Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 132 Kesedihan Renia dan Ayu


__ADS_3

Jimmy tidur bersama dion diranjang yang ada dikamar Rere sedangkan Ayu dan Rere duduk diatas carpet dibawah ranjang. Keduanya terdiam dan mencoba merangkai kata yang pas untuk bisa berbicara tentang permasalahan masing-masing.


Rere hanya satu-satunya teman dekat Ayu. Karena Ayu terbiasa hanya berada dirumah bersama para pengasuh juga pelayan semasa dia kecil sampai akhirnya Aditya datang dan Ayu merasa memiliki teman juga saudara laki-laki saat itu.


Selain bersama dengan Aditya, Ayu hanya memiliki Riki yang terkadang datang ke Mansion milik Aries saat masih berada di Semarang dan mereka bermain bersama dan Lisna tidak ada masalah dengan itu.


Lisna berubah saat mengetahui suaminya menjalin kembali hubungan dengan mantan kekasih yang juga mantan sekertaris suaminya setelah dirinya menikah dengan Aries dan setelah kematian Sherly, Aries membawa Putra dari wanita lain kedalam Mansion milik Aries bagai tersambar Petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Lisna. Sejak saat itu Lisna berubah menjadi sosok yang menyeramkan bahkan Riki merasakan perubahan sikap dari ibu yang melahirkan wanita yang dia cintai.


Riki terdiam menatap langit mengingat kenangan masa lalunya bersama keluarga Erlangga. Selepas kepergian Mobil Aries yang mengantarkan ke Mansion milik Aries. Riki berjanji akan menemukan Ayu dan berkata Aries jangan khuatir dan jangan banyak pikiran karena Ayu akan pulang jika tidak malam ini maka besok pagi.


...****************...


Sedangkan Ayu menundukan kepala merasa bingung harus dari mana dia bertanya kepada Rere dan dirinya juga menyiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dari Rere.


"Rere... Maafkan saya karena mengganggu waktu istirahat kamu. Saya bingung harus pergi kemana lagi. Saya tidak bisa pergi ke Hotel Karena Hans dan Papi akan menemukan kami disana" Ucap Ayu memecah kesunyian didalam kamar Rere.


"Tidak apa-apa Ayu. Saya juga ingin bertanya tentang Mas Aditya" Ayu hanya tersenyum.


"Apa yang ingin kamu tanyakan tentang kak Adit" Ayu lebih dulu bertanya.


"Eeehhh... Apa Mas Aditya sebelumnya Pernah Menikah atau memiliki Pacar sebelum bertemu kembali dengan Saya. Ayu" Tanya Rere yang mana matanya berkaca-kaca dan dijawab gelengan kepala oleh Ayu,


"Saya Mohon Ayu, Saya butuh Kejujuran dari kamu ini tentang hubungan saya dan Mas Aditya kedepannya" Rere memohon kepada Ayu.


"Apa kamu jujur kepada saya Rere" Ayu tersenyum.


"Saya menganggap kamu teman dan juga calon saudari ipar. Selain Riki kamu orang luar yang dekat dengan saya Rere. Tapi kenapa kamu menyembunyikan kenyataan tentang perselingkuhan Mas Hans" Tangis Ayu pecah mengingat apa yang terjadi kepada dirinya.


"Ayu Saya minta maaf, sungguh saat itu saya tidak tahu wajah suami kamu dan saat Suami kamu melewati kami saat di Mall Jimmy berteriak memanggil Papinya dan saat saya lihat memang saya tidak bisa memastikan itu benar atau tidak bahwa dia suami kamu. Walupun saya pernah bertemu sekali saat di Rumah kamu saat itu" Rere menunduk merasa bersalah.


"Dan lagi saat Jimmy memberitahu Mas Riki, kata mas Riki itu bukan Papinya Jimmy. Saya bukan membela diri Ayu. Tapi memang benar saya tidak bisa memastikan karena saya juga tidak begitu jelas Melihat Suami Kamu dan Jika saya mengatakan kepada kamu yang ada nanti Fitnah tapi memang saya mengakui Jika Jimmy melihat yang seperti dikatakan oleh Putra kalian jika melihat Papinya. Tapi Sekali lagi saya sendiri tidak bisa memastikan itu benar suami kamu atau Jimmy salah melihat" Rere menjelaskan supaya tidak ada kesalahpahaman.


