Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 96 Takut Kehilangan


__ADS_3

Aditya membawa mobil ke arah Lobby dan Tya segera keluar dari pintu Lobby dan menghampiri Mobil Rere kemudian membuka pintu mobil lalu mengangkat tubuh Dion agar beralih kedalam gendongannya.


"Teh, Rere langsung pergi ya teh. Tolong Sampaikan ke Ibu Renia ke rumah sakit menjenguk teman" ucap Rere dan menutup kembali pintu mobilnya.


Tya belum menjawab tapi Mobil yang di kendarai Aditya sudah melaju untuk menjauhi dirinya mendapati itu Tya hanya menggelengkan kepala pelan.


"Hati-hati Renia, Aditya jangan ngebut-ngebut" Teriak Tya.


"Mas Pelan-pelan... Renia takut"


Aditya hanya tersenyum mendengarkan Rere yang sudah tidak marah dengannya dengan nada bicaranya yang sudah tidak ketus.


"Mas... "


"Ya Sayang. Kemarilah" Aditya membawa Rere untuk bersandar di bahunya.


"Kenapa. Sayang" Tanya Aditya dan Rere menyandarkan kepalanya di bahu Aditya.


"Mas Tadi... Eehhh"


"Tadi... Kenapa Sayang" Aditya mengusap pelan kepala Rere.


"Renia minta maaf" Ucap Rere singkat dengan menggigit jari telunjuk nya sendiri.


"Hemmm... " Aditya hanya berdehem.


"Renia hanya tidak ingin kehilangan Mas Adit. Renia takut mas Adit memiliki wanita lain setelah berpisah dengan Renia saat kita remaja dulu"


Renia menutup matanya menahan perasaan aneh dalam hatinya.


"Mas... Renia ingin tahu apa yang mas lakukan setelah jauh dari Renia. Hati Renia mengatakan Mas berubah dan... " Renia terdiam. Aditya membiarkan Rere meluapkan isi hatinya.


"Dan Renia curiga Mas memiliki hubungan lain dengan Sisillia" ucap Rere melepaskan genggaman tangan Aditya dan menarik diri dari bahu kekasih nya dan bersamaan dengan itu Aditya menghentikan mobilnya mendadak.


"Mas... "


Tangan Aditya dengan cepat menahan tubuh Rere yang terdorong kedepan karena Mobil itu mendadak berhenti.


"Mas... Mas Kenapa berhenti mendadak. ini sangat berbahaya"


Aditya terdiam dan suara klakson dari mobil yang ada di belakangnya terdengar di telinga Aditya dan Rere.


"Maaf Sayang. Mas... Mas tadi... " Jawab Aditya ragu dan Rere menatap tajam kearah Aditya.


"Mas kenapa mendadak berhenti setelah mendengar nama Sisillia" Ucap Rere ketus kembali.


“Mas hanya tidak menyangka Renia memiliki kecurigaan seperti itu, Sayang. Renia meragukan perasaan Mas Adit” sahut Aditya dengan tatapan tajam.


Tinnnn….Tinnnn….Tinnnn


Suara Klakson mobil dibelakang mengalihkan pembicaraan keduanya. Aditya memutuskan untuk melajukan kembali mobil ke rumah sakit tanpa mengucapkan sepatah kata dan Rere juga hanya diam merasa keanehan dengan sikap Aditya dan juga perasaan hati yang sulit untuk diungkapkan oleh Rere untuk saat ini.


Aditya memarkirkan Mobilnya di basement Rumah Sakit dan segera Aditya keluar dan berlari kecil mengintari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Rere. Aditya mengulurkan tangannya dan disambut oleh Rere.

__ADS_1


Keduanya berjalan berdampingan dengan tangan yang saling mengenggam satu sama lain dengan keduanya masih diam tanpa meneruskan perdebatan di dalam mobil tadi.


