
Setelah jam istirahat selesi melakukan aktivitas kerja kembali yang di jalankan Rere dan sesuai kesepakatan minggu lalu dengan perusahaan Erlangga yang akan saving dana akan di urus hari ini pukul 1 siang.
Pak Edo dan Rere sudah mempersiapkan tempat pertemuan di ruangan meeting lantai 4, setelah satu jam proses Pak Indra sebagai perwakilan perusahaan dimana menjabat sebagai Manger Finance sudah memastikan dana sudah berhasil di proses dan masuk akun perusahaan PT Erlangga dan bukti sudah di serahkan kepada pihak perusahaan yang di wakilkan pak Indra dan asisten Riki sebagai perwakilan yang di tujuk Aditya sebagai Pemilik perusahaan.
"Baik Bu Rere saya undur diri, Jika ada kendala masalah transaksi bank kami akan menghubungi Bu Rere atau Pihak Bank lain nya" ujar asisten Riki
"Boleh pak nanti bisa hubungi nomor kantor yang sudah saya berikan" jelas Rere
"Pak Riki dan Pak Indra Terima Kasih atas kepercayaan Bapak yang mewakili perusahaan Erlangga Nusantara Corporation kepada kami" sambung Rere
"Terima Kasih Bapak sekalian kami tunggu jika ada kendala mengenai Transaksi nya dan semoga kerja sama nya bisa berjalan dengan baik" lanjut Pak Edo.
Lalu kedua perwakilan beserta dua staff dari Perusahaan Erlangga undur diri yang terlihat di antar oleh Pak Edo dan Rere sampai lobby Gedung Kantor dan perwakilan perusahaan Erlangga memasuki mobil untuk kembali ke perusahaan nya.
Pak Edo dan Rere saling menatap merasa puas dengan hasil kerja team nya lalu tersenyum bersamaan dan berbalik ke arah Lift untuk kembali ke ruangan masing-masing.
"Bu Rere, Pak Adit Tidak ikut ya" sambil tersenyum. maksud nya adalah menggoda Rere karena gosip yang tersebar itu sudah sampai ke telinga pak Edo.
"hhhmm... Pak Edo sudah memastikan sendiri tadi siapa saja yang hadir kemari" jawab nya tanpa menoleh dan langsung ke luar lift menuju ruangan kerja nya.
Pak Edo terlihat tersenyum dan menggelengkan kepala karena tahu Rere tipe cewek jutek dan to the point tidak suka basa-basi.
...****************...
Sementara Aditya berdiri di ruang kerja nya sambil tersenyum mengingat Rere yang sangat cantik pagi ini menggunakan kemeja Putih dan blezer Pink dengan panduan Rok berwarna sama dengan Kemeja lalu hijab motif bunga yang sangat cocok dengan wajahnya nya yang mungil di tambah senyuman saat menerima bouquet bunga dari nya menambah jantung aditya berdetak kencang dan tidak sabar untuk menunggu sore untuk menjemput sang pujaan hati nya itu.
"Renia... Sayangku. maafkan aku telah lama menemukan mu dan Terima Kasih karena kamu menunggu ku, kamu belum menikah sampai sekarang" gerutu Aditya
Sudah lama aditya mencari Rere dengan di bantu orang-orang yang dia bayar untuk melacak kepergian Rere tapi memang wanita yang sangat di cintai nya itu hilang seperti di telan bumi.
Hampir Frustasi Aditya mencari nya di tambah ketakutan Adit jika Rere telah meninggal seperti mama nya atau sudah menikah dengan pria lain.
"Kenapa kamu belum menikah Renia sayang, Apa kamu menunggu ku atau kamu mengalami hal sulit seperti ku setelah ayah mu meninggal" lanjut nya pelan.
Aditya menatap keluar kaca melihat pemandangan kota jakarta dari ketinggian lantai 29 di dalam ruangan nya. Aditya melihat lalu lalang kendaraan dan gedung lain di sekitar kantor tempat nya bekerja
Suara Pintu di ketuk membuat sadar dari lamunan nya dan aditya mempersilahkan masuk asisten Riki.
