Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 94 Mendiamkan


__ADS_3

Aditya beberapa kali menatap Ponselnya dan tidak mendapati Rere mengirim pesan ataupun mengirim panggilan untuk dirinya seakan wanita yang dia cintai mengerti dan memberikan waktu untuknya menghabiskan weekend pertama dengan Putranya.


Apa Mungkin Renia sibuk, Ada apa dengan Renia. Kenapa belum menghubungi sampai sekarang.


Aditya menoleh kearah Zayn juga Sisilia yang sedang asyik memberikan makanan untuk kuda Nil. Nampak Putranya merasa bahagia, Aditya tersenyum lalu menatap kembali kearah ponsel miliknya tetap tidak ada pesan masuk dari Rere.


Aditya kesal dan melempar begitu saja Ponsel miliknya. Zayn dan Sisilia menoleh kearah Aditya yang terlihat mengenakan kacamata hitam dan sedang menoleh kearah kaca sampingnya.


"Papi... Papi" Zayn menarik lengan baju Aditya.


"Ada Apa Nak" sahut Aditya.


"Lihat Hewannya lapar semua Pi" Ucap Zayn.


Membuat Aditya tersenyum dan merentangkan tangannya agar Putranya datang memeluk kemudian Aditya membawa Zayn Putranya untuk duduk di pangkuannya dan melajukan kembali mobil miliknya kearah pintu gerbang yang menjadi tempat hewan lain berada dan saat ini Mobil Aditya berada di dalam area yang menjadi tempat tinggal Aneka macam burung.


"Zayn ingin keluar tidak, Nak" tanya Aditya.


"Memang Boleh Pi" balas Zayn


"Boleh Sayang, nanti Papi Gendong Zayn, Maskernya di pakai dulu Nak" ucap Aditya.


Lalu menerima Masker dari Sisilia dan memakaikan masker ke wajah Zayn juga Topi lalu Aditya membuka Mobil dan menggendong Putranya untuk memberi makan Aneka Burung yang ada di kebun binatang disana.


Sisilia Nampak Bahagia dan sesekali mengabadikan moment kebersamaan Putra dan juga Pria yang selama Delapan Belas Tahun bersamanya.


Beberapa Photo dia ambil, Aditya tidak peduli apa yang dilakukan Sisilia dirinya asik menggendong Putranya dan sesekali tertawa mendapati Putranya takut dengan beberapa Burung yang ada di depannya


"Kasih Makan Burungnya, Ambil Makanannnya dan kasihkan ke Burung itu, Nak" ucap Aditya sambil tertawa melihat Putranya Justru memeluk erat lehernya dan menangis.


Mengingat Kondisi Zayn yang masih sakit Aditya membawa kembali kedalam Mobil dengan memeluk dan sesekali menciumi Pipi Zayn dan mengusap Air mata Zayn yang menetes di kedua Pipi Putranya itu.


"Nak, Kenapa takut, Ada Papi" ucap Sisilia yang ikut tertawa menyaksikan Putranya ketakutan dengan Burung,


"Jagoan tidak boleh nangis, ya" ucap Aditya.


"Zayn takut digigit Burung... Huaa... " Zayn menangis kembali.


"Ya Sudah sebaiknya kita pulang ya nak" ucap Aditya yang masih mendudukan putranya dalam pangkuan.


Zayn tertidur dipangkuan Aditya yang masih mengendarai Mobil miliknya menuju apartemen Sisillia dan saat sampai di basmen apartemen. Aditya membuka pintu mobil dan menggendong Zayn Putranya menuju Lift yang akan membawanya ke dalam kamar yang berada didalam Apartemen Sisil dilantai Sepuluh.


Aditya hanya diam saat didalam Lift dirinya masih memikirkan Rere yang belum juga menelpon atau mengirim pesan


Apa Renia marah tadi saya sempat membentak dirinya saat menelpon siang Tadi.


Tanpa Terasa keduanya sudah sampai dilantai Sepuluh dan Aditya berjalan cepat kearah unit apartemen Sisillia dan berhenti sejenak sampai Sisillia membuka pintu lalu Aditya melangkah kembali untuk memasuki kamar milik putranya dan menidurkan Putranya diranjang.