"Tetap saja kamu harus mengatakan itu kepada saya Rere" Ayu Meneteskan air mata mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya itu.


"Saya mengerti dan saya merasa sangat bersalah. Tolong Maafkan Saya Ayu" Rere meminta kepada Ayu.


"Baiklah saya rasa kamu juga tidak bersalah dengan hal ini hanya Saya sedikit kecewa dengan kamu Rere tapi setelah kamu jelaskan saya mengerti memang saat itu kamu belum bertemu dengan Hans dan juga kamu mungkin tidak melihat dengan jelas sosok Hans yang di tunjuk oleh Jimmy, Saya menganggap ini Salah Paham dan Saya juga meminta maaf tidak seharusnya saya menyalahkan kamu dalam masalah Rumah Tangga Saya" Ayu mengusap air matanya.


"Ayu Sekali lagi saya minta Maaf untuk apa yang terjadi" Rere menggenggam tanga Ayu merasa apa yang di rasakan oleh Adik dari kekasihnya ini.


"Sudah lupakan sejenak tadi kamu bilang ingin menanyakan sesuatu tentang Kak Aditya" ucap Ayu mencoba mengalihkan pembicaraan Rere terhadap masalahnya.


"iya... Ayu saya ingin menanyakan sesuatu tentang Mas Aditya, Tolong katakan sejujurnya kepada saya" Rere terdiam sejenak.


"Apa Mas Aditya pernah menikah atau memiliki kekasih sebelumnya?" Tanya Rere kembali.


"Maksud Kamu apa Rere"


"Apa ada wanita lain yang dekat dengan Mas Aditya" Rere bertanya.


Bersamaan dengan itu suara Handphone terdengar dan saat Ayu lihat dari Riki. Rere mempersilahkan Ayu untuk mengangkat panggilan telepon dari Riki.


"Hallo Kenapa" Ayu terlihat dingin.

__ADS_1


"Nona Ayu sekarang ada dimana"


"Bukan urusan kamu, jangan ganggu saya"


"Jangan seperti ini Pak Aries tadi mencari kamu dan sekarang Jantungnya Kambuh. Jangan menyesal jika terjadi sesuatu kepada Pak Aries"


"Apa maksud ucapan kamu tadi Riki" Ayu berkata dengan sedikit berteriak.


"Katakan Ada dimana sekarang, Saya akan kesana"


"Tidak. biarkan saya sendiri. Jangan ganggu saya saat ini dan untuk Papi saya akan menelponnya"


"Rere, Nak Ayu sudah tidur belum. ibu buatkan Pisang Goreng nih, Ayo Keluar" ucap bu Inah membuat Ayu dan Rere saling pandang.


Tentu apa yang di katakan oleh Bu Inah terdengar di telinga Riki. Dari seberang telephone Riki tersenyum dan berkata


"Baiklah, Saya Tahu sekarang dan Selamat Malam" Riki mematikan Panggilan Teleponnya.


"Hallo... Riki Jangan datang kesini. Saya ingin sendiri" Beberapa kali Ayu mengucapkan itu akan tetapi percuma karena Telepon sudah di matikan oleh Riki.


"Dasar asisten menyebalkan" gerutu Ayu.


Ayu terlihat sangat kesal sedangkan Rere hanya terdiam dan meminta maaf karena ibunya telah membuat Riki tahu keberadaan Ayu dan juga Jimmy.


"Tidak apa-apa tapi tolong Jika Riki datang kemari katakan saya tidak ada" Rere hanya diam dan menggangguk saja.


...****************...


"Pak Kita ke Apartemen Nona Rere yang ada di Jakarta Barat ya" Ucap Riki.


"Baiklah Pak Riki" ucap Driver Kantor yang menjemputnya.