"Sudah selesai" Aditya melangkah dari tempat berdiri ke arah kursi kebesaran nya.
"Sudah Pak Adit, Branch manager dan Bu Rere hadir mendampingi staff untuk memperoses nya"
"ok baik" senyum manis mengingat pujaan hati nya yang pagi tadi dia antar kan ke kantor.
Asisten Riki menatap bingung kenapa bos nya tersenyum sendiri, ingin bertanya tapi takut yang di tanya marah akhir nya dia mengurungkan niat nya. Asisten Riki duduk di hadapan CEO perusahaan itu.
"Pak Besok ada meeting dengan Perusahaan dari China yang ingin ikut berinvestasi dalam proyek apartemen di jakarta Selatan" ujar Riki
"Aku percaya kan semua schedule kerja nya kepada kamu dan atur dengan baik besok aku akan datang" tegas Aditya.
"Baik Pak Adit Terima Kasih atas kepercayaan nya, dan untuk Proyek hotel yang di bali sudah rampung 80%, Apakah Pak Adit ingin kesana untuk mengecek nya?" lanjut asisten Riki
"Aku ingin melihat hasil nya jadi tolong atur keberangkatan ku minggu depan, dan untuk proyek apartemen di jakarta utara aku hari ini ingin mengecek masih ada waktu setelah mengecek apartemen itu aku ingin langsung pulang"
"Baik Pak kita akan kesana sekarang juga" Asisten Riki berdiri menyusul atasan nya yang juga bergegas keluar ruangan kerja.
Mereka berdua keluar ruangan dan bergegas masuk ke lift khusus untuk CEO dan petinggi perusahaan.
Didalam Lift Aditya mencoba menghubungi Rere tapi tidak ada respon untuk kedua kali Rere mengangkat nya, Aditya memberitahu sore ini dia akan menjemput Rere tapi terlebih dahulu ingin mengontrol apartemen yang sedang di kerjakan nya. Tanpa berdebat Rere mengiyakan saja karena Rere juga sedang banyak perkerjaan, maklum hari senin jadi perkerjaan menumpuk karena dua hari libur.
Tanpa terasa pekerjaan selesai tepat waktu dan Rere bersiap untuk pulang tapi sang atasan datang di waktu yang kurang tepat itu yang membuat Rere agak cemberut.
"Bu Rere ingin pulang"
"benar pak, apakah ada masalah atau hal yang harus saya kerjakan? "
"Tidak ada bukan masalah pekerjaan tapi saya ingin memberi tahu bahwa direksi ingin berkunjung kesini besok tolong siapkan segala sesuatu nya bu Rere, seperti nya ingin membahas tentang Perusahaan Erlangga"
__ADS_1
Sontak Rere kaget seperti tidak ada persiapan untuk Rere karena di beri waktu hanya semalam.
Dia terlihat bingung syok dan sedikit panik.
"Lalu bagaimana pak" tanya Rere bingung karena belum pernah mengalami hal seperti ini, Direksi langsung turun untuk membahas perusahaan yang baru join.
"Jangan Panik, kita kerja seperti biasa saja, saya sudah memberitahu kepada yang lain untuk mempersiapkan, yang utama kebersihan dan sop kerja harus benar di jalankan, untuk yang lain kita hadapi bersama dengan team yang lain.
" Baik Pak Edo mohon arahan dan bimbingan nya untuk besok" ucap rere.
"Bu Rere sudah mau pulang, silahkan pulang Hati-hati di jalan"
"Terima Kasih Pak Edo saya pulang terlebih dahulu"
"iya seperti nya Pak Aditya sudah menjemput"
Rere berbalik ke arah Pak Edo setelah diri nya hampir membuka pintu ruangan kerja nya dan menatap tajam Pak Edo. dari mana dia tahu seperti itu yang di pikirkan Rere.
"Bu Rere Tolong sampai ke Pak Aditya besok kita ke perusahaan mereka pukul 10 pagi, dan minta waktu bertemu dengan pak Aditya karena Direksi tujuan datang untuk itu?"
