
"Mba Tya saya ingin bertemu dengan Bu Inah hari ini apa saya diijinkan"
"Pak... Sebenarnya bukan saya tidak mengijinkan tapi sebaiknya setelah saya resmi bercerai, Pak Rafli menemui ibu untuk mengutarakan keinginan pak rafli, Saya takut ada fitnah pak"
"Baiklah saya akan antar bu Tya pulang dan Terima kasih sudah menemani saya untuk menghadiri pemakaman Tuan Hans" Tya hanya mengangguk dan tersenyum. Mobil melaju ke arah apartemen Rere.
...****************...
"Riki kenapa kamu bawa Jimmy ke kediaman Hans, saya bukan melarang Jimny menghadiri pemakaman Papinya tapi kamu lihat sendiri apa yang terjadi. Keadaan ini sangat sulit untuk Jimny dia akan mengalami trauma seperti saya dulu dan bukankah Jimmy sedang dalam perawatan dokter"
"Tuan muda Jimmy menangis histeris ingin bertemu dengan Tuan Hans dan Nona Ayu dan saat itu Papi Aries datang keruangan Tuan Muda. Melihat tuan muda sedih, Papi Aries meminta saya untuk mengantarkan kekediaman tuan Hans"
"Dimana mami lisna saat itu" sahut Adit
"Keadaan Nyonya Lisna sejak sore down saat melihat Nona Ayu apalagi mendengar sopir truk yang bertabrakan dengan tuan Hans juga meninggal"
Aditya menghembuskan nafas panjang dan membawa Riki kearah rumah sakit untuk mengantarkan Riki dan memintanya untuk menjaga orang tua juga adiknya.
Aditya hanya menjenguk Ayu sebentar lalu keruangan Aries dan Lisna dapat aditya lihat lisna berbaring lemas dengan selang infus ditangannya sedang memandangi dirinya yang sedang berbincang dengan Aries.
"Nak, apa Hans sudah dimakamkan" Tanya Aries dan aditya mengangguk.
"Jimny untuk sementara waktu berada dikediaman Tuan Alexander atas permintaan kedua orang tua Hans"
"Baiklah, Nak. tidak ada masalah"
"Apa kamu sudah bertemu dengan Rian" Aditya menganggukan kepala dan berkata
"Sudah, Semalam setelah mengantarkan jenasah Hans. Aditya mampir ke hotel tempat Papa Rian menginap setelah itu menemui Renia"
"Bagaiamana keadaan Renia"
"Renia semalam mengeluarkan darah dari hidung. Aditya membujuk Renia untuk menikah dan membawa ke Eropa tapi Renia menolak dan tetap ingin mengakhiri hubungan kami berdua"
"Dia butuh waktu Nak"
"Aditya benar-benar kehilangan Renia Pi... Tidak adalagi semangat untuk melanjutkan hidup tanpa Renia. Alasan Aditya bertahan hanya demi Renia dan sekarang Renia sakit dia bilang sudah ikhlas dengan takdirnya"
"Papi akan membujuk Renia, Nak" Aditya menggelengkan kepala.
"Papa Rian sedang menemui Renia saat ini dan papa memberitahukan Aditya jika Renia tetap menolak Aditya"
Lisna meneteskan air mata saat mendengarkan anak sambungnya mengutarakan apa yang dia rasakan. Semua kesalahan-kesalahannya dimasalalu kepada Aditya berputar dalam ingatanya.
"Nak... Aditya" ucap Lisna lirih dan keduanya menatap Lisna.
"Apa kamu benar-benar tidak bisa hidup tanpa Renia" Aditya mengangguk tanpa semangat.
"Mami akan membujuk Renia dia akan mendengarkan Mami"
"Mami masih sakit dan lemas. Sebaiknya istirahat jangan pikirkan Aditya. Ini semua kesalahan Adit yang tidak setia"
__ADS_1
"Aditya... Nak antarkan Mami menemui Renia ambilkan kursi roda. Mami yang akan memohon kepada Renia. Ini bukan salah kamu semua karena Mami... Kamu kehilangan Sherly dan... " Menatap Aries lalu terdiam.
"Aditya... Bantu Mami menemui wanita yang kamu cintai mungkin dengan ini akan menembus kesalahan Mami dan Ayu akan mendapatkan kesembuhan setelah Mami mengaku semua kejahatan Mami kepada Renia dan juga Papi kamu atas apa yang Mami lakukan kepada kamu Nak"
"Apa maksud kamu Lisna" tanya Aries.
Aditya mengerti arah ucapan Lisna dan dirinya mengalihkan ucapan Lisna dan meminta kedua orang tuanya tetap tenang dan untuk fokus pada kesembuhannya.
