Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 64 Menutupi Kehamilan


__ADS_3

Riki datang dan menoleh kearah Aries lalu mengarahkan pandangannya kearah Aditya kembali.


"Katakan semua informasi yang kamu dapatkan Riki, Papi sudah mengetahui seluruhnya" ucap Aditya dan dibalas anggukan oleh Riki lalu dia menoleh kearah Aries untuk melihat respon bos besarnya.


"Baiklah Pak, hari ini saya dengar dari lawyer kita jika Geri menarik seluruh tuntutannya kepada Pak Adit" ucap Riki.


Sontak Aries dan Aditya kaget dengan apa yang dikatakan oleh Riki. Aditya tersenyum begitupun dengan Aries.


"Kenapa Pria itu menarik tuntutanya pada saya apa kita meminta perjanjian dengannya atau kalian menekanan Geri ataupun keluarganya untuk membebaskan saya? Dia sahabat Renia jika itu terjadi maka Renia akan marah dengan Saya, maka jangan lakukan sesuatu yang akan menyulitkan posisi saya nantinya, Saya akan bertanggung jawab dengan tindakan saya jika membuat Renia kembali"


Aditya membenarkan duduknya dia mulai mengkhawatirkan hal terburuk yang akan terjadi dengan kisah cinta nya dengan Rere.


"Jika masalah perusahan, Ayu dan kamu bisa mengatasinya, Anak Papi bukan hanya saya tapi ada Ayu juga dan lagi dia anak sah dari pernikahan Papi sudah seharusnya perusahan Ayu yang akan mengelola jadi jangan khuatir tentang saya" tambah Aditya.


Aries dan juga Riki menatap lekat Aditya yang mengatakan tentang perusahaan seperti itu kata-kata yang sangat mudah meski yang dikatakannya benar tapi demi Aditya bahkan Aries membela di depan pemegang saham dan para komisaris dan jajaran perusahaan bahkan membuat konfrensi Pr*ss hanya demi untuk memperjuangkan hak Aditya.


"saya tidak tahu pastinya Pak Adit tetapi Pak Rafli dan Pak Wisnu sudah mengkonfirmasi hal itu dan proses pembatalan tuntutan akan diurus besok oleh lawyer kita" ucap Rere.


"kamu cari tahu kenapa Geri tidak melanjutkan ini semua dan bagaimana dengan informasi yang saya inginkan tentang Sisilia"


"Untuk Nona Sisilia saya hanya mendapatkan informasi sedikit tentang kehamilannya itu" balas Riki.


"Katakan informasi apa yang kamu dapatkan" Aditya sudah sangat ingin mengetahuinya.


"Saat Pak Aditya pulang dari NYC dan ditunjuk oleh Pak Aries menjadi CEO perusahaan Erlangga, Nona Sisilia tidak ikut serta dengan Pak Aditya" ucap Riki.


"ya dia berkata ingin memulihkan kesehatannya setelah abo*si dan memutuskan tinggal di sana selama dua bulan dan dia juga ingin melakukan persiapan kelulusan Megisternya lalu setelah itu dia berkata... " Aditya terhenti.


"sial... " Aditya nampak marah dan mengusap wajahnya.


"Riki apa yang kamu ketahui katakan" lanjut Aditya dengan wajah yang menahan amarah.


"Sisilia tidak melakukan abo*si Pak Adit, Setelah Pak Adit kembali ke Jakarta nona Sisilia mempertahankan kandungannya dengan bantuan teman yang seorang dokter untuk membuat hasil Palsu"


"Tapi aku melihat dia masuk ruangan untuk melakukan abo*si" ucap Aditya.


"ya dokter itu membantu Nona Sisilia" balas Riki.


"Sialan, segera kamu cek Rumah Sakit yang ada di Sragen, setelah dia sampai di jakarta beberapa hari, dia mengatakan akan bekerja kedaerah itu cari informasi lebih lengkap lagi" balas Aditya.


"Aarhhhh... Bodohnya saya yang terlalu percaya dengan Sisilia, dia menyembunyikan dan menutupi kehamilan dan keberadaan anak itu. Karena sibuk dengan perusahaan dan juga fokus mencari Renia saya mengabaikan Sisilia" Aditya sangat marah.


