Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 145 Geri Menemui Renia


__ADS_3

Hans duduk berhadapan dengan Aries. Keduanya saling menatap tajam. Aries menanyakan apa yang akan selanjutnya dilakukan oleh Hans untuk membuktikan Jika Menantunya itu tidak berkhianat kepada Putrinya.


Hans tersenyum dan meminta mertuanya lebih fokus kepada keluarganya saja dan untuk permasalahan dirinya dengan istri akan dirinya urus dan mampu menekan pemberitaan tentang keluarganya.


Hans meminta mertuanya untuk menyuruh asisten pribadi mereka untuk tidak menemui istrinya dan bermimpi untuk menggantikan dirinya menjadi suami Ayu, Hans juga meminta agar Mertuanya lebih fokus kepada Putra kesayangan dan meminta untuk tidak syok dengan kabar yang sedang viral untuk saat ini.


"Apa Maksud kamu Hans"


"Tidak ada Papi, Saya hanya ingin Papi menyiapkan mental dan hati menerima kabar mengejutkan setelah ini. Jadi lebih baik energi jangan dibuat untuk mengurusi masalah rumah tangga Hans. Simpan untuk berita ini"


"Hans Tutup mulut kamu" Lisna mendekat dan menyuruh menantunya untuk keluar ruangan.


"Ada berita tentang apa Lisna"


"Tenanglah Sayang. Semua baik-baik saja"


"Berikan Ponsel kamu saya ingin menghubungi Riki"


"Sayang... kali ini percayalah dengan saya. Tenang dan Jangan Panik. Ok"


Lisna menghampiri Aries dan memeluk tubuh suaminya yang sedang duduk di kursinya lalu lisna mengecup pucuk kepala Aries dan duduk dipangkuan suaminya.


Aries terdiam perasaannya mulai berkecambuk. Hatinya mulai tidak tenang. Pikirannya kalut tapi Lisna melarang untuk menghubungi Riki.


"Katakan Lisna ada apa jangan membuat saya bingung"


Lisna mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan memeluknya lalu menangis tidak ingin mengatakan apapun kepada suaminya.


Lisna marah saat melihat suaminya bersama wanita lain kemarin tapi jika dia mengatakan apa yang terjadi kepada putranya. Lisna yakin jantung suaminya akan kambuh dan mungkin berita ini akan membuat fatal keadaan Aries.


Membayangkan saja sudah membuat Lisna merasa sedih dan dirinya terus menangis membuat Aries bingung.


Dan terus bertanya apa yang terjadi, Sedangkan Lisna hanya mengatakan bahwa dirinya lelah dengan apa yang sedang terjadi dengan keluarganya Sekarang.


"Siapa wanita yang kamu temui kemarin" Lisna membingkai wajah Aries.


"Kamu mengikuti Saya Lisna"


"Katakan saja siapa dia"


"Untuk apa kamu tahu"


"Tentu karena saya istri kamu Mas, Apa Sampai saat ini kamu tidak menganggap saya sebagai istri Mas"


"Sudahlah jangan dibicarakan lagi"


"Kenapa... Apa yang kamu rahasiakan dari Saya sayang"


Aries menepis tangan istrinya yang berada di rahangnya dan meminta Lisna untuk turun dari pangkuannya dan mengatakan


"Kita sudah tua Lisna untuk apa lagi cemburu"


"Bukan Cemburu tapi Saya hanya ingin di anggap sebagai seorang istri Mas. Kenapa Mas Aries tidak ingin memberitahukan siapa dia dan kenapa diam-diam menemui wanita itu"


"Cukup Lisna, Namanya Ria mantan kekasih saya sebelum Sherly. Puas kamu sekarang... Keluarlah dari ruangan saya sekarang"


"ohhh... Mas Aries diam-diam menemui mantan kekasih tanpa sepengetahuan Saya"


"Cukup Lisna... Saya bilang Cukup. Keluarlah"


Tatapan tajam Aries terlihat menatap Lisna yang berlalu dari ruangannya dengan membanting pintu ruang kerja suaminya.


Lisna menelpon Asep untuk mempersiapkan mobil. Lisna berjalan dengan cepat untuk menemui Ria.