Tanpa Kata Aditya melangkah keluar untuk meninggalkan Apartemen Sisillia.


"Sayang, Bukankah kamu sudah berjanji kepada Putra kita untuk tinggal bersama, Saya minta menginap lah malam ini, Zayn masih sakit nanti Zayn bangun pasti mencari Kamu sayang" ucap Sisillia mengharapkan Aditya menginap dan mendampingi Zayn yang memang masih sakit.


Tubuh Zayn Panas mungkin karena kelelahan berkeliling kebun binatang ditambah keadaannya yang sedang sakit.


"Saya akan kembali, Saya hanya ingin menemui Riki" balas Aditya tanpa menoleh kearah Sisillia dan bergegas untuk menuju kearah pintu dan menutup kembali pintu unit apartemen milik Sisillia.


Wanita itu berdiri di depan kamar Putranya dengan melipat kedua tanganya diatas perut lalu tersenyum dengan senyuman yang sulit untuk diartikan lalu dia berbalik masuk kedalam kamar Zayn dan menghampiri Putranya yang sedang tertidur dan beberapa kali menciumi Pipi dan juga kepala Zayn dengan Lembut.

__ADS_1


Terima Kasih Sayang, Kamu hadir dalam hidup Mami, Zayn harta Mami yang paling berharga. Kamu yang akan menyatukan Papi dan Mami. Kita akan menjadi keluarga yang Harmonis yang hanya ada Zayn Papi juga Mami. I Love You Zayn nya Mami


Sisillia mengusap pelan punggung Zayn juga kepala Zayn sambil mengingat momen manis saat Mereka bertiga berada di Rumah Sakit dan Kebun Binatang. Tidak ada hentinya Aditya tersenyum dan tertawa bersama dengan Zayn Putra mereka. Sisillia tersenyum manis dan meraih Ponselnya yang telah merekam moment kebahagiaan mereka hari ini, dan juga menyimpan beberapa Photo kebersamaan Mereka.


...****************...


"Riki kenapa kamu menelpon apa ada masalah penting"


Aditya melakukan panggilan telepon untuk Riki saat dirinya sudah berada didalam Mobil miliknya dan melajukan kearah Taman Bermain yang mana Rere juga Ayu berada saat ini.


Aditya mengirimkan pesan menanyakan keberadaan mereka dan sudah dibalas Ayu bahwa mereka masih berada di area taman bermain dan akan menuju ke arah pulang.


Aditya meminta Ayu untuk menunggu karena Aditya ingin bertemu dengan Rere sore ini. Ada hal yang penting ingin Aditya katakan kepada Rere dan Ayu diminta membawa mobil Aditya karena kakaknya akan ikut bersama dengan mobil Rere.


Ayu mencoba untuk mengulur waktu sampe kakak nya datang. Rere bertanya kenapa mereka belum pulang karena hari sudah sore, Ayu meminta Rere untuk menunggu sebentar karena dia masih lapar dan meminta mereka untuk memesan makan kembali.


Meski bingung dengan sikap Ayu tapi Rere menyetujui apa yang Ayu sampaikan dan ke empat nya memesan makanan ringan dan sesekali mereka berphoto dan tertawa bersama.


Tiga Puluh Menit Kemudian


"Bibi Kenapa belum pulang" Dion menelungkup wajahnya diatas meja.


"Sebentar ya sayang. Aunty masih laper sekarang, Nanti kita beli mainan ya" Ayu menyahut dengan menyatukan telapak tangan didepan dadanya merasa tidak enak hati dengan dion yang terlihat lelah.


"Baiklah, Dion tidur disini saja. sambil nunggu Aunty Makan" Balas Dion dengan menutup matanya.


"Sayang sini bibi pangku, Dion lelah ya, Nak" Rere berucap dan keponakan nya hanya menggelengkan kepala.


Bersamaan dengan itu Aditya datang dan berdiri tepat di belakang Rere yang sedang membelai rambut Dion. Ayu dan Aditya keduanya diam hanya saling menatap.


"Sayang... " Aditya menyapa dengan tangan nya menyentuh bahu Rere tapi wanita nya tidak menoleh hanya diam.