Flasback


Aditya mengingat saat sisilia menuruti keinginannya untuk menggugurkan kandungan di NYC dengan bantuan Sahabat Sisilia yang berprofesi sebagai Dokter di sana dan untuk memastikan Sisilia melakukan tindakan sesuai keinginannya Aditya menemani sampai sisilia masuk kedalam ruang yang sudah di siapkan untuk tindakan Abo*si.


Setelah keluar dari ruangan itu Sisilia di pindahkan kedalam ruangan khusus untuk pemulihan, disana keduanya hanya diam tidak mengutarakan sepatah katapun, Aditya menatap sisilia yang meneteskan air mata setelah keluar dari ruangan yang Aditya kira untuk mengeluarkan bayi yang ada dalam perut Sisilia. Wanita itu menatap Aditya dengan tatapan sedih dan kecewa lalu berkata

__ADS_1


“Puas kamu sudah menghancurkan hidup saya Adit, Saya yang selalu berada disamping kamu saat kamu hancur dan terluka akibat orang tuamu dan sekarang kamu melakukan hal yang sama terhadap saya dan anak kita, Kamu yang mengambil kehormatan saya yang saya jaga selama 25 Tahun dan setelah puas kamu meniduri saya selama 8 tahun untuk pelampiasan amarah dan kekecewaan kamu kepada keluarga dan kepergian Mama Sherly juga Renia dan saat saya hamil kamu membunuh anak kita yang tidak berdosa. Puas kamu Adit” ucap Sisilia dengan penuh amarah dan menangis histeris.


“Diaaaammm Sisilia” Aditya berkata dengan nada tinggi dan menekan pipi Sisilia dengan tangan.


“Kamu yang datang untuk tidur bersama saya dan harus kamu ingat satu hal Hanya Renia yang akan mengandung anak saya nanti, tidak wanita lain, kamu mengerti” tambah Aditya.


“Hahahah… Renia… Renia… Renia…” Sisilia tertawa dengan wajah yang sangat kesal


“Mungkin dia sudah menikah dengan Pria lain dan sekarang sedang mengandung anak mereka, dan kamu membunuh anak kamu sendiri” Sisilia menatap tajam Aditya.


“Hentikan omong kosongmu itu Sisilia…” Bentak Aditya.


“Meski Renia menikah saya akan tetap mengejarnya kamu tahu, Saya tidak akan melepaskan Renia hanya demi kamu Sisilia”


“Kamu akan tetap bergantung kepada saya Aditya, walaupun kamu bersama Renia” ucap Sisilia


Renia kamu yang menjadi penghalang bagi kita bersatu saya berharap Dia sudah tidak ada di dunia ini lagi jadi Aditya akan kembali sepenuhnya dengan saya.


Sisilia berkata lirih saat melihat Aditya meninggalkan ruangannya.


Setelah dua hari berada diklinik milik sahabatnya itu Sisilia pulang dan di jemput oleh Aditya, walaupun sering berdebat tapi keduanya memang selalu kembali bersama, bukan hanya kali ini mereka berdebat hebat tapi Sisilia tetap dapat meredam amarah Aditya.


Saat mereka berada di kediaman Aditya, Sisilia langsung berlalu ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Aditya tidur di ranjang kamar tidurnya dengan merebahkan diri


Pandanganya mengarah ke langit kamar tersebut. Aditya memikirkan tentang perkataan Sisilia tentang Rere yang bisa saja wanita yang dicintainya itu sudah menikah dengan Pria lain.


Sisilia membelai dada bidang Aditya dan mengusap pipi tampan yang selalu menganggu pikirannya itu dan saat Sisilia men*ium dada Aditya, dan tangan Sisilia membelai lembut pipi Adit dia merasakan tangannya di sentuh oleh pria yang sedang bersamanya.


