
Mendapatkan dukungan dari Lisna Sisilia memutuskan kembali ke ruangan Aditya. Dia tidak perduli akan tatapan dan penolakan Aditya. Dihati nya hanya berpikir jika dirinya tidak mendapatkan Aditya maka siapapun tidak akan boleh bersama pujaannya itu.
Sisilia berjalan berbalik arah dan melangkahkan kakinya segera menuju ruangan ICU dari kejauhan Riki dapat melihat sisil dan Riki mengirimkan pesan melalu aplikasi percakapan tentang Sisilia.
Saat dirinya akan melangkah keluar Ayu mendengar Jimmy memanggil namanya dan nampak Rere dan keluarganya datang.
Aditya yang nampak kacau saat itu terdiam sejenak menatap ibu inah dan keluarga Rere yang datang menjenguknya.
Aditya meneteskan air matanya dan ingin menghampiri ibu inah tapi ibu melarangnya.
"Nak Adit jangan turun nak, kamu masih sakit" ibu berjalan mendekati Aditya dan membelai bahunya.
Nampak jelas di hadapannya seorang Pria Tampan yang dahulu sering bermain di rumahnya atau bu inah yang bertandang ke rumah Adit hanya untuk membantu Mama Sherly.
"Adit kamu putra Bu Sherly dan Pak Rian" ibu inah tidak sadar mengatakan itu.
Aditya tersenyum dan mengangguk lalu memeluk ibu inah yang juga seperti orang tua kedua bagi dirinya.
Aditya merasa pelukan itu seperti membayar kerinduannya akan mama Sherly. Aditya memeluk dan menangis di pelukan ibu inah ada rasa damai yang dia dapatkan. Kepedihannya hilang aditya menemukan yang dia cari cinta, keluarga dan kedamaian.
Ibu inah juga menangis membelai rambut Aditya, ibu inah ingat betul jasa orang tua Aditya yang sangat baik yang sering menolong dan berbagi makanan untuk keluarganya.
...****************...
Sedangkan di luar Riki mencegah Sisilia untuk masuk, Sisilia marah dan berdebat dengan Riki. Lisna menghampiri dan menegur Riki supaya memperbolehkan Lisna masuk keruangan Aditya.
Petugas mulai bingung dan meminta Lisna dan Sisilia untuk menunggu karena terlalu banyak orang yang masuk sedangkan itu ruangan ICU. Meski Lisna menjelaskan bahwa Sisilia adalah tunangan Aditya tapi petugas melihat tatapan Riki menyiratkan ada sesuatu dan laporan dari perawat tentang kegaduhan di dalam maka Petugas melarang Sisilia maupun Lisna untuk masuk.
Saat Lisna berdebat dengan petugas, saat itu juga Riki mengirimkan pesan lagi kepada Ayu atas kekacauan yang terjadi di depan ruangan tempat Aditya di rawat.
'Bu inah, Ayu ijin keluar ya ingin melihat papi, silahkan ibu temu kangen dengan kak Adit" ucap Ayu.
"iya ibu juga ingin menjenguk orang tua nak Ayu di rawat di sini juga ya" tanya bu inah.
"iya bu tapi ada di ruang ujung sebelah kanan, nanti setelah menjenguk kakak, Ayu akan bawa keruangan Papi" tambah ayu.
Setelah Ayu menyapa dan mencium punggung tangan ibu inah dan tya, Ayu bergegas untuk keluar dari ruangan kakaknya untuk meredam kekacauan yang dilakukan orang tuanya dan Sisilia dengan menggandeng dua anak kecil di samping kanan dan kirinya.
__ADS_1
Senyum Ayu mekar dengan menggandeng Dion dan jimny untuk keluar. sedangkan bu inah hanya mengangguk tanda setuju lalu menoleh kembali kearah Aditya dan membelai rambut dan mengusap bahu Aditya dengan lembut.
"Terima Kasih Ibu sudah jenguk Adit" kedua tangan Aditya menggenggam punggung tangan bu inah.
"Nak bagaimana keadaan kamu sekarang dan... " ibu inah bingung merangkai kata yang pas untuk bertanya.
"Bu keadaan saya sekarang membaik karena kehadiran Renia dan bu inah"
Aditya tampak tersenyum sedangkan Rere dan tya hanya menyaksikan mereka berbicara. Sebenarnya hati Aditya tidaklah tenang karena kehadiran Sisilia dan perginya Ayu setelah menerima pesan sungguh sangat mengganggu hatinya meski aditya bahagia dan damai dengan kehadiran Rere dan keluarga tapi tetap dirinya resah dia tidak ingin Rere bertemu dengan Sisilia.
Apalagi mendengar perkataan Sisilia tentang anak yang di kandung sisilia Sepuluh tahun yang lalu ternyata belum di abo*si.
Aditya sangat bahagia bertemu dengan cinta pertamanya dan damai saat bertemu dengan orang tua Rere dirinya berharap di mudahkan untuk menikah dengan Rere tapi apa yang di katakan Sisilia sangat mengganggu pikirannya.
...****************...
"Mami... " Ayu memanggil Lisna dan yang di panggil menoleh begitupun dengan Sisilia dan Riki.