Ayu menoleh kearah Rere yang hanya diam tidak menjawab apalagi menoleh kearah kakaknya. Aditya memberikan kode Ayu untuk pulang. Aditya memberikan kunci mobil miliknya kepada Ayu.


Sebelum Ayu beranjak pergi, Ayu mengucapkan permintaan maaf kepada Rere dan hanya dibalas senyuman saja. Rere mengerti sebagai seorang Adik tentu saja Ayu akan menuruti kakak nya.


Aditya mencium Pipi Jimmy dan saat ingin pulang Ayu mengajak Dion akan tetapi keponakan Rere itu menolak dan beranjak dari duduknya dan berjalan kearah Rere lalu memeluk dan duduk diatas pangkuan Rere.


"Terima Kasih Ayu, Dion akan pulang bersama dengan saya" ucap Rere dengan tersenyum lalu mengecup keponakannya yang menutup matanya kembali dan bersandar di bahu sambil memeluk Rere.


"Padahal Aunty ingin belikan Mainan"


Dion tidak peduli dengan apa yang dikatakan Ayu karena dia sudah tertidur di pangkuan Rere.


"Ya. Sudah besok pagi Aunty kirim Mainannya ya Dion. Rere Saya Pulang dulu ya" ucap Ayu dan di balas anggukan lalu mereka berdua berpelukan dan juga Rere mencium pipi Jimmy begitu juga dengan Ayu yang mencium pipi Dion.


Setelah Ayu berlalu meninggalkan ketiganya Aditya duduk berhadapan dengan Rere dengan kacamata yang masih mentereng diatas hidungnya. Rere menatap lekat kekasih nya yang menurut Ria mereka belum berakhir kisahnya karena tidak ada kata pisah yang terucap dari keduanya.


Mereka terpisah karena keadaan begitu menurut Ria. Tidak di pungkiri oleh Rere jika kekasihnya ini memang sangat Tampan dan tidak heran jika banyak wanita yang menyukai Aditya meski usia Pria itu sudah memasuki kepala Tiga lebih tepat nya Aditya berusia Tiga Puluh Empat Tahun hanya memiliki selisih dua tahun dengan Rere.


"Kenapa diam saja sayang....... " Tangan Aditya di tepis saat akan menyentuhnya.


Rere masih kesal dengan Aditya yang menurutnya mengelabuhi dirinya dengan Riki yang membawa mobil milik Aditya ke taman kota supaya dirinya tidak dapat mengikuti kemana perginya Aditya yang katanya bertemu klien dari bali.


"Sayang... Kenapa seperti ini" Aditya dengan lembut mengusap lengan Rere yang bersikap aneh sejak pagi.


Rere hanya diam dan memeluk Dion yang masih tertidur dalam pangkuannya. Rere memalingkan wajah nya kearah lain saat Aditya menatap dengan lekat

__ADS_1


"Sayang Jangan seperti ini... Maafkan Mas Adit. Jika tadi siang membentak Renia. Mas.... " Aditya terhenti sejenak.


"Mas... Mengaku salah Sayang. Jangan marah lagi. Jangan mendiamkan mas seperti ini. Jika Mas salah Mas minta maaf. Renia Sayang... "


Aditya menggenggam tangan Rere dengan lembut dan awalnya Rere menolak tapi akhirnya Pasrah karena genggaman tangan Aditya sangat kencang.


"Kenapa Sayang... Kenapa diam" Aditya bertanya berkali-kali tapi tetap tidak ada jawaban.


Akhirnya Aditya pasrah. Ya. dia melakukan kesalahan karena panik dengan keadaan anaknya yang harus di larikan ke rumah sakit padahal mereka baru pertama bertemu dan Aditya juga merasa kesal karena Rere tidak juga memberi kabar walau sekedar mengirimi dirinya pesan.


Aditya diam menatap Rere yang tidak bergeming dan tidak juga menatap dirinya, Rere tetap sama hanya diam dengan memeluk Dion dan menoleh kearah lain tidak ingin lagi menatap Aditya.


Aditya mengingat pesan Papi Aries yang mengatakan saat dirinya berada dirumah sakit di ruangan yang sama, Papi nya berkata untuk terus bergandengan tangan meski masalah menimpa mereka jangan sampai pegangan nya merenggang atau terlepas Jika itu terjadi maka Orang Ketiga akan mudah masuk dalam hubungan keduanya.


