Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 6 Mawar


__ADS_3

setelah selesai dengan rutinitas di kantor Rere pulang ke apartemen nya untuk beristirahat. dan dia memikirkan apakah dia akan pulang ke rumah ibu nya atau tidak menurut pesan sang adik yang di kirim kepada nya mengatakan bahwa sang ibu merindukan Rere.


Langkah kaki keluar dari pintu lift dan menuju apartemen milik, dia berhenti tepat di depan pintu masuk apartemen itu karena melihat seorang pria tampan yang tadi pagi bertemu dengan nya di ruang meeting perusahaan Erlangga, ya dia adalah CEO yang bernama Aditya, sang mantan terindah versi Rere karena hanya dia mantan yang Rere miliki, masa muda Rere sangat menyedihkan maka dari itu Rere hanya fokus pada pendidikan dan karir sehingga melewatkan masa percintaan di usia remaja saat itu.


Aditya menghampiri Rere dengan membawa bunga mawar berwarna kuning dan berwarna putih kesukaan Rere, di ikat dengan pita berwarna pink dan menjadi bouquet yang sangat indah mawar dan warna kuning adalah dua hal yang Rere suka. ntah mengapa pria itu memadukan nya dengan sempurna, Rere pun terlihat bahagia.


"Terima Kasih Pak Adit" ucap Rere terlihat tersenyum manis


"iya, apa boleh aku masuk" tanya Aditya sambil tersenyum.


"eh... dari mana Pak Aditya tahu apartemen saya dan kenapa ingin masuk" tanya Rere seperti tersadar.


"ayolah sayang kenapa masih bilang Pak Aditya, kita ini sepasang kekasih yang belum selesai, ayo cepat kita masuk aku ingin bertanya banyak hal" jawab Aditya tanpa berpikir.


"apa" Rere kaget dengan ucapan pria di depan nya itu. "Pak Aditya pikir saya wanita murahan yang membawa pria ke apartemen saya, tolong tahu batasan pak" tegas Rere dengan ekspresi marah.


"apa sebelum nya tidak ada pria asing datang ke sini, maksud ku pacar kamu? " jawab aditya dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"oh ya saya lupa apa kamu sudah menikah Rere"


Tanya aditya kembali padahal dia sudah tahu jawaban nya, karena sudah menyuruh asisten Riki untuk mencari tahu tentang rere kemarin. karena itu dia datang membawa bunga dengan raut wajah bahagia, meski dia menunggu 15 menit di depan pintu kamar apartemen Rere.


"untuk apa Pak aditya tahu" jawab Rere sambil memegang bouquet bunga pemberian sang mantan.


"hhhmm... Rere sayang apa aku boleh masuk ke apartemen mu" tanya Aditya dengan tatapan tajam.


"tidak" jawab singkat Rere


"apa memang kamu tidak pernah mengijinkan seorang pria pun masuk atau hanya aku yang tidak kamu ijinkan re" ucap Aditya dengan sorot mata yang mengerikan.


"eeh, ada yang pernah masuk dia sahabat aku geri. mungkin kamu juga tahu dia, geri tinggal di kota yang sama seperti kita dulu, dia juga sahabat Cantika, oh ya kamu ingat Cantika kan dia juga tinggal di jakarta sekarang" ucap nya sambil tersenyum


"hhhmm... kenapa geri boleh aku tidak" jawab aditya dan mengabaikan tentang cantika.


"dia sahabat ku dan dia selalu membantu ku selama aku di jakarta aku sudah menganggap nya saudara, dia sering numpang makan, setelah selesai dia pulang, tidak pernah berlama-lama di dalam" Rere menjelaskan karena takut ada yang salah paham tentang hubungan nya dengan geri.


"oh, baiklah" ujar aditya dengan senyum mengembang. "jika begitu bolehkan aku menumpang makan aku lapar seharian bekerja dan saat makan siang tadi aku tidak sempat karena ada yang harus aku kerjakan" tambah aditya.


sejenak Rere berpikir, ada benar nya juga kalau sang mantan seperti nya belum makan karena yang dia tahu saat makan siang tidak melihat sang mantan.