Rere kaget mendengar ucapan Pak Edo kenapa tidak membuat janji terlebih dahulu kalo Rere mengatakan nya sekarang tidak ada persiapan apakah perusahaan Erlangga besiap atau tidak untuk menerima mereka.
"Pak Edo kenapa rencana nya mendadak tadi ada perwakilan dari perusahaan Erlangga kenapa tidak langsung di sampaikan"
"iya maaf tapi direksi ingin bertemu dengan CEO dan jika melewati mereka saya khuatir akan ada tahapan dan tidak bisa besok, sedangkan Direksi dan team akan datang besok"
"Pak Edo tidak bisa seperti ini maaf sebelumnya, jika pak Aditya ada janji dengan Klien dan ada kerja yang mendesak bagaimana, bukan nya nanti ada masalah untuk kita juga pak Edo"
"Untuk itu saya minta tolong ke Bu Rere dan saya percaya ke bu Rere bisa membantu untuk besok"
Mendengar itu darah Rere mendidih tapi tidak bisa mengutarakan lebih rasa tidak suka atas sikap atasan nya itu dan Rere pun diam dan pamit pulang dan pak Edo hanya tersenyum. Dan untuk Rere itu senyum yang menyebalkan.
...****************...
Setelah Rere turun ke Arah parkir, pria menghampiri rere dan tersenyum manis dia Aditya CEO Erlangga yang menjadi bahan pemikiran dia, bagaiman cara nya dia meminta ijin untuk besok, dia merasa tidak enak hati meminta waktu besok untuk bertemu di perusahaan nya.
"Masuklah sayang" suara yang menyadarkan Rere dari lamunan.
Mobil sport mahal yang di keluarkan perusahaan mobil Italia sudah berdiri di depan nya dan Aditya membukakan pintu penumpang yang berdampingan dengan pengemudi dan mempersilahkan Rere masuk dengan kode tangan.
"Terima Kasih Pak Adit" tersenyum sambil masuk kedalam mobil.
"Sekali lagi kamu panggil pak, saya cium kamu sayang" senyum Adit dan menutup pintu lalu dia memutar arah ke sisi pengemudi.
Rere manyun mendengar ucapan Adit tapi sang kekasih di usia remaja nya itu hanya tersenyum menatap Rere.
Mobil melaju sedikit pelan tidak seperti pagi hari yang melaju sedikit kencang karena Adit mengejar waktu kerja sang pujaan hati. Mobil tidak langsung pulang tapi berhenti di sebuah mall dan Rere mengarahkan pandangan nya ke arah Adit.
Sang Kekasih masa lalu itu hanya tersenyum lalu keluar untuk membukakan pintu mobil Rere.
"Kita akan makan dan membeli kebutuhan dapur untuk kamu" ujar nya.
"kenapa, aku tidak membutuhkan itu Adit"
"Aku sering makan di tempat kamu sudah pasti bahan makannya habis kita isi lagi ok" lagi Aditya tersenyum.
Perkataan Aditya seperti aturan yang harus di jalankan, tidak dapat di bantah bahkan di tolak. Rere hanya pasrah, menurut Rere sifat ini sudah ada dari kecil mungkin memang karena dia anak tunggal yang di manjakan orang tua nya jadi terbawa sampai usia nya sekarang.
Setelah berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan nominal yang membuat mata Rere terbelalak, dia harus berpikir ulang jika harus membeli barang dengan nominal segitu banyak nya.
"Belanjaan nya banyak sekali dan nominal nya sangat mahal, kamu sangat berlebihan dan boros Adit" tegur Rere.
"Kamu tidak berubah sayang" Adit tersenyum
"Maksud nya" tanya Rere
"kamu pelit" Aditya berlalu sambil tersenyum dan tertawa.
__ADS_1
Rere kesal mendengar nya dan ntah keberanian dari mana dia memukul lengan CEO perusahaan besar yang mana sorot mata petugas supermarket yang ternyata milik nya itu sampai kaget dan menduga mungkin ini kekasih sang CEO jadi berani melakukan itu.