Aditya merogoh kantong Celana untuk mengambil Ponselnya dan menelpon Riki dengan tangan sebelah nya masih menggenggam tangan Rere Erat. Riki mengangkat panggilan Teleponnya dan keduanya terlibat percakapan yang dapat didengar oleh Rere


“Benar di lantai Lima Belas?”


“Iya Pak Adit” sahut Riki.


“Baiklah, Saya sudah di dalam Lift rumah sakit, Saya bersama Rere akan segera kesana. Tunggu kami” Balas Aditya.


Panggilan telepon di matikan dan Aditya keluar dari Lift dengan tangan masih menggandeng Rere.


“Pak Aditya, Bu Renia” Sapa Riki yang menyusul kearah Lift.


“Bagaiama keadaan Bu Ria” Tanya Rere


“Masih di dalam ruangan ICU” Jawab Riki.


“Saya ingin tahu kenapa Bu Ria bisa di temukan dalam keadaan kritis di Apartement nya” Tanya Rere kembali.


“Sayang, tenanglah kita lihat keadaan Tante Ria terlebih dahulu”


Aditya melepaskan genggaman tangannya dan beralih memeluk bahu Rere dengan kaki masih melangkah kearah ruangan ICU, Rere hanya mengangguk.


“Itu ada Pihak Berwajib kita tanyakan saja kronologis kejadiannya Mas” Ucap Rere dengan mendongakkan kepala kearah Aditya yang memiliki tinggi badan diatas Renia.


“Baiklah Sayang” Sahut Aditya dengan tangannya masih memeluk bahu Rere dan Riki berada di belakang mereka.


Ketiganya mendekat kearah Pihak berwajib dan menanyakan Kronologisnya dan pihak berwajib menjelaskan


"Dengan beberapa botol minum berakhol di sekitar bu Ria dan sebelumnya Sekertaris Pribadi bu Ria juga mencari keberadaan nya ke staff Pengurus Gedung. Karena itu Petugas Keamanan gedung Apartement memberanikan diri untuk membuka Paksa Pintu Apartement Bu Ria dan di temukan Bu Ria dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sekarang masih Kritis di dalam ruangan ICU”


“Boleh Saya menjenguk” Tanya Aditya.


“Untuk Sementara Belum ada yang boleh menjenguk karena kami masih dalam penyelidikan kasus ini” Sahut salah satu petugas berwajib.


“Baiklah Pak, Saya akan tunggu di sini” sahut Aditya.


Mendapatkan penjelasan seperti itu tentu saja Rere menjadi bersedih dan tubuhnya lemas, Karena Empat hari yang lalu saat dirinya menjenguk Aditya di Rumah Sakit Bu Ria terlihat bersemangat dan keadaan nya juga sangat sehat dan baik-baik saja, Akan tetapi sekarang wanita yang dia anggap sebagai ibu angkat yang juga mentor dalam berbisnis sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati di ruangan ICU.


Mendapati kekasihnya gemetar dan lemas, Aditya memeluk erat tubuh Rere dan berusaha untuk menguatkan Rere dan beberapa kali mengatakan


“Bu Ria akan kembali sehat dan baik-baik saja seperti semula karena Bu Ria Wanita yang kuat, Sayang”


Aditya berusaha memberikan kekuatan kepada Rere akan tetapi dirinya sendiri harus berjuang untuk keluar dari bayang-bayang kematian Sherly yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena kecewa dengan Papi nya yang tidak bertanggung jawab dan sekarang sahabat Mamanya juga mengalami hal yang sama, Ria sedang berjuang di ruang ICU. Keduanya berpelukan erat dan menangis bersama.Tubuh Aditya juga bergetar dan Aditya menutup matanya.


