
Aditya dan Sisilia sampai di Airport tujuan dengan beberapa transit di berbagai negara untuk mengisi bahan bakar. Perjalanan yang mereka tempuh membutuhkan 21 Jam 21 Menit.
Aditya menggendong Putranya yang tertidur sedangkan Perawat yang di bayar oleh Adit mendorong kursi roda untuk Sisilia karena memang keadaan Sisilia belum sehat setelah Pendarahan akibat luka yang ada di rahimnya.
Tanpa Aditya sadar ada seseorang yang mengambil photo dirinya saat bersama Sisilia juga Putra Mereka. Aditya membuka Pintu Mobil dan meletakkan Putranya di dalam kursi penumpang lalu menggendong Sisilia untuk masuk kedalam mobil dan kemudian dirinya naik di depan bersama pengemudi dan Keemapat orang yang akan menemani Sisilia berada di dalam Mobil yang berbeda.
Aditya hanya diam selama di dalam mobil dirinya belum menelpon Rere padahal sebelumnya Rere menyuruh untuk mengabari setelah sampai di NYC akan tetapi waktunya belum tepat untuk Aditya menghubungi kekasihnya itu.
Aditya sengaja duduk di depan dekat Driver karena ingin berpikir tentang langkah selanjutnya dan juga ingin memberikan tempatnya untuk Sisilia yang memang masih butuh istirahat karena itu Perawat dan Baby Sister nya di tempatkan di mobil yang berbeda supaya kursi yang di gunakan oleh Sisilia bisa untuk tidur.
Sisilia mendapatkan perhatian seperti itu membuat dirinya merasa bahagia dan hatinya penuh dengan bunga. Berharap kenangan bersama Aditya selama di Amerika bisa terulang.
Apalagi sekarang sudah ada Zayn di tengah-tengah hubungan mereka yang Sisilia rasa akan semakin mengeratkan cinta Aditya untuk dirinya yang sebelumnya ada bayangan Rere diantara hubungan mereka. Sissillia tidak merasa takut akan kehilangan Aditya lagi karena kehadiran Zayn akan membuatnya kuat dan justru menyesal karena tidak mengungkapkan sejak awal kepada Aditya sampai harus menunggu Anaknya berusia 9 Tahun.
Membutuhkan waktu Empat Puluh Menit untuk sampai di Mansion Milik Aditya yang dia siapkan untuk Sisilia tinggal bersama dengan Zayn, Bukan di Mansion Milik keluarga Erlangga yang pernah di tempati oleh Sisilia dan Adit semasa tinggal di NYC.
Rumah yang ini di beli oleh Aditya yang awalnya ingin di tempati dengan Rere saat menikah dengan Wanita Pujaannya itu akan tetapi kini Aditya berikan untuk Sisilia juga Zayn, agar menjauhkan mereka berdua dari Rere.
Mobil sampai di halaman Mansion dan Sisilia membangunkan Zayn dengan mata masih mengantuk Zayn mengedarkan matanya ke sekelilingnya dan berdecak kagum karena Mansion terlihat besar dan mewah.
"Papi... Mami... Kita sudah sampai apa ini rumah kita" Ucap Zayn
"iya sayang kita akan tinggal di sini" ucap Sisilia dan Aditya hanya menganggukan kepala saja.
Lalu dirinya keluar dari Mobil dan membuka pintu dan menggendong Zayn lalu mencium putranya. Aditya ingin masuk kedalam Mansion bersama Putranya akan tetapi Putranya berkata
"Papi Turunkan Zayn... Papi harus bantu Mami untuk naik ke kursi roda. Mami masih Sakit Pi..."
Kepala Aditya mengangguk lalu dirinya mengingati mobil pelan dan menggendong Sisilia tapi tidak menurunkannya di kursi roda akan tetapi langsung di bawa ke dalam Mansion.
Dan Lagi Seseorang Mengambil Photo saat Aditya menggendong Sisilia dari pintu Gerbang Mansion setelah Aditya melangkah kedalam Mansion, Seseorang yang memotretnya masuk kembali kedalam Mobil dan mengirimkan video dan juga photo yang dia dapatkan ke seseorang.