Sedangkan Aries mengusap wajahnya dengan kasar serta memukul meja kerjanya dengan sangat keras.


Keluarganya terlihat kacau sekarang dan Aries tidak dapat berbuat apapun ditambah sikap Lisna yang selalu posesif sejak dirinya berselingkuh dengan Sherly setelah pernikahan mereka yang ke 17 tahun.


Aries menelpon Riki beberapa kali dan tidak ada jawaban apapun dari Riki dan Ponselnya juga mati. Aries melempar kearah meja begitu saja dan berkata


"Kemana Riki kenapa tidak merespon panggilan teleponnya"

__ADS_1


...****************...


Rere sudah berangkat bekerja dengan hati yang masih berat dan tetap tidak bersedia ikut ke Amerika untuk menemui Aditya yang sedang kritis di ruang UGD di negara paman sam itu.


Riki datang bersama Ayu dan Jimmy ke Bank tempat Rere bekerja untuk menemui Rere dan membujuknya sebelum pergi ke bandara.


Tetap sama Rere tidak akan mengambil cuti karena memang cutinya hanya tinggal 2 hari di tahun ini meski sekarang hari jumat dan besok weekend akan tetapi Rere tetap tidak ingin ikut.


Rere masih belum tahu dirinya harus berbuat apa marah, kecewa, kesal dan benci masih dirinya rasakan kepada Aditya. Rere masih belum bisa menatap wajah kekasihnya itu.


Riki dan Ayu mengerti setelahnya mereka berdua pergi untuk menuju ke Bandara sebelumnya Ayu dan Rere berpelukan keduanya menangis bersama dan kemudian Riki berjabatan tangan dengan Rere.


Kedua orang melangkah menuju ke sebuah mobil dimana didalamnya sudah ada Jimmy. Rere melambaikan tangannya ke arah mobil tersebut.


Tanpa Rere sadari Mobil Sport milik Geri terparkir tidak jauh dari mereka. Geri dapat melihat tubuh lelah dan sedihnya Rere dari jarak jauh. Geri juga melihat semua yang terjadi di tempat ini.


Geri keluar mobil dan melangkahkan kaki kearah Rere dan memanggil namanya. Rere hafal dengan suara sahabat dekatnya itu kemudian dia menoleh dan saat Geri melangkah Rere berlari kearah Geri dan memeluk sahabatnya lalu menangis tanpa mengatakan apapun.


Semua orang yang berada di tempat itu menatap keduanya. Rekan kerja Rere juga yang akan memasuki gedung kantor tempatnya bekerja juga menatap kearah keduanya.


"Tenanglah Rere saya ada disini sekarang, Lupakan apa yang membuat kamu sakit ok. Semua akan baik-baik saja. Kamu wanita kuat masalah ini hanya sebagian kecil dari masalah yang sudah pernah kamu hadapi selama ini"


Geri menarik tubuhnya dari pelukan Rere untuk menatap wanita yang dia cintai sejak lama dan menurutnya Rere wanita Paling Cantik yang pernah dia temui bukan hanya fisik tapi juga hatinya.


Wanita yang pernah membuat hatinya hancur tapi tetap hatinya selalu meyakinkan dirinya bahwa Rere wanita baik dan apa yang pernah terjadi karena memang bukan kesalahan Rere seluruhnya akan tetapi ada andil kesalahannya juga.


Geri merasa santai karena Rere tidak memiliki kekasih atau Pria yang mencoba mendekatinya di tolak, Karena itu Geri sabar menemani Rere seakan pada akhirnya Rere akan menerima cintainya dan juga menikah dengan Geri.


Setelah Aditya datang dia sadar bahwa Geri terlalu lama mengabaikan Rere dan tidak memperjuangkan cintanya dan Saat Pria lain mendapatkan hati Rere dia kecewa dan marah yang padahal selama ini dia tidak melakukan banyak hal untuk mendapatkan cinta Rere.


Geri membingkai wajah cantik Rere dan mengusap air matanya lalu menyuruhnya tetap tenang dan Fokus bekerja, Geri akan datang kembali saat pulang kerja. Rere mengerti dan menurut dengan apa yang di katakan sahabatnya itu.