"Ada apa ini ribut-ribut dan membuat kacau rumah sakit" Ayu menatap Lisna dan Sisilia.
"Ayu biarkan saya masuk saya ingin bertemu dengan Aditya" ucap sisilian.
"saya ingin masuk biarkan saya masuk ayu" Lisna mengulang ucapannya.
"Jangan membuat kekacauan di sini sisil" sahut ayu.
"Kakaku membutuhkan ketenangan jangan ganggu dia untuk saat ini" tambah ayu.
"hah... apa yang kamu katakan tadi" Sisilia ingin memastikan.
"jangan ganggu dan ketenangan" sisil berkata kembali
"Saya yang merawat Aditya dan mendampingi Aditya saat dia merasakan hidupnya kacau dan depresi bukan kalian" Teriak Sisil.
"Saat dia ketakutan, Bersedih bahkan mengingat kejadian buruk yang dilalui nya hanya saya yang berada di dekat kakak kamu Ayu bukan keluarganya"
Tatapan Ayu tajam kearah Sisili dan petugas berusaha melerai keduanya dan menyuruh menenangkan diri. Ayu menoleh kearah Lisna dan berkata
__ADS_1
"Mami seharusnya mami mendampingi Papi yang sedang sakit bukan membuat keributan disini bagaimana jika Papi tahu, sakitnya akan bertambah lagi apa itu yang mami inginkan" Ayu mencoba tenang meski kesal dengan tindakan orang tuanya itu.
Sedangkan Riki membawa Dion dan Jimny untuk menjauh dan di dudukan di kursi tidak jauh dengan ruangan ICU.
Petugas berwajib yang berjaga berkordinasi dengan atasan di kantornya tentang apa yang terjadi melalui panggilan telepon.
Setelah panggilan telepon di akhiri dan kemudian terlihat keamanan rumah sakit mendatangi petugas berwajib lalu berbincang.
setelah pembicaraan itu nampak keamanan rumah sakit membawa Sisilia untuk menjauhi ruangan ICU dan akan membatasi pengunjung yang datang untuk menemui Aditya.
Sisilia berteriak tidak ingin dibawa pihak keamanan rumah sakit dan tetap ingin menemui Aditya sedangkan Lisna mencegah agar Sisilia tidak di bawa sehingga membuat keadaan itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sekitar sana.
Disaat bersamaan dengan itu Perawat menghampiri ayu dan memberitahukan bahwa Aries sudah sadarkan diri, bergegas Ayu meminta Riki untuk berjaga agar Sisilia dan Lisna tidak masuk ke ruangan kakaknya begitupun Ayu menyampaikan permintaannya kepada petugas yang berjaga disana kemudian berjalan kearah ruangan tempat Aries di rawat.
Didalam ruangan Aditya mendengarkan suara terikan sisil. Rere menoleh kearah pintu ruangan Aditya bergegas memanggil nama Rere dan membuat Rere kaget.
"Kemarilah sayang... " ibu inah menatap Rere dan Aditya bergantian dan Rere berjalan menghampiri Aditya.
Aditya mengalihkan perhatian ketiga orang yang menjenguknya, jangan sampai mendengar suara teriakan Sisilia di luar sana meski tidaklah mungkin karena memang suaranya yang sangat keras.
"Bu ada yang ingin Aditya sampaikan" tangan Aditya menggenggam Rere yang berdiri tidak jauh dari dirinya
"Bu inah jika di perbolehkan saya meminta ijin menikahi Renia dan untuk kasus yang sedang saya jalani sekarang, saya hanya meminta jika Renia menerima lamaran ini. Saya berharap Renia bersabar dan menunggu saya menyelesaikannya. Saya akui saya bersalah karena terbawa emosi dengan keadaan saat itu. Saya berharap Renia bersedia melakukan itu untuk cinta kita"tangannya mengenggam Renia erat.
Rere hanya menunduk dan tidak mengeluarkan perkataan apapun sedangkan ibu hanya menatap Rere dengan tatapan sendu dan beralih menatap Aditya.
"Nak Aditya berapa lama akan menjalani proses ini, usia Renia sekarang 32 tahun. ibu khuatir jika... "bu inah menghentikan ucapannya lalu terdiam dan terlihat meneteskan air mata.
"Saya sangat menyesal dengan tindakan bodoh yang saya lakukan jika saya bisa menahan emosi saya saat itu mungkin sekarang pertemuan ini lebih indah dan tidak membuat ibu menjadi ragu terhadap saya" Aditya menunduk.
"Mas... Rencana Allah SWT itu lebih indah dari apa yang manusia pikirkan" sahut Rere dan Aditya tersenyum.
"Aku ingin menikahimu segera. Renia... Sayang Kamu adalah nafasku, jiwaku dan cintaku yang indah, mas janji cukup kali ini membuat Renia sedih dan susah" Aditya mencium jari jemari Rere.
"Bu Restui Kami, Adit mohon kepada ibu, Adit janji akan selalu membuat Renia bahagia"
Tangan aditya beralih ke tangan ibu inah dan memohon.
__ADS_1
"ibu menyerahkan seluruhnya kepada Renia. Nak"
Tangan ibu inah mengusap halus lengan dan bahu Aditya.