Riki menyandarkan bahunya di tembok dan menatap sendu keduanya mendadak Riki teringat dengan Ayu yang mana Riki tahu Jika suami Ayu berkhianat dengan wanita lain dan Riki berpikir apa Ayu akan melakukan hal yang sama seperti Ria. Riki menggelengkan kepala dan menutup matanya ingin mengusir bayangan itu akan tetapi bayangan Hans yang memeluk dan mencium wanita yang bukan Ayu kembali memenuhi kepala nya. Riki menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajah sendiri dengan tangan nya.


Begitu juga dengan Aditya selain Trauma Kematian Sherly kembali membayangi pikirannya, Aditya juga memikirkan keadaan Rere Jika wanita yang sangat dia cintai mengetahui Skandal nya dengan Sisillia, Apakah Rere akan bertahan atau akan melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh Mama nya dan Tante Ria. Pelukan Aditya semakin Erat dan dirinya merasa bersalah.


Aditya teringat dengan ucapan Rere yang takut Kehilangan dirinya dan Perubahan Drastis Rere saat mencurigai dirinya dengan Sisillia akan tetapi bayangan lain muncul juga dipikirannya yaitu tentang keadaan Zayn Putranya bersama Sisillia yang mana dokter willy mengatakan ada indikasi Putranya terkena Lemah Jantung, yang tidak boleh mendapatkan tekanan atau keadaan sekitarnya yang membuat dia stress, Putra nya harus selalu dalam keadaan tenang.


Aditya juga memikirkan keadaan Sisillia yang tidak ingin pergi dari kehidupan dan ingin selalu bersama dirinya bahkan memaksa menjadi istri siri dari Aditya yang mana dirinya menerima Jika Aditya menikah dengan Rere dan Sisillia bersedia menjadi istri kedua dari pernikahan siri.

__ADS_1


Aditya merasa sulit menentukan Pilihannya Jika mengikuti usulan Sisillia apakah nanti Rere akan menerima jika dia mengetahui fakta itu, dan jika dia mengungkapkan itu sekarang apakah Rere akan meninggalkan dirinya. Dan Jika Aditya memaksa Sisillia untuk meninggalkan dirinya apakah Sisillia akan baik-baik saja dan tidak melakukan hal serupa dengan Mama nya dahulu dan bagaimana dengan Zayn jika tahu Maminya bertindak b*doh, dengan keadaan Zayn yang sakit seperti ini. Aditya Menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan pelan lalu melepaskan pelukan Rere dan berkata


“Tenanglah Sayang, Sebaiknya kita duduk dan menunggu Dokter selesai memeriksa Tante Ria” Ucap Aditya dengan melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata Rere juga air mata nya sendiri.


Keduanya duduk di kursi yang tidak jauh dari ruang ICU, Rere bersandar di bahu Aditya dengan sesekali mengusap air mata nya. Aditya masih sibuk dalam pikiran nya sendiri.


“Mas, Bu Ria bukan hanya Nasabah buat Renia, tapi Bu Ria seperti ibu untuk Renia, Jika bukan karena Bu Ria, Renia tidak akan menjadi seperti ini. Bu Ria menjadi mentor untuk bisnis Renia dan dia yang selalu menguatkan Renia dan percaya dengan keyakinan Renia yang akan menemukan Mas Adit. Bu Ria mendukung Renia selama ini dan membantu Renia di dalam pekerjaan dan juga masalah kehidupan Pribadi Renia”


“Bagaiamana Jika nanti terjadi sesuatu dengan Bu Ria, dan kenapa Bu Ria menyentuh minuman beralkhohol itu, sebelum nya Bu Ria baik- baik saja dan saat… “ Rere terhenti sejenak dan menatap Aditya.


“Mas… Ada hubungan apa Bu Ria dengan Papi Aries, Sebelumnya Mas mengatakan kepada Asisten Riki jika Papi Aries tidak boleh mengetahui tentang ini demi Jantung Papi Aries, memang ada apa Mas…” Rere terdiam dengan menatap Aditya yang hanya terdiam menatap Rere.


