Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 188 Ijin Bertemu


__ADS_3

Setelah sah menjadi suami dan istri Bryan dan Sisillia kembali ke Apartment milik Sisillia sesampainya disana Bryan menghubungi Aditya dan meminta Ijin kepadanya agar istrinya bisa menemui Zayn akan tetapi Aditya melarang dan meminta Bryan agar pergi secepatnya ke Australia dan Aditya mengatakan akan membantu mengurus dokumen perijinan untuk keduanya tinggal disana.


Aditya juga sudah melakukan transfer sejumlah uang kepada Bryan untuk biaya hidup keduanya selama di Australia dan menyuruh untuk membuka bisnis atau apapun disana dan membuka lembaran baru dan untuk Zayn dirinya akan menjaga dan memberikan yang terbaik sehingga Sisillia tidak boleh mencemaskan Putranya.


Aditya mengatakan Bryan agar menjaga Sisillia dengan baik dan mencintai wanita yang juga adalah ibu dari putranya. Aditya melarang Sisillia mendekati istri dan putranya supaya tidak melakukan tindakan yang akan membahayakan terutama kepada istrinya karena Aditya tahu Sisillia pasti menaruh dendam kepada Rere.


"Baiklah Tuan saya akan menjaga dan mencintai dengan tulus Nona Sisillia dan memastikan dia tidak akan menemui Tuan Muda Zayn dan juga tidak akan mengganggu Nona Renia dan masalah uang jangan repot karena saya memiliki tabungan untuk masa tua saya dan istri saya karena saya sudah menyiapkan sejak saya masih muda Tuan jadi tuan jangan melakukan transfer uang kepada saya" Ucap Bryan tanpa dirinya tahu dari balik pintu Sisilia mendengar semua ucapan Bryan dan menangis dengan menutup mulutnya.


"Sebelumnya saya ucapkan Terima Kasih karena Kamu mau melakukan ini semua dan saya percaya sepenuhnya dengan ucapan yang kamu katakan Bryan dan untuk uang saya memberikan karena dedikasi kamu dalam bekerja kepada keluarga Erlangga dan anggap saja itu uang pesangon dan uang pensiun kamu. Saya sekali lagi berterima kasih dan semoga kamu dan Sisillia bahagia dalam pernikahan kalian dan dapat di karuniai anak-anak yang baik dan sholeh sholehah nantinya"


"Amin dan terima kasih tuan Aditya" Sahut Bryan.


"Kapan kalian terbang"


"Jika Dokumen dan semuanya ready saya dan istri akan pergi sekitar 2 minggu lagi atau paling cepat 8 hari lagi Tuan"


"Baiklah, Semoga kalian berdua mendapatkan yang terbaik disana" Balas Aditya.


Panggilan telephone dimatikan oleh Aditya dan Rere berdiri di dekat pintu rawat inap tempat Zayn mendapatkan perawatan. Aditya menoleh dan menghampiri dan menatap istrinya yang terlihat terdiam.


"Apa yang terjadi sayang apa zayn baik-baik saja" Tanya Aditya dan di jawab anggukan kepala istrinya.


"Sayang... Kenapa Sisillia tidak boleh menjenguk zayn dia mami kandung zayn kita tidak boleh menghalangi mereka bertemu apalagi Sisillia sudah menikah tidak adalagi yang akan mengganggu kita tapi dengan sayang tidak membolehkan mereka berdua bertemu ada kesan yang Saya tangkap justru mas Aditya tidak bisa bertemu dengan Sisillia atau ingin menghindari dirinya karena masih ada perasaan cinta di hati mas Aditya dan alasan tidak ingin bertemu karena mas tidak tega atau belum bisa 100% melupakan Sisillia. Jika mas sudah move on Saya yakin mas Aditya tidak masalah bertemu dengan Sisillia juga karena kalian sudah menikah dengan pasangan masing-masing"


"Renia sayang bukan itu alasan kenapa saya tidak mempertemukan mereka berdua. Saya tidak ada perasaan apapun dengan Sisillia seperti yang kamu pikirkan tapi dia sudah mas anggap sebagai kakak perempuan mas dan hubungan antara zayn dan Sisillia sampai kapanpun tidak akan berubah. Sisillia tetap mami kandungnya tapi kamu tidak mengenal Sisillia dengan baik sayang. Dia mungkin merencanakan sesuatu kepada kamu sayang dan akan menggunakan Zayn agar mas kembali kepada dirinya"


"Saya akan berserah diri kepada Allah dan jangan takut mas, Saya yakin dia sudah berubah majadi lebih baik. Mungkin penjara sudah membuat Sisillia berubah menjadi lebih baik lagi mas. Tolong berikan ijin dan kesempatan kepada mereka bertemu kasihan keduanya Mas"

__ADS_1


"Sayang... Jangan bahas ini sebaiknya kita keruangan untuk menemani zayn disana"


Aditya menggandeng istrinya keruang rawat inap dan Zayn masih tertidur menggunakan alat media yang menempel di bagian tubuhnya.