Tidak lama Mobil yang membawa Riki sampai di Parkir Apartement Rere yang sederhana. Sebelum Masuk kedalam apartement Riki tetap berada di dalam Mobil karena harus menghubungi Aries. Sambungan Telepon di respon dan Riki berkata


"Hallo Papi Aries"


"Ya ada apa Nak. Apa sudah kamu temukan Ayu"


"Ya.Papi. Ayu berada di Apartement Nona Renia"


"Apa di Apartement Renia. Syukurlah Jika dia Berada di sana"


"Ya. Sebaiknya Papi jangan khuatirkan Ayu, Sekarang Papi harus pikirkan kesehatan Papi sendiri. Ayu akan saya ajak pulang dan jika dia tidak mau maka biarkan untuk sementara Ayu berada di sini untuk sementara bersama Nona Renia agar menenangkan diri"


"Ya baiklah Riki dan Terima Kasih. Jaga selalu Putri saya dan Saya percayakan dia kepada kamu" ucap Aries yang disaksikan oleh Lisna.


"Saya akan selalu menjaga Nona Ayu dan Pak Aditya" ucap Riki terdengar menenangkan hati Aries.


Setelah itu panggilan telepon di matikan dan Lisna menatap suaminya dengan Lekat dan menanyakan apa maksud dari perkataan Aries kepada Asisten Pribadinya itu.


"Jika terbukti Hans menyakiti Putri Kita, Saya akan mengambil kembali Ayu dan akan menjodohkan dia dengan Riki. Dia Pria Baik saya ingin Riki menjaga Ayu dan Jimmy" ucap Aries membalas tatapan istrinya.


"Jangaan sembarangan berkata dan belum tentu Hans berselingkuh, Mungkin ini Rencana Riki, Karena memang dia mencintai Ayu sudah sejak lama. Dan Jika Hans terbukti berselingkuh saya tetap tidak setuju Putri kita satu-satunya harus menikah dengan Asisten Pribadi kalian. Jika Hans selingkuh saya akan menjodohkannya dengan Anak dari Keluarga Dharmanto" Lisna berkata karena keberatan dengan keputusan sepihak suaminya.

__ADS_1


"Cukup... Lisna Jangan lagi kamu melakukan kesalahan dan membawa Putri kita kedalam Pernikahan Bisnis lagi. Biarkan Riki membahagiakan Ayu Putri kita. Dia Pria yang bertanggung Jawab. Walaupun dari keluarga Biasa tapi ingatlah Dia orang kedua di Perusahaan Erlangga yang memiliki Jasa mengembangkan Perusahaan kita menjadi Besar seperti ini. Dia memiliki Skill dalam berbisnis dan saya akan mempercayakan Ayu kepada Pria bertanggung jawab seperti Riki"Aries berkata dengan nada tegas dan tinggi.


"Tidak... Saya tidak setuju" Lisna terdengar kesal.


"Saya tidak butuh persetujuan dari kamu" Balas Aries terdengar ketus.


"Pergilah saya ingin beristirahat" Sambung Aries membuat Lisna kesal dan meninggalkan Ruangan kamar suaminya dan menuju lantai bawah.


...****************...


Di sebuah bangunan gedung tinggi di Amerika Aditya merasa tidak tenang dan terpikir oleh Rere yang tidak mau menerima panggilan teleponnya sampai Ponsel miliknya hancur karena di banting begitu saja saat Rere tidak merespon panggilannya.


Aditya berjalan kekiri dan kekanan dengan tangan kanan yang berada di tekuk lehernya dan dirinya melangkah ke arah jendela dan menatap pemandangan Jalanan New York dari lantai 35 dengan tatapan kosong.


Suara Pintu di ketuk dan itu Staff di bidang hukum juga keuangan dan lawyer perusahaan yang datang untuk membahas perijinan Hotelnya yang berada di Amerika. Untuk perijinan, memang kota di negara tersebut sangat sulit dan tidak sembarangan Orang bisa membuka bisnis di sana. Aditya memiliki dua passport Indonesia dan Amerika karena itu dia bisa membuka bisnis disana dan juga memiliki beberapa Mansion dan Penthouse.