Dan tanpa sepengetahuan kedua nya ada seseorang yang memotret apa saja kegiatan nya selama berbelanja di supermarket yang masih satu dengan mall dan juga mengikuti nya.
"Renia sayang kita nonton bioskop yuk setelah itu kita makan malam"
"kita pulang saja"
"kamu tidak romantis sayang, kita harus membayar waktu kita yang hilang" senyum mengembang Adit terlihat.
"Bagaimana dengan bahan makanan yang sudah kita beli ini"
"Biarkan saja nanti petugas akan mengantar ke apartemen kamu, jangan pikirkan itu sayang" Adit menarik pergelangan tangan Rere sambil menatap ke arah Rere yang masih bingung dengan sikap Aditya.
Rere menolak menonton bioskop karena ini sudah pukul 8 malam dia harus pulang karena besok harus bekerja, Adit tetap memaksa tapi kali ini niat menonton di urungkan tapi Adit tetap mau diner bersama Rere dan terpaksa Rere setuju lagian dia lapar memang waktu nya untuk makan.
Saat Makan malam Rere bingung untuk mengutarakan apa yang ada dalam hati dan otak nya. Dia bingung dan sang kekasih masalalu nya itu bisa menangkap kegundahan hati Rere.
"Ada apa sayang"
"hhhmm... Tidak ada" sorot mata nya mengataka lain.
"Apa kamu tidak nyaman bersama ku sayang, apa kamu sudah memiliki calon untuk menikah"
"Belum dan bukan begitu" senyum Rere terlihat terpaksa.
"Katakan Rere ada masalah apa sayang"
"lupakan kita makan dan pulang" lalu Rere menuduk dan berpikir apa dia harus mengutarakan sekarang karena waktu yang tepat.
"Renia sayang" Aditya mengangkat dagu Rere
"Kamu ada masalah? apakah mengenai ibu inah?" tanya aditya cemas
"Bukan pak Adit,, eh maksud ku Adit ibu Baik dan sehat tapi..." tatapan Adit bertemu dengan kedua bola mata Rere. Rere masih ragu untuk mengatakan
"iya kenapa sayang"
"Besok... Besok... " Adit menunggu kekasih menurut nya itu dan terus menatap menunggu apa yang akan di katakan tentang besok.
"Maaf sebelum nya" Rere mengucapkan terhenti karena ragu dan rasa kurang enak hati.
Adit takut rere melarang nya mengantar dan menjemput kerja. Adit terus menatap dan menunggu apa yang akan di ucapan pujaan hatinya itu.
"Besok Direksi datang dan menurut penuturan Pak Edo Direksi ingin bertemu dengan Pak Adit, apakah besok bisa menyempatkan waktu, maaf tadi sedikit mendadak jadi tidak sempat mengatakan nya ke asisten Riki saat pertemuan tadi" Rere menunduk rasa tidak enak datang merasa dia memanfaatkan kekasih masa lalu nya itu tapi kalimat itu keluar juga dari mulut nya
"hahaha... " Tawa Aditya keluar dan Rere menatap kesal"
"Sayang, hanya itu masalah kamu" Aditya gemas ingin mencium Rere tapi ditahan karena menghormati hijab Rere tidak mungkin dia melakukan itu.
"Aku takut kamu sibuk"
"hhhmm... " Rere menatap pria tampan di depan nya.
"Aku ada pertemuan dengan investor dari China besok, jam berapa pihak bank ingin menemui ku"
"sekitar pukul 10 Pagi, apa ada waktu"
"baik lah sayang ini hanya untuk mu"
Rere tersenyum dan mengucapkan Terima Kasih.
Acara Makan malam selesai meski bukan diner romantis tapi Aditya sangat bahagia karena bisa berdua dengan Rere wanita yang sangat di cintai nya.
Setelah selesai Aditya mengantarkan Rere ke apartemen dan untuk belanjaan Rere di antarkan oleh pegawai adit sampai apartemen.
Semua kegiatan malam itu sudah terekam oleh photo dan juga video yang di ambil oleh seorang pria dengan senyum yang sangat misterius.
__ADS_1