Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 187 Pernikahan Sisillia


__ADS_3

"Kamu bekerjasama dengan Lisna untuk menghancurkam hidup saya dan untungnya Renia masih menerima saya"


"Kamu Salah paham sayang, dengarkan saya. Tidak Ada pria lain di hati saya selama ini selain kamu sayang mana mungkin saya ingin Mencelakakan kamu pria yang paling saya cinta yang juga ayah dari anak Saya sendiri"


"Hentikan omong kosong kamu. pergilah bersama dengan Bryan kemanapun yang kalian inginkan tapi jangan ganggu keluarga saya lagi. Saya memaafkan kamu karena saya ingat jasa kamu yang selalu menemani saya selama ini dan kamu juga ibu dari Zayn putra saya. Jadi anggap kita impas dan untik Zayn kamu jangan khuatir dia baik-baik saja meski sekarang zayn dalam keadaan sakit karena sakitnya jantungnya kambuh tapi saya Akan berusaha memberikan pengobatan yang terbaik untuk Putra saya"


"Dia Putra kita sayang jangan lupa tentang itu"


Sisillia menangis tersedu berusaha membuat Aditya merasa bersalah karena itu senjata sisillia untuk membuat Aditya mempertahankan dirinya untuk bersama dengan Aditya dan melanjutkan ucapannya


"Sayang hari ini Bryan akan menikahi saya dan akan membawa saya ke Australia. Tolong halangi Bryan dan penuhi janji kamu untuk menikahi siri saya setelah sayang resmi menikahi Renia. Itu yang sayang ucapkan sebelum pergi dari Amerika benarkan. Tapi kenapa sekarang kamu mencoba mengingkarinya. Sayang percayalah saya tidak pernah sekalipun mengkhianati kamu apalagi bekerjasama dengan Nyonya Lisna untuk membuat kamu celaka itu kebohongan Nyonya Lisna yang ingin memisahkan kita. Percayalah sayang"


Aditya tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sisillia. Saat istrinya keluar kamar dan menatap penuh tanya kepada dirinya Aditya segera memutus panggilan teleponnya dan membuka kunci knop balkon dan melangkah kearah istrinya dan dengan tersenyum kemudian menggendong istrinya seperti karung beras menuju ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.


"Mas... Aditya apa sih ini lepasin" Rere memukuli pelan punggung suaminya dan Rere diturunkan di atas ranjang dengan pelan.


"Mas Sudah larang Renia pergi dan tadi menyuruh tetap di kamar ini bukan. Karena Renia tidak mendengarkan suami maka sayang dapat hukumannya"


Belum juga protes suaminya Sudah menciumi leher Rere dan melanjutkan kegiatan olahraga paginya bersama istri. Rere hanya bisa pasrah dan melayani suaminya yang sekaan tidak ada pua*nya.


...****************...


Sementara di apartment mewah milik Sisillia pemberian ulang tahun untuk dirinya dari Aditya. Bryan yang selesai mandi sudah mendengar semua ucapan Sisillia dengan Aditya saat mereka melakukan panggilan telepon.


Bryan hanya tersenyum kecut mendapatkan kenyataan Sisillia meminta Aditya untuk menghalangi pernikahannya dan Sisillia meminta Aditya untuk menikahi siri wanita yang dia cintainya itu "


Bryan memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan berpura-pura tidak tahu segalanya. Sisillia menghapus air matanya dan tersenyum kearah Bryan.


Setelah Sisillia mandi mereka berdua makan pagi bersama dengan menyantap masakan Bryan dengan menu makan spesial nasi goreng seafood kesukaan Sisillia dan Jus Mangga.


"Sayang Apa kamu Sudah siap kita menikah hari ini"


Bryan bertanya saat Sisillia keluar dari kamar tapi saat ditanya tidak menjawab justru tatapannya kosong, Sambil duduk Bryan bertanya sekali lagi dan menggenggam tangan Sisillia.