"Mas... Saya ingin menemui Renia"
Lisna tetap pada pendirinya dan Aries meminta Aditya untuk mengantarkan Lisna dan dirinya juga ingin datang untuk menjenguk Renia.
"Papi sudah sembuh Nak, Papi bisa ikut dan mendampingi Mami kamu untuk melamar Renia" Aditya tidak ingin berdebat dan akhirnya menyetujui saja keinginan keduanya.
...****************...
Rian bicara santai dengan Ria juga Rere. Sedangkan Ali menunggu kedatangan Abbas kakak pertamanya di lobby.
Ali menatap Mobil mewah yang berhenti di dekatnya dan melihat Aditya turun bersama Pria yang dia tidak tahu siapa kemudian pintu mobil di buka Pria dan wanita paruh baya datang menggunakan kursi roda dengan di dorong oleh Aditya dan seorang pria.
Aditya menyapa Ali dan memperkenalkan Riki, Lisna juga Aries begitu juga dengan Ali yang di perkenalkan kepada kedua orang tuanya.
"Mas... Apa Papa Rian masih di dalam"
"iya... disana juga ada bu ria" Lisna melirik Aries yang duduk dikursi roda sampingnya dan suaminya juga melakukan hal yang sama tapi keduanya hanya diam.
"Ya sudah mas Ali. Saya masuk dulu"
Aditya mengetuk pintu dan dari dalam Ria membuka pintu kemudian Ria mempersilahkan mereka masuk. Lisna menatap Ria begitu juga dengan Aries.
"Nak... Renia apa kabar. Maafkan Papa karena baru menjenguk Renia"
"Papi Aries kenapa repot. Bukankah papi juga sedang sakit"
"Papi sudah sedikit membaik. Rian Kamu juga berada disini" Rian hanya menganggukan kepala.
"Renia... Nak. Bagaimana keadaan kamu" Tanya Lisna dengan canggung.
"Bu Lisna saya baik. Ibu juga datang..." Lisna hanya menganggukan kepala.
"Nak... Saya ingin meminta maaf atas perlakuan saya selama ini kepada Renia" Rere menjadi bingung dengan perkataan yang terlontar dari bibir Lisna.
"Karena kalian sudah berkumpul di ruangan ini, Maka tolong dengarkan perkataan yang ingin saya ucapkan terutama untuk Mas Aries dan Tuan Rian"
"Saya hanya ingin meminta maaf atas kesalahan saya selama ini, mungkin kejadian putri juga menantu saya adalah teguran Allah atas kejahatan yang selama ini saya lakukan dan juga saya tutupi"
"Mami sudahlah... Kita kesini untuk menjenguk Renia dan jangan bicarakan hal lain untuk sekarang ini. Mami juga masih sakit, Ayu akan baik-baik saja dan apa yang terjadi akan kita lalui" Aditya tahu arah ucapan Lisna dan Aditya berusaha untuk menghentikannya.
"Nak, Maafkan Mami selama ini yang menyiksa kamu adalah Mami dengan bantuan orang tua Mami dan juga mertua Mami"
"Apa... Maksud kamu Lisna" Aries menatap tajam kearah lisna.
__ADS_1
"Nak Renia... Aditya mengalami depresi berat itu karena siksaan yang Mami lakukan secara psikis dan mental, itu terjadi selama bertahun-tahun. Meski aditya berada di Amerika tapi Mami mengirim Sisilia untuk menemani Aditya dan melalui Sisilia. Mami memberikan obat yang membuat Aditya sulit mengontrol dirinya. Dia akan merasa cemas berlebihan dan merasa ketakutan dan untuk menenangkan Aditya Sisilia mengorbankan tubuhnya agar Aditya merasa tenang kembali"
"Lisna.... Kamu"
Teriak Aries yang merasa kaget dengan pengakuan Lisna begitu juga dengan Rian sedangkan Ria hanya menutup mulutnya sendiri tidak percaya dengan apa yang dilakukan Lisna.
"Saya meminta Sisilia untuk melakukan pelecehan kepada Aditya tapi Sisilia sempat menolak dan saya tetap memaksa Sisilia. Sampai akhirnya dia mengabari saya Jika mereka tidur bersama saat usia Aditya 20 tahun saya menyuruh Sisilia untuk hamil karena ingin menghancurkan masa depan Aditya seperti hancurnya rumah tangga saya akibat Sherly" Rere menutup mulutnya merasa tidak percaya dengan penuturan Lisna.
