Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 67 Ria Pergi


__ADS_3

Ria belum siap bertemu dengan Aries karena itu dirinya berlari menjauh dari ruangan VVIP yang mana menjadi tempat rawat inap Aditya dan Aries. Ria tahu jika Aries juga sakit dan dirawat di rumah sakit ini akan tetapi dia tidak menyangka jika Aries satu ruangan dengan Putranya.


"Kenapa Rere tidak mengatakan jika ruangannya di jadikan satu dengan Aditya dan kenapa juga saya tidak bertanya kepada Rere sebelumnya" Ria bergumam pelan


"Bodohnya saya... " Ria menitikan air mata mengingat tatapan Aries kepadanya.


Ria menyentuh dada nya yang selama 35 Tahun selalu merasakan sedih setiap mengingat Aries, yang adalah cinta pertamanya dan yang sudah menggoreskan luka begitu besar kepada hati dan juga rasa percaya terhadap cinta. Ria bersandar di tembok rumah sakit, Perlahan dirinya melangkahkan kaki ke arah Parkir dengan langkah panjang.


Saat Ria pergi Rere menoleh kearah Aditya dan pria itu hanya diam sedangkan Aries yang sebelumnya berbaring di ranjang berusaha untuk duduk dan juga mengangkat tangannya dan Aries memanggil nama Ria tapi yang dipanggil mengabaikan dan berlalu begitu saja meninggalkan ruangan VVIP.


Padahal Ria yang bersemangat ingin mengunjungi Aditya sampai menelpon rere saat pagi dan sudah sampai cafe sebelum dirinya sampai tapi saat sudah didepan ruangan rawat inap VVIP Ria malah pergi, Rere sangat bingung dan Rere mencoba mencari tahu dengan mengejar Ria untuk menanyakan apa yang terjadi.


Aditya juga tidak kalah bingungnya dengan Rere, kenapa Wanita yang sering dia panggil tante dan yang juga adalah Klien di perusahaannya pergi begitu saja saat meilhat Papi kandungnya dan yang membuatnya bingung Papi Aries Nampak kaget dan terus memanggil nama Ria saat wanita itu pergi dari depan ruangannya.


“Apa yang terjadi papi, Apa hubungan Papi dengan Tante Ria?”


Aditya bertanya sedangkan Aries hanya menunduk lemas memegangi dadanya yang terasa sakit lalu menoleh kearah Putranya dan terdiam dan kembali menatap pintu ruangan yang terbuka oleh Rere tadi.


Sedangkan di tempat parkir Rere mengedarkan pandangannya mencari Ria yang datang bersama nya.


“Dimana Bu Ria…” Rere bergumam pelan.


Rere mengedarkan pandangan dan sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tidak juga dia temui wanita yang tadi bersamanya dan mobil yang dibawa Ria ke rumah sakit dan terparkir di samping mobil Rere pun tidak ada yang artinya Ria sudah pergi dari rumah sakit.


Rere mengambil Handphone untuk melakukan panggilan telpon dia Nampak sangat panik dan khuatir apa yang terjadi saat ini kepada Ria.


Tante Ria kemana ya. Kenapa telponnya juga tidak diangkat. apa yang terjadi dengan tante terus Rere bagaimana pulang apa tetap jenguk mas Adit, itu tadi pasti papi nya mas Aditya. Rere kalo ga ada Tante Ria jadi malu mau jenguknya gimana ini ya


Rere Nampak bingung, dia bermonolog di dalam hati dan dari belakang Riki menyentuh bahu rere membuat dirinya berteriak karena kaget.


“Maaf Bu Renia, saya mengangget kan. Bu Renia kenapa berdiri disini. Dan seperti bingung atau ada yang ibu cari. Mobil bu Renia amankan" ucap Riki.

__ADS_1


“iya… aman Riki. Itu mobil saya” ucap Rere sambil menujuk mobilnya yang terparkir.


“Saya hanya sedang mencari Bu Ria tadi dia kemari bersama saya tapi setelah sampai ruangan mas Aditya dia pergi begitu saja dan setelah saya kejar sampai kemari ternyata Mobil bu Ria sudah tidak ada, Mas Riki” jelas Renia.


“Oh… Begitu sebaiknya bu Renia kembali keruangan pak Aditya, nanti saya yang akan coba mencari bu Ria dan memastikan keadaannya, Mari Bu Renia” sambil memberikan jalan dan Rere pun setuju dengan yang di sampaikan oleh Riki.


Nampak di Ruangan VVIP Aditya Nampak masih bingung dengan diamnya Aries yang menatap pintu ruangan VVIP dengan tatapan kosong ntah apa yang dipikirkan Papi kandungnya sekarang, Aditya sesekali menatap pintu juga berharap Rere datang kembali ke ruangannya dan ingin tahu apakah Tante Ria ikut bersama Rere untuk kembali menjenguknya atau tidak.