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan sayang. Apa kamu tidak yakin dengan keseriusan saya dan masih tetap ingin menunggu tuan Aditya. Kamu bisa berusaha mencintai saya pelan-pelan Sisillia"


Sisillia tetap diam dan hanya bisa menangis dan tanpa mengatakan apapun dengan Bryan dirinya sangat berat untuk menikah dengan pria selain Aditya dan ada yang mengganggu pikirannya saat dirinya mendengar keadaan putranya yang belum jelas karena Aditya hanya mengabarkan putranya kambuh.


"Apa kamu ingin menunda atau membatalkan pernikahan kita jika memang seperti itu saya akan akan setuju"


"Sejujurnya Saya belum siap karena tadi saya Menghubungi Aditya dan tadi ada suara Rere yang menanyakan keadaan Zayn. Saya merasa ada sesuatu dengan putra Saya tapi Aditya hanya mengatakan zayn kambuh dan Saya tidak diberitahukan secara detail keadaan putra saya. Saya ingin mengetahui keadaan Zayn tolong tanyakan kepada Aditya Saya mohon. Mungkin jika kamu yang bertanya Aditya akan nemberitahukan keadaan Zayn"


"Sebaiknya kita menikah hari ini dan setelah nya Saya akan menanyakan keadaan Zayn dan meminta ijin supaya kamu bisa menemui Putra kamu dan setelah itu Saya akan memabawa kamu ke Australia. Hanya dengan cara itu saja tuan Aditya akan mengijinkan kalian bertemu"


"Apa... Kenapa kamu memiliki pikiran seperti itu apa ini bisa di katakan pemaksaan Bryan"


"Tentu tidak Saya hanya memberikan solusi"


"Solusi dengan memaksa menikah. Apa kamu tahu Pernikahan harus ada cinta dan Saya belum siap menikah dengan kamu karena tidak ada cinta di antara kita Saya ingin mencoba untuk membuka hati untuk kamu tapi itu sulit Bryan"


"Saya mengerti dan tidak ingin memaksa tapi jika kamu melakukan tindakan bodoh lagi dan tuan Aditya melakukan sesuatu terhadap kamu Saya tidak bisa lagi membantu untuk meminta tuan Aditya untuk melepaskan kamu karena Saya dengan menikahi kamu atau tidak Saya akan tetap pergi ke Australia. Tuan Aries sudah tiada tugas Saya juga selesai untuk menjaga Tuan Aditya. Apalagi sekarang Tuan sudah bahagia dengan Nona Renia. Saya memilih Pensiun" Bryan menghela nafasnya panjang dan melanjutkan ucapannya


"Saya tidak akan memaksakan perasaan kamu dan meminta kamu menikah dengan Saya akan tetapi Saya tetap berharap kamu memulai hidup baru dengan Saya sesuai apa yang kita bicarakan semalam"


"Terima Kasih dan Saya akan Menghubungi tuan Aditya agar mengijinkan kamu menemui Zayn"


Bryan memeluk Sisillia dan melanjutkan makan setelahnya mereka pergi ke kantor yang mengurusi tentang Pernikahan dan disana Bryan sudah mendaftarkan niatnya untuk menikah dengan Sisillia saat Aditya memenjarakan Sisillia.


Setelah Bertemu empat mata dengan Aditya. Bryan memberanikan diri untuk mengurus pernikahan dan dirinya yakin Aditya akan Menyetujui permintaan dirinya agar membebaskan Sisillia dan mengijinkan Bryan menikahi ibu dari anaknya karena Bryan tahu Aditya hanya mencintai Rere.


Dan Benar dugaannya jika Aditya membebaskan Sisillia sehingga saat Sisillia bebas adminisrasi pernikahan untuk mereka sudah siap. Dokumen Pernikahan semua dipersiapkan dengan detail oleh Bryan. Sehingga saat Bryan dan Sisillia datang mereka langsung menikah secara agama juga secara negara dengan kehadiran Rita dan susi yang mana mereka adalah pelayan dan juga baby sister yang di tugaskan oleh Aditya untuk menjaga Zayn dan Sisillia di America dan yang menjadi saksi mempelai pengantin adalah bimo dan Rekan kerja Bryan yang adalah pengawal keluarga Erlangga.