...****************...
Rere semalaman tidak bisa tidur memikirkan Perdebatannya dengan Geri. Hubungan dirinya dengan sahabatnya itu semakin buruk padahal tujuannya kemarin sore dia datang untuk memperbaiki dan meminta maaf juga meminta Geri untuk memahami pilihannya akan tetapi nyatanya Geri tetap tidak menerima pilihan Rere.
Ada sesuatu yang mengganjal di hati Rere yaitu pesan Geri agar dirinya mengenal dan mencari tahu terlebih dahulu tentang Aditya sebelum memutuskan menerima Pertunangan yang akan dilakukan hari minggu ini. Hatinya menjadi bimbang dan membenarkan apa yang Geri katakan. Rere merasa dirinya terlalu cepat memutuskan untuk menerima kembali Aditya tanpa mencari tahu terlebih dahulu.
Jika mengingat kembali yang di sikap keluarga Aditya saat berkumpul di Mansion milik keluarga kekasihnya itu saat kepulangan Mertuanya dari rumah sakit tidak ada yang mencurigakan, hanya sedikit Aneh dengan tatapan dan gerak-gerik Sisilia kepada kekasihnya yang sempat membuat Rere sedikit curiga dan cemburu.
Jam istirahat waktu nya untuk makan dan Rere sudah janji bertemu dengan Ayu di Mall dekat dengan kantor tempatnya bekerja. Rere berjalan keluar dari ruang kerjanya dan bertemu dengan Dina.
"Makan yuk" Ajak Rere ke Dina.
"Makan di mana Lu" Sahut Rere sambil mendekat ke arah Rere.
"Mall Sebelah Yukkk... ikut ya, gw traktir lu deh"
"Tumben Bu Rere Traktir makan Siang" Goda Dina sambil tertawa.
"Yeee... Emang Gw ga pernah traktir lu apa" Sahut Rere sambil cemberut sedangkan Dina hanya tertawa.
"Thank you but i'm busy" ucap Dina sambil memperlihatkan giginya.
"Gaya banget sibuk apa kali... Apa Lu dapet Dana Segar ya... Semangat aja deh inikan akhir tahun semangat Target ya... " Sahut Rere sambil melangkahkan kakinya ke arah Lift dan melambaikan tangan ke arah Dina.
Dina membalas lambaian tangan Rere kemudian Dina masuk ke meja kerjanya dan kembali membuka Komputer. Memang akhir bulan selalu sibuk karena harus mengejar Target Jika belum tercapai dan harus mempelajari program terbaru untuk awal Tahun.
__ADS_1
"Ya... Tinggal Satu Minggu Lagi Tahun Baru tapi kerjaan masih numpuk banget. Duhhh... Ga jadi cuti tahun baru ini mah" gerutu Dina Pelan.
"Dina Bu Bos mau kemana emang" Tanya Tomi yang memang hobi ghibah.
"Mana Gw Tahu, Coba Lu ikutin dehh biar Lu tahu" Sahut Dina yang enggan menanggapi rekan kerjanya itu.
"Sekarang BU Rere beda ya... Setelah kasus viral itu dan setelah cuti panjang sepuluh hari gw lihat-lihat Bu Rere berubah tahu guys" Balas Tomi dengan menarik kursi kerja milik rekan Dina yang duduk di dekatnya.
"Kayanya karena di SP1 sama Pak Edo ge lihat Bu Rere berubah tidak bersemangat dan jarang ke Pentry lagi. Istirahat ya paling di ruangannya bersemedi kalo ga ya keluar" Sambung Tomi.
"Ya Mungkin dia males kali banyak yang gibahin, di depan baik di belakang ngomongin" Sahut Dina santai sambil mengetik data yang ada di berkas yang ada di atas meja kerjanya.
"Maksud Lu Apa sihhh... Lu nyindir gw" Ucap Tomi yang mulai baper dengan menepuk pelan bahu Dina.
"iiihhh... Apaan sih sakit tahu. udah ahhh. Jangan ganggu gw, Sono deh. Gw lagi kerja apaan sih lu ghibah di meja kerja gw bantuin kerjaan gw kaga Lu. Brisik disini aja lu" Ketus Dina dengan memukul lengan Tomi menggunakan Berkas.