"baiklah, tapi saya harap Pak aditya langsung pulang setelah makan, dan saya anggap untuk ucapan Terima Kasih karena sudah memberi bouquet Mawar ini" jawab Rere sambil mencium Mawar yang ada di tangan nya itu.


Setelah masuk ke apartement Rere mengambil vas bunga yang terbuat dari kaca lalu mengisi air dan bunga dari aditya dia pindahkan ke sana dan menaruh nya di meja tamu. sangat cantik menurut Rere dan nampak Rere bahagia dan tersenyum menatap bunga dari sang mantan kekasih menurut Rere tapi menurut Aditya, Rere masih kekasih nya karena belum ada kata putus.


"Sampai kapan kamu memandangi Mawar itu sayang" tanya Aditya. yang di balas lirikan mata sang pujaan hati sambil mempersilahkan duduk.


"Pak Aditya tunggu di sini saya akan memasak makanan nya terlebih dahulu" ujar Rere


"apa kita tidak bisa memasak bersama sayang" jawab Aditya tersenyum manis.


"jangan repot pak, anda tamu jadi biarkan saya yang memasak nya sendiri, dan anda tunggu di sini, setelah selesai kita makan bersama" jawab nya dengan mata tajam menatap Aditya yang berpikir bahwa sang mantan memiliki pikiran kotor dan ya dia sedikit takut kepada nya karena lama tidak bertemu dan dia berpikir waktu 18 tahun pasti sudah banyak merubah nya.


"Baiklah bu Rere" ucap Aditya dengan tatapan penuh cinta.


Selepas Rere pergi Aditya mendekat Mawar yang dia bawa lalu memperhatikan nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

__ADS_1


"kenapa kamu yang di cium Renia" ujar nya sambil menoleh ke arah dapur di mana Rere sedang sibuk memasak.


"Renia Azahra ternyata kamu tinggal di apartemen ini, di kota yang sama, tapi kenapa kita baru bertemu sekarang sayang" tambah nya lagi sambil menoleh ke arah dapur dan kembali menatap Mawar berwarna kuning dan putih yang ada di meja tamu.


Rere menghampiri Aditya dan mengajak nya makan di meja yang sudah dia siapkan, menu kali ini adalah tahu tempe ada sambal goreng juga lalapan di tambah ikan asin yang menurut Rere menambah selera makan, tapi Aditya hanya menatap menu yang di masak oleh Rere dengan tatapan datar.


"Silahkan di makan pak Adit" ujar Rere sambil tersenyum. "silahkan duduk" tambah nya.


"ya Terima kasih sayang" jawab nya. dan di balas tatapan tajam reni.


"kenapa masih memanggil ku sayang" gerutu nya sambi cemberut. tapi sang mantan menurut Rere malah tersenyum gemas melihat tingkah wanita pujaan nya.


"maaf ya cuma ada menu itu di lemari pendingin saya" jelas Rere sambil mengambilkan nasi kedalam piring untuk Aditya.


"Aku suka ini masakan buatan mu sayang" jawab


nya tetap tersenyum.


Rere hanya menatap aditya sambil berpikir bahwa senyuman nya sangat manis tapi kenapa banyak yang bilang dia dingin dan kaku. ntah lah Rere tidak ingin berpikir lebih, fokus nya menatap hidangan menu makan malam yang dia buat itu.


"oh, ya saya mau tanya kabar mami sama papi kamu bagaimana pak Adit" tanya Rere sambil memasukan nasi dan tahu ke dalam mulut nya lalu mengunyah makanan tersebut. tapi yang di tanya tidak menjawab. Adit hanya fokus kepada makanan di depan nya saja.


Karena merasa tidak di tanggapi Rere melajutkan makanan nya dia tidak ambil pusing dengan sikap aditya, Rere menganggap jika aditya sedang menikmati makanan yang dia buat.