Aditya mendorong pelan Sisilia dan tubuhnya sekarang berada di atas Sisilia, Aditya menc*um kasar dan liar bibi wanita yang menggodanya tapi sisilia sadar jika dia baru pulang dari tindakan abo*si maka itu dia menolak Aditya dan mendorong pelan dada Aditya dan menjatuhkannya di samping dirinya dan berkata


“Tunggu Sayang, Bukankah kamu yang menyuruh saya melakukan abo*si anak kita, jadi kita tidak bisa melakukan itu lagi selama masa pemulihan” ucap Sisilia yang masih menci*mi Aditya.


“Berapa lama saya bisa menyentuhmu lagi sisilia”


“Satu Atau Dua minggu setelah kuretase darah tidak keluar dari Rahim” sahut Sisilia.


“Jaga Rahim kamu supaya tidak lagi melakukakan kesalahan, gunakan peng*man saat kita berhub*ngan kamu mengerti sisil jika kamu ingin bersama saya lakukan itu”


Aditya mengatakan itu dengan tatapan tajam yang membuat sisilia sakit dan merasa terhina, Dia seorang Psikiater yang selalu memberikan motivasi dan juga membantu Pasiennya keluar dari mental illness tapi dirinya sendiri selalu diperlakukan toxic oleh Pria yang dia cintai tapi dia tidak bisa keluar dari hubungan yang menyakitkan ini, Cintanya kepada Aditya tidak bisa dia hilangkan atau tinggalkan.


Aditya Menguasai hatinya bahkan jika di jauh dari Pria ini justru malah lebih sakit daripada perlakuan yang Aditya berikan untuk dirinya, Sisilia hanya bisa memendam amarah dan sedihnya dalam diam bahkan Sepuluh tahun bersama dengan pria itu tidak dapat menggantikan posisi Rere padahal pria yang dia cintai mengetahui dengan jelas cinta tulus dan besar Sisilia kepadanya.


“Baiklah sayang maafkan saya dan ini yang pertama dan terakhir saya melakukan kesalahan setelahnya saya akan memperhatikan kes*buran dan juga kita akan menggunakan alat k*ntras*psi saat kita berhub*ngan, ya sudah kita tidur ini sudah malam” setelah itu mereka berci*man kembali dan tid*r bersama.


Saat Pagi hari Aditya dan Sisilia sudah bangun dari tidurnya dan mereka berdua sudah mandi dan rapih. Nampak duduk di meja makan.


Hari ini Aditya akan pergi bekerja ke Perusahaan milik Erlangga yang berada di NYC seperti biasa dan Sisilia harus tetap berada di rumah untuk istirahat.

__ADS_1


“Sayang kamu jadi pulang ke Jakarta” ucap Sisilia mengawali pembicaraan mereka.


“hem… kenapa”


Aditya selesai makan dan mengusap mulut menggunakan tissue makan yang disiapkan di meja makan oleh sisilia.


Setiap pagi sisilia mempersiapkan makan dan apapun yang dibutuhkan Aditya sebelum pergi kekantor selayaknya pasangan suami-istri. Aditya tidak mempermasalahkam itu karena memang Sisilia di bayar untuk mendampingi Psikis Aditya selama Berkuliah di NYC oleh Papinya dan saat dia lulus sampai jenjang PHD Sisilia tetap berada disana, Apalagi Sisilia juga meneruskan jenjang megister disana.


Awalnya saat Aditya melanjutkan Strata Satunya di NYC Sisilia juga melanjutkan Megister nya tapi karena harus mengurus Aditya dan akhirnya dia harus memilih siapa yang lebih dia fokuskan.


Karena itu beberapa kali dia mengambil cuti semester hanya untuk mengutamakan Aditya dan Setelah Aditya meneruskan jenjang PHD Sisilia fokus kembali dengan pendidikannya agar cepat lulus bersamaan dengan Aditya yang lulus PHD saat itu.


Karena memang Aditya sudah membaik dibandingkan saat awal dia mengenalnya, meski terkadang trauma atas bayangan Mama nya yang bun*h diri masih muncul tapi tidak seperti sebelumnya mungkin karena aktivitas Aditya yang memang sudah mulai bekerja di Perusahaan milik keluarga nya di NYC sehingga membuat Aditya sibuk jadi dia bisa mengalihkan trauma dan kesedihannya.