"Terima Kasih Geri sudah datang dan Saya meminta maaf dengan apa yang terjadi di rumah sakit"


"Jangan ingatkan itu. Semua sudah berlalu, Masuklah. Sore saya jemput ok"


Geri mengatakannya sekali lagi dan Rere mengangguk dan masuk ke dalam Lobby yang sebelumnya melambaikan tangan ke arah mobil Geri yang melaju pergi dari tempat Rere bekerja.


...****************...


"Ntahlah Riki, Semalaman Rere tidak tidur menangisi kak Adit dan sekarang dia harus bekerja dengan beban pikiran yang sangat besar. Saya khuatir dengan keadaannya Sekarang. Riki"


Dari belakang Mobil Riki bawahan yang ditugaskan oleh Hans mengikuti keduanya untuk menuju kearah bandara dan juga memberitahukan kepada Hans bahwa istrinya pergi dengan Riki ke bandara membawa Putra semata wayang mereka.


Tentu didalam kamar pribadi Hans di Mansion milik Aries di lantai dua. Hans merasa sangat marah dan memukul meja rias yang berisi segala macam skincare dan parfum milik istrinya kemudian kemarahan Hans membuat barang-barang tersebut berhamburan kesegala arah karena dirinya menarik dengan tanganya.


Segera Hans mengambil Ponsel miliknya bersamaan dengan itu Lisna yang mendengar teriakan Hans.


Saat dirinya keluar dari ruangan suaminya dan akan menuju ke dalam Lift, Dirinya mengurungkan niat dan berbalik arah mendekati kamar Hans dan mengetuk pintu kamar.


Hans yang sedang memegang Ponsel ingin menghubungi istrinya menatap kearah Lisna dengan tatapan tajam dan marah.


"Mami Disini siapa yang selingkuh Hans atau Ayu... Mami tahu kemana perginya wanita Sia*lan ini" Teriak Hans.


"Jaga Ucapan kamu Hans dan tenanglah. Aries bisa mendengar ucapan kamu"


"Hans tidak peduli Mami... Hans sangat kecewa dengan Putri Mami. Dia Pergi Bersama Asisten Breng*ek itu ke Bandara. Mami. Hans yakin mereka akan pergi ke Amerika. Menemui Kak Aditya"


"Tenanglah Hans"


"Bagaiamana Hans bisa tenang sedangkan istri dan Anak Hans berada bersama dengan Pria lain sekarang. Riki benar-benar ingin mengambil Posisi Hans Mami. Hans tidak akan membiarkan ini terjadi tidak akan pernah"


Kemudian dia mengangkat tanganya ke udara saat Lisna ingin mengucapkan sesuatu kepada Hans. Ponsel yang dia genggam dibuka untuk kemudian dirinya menggubungi Ayu dan Penggilannya terhubung dan meminta mertuanya untuk keluar dari ruangan kamarnya.


"Ada apa Hans"


"oh... kamu ingin membawa anak saya pergi kemana Nona Ayu... Apa kamu ingin mendekatkan Jimmy dengan ayah kandungnya Haaaa..."


"Apa maksud kamu Hans... Jangan Sembarangan bicara kamu ya Hans"


"Jangan Pergi orang suruhan saya akan datang dan membawa kalian saya akan melakukan test DNA kepada Jimmy"

__ADS_1


"Apa Maksud kamu Hans saya tidak mengerti tolong jelaskan kepada saya. Apa kamu tidak mengakui anak kita sekarang" Riki menoleh kearah Ayu dan memicingkan matanya.


"Saya hanya ingin memastikan saya Ayu"


"Kamu gila. Saya tidak akan pernah memaafkan kamu dan silahkan lakukan apapun yang ingin kamu lakukan saya tidak peduli dan Saya yakin ingin bercerai dengan kamu Hans dan jika hasilnya sudah kamu dapatkan jangan menyesal dan jangan pernah dekati Jimny lagi setelahnya"


Ponsel dimatikan dan dari arah depan Riki menoleh kearah Ayu yang memeluk Jimny lalu mencium pucuk kepala Putranya sambil menangis.


"Apa yang terjadi Ayu" Tanya Riki yang hanya dibalas gelengan kepala.