Mereka berdua telah resmi dan sah menikah lalu Bryan meminta Bimo untuk memphoto dirinya juga Sisillia untuk dikirimkan kepada Aditya dan juga meminta ijin dirinya dan Sisillia untuk Bertemu dengan Zayn sebelum pergi ke Australia.


...****************...


Pesan masuk di Ponsel Aditya yang mana sekarang dirinya berada di rumah sakit bersama dengan istrinya untuk menjenguk Zayn yang sudah sadarkan diri dan sudah dipindahkan di ruangan rawat inap VVIP.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu hasil DNA dari Zayn keluar dari rumah sakit yang di jakarta di mana Dokter Willy menyerahkan itu dan setelah di baca bersama dengan Rere laporan DNA itu menyatakan 100% Zayn memang putra Aditya.


Wajah Rere terlihat berbeda dan Aditya melihat perubahan wajah istrinya dan memeluk Rere lalu mengucapkan permintaan maaf karena mengkhianati cinta Rere dan istrinya hanya diam.


"Ada rahasia besar apa lagi Mas... Katakan agar Renia tidak mati karena terkejut dengan tingkah Mas Aditya nantinya"


"Apa maksud kamu sayang"


"Tidak ada, Renia hanya ingin tahu apa yang Renia belum tahu saja tentang Mas Aditya itu juga kalau Mas Aditya ingin jujur kepada Renia tapi jika tidak ya tidak masalah"


Rere kemudian duduk di ruang tunggu yang ada di depan ruangan VVIP tempat Zayn di rawat. Setelah keduanya berjalan dari ruangan dokter kepala setelah mengambil laporan hasil yes DNA Zayn.


Saat itulah Pesan Bryan masuk dan Aditya menerima Photo Bryan yang menikahi Sisillia, ibu dari putranya lalu Aditya tersenyum dan mendekati Rere.


"Sayang... " Memperlihat Photo Pernikahan Sisillia


"Mereka sudah menikah jadi tidak adalagi yang akan mengganggu Pernikahan kita dan Mas tidak memiliki rahasia lagi sayang"


Rere hanya terdiam saat menatap layar Ponsel milik suaminya dan berkata pelan


"Bukan Mas yang memaksa mereka menikah bukan?" Renia hanya bertanya karena takut ini bagian rencana Mas Aditya untuk berselingkuh dengan Sisillia nantinya"


"Sayang... " Aditya merasa kesal dengan Rere yang mengatakan tuduhan kejam menurutnya itu.


"Memang mas bersalah dan mas akui itu sayang. Tapi kamu harus tahu jika Mas sangat mencintai kamu dan tidak akan menyakiti kamu dengan berselingkuh kembali dengan siapapun termasuk Sisillia" Rere hanya menoleh sekilas kepada Aditya .


"Baiklah Sayang Mas, ingin mengatakan bahwa ada rahasia yang belum mas ceritakan kepada kamu"


"katakan mas" Rere terlihat menekuk wajahnya.


"Sayang Mas telah mendaftarkan Aset mas yang ada di Amerika atas mama zayn untuk rasa tanggung jawab mas kepada putra mas Aditya. Tapi sayang jangan khuatir karena mas masih memiliki Aset untuk kamu dan calon anak-anak kita yang ada di indonesia, mas hanya tidak ingin zayn terabaikan meski mas tahu kamu bukan wanita yang seperti Lisna atau Sisillia. Hanya saja tetap kita sudah menikah dan dari Pernikahan kita akan insyaallah diberikan keturunan dan Mas tidak ingin anak-anak mas berdebat nantinya. Hanya itu rahasia yang mas miliki sayang selainnya tidak ada lagi. Mas berani bersumpah"


Rere hanya tersenyum kecut dan Aditya menanyakan alasan istrinya tersenyum dan Rere menjawab

__ADS_1


"Mas terlalu jauh berpikir. Belum tentu juga Renia hidup besok. Mas jangan lupa Renia memiliki sakit Leukimia dan untuk Hak Zayn. Mas sudah melakukan hal yang benar" Rere tersenyum dan Aditya memeluk istrinya dan meminta untuk tidak mengatakan hal seperti itu.


"Mas akan berusaha sekuat tenaga agar sayang bisa sembuh"


__ADS_2