"Sangat enak masakan buatan mu sayang" ucap nya sambil menatap Rere dengan tatapan penuh cinta


"Terima Kasih" hanya itu balas nya


Aditya tetap tidak menjawab pertanyaan Rere tantang orang tua nya, walau hanya jawaban mami papi baik re. Tapi ya sudah Rere diam mungkin memang aditya masih ingin menikmati makanan nya.


"Sayang apa bisa aku bantu" tanya Aditya yang membuat Rere kaget.


"Pak Adit kenapa di sini, silahkan duduk di ruang tamu tunggu sebentar di sana" jawab Rere gugup sekilas dia merasa takut karena di apartemen itu hanya berdua.


"kenapa kamu masih memanggil ku pak, sayang" jawab Aditya dengan tampang tidak suka. "kita memiliki hubungan yang belum selesai, dan saya harap kamu mau memberikan kesempatan untuk aku mengganti waktu kita yang hilang di masa lalu re" tambah nya lagi


Sontak Rere merasa bingung dan gugup dia tidak mengerti kenapa Aditya mengatakan itu pada nya.


terlihat Rere salah tingkah dan wajah nya merah merona di buat nya.


"ini sudah malam sebaik nya pulang, saya lelah seharian bekerja dan mau langsung tidur" ucap nya menutupi rasa malu yang menyerang.


"Rere, aku bahagia bisa bertemu dengan mu, sungguh selama ini aku mencari mu sayang"


Aditya tidak menanggapi permintaan Rere untuk segera pulang. justru aditya mengutarakan kerinduan nya yang sudah lama dia pendam. Dan dia memuji Rere yang sekarang mengenakan hijab, menurut Aditya Rere sangat cantik dan imut.


"Sayang waktu tidak bisa mengubah perasaan aku ke kamu, kamu tetap di hati aku"


Rere hanya diam dan merasa senang campur sedih bertemu kembali dengan Aditya membuat diri nya kembali mengenang sosok ayah dan kehidupan bahagia nya dulu sebelum ayah nya terkena kanker paru-paru.


Flasback


Rumah Aditya di samping rumah Rere meski Aditya memang anak orang yang mampu tapi dia mau berbaur dengan Rere dan teman-teman masa kecil nya dulu. Aditya yang selalu menjaga Rere saat mereka bermain.


Masih ingat saat mereka kecil setiap ada yang menggoda dan menjahili nya ada sosok aditya yang membantu jika di lingkungan rumah dan Geri jika di Sekolah yang selalu menolong nya. Rere merasa sangat beruntung meski saudara kandung nya tinggal berbeda kota tapi ada 2 anak laki-laki yang melindungi saat dia kecil.

__ADS_1


"Renia ini buku pelajaran untuk kamu aku sudah tidak menggunakan nya lagi karena sekarang aku sudah naik kelas jadi semua buku nya untuk kamu" Aditya memberikan semua buku materi pelajaran kepada Rere.


"Terima kasih Adit" senyum Rere merekah dan memeluk Adit.


"Renia kamu kerumah ku yuk kita main game lagi kamu kemarin kalah lawan aku"


"jangan panggil aku Renia panggil Rere, Adit" sambil cemberut Rere menatap aditya


"kenapa cemberut nama kamu kan memang Renia Azahra" Aditya mencubit pipi Renia dengan gemas. di balas pukulan rere di lengan Adit. lalu Adit menarik tangan Rere untuk sama-sama ke rumah nya.


hampir 2 jam dua bocah main game di kamar aditya, dengan ijin dari mami Adit, saat itu usia Adit 10 tahun dan Renia 8 tahun. mami aditya sangat sayang dengan Renia karena sudah menganggap Renia seperti putri nya sendiri. karena aditya anak tunggal, sebenarnya adit memiliki seorang adik laki-laki tapi saat usia nya 2 tahun sakit dan meninggal dunia. karena itu Adit menjadi anak kesayangan mami dan papi nya.


