisan Rere dari balik kamar nya.


__ADS_2