Selang Beberapa Menit Riki berjalan dan masuk terlebih dahulu ke ruangan Rawat VVIP dan menatap Aditya dan juga Aries. Riki Nampak bingung dengan apa yang terjadi di sana karena keduanya diam dengan pintu kamar terbuka.


“Riki apa kamu bertemu dengan Renia di luar sana, tadi dia kemari” ucap Aditya.


“Bu Renia…”


Riki memanggil Rere yang berdiri di dekat tembok, dirinya belum yakin untuk bertemu dengan Aditya saat ini karena di dalam ruangan juga ada Aries yang ternyata Papi Kandung Aditya, Pria paruh baya itu juga dirawat di ruangan yang sama dengan Aditya.


“Kemarilah sayang kenapa kamu bersembunyi disana” Teriak Aditya.


“Kemarilah Sayangku Mas Kangen Renia” ucap Aditya merentangkan tangannya ingin memeluk Rere.


Rere menatap Aries begitupun dengan Aries dia dapat melihat wanita yang amat dicintai oleh putranya itu. Jelas terlihat wanita cantik yang terlihat imut dan masih terlihat muda meski usianya diatas tiga puluh tahun. Aries tersenyum dan menanyakan keberadaan Ria sekarang.


“Saya sudah cari tapi tidak bertemu dengan Bu Ria dan mobilnya sudah tidak ada di parkiran Pak” ucap Rere Nampak canggung dan kaku padahal Aries terlihat cair saat menanyakan itu.


Rere terlihat menepis Tangan Aditya yang ingin memeluknya dan Rere Nampak kesal dengan tingkah kekasih masa lalunya yang menurut Tante Ria tadi saat di cafe mereka belum putus jadi hubungan mereka masih sepasang kekasih karena tidak ada ucapan perpisahan dari keduanya.


Mereka berpisah karena jalan takdir yang mengharuskan mereka menjalani takdirnya masing-masing tanpa bertemu satu sama lain dan saling menguatkan dalam menjalani masa sulit mereka berdua.


Mendengar ucapan Rere Aries menghembuskan nafas dengan kasar. Aditya menoleh kearah Aries begitu juga dengan Rere. Saat ditanya kembali apa yang terjadi Aries hanya diam tidak menjawab.


Aditya dan Rere saling pandang dan Aditya mengedikan bahunya, Sementara Riki ingin pergi dari ruangan. Dan akan berjaga di luar tapi sebelum kakinya melangkah keluar Pintu Aditya memanggil

__ADS_1


“Riki kemarilah…”


“ya Pak Adit…” ucap Riki.


“Bagaimana perkembangan kasus saya dengan Geri sahabat Renia” Aditya menatap Rere dan saat bersamaan Rere juga menoleh kearah geri karena namanya di sebut.


Rere melihat tatapan tajam dan dingin yang sulit untuk diartikan. Rere juga menoleh kearah Riki saat Riki berkata


“Menurut Lawyer kita Pak Aditya sudah bebas Hari ini dan saat Pak Aditya sudah di perbolehkan pulang Pak Aditya akan kembali ke rumah” ucap Riki.


“oh…begitu. Kenapa Geri membiarkan saya bebas apa dia menginginkan sesuatu dari saya atau meminta perjanjijan dengan kita”


Aditya mengatakan itu dengan masih menatap rere yang justru yang ditatap sedang memandangi Riki.


Setelah mendengarkan apa yang dikatakan Aditya, baru dia kembali menoleh kearah Pria yang mengaku masih mencintai dirinya dan selalu mencari dirinya selama Delapan Belas Tahun.


“Maksudnya…” Rere berani mengutarakan apa yang dia ingin tahu.


“Apa kamu meminta geri membebaskan Saya, dan apa dia meminta sesuatu dari kamu sayang”


“Tidak…” ucap rere


“Bahkan saya tidak tahu tentang hal ini, Geri tidak mengatakan apapun dengan saya” Rere cepat mengutarakan apa yang dia tahu.


“Benarkah… tapi kamu menjemputnya kemarin dan sangat romatis sepanjang koridor selalu tertawa bahagia dan disaksikan oleh kedua keluarga kalian"


Tatapan Aditya tajam dan menarik pinggang Rere membuat rere kaget dan Aries yang berada di sana berkata


“Nak… kita bicarakan ini dengan lawyer kita, dan apa kamu tidak ingin memperkenalkan Papi dengaan Reniamu ini” Aries mencoba membuat suasana menjadi tidak tegang.


Jantung Rere berdegub kencang mendengar perkataan Aditya, dari mana pria ini tahu apakah Ayu memberitahukan Aditya dan Rere juga menjadi canggung dengan perkataan Aries.

__ADS_1


Lalu tingkah Aditya yang yang dianggapnya terlalu memiliki sifat cemburu yang sangat besar membuatnya tidak nyaman apalagi di ruangan itu tidak hanya mereka berdua tapi juga Orang Tua kandung Aditya juga berada di ruangan yang sama dengan mereka dan tentu saja Riki masih berada di ruangan itu.


__ADS_2