"Sampai akhirnya Sisillia hamil saat 10 tahun mereka bersama. Saya juga yang membantu Sisilia agar bisa melahirkan Zayn yang sebelumnya ditolak oleh Aditya yang mana dia menginginkan untuk di aborsi tapi Saya dan Sisilia membuat rencana agar putra Aditya bisa lahir .Zayn tinggal di Panti asuhan karena Sisilia meminta itu dan saya membantu Sisilia untuk membesarkan putranya agar suatu saat bisa di jadikan alat agar menghancurkan Aditya. Tapi saya tidak pernah menyangka bahwa Sisilia benar-benar mencintai Aditya dan menginginkan menikahi Putra Sherly" Rere menatap Aditya
"Terakhir saya ingin mengakui bahwa Saya yang menyebarkan berita tentang pertikaian Aditya dan Geri di apartemen dan Sisilia mencari seseorang untuk menjadi saksi palsu dan memfitah Renia dengan menuduh Renia Op*n BO yang viral selama ini"
"Lisna... " Teriak Aries menahan rasa sakit di dadanya
"Mas... Aries maafkan saya... selama ini setiap mas bekerja di luar kota atau luar negeri Papi kamu dan juga papi saya sering menyiksa Aditya dan sebelum meninggal dunia Sherly saya dan papa dan mendatangi Sherly dan meminta untuk meninggalkan semarang dan memberikan sherly uang tapi sherly menolak. dan.... " Lisna menangis tersedu hatinya sangat berat mengatakannya
"dan apa Lisna... " Teriak Aries.
"Dan Sherly datang ke kantor tapi Mas Aries mengusir Sherly dari kantor... dan tanpa Mas Aries ketahui orang-orang Papa mengikuti sherly dan... mereka memp*rkosa sherly di dalam mobil. Itu alasan Sherly bunuh diri dan hasil ot*psi di rekayasa atas permintaan papa"
"Apaaaaa...." Semua orang terkejut dan Aries beranjak dari kursi roda dan menarik rambut Lisna
"Wanita ib*is... kamu berbohong kepada saya... jadi selama ini kamu tahu saya dengan Sherly bersama dan bersama papa merencanakan ini"
Lengan Aries ditarik oleh Rian dan Riki. Sementara Aditya hanya terdiam dan menyentuh kepala ranjang Renia dirinya menampakan ekspresi yang sulit untuk di artikan.
"Kenapa baru kali ini kamu mengatakannya Lisna... Kalian menyiksa Sherly dan Putra saya saat saya tidak ada dan kenapa kalian melakukan ini kepada saya... Ini kesalahan saya kenapa kalian menghukum Sherly dan Aditya... Lepaskan saya" Teriak Aries Marah.
Ria menangis begitu juga dengan Rere. mereka berdua tidak menyangka apa yang dilakukan oleh Lisna kepada Sherly dan Aditya. Rere teringat dengan ucapan Cindy mengenai bahayanya obat yang sering di konsumsi Aditya saat Depresi.
Rere menatap Aditya yang hanya terdiam dengan rahang yang mengeras dan tangan yang mencengkram kuat kepala ranjang.
"Lepaskan saya... " Aries menghentakan tangan Riki dan Rian
"Dengarkan ini Lisna... Mulai hari ini dan di saksikan oleh seluruh orang yang berada di ruangan ini Saya Aries menjatuhkan Talak 3 untuk Lisna. Kamu bukan lagi istri saya dan Saya akan mengajukan gugatan cerai..."
"Mas... Aries... Maafkan saya... " Teriak Lisna beranjak dari kursi roda dan menyentuh kaki Aries memohon ampun.
"Mas Aries... Tenanglah" Ria berteriak saat melihat Aries terlihat sesak nafas.
Riki nampak panik dan berlari menuju ruang dokter dan dari kejauhan Ali dan abbas ikut berlari kearah ruangan rawat inap Rere setelah melihat Riki berlari.
Sesampainya diruangan rawat inap Ali dan Abbas menjadi bingung karena keadaan ruangan sangat kacau banyak yang menangis tapi Aditya hanya terdiam. Rere menghampiri Aditya dengan sebelumnya selang infus yang menempel dilengannya dia lepaskan.
"Mas... Mas Aditya"
Rere membingkai wajahnya Aditya yang menatap kosong. Ekspresi yang sulit diartikan dan tangan kuat masih mencekram ranjang.
Rere memeluk Aditya dan menangis. Ria dan Lisna memeluk Aries yang tidak sadarkan diri karena jantungnya kambuh dan Rian mencoba menenangkan Lisna yang histeris.
"Tidddaaaakkkkk..... " Aditya berteriak histeris dan semuanya menatap kearahnya.
__ADS_1