“Mas… Kenapa Mas memiliki banyak Rahasia sekarang. Dulu saat kita kecil lalu remaja, Apapun mas sharing ke Renia, tapi sekarang Renia merasa Mas berubah, memang kita memasuki usia Dewasa bukan lagi remaja tapi apa Mas tidak percaya dengan Renia sampai menyimpan banyak Rahasia. Sisillia dan sekarang Bu Ria dan sebelumnya saat pertama kali kita bertemu Mas juga tidak mengatakan apapun tentang kematian Mama Sherly padahal Renia menanyakan beberapa kali. Kenapa Mas… Ada apa Mas” Rere menggoyang kedua bahu Aditya yang masih diam.


“Mas….”


Rere terdiam menunduk lalu menangis. Aditya mengangkat tanganya untuk menyentuh wajah Renia, hatinya merasa sedih dengan pertanyaan Rere dia tidak bisa menjawab karena memang banyak sekali rahasia yang dia miliki.


“Renia Sayang, Papi dan Tante Ria, Mereka Saling mengenal begitu juga dengan Mama Sherly” Aditya terhenti.


“Maksudnya mas….” Rere mengerutkan dahinya dan menatap tajam Aditya dan menghapus air mata menggunakan punggung tangan nya sendiri.


“Apa Papi Aries orangnya, yang selama ini menyakiti Bu Ria sampai dia mengalami Depresi” Ucapan Rere Pelan dan menutup mulut dengan kedua tangannya, Aditya hanya mengangguk pelan kemudian menundukkan kepala.


“Bu Ria…”


Rere menangis kembali karena menganggap itu semua kesalahan dirinya dan berkata pelan


“Andaikan Bu Ria tidak bertemu dengan Papi Aries saat itu hal buruk ini tidak akan pernah terjadi, Ini Salah Renia yang seharusnya bisa menolak keinginan Bu Ria untuk menjenguk Mas Adit" Rere menangis dan Aditya memeluk erat wanita nya yang Nampak terguncang.


“Jangan Salahkan diri sendiri sayang, karena apa yang terjadi dengan Tante Ria bukan kesalahan kita, ini kisah cinta mereka dan Renia juga Mas sebelumnya memang tidak mengetahui sampai pada saat Tante Ria pergi saat bertemu dengan Papi dan tepat pada saat itu Papi menceritakan kisah mereka”


“Jadi berhenti menangis, Sayang. Dan jangan lagi berkata mas menyimapan banyak rahasia Karena Mas tidak pernah merahasiakan apapun, Sayang. Kemarilah” Aditya memeluk erat wanita nya yang masih menangis dan Nampak terguncang.


...****************...


Sementara di dalam kamar Zayn. Sisilia terus menelpon Aditya dan selalu gagal karena Ponsel milik Aditya sengaja di matikan.


“Kenapa Ponsel nya di matikan, kenapa kamu ke rumah sakit sayang dan Apa kamu bersama Renia” Ucap Sisillia Pelan dengan tangannya meremas Ponsel yang ada ditangannya.


“Mami… Mami, Dimana Papi”Zayn bangun dan mencari keberadaan Aditya.


“Papi keluar sebentar Sayang, nanti juga kembali”


Sisillia menjawab pertanyaan putra nya dengan sesekali mencium pipi juga kepala Zayn.


“Memang nya Papi pergi kemana Mami” tanya Zayn Sekali lagi.


“Papi sedang membeli obat untuk Anak Mami yang sedang sakit ini” Sahut Sisillia.


Lalu mengusap kepala putranya dan didalam hatinya berkata


Papi Kamu sedang bersama Wanita Penggoda itu, Nak.

__ADS_1


dengan wajah terlihat kesal tapi tidak dapat di lihat oleh Zayn karena Sisillie menenggelamkan wajah Zayn di dalam pelukan nya sambil mengusap kepala putranya pelan dengan sesekali menatap kembali Ponsel yang dia letakkan di samping Bantal Zayn.


__ADS_2