Aditya menoleh kearah pintu dan mempersilahkan mereka Masuk. Aditya tersenyum menyambut staff bidang hukum dan keuangan dan 4 orang lawyer perusahaannya. Mereka membahas apa yang sedang terjadi di Perusahaan mereka.


Dan Aditya meminta agar Dokumen dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk Perijinan itu segera di lengkapi agar Hotelnya dapat beroperasi segera.


Staff Perusahaan Mengatakan Jika itu sudah 90% akan selesai dan butuh waktu satu hari untuk menyelesaikan keseluruhan tentang permasalahan yang tengah di alami perusahaan yang ada di Amerika.


Aditya mengangguk mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Para staff Hukum dan Lawyer.


kemudian meminta Besok sekitar pukul 2 siang agar semua mengikuti meeting dengan Aditya untuk membahas laporan keuangan dan semua staff di berbagai bidang harus ikut serta dalam meeting" ucap Aditya.


Setelah mengatakan itu staff bidang hukum dan juga keuangan meninggalkan ruangan Aditya dan tersisa 4 lawyer di ruangannya. Karena Aditya yang meminta.


Aditya ingin membahas perkembangan Perijinan juga masalah Zayn yang akan tinggal dan bersekolah di NYC selain itu Aditya ingin memindahkan beberapa Aset yang berada di Amerika atas nama Zayn.


Agar kelak saat dirinya menikah dengan Rere tidak ada perebutan Aset karena walaupun Zayn lahir dari wanita lain yang adalah Psikiater pribadinya tapi hak atas hukumnya jelas, Karena tetap Zayn Putranya. Dan untuk anak-anaknya kelak bersama Rere juga mendapatkan bagian yang jelas dan tidak ada keributan dengan Zayn.


Aditya sudah membicarakan itu kepada pengacara di Indonesia. Bahwa Aset miliknya di Indonesia dan setelah menikah adalah Hak anak-anaknya bersama Rere dan untuk Aset yang ada di luar negeri, akan di berikan kepada Zayn.


Dan untuk Test DNA yang diminta keempat lawyer tersebut akan di berikan setelah Dokter Willy memberikan surat Hasil Test DNA.


Akan tetapi Lawyer meminta Aditya melakukan test ulang di Amerika untuk keperluan Dokumen.


Aditya menyetujui apapun yang diminta oleh Lawyernya dan berharap prosesnya cepat karena dirinya ingin segera kembali ke jakarta dan bertemu dengan Rere.


Agar bisa menenangkan dan merayu Rere supaya tidak membatalkan Lamaran yang ingin dilakukan olehnya bahkan Aditya akan memanipulasi cerita agar Rere tidak curiga kepada dirinya.


Setelah pembicaraan selesai Aditya mengantarkan Lawyernya ke depan pintu ruangan kerjanya dan mengucapkan Terima Kasih atas Bantuan dan kerjasamanya dan sebelumnya juga Aditya sudah meminta untuk merahasiakan apa yang sudah di sepakati dan di bicarakan bersama tadi.


...****************...


Sementara Riki kini sudah berada didepan pintu unit Apartement Rere. ini yang dinamakan sambil menyelam minum air itu yang ada di dalam pikiran Riki, Karena Aditya menyuruh dirinya menyelesaikan dan menjelaskan kepada Rere tentang siapa wanita dan juga seorang anak yang di temui Aditya di rumah sakit.


Beberapa kali unit Apartement Rere di ketuk belum juga ada jawaban dari dalam apartement. Riki melihat jam yang ada di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul setengah Delapan Malam, Riki memutuskan untuk mengetuk kembali karena memang belum malam dan Riki yakin keluarga Rere belum Tidur.


Untuk kesekian kalinya Pintu dan Bell di tekan dari arah dalam unit apartement Rere meminta ibunya untuk pergi tidur karena tahu yang mengetuk pintu adalah Riki karena sebelumnya menghubungi Rere.


Ayu meminta Rere untuk tidak mengatakan jika dirinya masih berada di kediaman Rere dan menyuruh Rere mengatakan jika Ayu sudah pulang. Pembicaraan dirinya dengan Ayu mengenai Aditya terpaksa di hentikan untuk menemui Riki terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2