Kembali Riki menatap kearah depan dan Joni hanya diam disamping Riki. Dirinya masih takut karena kejadian malam sebelumnya dimana berita tentang perkelahian antara Hans dan Riki viral dan Joni merasa dirinya memiliki andil karena memberitahukan tentang alamat Rere kepada Hans.


...****************...


Asep Menghentikan Mobil yang dikendarai di Halaman rumah Ria. Kemudian dia turun dan melangkahkan kaki kearah pintu rumah dan mengetuk pintu beberapa kali.


Desi membuka dan menanyakan keperluan wanita yang berada didepannya itu. Lisna melepaskan Kaca mata dan meminta pemilik rumah untuk keluar menemui dirinya.


Lisna tidak akan membiarkan lagi Perselingkuhan terjadi dalam Pernikahan dirinya dengan Aries. Cukup Sherly yang merebut hati Suaminya yang mana Aries sampai saat ini tidak dapat melupakan kekasih masa lalunya yang sudah tiada itu.


Desi memanggilkan Ria untuk menemui tamu dan Ria bertanya siapa yang datang dan Desi hanya menjawab


"Saya tidak tahu, Tamu nya seorang wanita. Terlihat sangat ketus dari wajahnya. Coba kamu tanyakan apa keperluan dirinya datang menemui kamu. Mungkin istri dari Pria yang kemarin datang kesini. Terlihat wajahnya seperti tidak bersahabat"


"Oh... Ya Mungkin saya. Baik Saya akan menemui dirinya. Tolong temani tamu saya terlebih dahulu"


"Baiklah tapi nanti kamu berhati-hati. Takutnya dia akan mencari masalah dengan kamu Ria"


"Tenanglah tidak akan"


Ria menatap dirinya dalam cermin dan berpikir siapa yang datang untuk menemuinya. Apakah benar istri dari pria yang dia cintai di masalalunya itu.


Sedangkan diruang tamu, Lisna duduk setelah Desi mempersilahkannya untuk duduk dan memberikan hidangan minuman dan biskuit.


Tidak lama Ria turun dari tangga, mereka berdua saling menatap tajam satu sama lainya. Lisna tersenyum sinis kearahnya dan Ria berjalan dengan tenang kearah Lisna.


"Selamat Pagi ada yang bisa saya bantu Nyonya"


"Tentu ada Nyonya Ria. Jauhi Suami saya. Apa anda tidak malu mendekati Pria yang sudah menikah apalagi sudah memiliki Cucu"


"Siapa Suami yang ada Maksud" Ria pura-pura tidak tahu.


"Anda Pintar berakting rupanya. Apa suami Anda tidak tahu Jika istrinya menggoda suami orang"


Ria tertawa terbahak-bahak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lisna dan membuat wanita itu menjadi marah dan jengkel.


"Jaga Peringai Anda Nyonya Ria"


"Tentu, Tapi maaf Saya tidak tahan untuk tidak tertawa"


"Apa yang lucu"


"Kamu sungguh ingin tahu"


"Tentu saja Nyonya Ria" Tatapan Benci terlihat dari wajah Lisna.


"Saya tidak pernah mengganggu suami siapapun dan saya sudah tua tidak ada waktu untuk masalah itu. Dan Lagi Suami yang anda katakan tidak pernah mencintai saya dan juga anda sendiri yang telah dinikahi puluhan tahun. Di Hati Suami anda hanya ada Sherly. Mama dari Aditya. Anak Sambung anda. Bagaiamana caranya saya bisa menggoda dan mengambil hatinya. Anda saja yang tidur dan hidup selama 35 tahun tidak bisa menggantikan Posisi Sherly di Hati Mas Aries"


Plaaakkk


"Lancang Sekali mulut anda mengatakan itu"


Ria hanya bisa tersenyum lalu menatap Lisna dengan wajah dingin yang sulit untuk diartikan.


"Lisna... Sedang apa kamu disini Haaaa..."


Aries menatap tajam istrinya dan dia berdiri didepan pintu. Ria hanya tersenyum dengan drama rumah tangga Pria yang pernah dia cintai ini.


"Ria Maafkan istri Saya"


"Mas untuk apa mas minta Maaf"

__ADS_1


__ADS_2