Karena itu juga dirinya melanjutkan kembali pendidkan Megisternya yang terbengkalai karena mendampingi Aditya. Dia tidak menyesal mengorbankan karier dan pendidikannya hanya demi Cintanya kepada Pria yang berjarak usia 5 tahun dibawahnya itu.


Saat bersama, memeluk bahkan melakukan hubungan b*dan dengan Aditya Sisilia sangat bahagia.


“Sayang saya harus mempersiapkan wisuda saya dan apakah kamu akan menemani saya nanti saat saya wisuda” ucap Sisilia menatap Aditya.


“Saya harus kembali ke Jakarta kapan kamu wisuda Sisil” balas Aditya.


“satu bulan lagi tapi saya mau berada diNYC selama dua bulan karena mempersiapkan Dokumen seperti ijasah dan lainnya saya tidak bisa pulang lalu kembali lagi kesini”


“Baiklah kamu akan tetap disini dan saat kamu wisuda saya akan datang” balas Aditya.


Mendengar itu Sisilia merasa bahagia dan dia berjalan kearah Aditya untuk memeluk pria yang sangat dia cintai itu dan meci*mi pipinya dan Sisilia duduk di pangkuan Aditya.


Dan setelah itu Satu minggu kemudian Aditya kembali ke Jakarta dan Sisilia tetap berada di NYC untuk persiapan wisudanya setelah wisuda selesai dan dokumen dari Universitasnya didapatkan.


Dua Bulan setelahnya Sisilia kembali ke Jakarta tapi Aditya tidak dapat menemuinya, Meski Sisilia menelpon dan menginginkan bertemu tapi Aditya beralasan sibuk dengan pekerjaan baru nya di Jakarta.


Sisilian sangat sedih tapi memang dia harus menghindar untuk sementara dari Aditya, Setelah Dua minggu dia di Jakarta Sisilia menelpon Aditya jika Dia harus bertemu karena dia akan berpamitan selama satu tahun untuk pergi ke Salah satu kota di Jawa tengah karena dia mendapatkan tawaran pekerjaan disana bersama sahabatnya, Aditya bersedia bertemu walaupun jadwal Aditya saat itu sangat padat tapi dia akan tetap bertemu dengan sisilia.


Aditya melihat perut Sisilia saat itu memang rata tidak seperti wanita hamil, dan pasti seperti itu karena dia sudah melakukan tindakan abo*si sesuai keinginannya, tapi ada yang aneh.


ketika Aditya ingin menyentuhnya Sisilia menolak padahal biasanya wanita itu yang menggodanya, sisilia beralasan jika dirinya saat itu sedang datang bulan, Aditya mengerti dan hanya menghabiskan malam berdua dengan tidur berpelukan.


Setelah pagi Aditya mengantarkan Sisilia ke Stasiun Kereta tujuan Sragen. Wanita itu tidak ingin diantarkan oleh supir ataupun pengawal Aditya tapi dia ingin pergi sendiri dan selama dirinya di sragen Aditya tidak pernah menemuinya, karena memang saat itu, Aditya tidak mencintai Sisilia dan Aditya sibuk dan fokus dengan mencari keberadaan Rere, disitu penyesalan Aditya dan merasa dia bodoh.


Flasback Selesai


Andaikan saja dia menemui atau menyuruh orang memata-matai Sisilia pasti sekarang tidak akan muncul masalah besar seperti ini, masalah ini akan membuat dirinya dan Rere, wanita yang dicintai menjadi bermasalah dan mungkin juga akan kehilangan rere selamanya.


Membayangkan saja sudah pusing dan Aditya tampak mengembuskan nafas kasar dan menyugar rambutnya kebelakang lalu menoleh lagi kearah Riki.


“Cari tahu keberadaan Anak itu di Sragen atau dimanapun setelah bertemu segera lakukan test DNA secepatnya dan rahasiakan ini semua dari siapapun hanya kita bertiga yang mengetahui masalah ini”

__ADS_1


Aditya menatap Riki dan Aries, aasisten dan papinya hanya mengangguk dan ketiganya diam dan ruangan menjadi sunyi.


__ADS_2