"Lihatlah putra kita dia terlihat menderita karena merindukan mami kandungnya Sisilia"


"Sayang, Tolong mengerti mas. Ini yang terbaik untuk kita semua"


"Dengan memisahkan keduanya, Mas apa tidak sebaliknya zayn ikut bersama Sisillia dan suaminya, Mungkin Zayn akan lebih baik lagi karena sejak kecil dia lebih dekat dengan ibu kandungnya dari pada Renia dan Mas Aditya. Bukan karena Renia tidak ingin merawat Anak Kalian tapi jujur Renia tidak tega dengan keadaan Zayn dan lagi Renia juga sakit. Jika Renia tiada siapa yang akan membantu merawat Zayn nantinya. Jika Zayn tinggal bersama Sisillia dan suaminya mereka bisa dengan baik merawat Putra mas Aditya karena mereka sehat"


"Sayang kamu akan sehat kembali Mas akan mendampingi kamu sampai kapanpun"


Aditya membawa tubuh Rere dalam pelukannya kemudian Zayn terbangun dan menangis memanggil mama Sisillia. Rere menarik diri dari pelukan Aditya dan menatap suaminya lalu melangkahkan kaki kearah Zayn


"Sayang... Jangan menangis ya nanti sakit lagi" Zayn mengabaikan ucapan Rere dan menatap Aditya.


"Sayang Mami Renia juga mami kamu jangan bersikap seperti ini lagi ya, Mami Renia sayang sama zayn bersikap manis dengan Mami Renia mulai hari ini ya. Anak Papi orang yang pintar dan baik"


Aditya mencium dahi Putranya dengan penuh kasih sayang. Lalu menatap istrinya dan mengulurkan tangan lalu disambut dengan Rere dan Aditya juga menarik tangan Putranya dan menyatukan tangan mereka bertiga.


"Sekarang kita bertiga adalah keluarga, Papi, Mami Renia dan juga zayn nanti ada Adik-adik Zayn yang juga akan ada dan harus zayn jaga"


"Bukan Papi... Tante Renia bukan Mami Zayn. Mami Zayn selamanya Mami Sisillia dan Zayn tidak suka Tante Renia karena dia merebut papi dari mami dan juga zayn. Kami berdua benci Tante Renia... Pergi dari sini" Teriak Zayn dengan sangat kesal.


Tangan Zayn di tarik kembali dan dirinya memalingkan wajahnya dan menekuk wajahnya.


"Zayn... Cukup" Suara Aditya meninggi

__ADS_1


"Mas... Jangan seperti ini Anak kita sedang sakit jangan keras kepada zayn dia nanti akan sedih dan sakitnya bisa kambuh sayang" Aditya menoleh kearah Rere dan menoleh kembali kearah Zayn.


"Papi Tidak akan memaksa apapun kepada kamu Nak, Papi tahu kamu sudah besar sebentar lagi usia kamu 10 tahun. Kamu bisa mengerti jika Papi dan Mami Sisillia tidak dapat bersama sayang tapi kamu tetap anak kami berdua. Sayang Papi bahagia dengan Mami Renia dan Zayn harus tahu Mami Sisillia juga sudah menikah dengan Uncle Bryan. Kamu ingat dia bukan. Uncle Bryan ikut kalian saat di Amerika"


"itu karena papi paksa uncle dan mami untuk menikah, pasti karena tante ini"


"zayn jaga ucapan kamu. kenapa kamu tidak sopan nak. Apa kamu ingin tinggal bersama mami dan uncle Bryan. Ok Papi akan kabulkan kamu boleh ikut dengan mami kamu ke Australia jika kamu tidak bisa bersikap sopan dengan Mami Renia"


"Mas... jangan terlalu keras dengan zayn" Tegur Rere pelan dan anak sambungnya hanya cemberut dengan menatap kesal kearah Rere.


"Nak, Zayn... jangan ambil hati ucapan papi kamu ya, Zayn boleh panggi mami atau tante tidak masalah yang terpenting zayn sehat kembali.


Aditya nampak kesal kepada putranya dan memutuskan untuk meninggalkan ruangan dan duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan VVIP.


"Zayn jangan sedih ya nak papi kamu hanya kesalnya sebentar nanti dirinya akan membaik dan jika zayn bersikap lembut nanti mami... eeehhh maksudnya tante akan mengantarkan Zayn bertemu dengan mami Sisillia. Apa Zayn mau sayang" Zayn yang terlihat cemberut dan kesal.


"Benarkah Tante akan mengantarkan Zayn ke tempat Mami dan apa papi akan mengijinkannya"


"Tante yakin Papi kamu akan mengabulka ijin bertemu Zayn dan mami Sisillia"


"Benarkah tapi bagaimana jika papi tidak mengijinkannya kami bertemu"


"Tante yang akan mengantarkan zayn agar bisa bertemu dengan Mami Sisillia" Rere mengusap kepala zayn pelan


"saya ingin tante membuktikan dan mulai saat itu jika ucapan tante benar bisa mempertemuka Zayn dan mami, mungkin itu hari kita bisa berteman"


"Baiklah bos kecil" Rere mengacak rambut zayn.

__ADS_1


__ADS_2