Sedang asik bermain tiba-tiba Adit mencium pipi Rere sontak Rere kaget dengan apa yang di lakukan aditya kepada nya


" i love you Renia" ucap Aditya


Rere nampak kesal dan tidak suka atas tindakan Aditya kepada nya itu.


"Apaan sih Adit, itu harus nya di lakukan orang dewasa dan kita masih kecil"


"Renia saat kita dewasa nanti kamu nikah sama aku ya, aku mau kita seperti mami dan papi" Aditya tersenyum dan Rere pun ikut tersenyum. padahal kedua nya masih sangat kecil pada saat itu.


Flashback Selesai


"Renia"


Panggilan aditya menyadarkan rere dari lamunan nya, saat mengingat masa kecil bersama pria yang sekarang berada di depan nya itu.


"Pak Adit bisa pulang sekarang karena saya mengantuk"


"hhhmm... kamu mengusir ku berkali-kali renia"


"Panggil aku Rere" ucap nya sambil cemberut


Aditya tertawa dan ingin mencubit pipi Rere tapi tangan nya di tampis. dan menyuruh Adit untuk cepat pulang karena dirinya lelah dan ingin cepat tidur.


"Baiklah cukup untuk malam ini tapi aku ingin sabtu nanti kamu ikut aku ya"


"kemana" tanya Rere singkat


"Aku ingin kita menghabiskan waktu berdua dan mengganti waktu yang hilang sayang, aku tidak bisa mengembalikan waktu yang hilang tapi kita bisa menggantikan nya sekarang"


"apakah benar kamu belum memiliki kekasih atau istri" Rere mencoba menyampaikan apa yang ada dalam hati nya


"Aku belum menikah sayang, selama ini aku mencari mu banyak hal berubah setelah kamu pergi dan aku sangat kehilangan kamu belahan jiwa ku"


Mendengar itu Rere merasa bahagia dan tanpa dia sadari wajah nya merah merona. pria yang dia tunggu sampai usia nya matang akhir nya datang juga, dia benar-benar tidak menyangka, ini seperti mimpi dan jika pun benar rasa nya dia tidak ingin terbangun dari mimpi indahnya itu. Tapi dia tidak ingin percaya 100% atas ucapan Aditya dia tidak mau di anggap Pelakor atau wanita penggoda jika ternyata aditya berbohong pada diri nya.


Kembali Rere menyuruh Aditya pulang karena benar-benar sudah malam. Dia tidak janji untuk hari sabtu pergi bersama aditya karena sang ibu mengharapkan dia pulang karena kangen dengan putri nya yang selalu di anggap masih kecil meski usia nya sekarang 32 tahun. ibu inah selalu bangga dan terharu dengan pencapaian rere, menurut nya jika bukan karena Rere, kehidupan nya masih dalam kesusahan. Karena semangat dan kerja keras Rere sekarang keluarga Rere bisa hidup lebih baik. Meski begitu ibu inah selalu memanjakan Rere saat berada di rumah.


Setelah Aditya pulang, Rere langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap tidur. Sebelum tubuh nya di rebahkan ke tempat tidur dia menuju ke ruang tamu dan mengambil vas yang berisi bunga mawar yang di bawakan Aditya lalu membawa nya kedalam kamar dan mencium nya lalu berjalan ke arah jendela melihat bintang dan bulan dengan tangan memeluk vas yang berisi bunga mawar berwarna kuning dan putih itu, Rere tersenyum dan sesekali mencium kembali bunga mawar pemberian Aditya.


"Terima Kasih ya ALLAH untuk perjalanan hidup ku ini sangat indah dan maaf dulu selalu berprasangka buruk atas jalan hidup ku"


Rere menutup kembali jendela dan hordeng kamar nya lalu menaruh vas bunga itu di nakas kamar tidur nya. dan merebahkan diri di ranjang sambil memeluk bantal dan menatap bunga yang cantik itu sebelum tidur.

__ADS_1


__ADS_2