Mengingat itu, saat berada di apartemen milik Sisilia, Aditya memutuskan untuk mendatangi Rere dan meminta maaf karena berkata keras saat Rere menelponnya siang tadi. Aditya mencium jari jemari Rere dengan lembut.


"Sayang... Jangan diam. Katakan sesuatu" Aditya membingkai wajah Rere dengan kedua tanganya dan memaksa Rere berbicara sesuatu.


"Saya Lelah Mas dan juga Dion sudah tidur saya hanya ingin Pulang" ucap Rere sambil beranjak dari kursi dan menggendong Keponakan nya untuk keluar dari wahana permainan anak dan menuju kearea parkir dimana mobilnya berada.


Aditya hanya menatap Rere yang berjalan menjauhi dirinya, Aditya tersadar dari pikiran tentang hubungannya dengan Rere dan mendapati kekasih nya sudah sangat jauh dari tempat dirinya berada saat ini.


Segera Aditya bangkit dan berlari meninggalkan tempat yang baru beberapa Menit yang lalu membeli tiket agar bisa masuk kedalam wahana dan dirinya keluar kembali untuk mengejar Rere yang terlihat kesusahan membuka pintu mobil dan menaruh keponakannya dikursi depan dan kemudian memasang seat belt.


Rere membalikan tubuhnya, tepat di belakang nya Aditya berdiri mematung menunggu Rere mengucapakan sesuatu kepada dirinya. Tapi Rere hanya mendiamkan Aditya begitu saja dan memutari mobil untuk membuka pintu mobil dan akan mengendarai mobilnya sendiri.


"Tunggu... Renia" Aditya berlari kecil.


Bruggg


Pintu Mobil Rere tertutup kembali dan Aditya mengunci Rere dengan kedua tangan nya yang berada di pintu mobil dan Rere berada diantara tangan Aditya.


"Apa Masalahnya Sayang... Mas tidak mengerti katakanlah supaya mas bisa tahu kesalahan Mas kepada Renia. Mas juga sudah minta maaf atas kesalahan Mas saat siang tadi. Mas mengakui kesalahan mas" ucap Aditya lembut.


"Mas Tidak Salah dan tidak pernah salah. Mas hanya tidak Jujur dengan Renia itu saja"


Deeeggg


Hati Aditya berdetak kencang mendengar itu.


Ada apa dengan Renia


Aditya bertanya didalam hatinya.


Apa Renia sudah mengetahui tentang Kebenaran nya atau Sissilia sudah memberitahukan semua tentang Zayn.


"Sayang katakan kepada mas kejujuran apa yang mas tutupi" Aditya ingin mencari tahu.


Rere hanya diam dan menatap sinis aditya yang menanyakan hal seperti itu. Rere mendorong Aditya dengan kesal dan membuka pintu Mobil miliknya lalu mengunci dari dalam, sikap dan perkataan Aditya menambahkan kekesalan Rere.


Segera Rere menyalakan mesin mobilnya dan saat akan melajukan mobil Aditya menghalangi dari arah depan dan berteriak untuk Rere menabraknya saja. Aditya merasa lelah dengan semua yang dia rasakan, tatapan marah kekasihnya membuat hati dan pikiran Aditya kacau.


"Tabrak saja. Sayang. Cepat Lakukan"


Aditya merentangkan kedua tangannya dan menutup mata. Rere membunyikan Klakson beberapa kali dan tidak diperdulikan oleh Aditya, Pria itu tidak juga menggeser Posisinya dan Rere tetap membunyikan Klakson sampe Dion terbangun dari tidurnya.


"Bibi... Berisik sekali. Ada apa sih. Kenapa ganggu Dion yang sedang tertidur" ucap Dion kesal menatap Rere kemudian matanya mengikuti pandangan Rere yang menatap serius kearah depan dan menggosok kedua matanya dan berkata

__ADS_1


"Paman sedang apa bibi. Apa bibi ingin menabrak Paman. Tidak boleh Jahat ya bibi" ucap Dion dan segera membuka kaca mobil dan berteriak agar Aditya tidak berdiri didepan mereka dan menghalangi jalan mobil Bibinya.


__ADS_2