"Ga Asik Lu" Sahut Tomi dengan meninggalkan Dina di meja kerjanya.
"Bodo amat dasar bigos" Teriak Dina.
...****************...
Sementara Rere sudah sampai di Mall tempat dirinya dan Ayu janji untuk bertemu. Setelah Rere memarikirkan Mobilnya di Bassment Mall dia menuju kearah Lift yang akan membawanya ke Lantai Empat.
Ayu melambaikan tangannya dan Rere mempercepat jalan nya dan akhinya sampai di Restaurant tempat mereka janjian dan Jimmy disini ikut karena Ayu kasihan dengan Putranya yang sejak kemarin selalu menemani dirinya di kamar walau hanya bermain game.
Ajakan Rere awalnya ingin di tolak akan tetapi karena dia butuh menghirup udara segar karena dari sudah dua malam dirinya tidak dapat tidur nyenyak dan sulit bernafas dengan tenang saat mengingat perkataan dari Riki. Ayu butuh teman untuk bicara dan mengalihkan kesedihanya.
"Hiii... Rere" Sapa Ayu.
"Hiii... Ayu Jimmy. Maaf ya Telat. Sudah tunggu lama belum" sahut Rere dengan menyatukan tangannya dia atas dada sebagai tanda Perminta maafan Rere.
"Lu ngajakin gw makan siang bareng mau bahas Kak Adit ya. Apa masalah tunangan nanti. Pasti Lu gugup" Tebak Ayu.
"iya... gw mendadak ragu. eeehhh...." ucapan Rere di potong Ayu
"Ragu" sahut Ayu dengan mengerutkan Dahinya dan di balas anggukan kepala.
"Ragu kenapa Rere. Bukannya moment ini yang kalian tunggu dan Kak Adit juga udah minta Papi untuk datang melamar Minggu ini bersama Mami" Sahut Ayu dengan senyuman yang di paksakan.
Sebenarnya Ayu bingung apa harus jujur kepada Rere atau tetap diam demi kebahagian kakak tirinya itu dan Aries juga membujuk dirinya untuk tidak mengungkapkan yang sebenarnya. Dan itu biarkan Aditya yang mengurusnya.
"oh... iya Kemarin yang masuk rumah sakit siapa Ayu. Kamu atau Jimmy?" Tanya Rere membuat Ayu aneh.
"Rumah Sakit" Ulang Ayu.
"iya... apa itu kamu, kenapa ga kabarin saya dan mas Aditya juga tidak memberitahukan juga. Jadi akau ga bisa jenguk jadinya"
Jika di lihat wajahnya kelihatan Ayu yang sakit dan yang di lihat oleh keponakan Ria memang seperti nya Ayu dan Jimmy. Perkataan Ayu justru membuat Ayu bingung lantaran dirinya memang tidak masuk rumah sakit.
Memang Kemarin sempat sakit tapi Hans suaminya memanggil Dokter ke Mansion suaminya bukan dibawa ke rumah sakit. Dalam hati Ayu bertanya apa maksud Rere dan kenapa kekasih kakak nya itu beranggapan dirinya masuk rumah sakit.
"Rere... Apa kamu lihat suami saya di rumah sakit" Ayu bertanya karena curiga suaminya membawa wanita lain.
"Tidak" Giliran Rere yang bingung dengan ucapan Ayu.
"Lalu kamu tahu saya sakit dari siapa" Tanya Ayu.
__ADS_1
"oh... itu keponakan Tante Ria mengatakan bertemu dengan Mas Adit dan seorang wanita juga seorang anak laki-laki. Dan anak itu panggil Papi ke Mas Adit" Senyum Rere saat mengatakan itu.
"Apaaa... " Ayu menjadi bingung dan tidak tahu harus berkata apa.
Jelas bukan dirinya dan yakin yang dilihat keponakan dari wanita yang tadi di sebutkan oleh Rere itu bukan dirinya akan tetapi Sisilia dan Putra mereka yang sampai hari ini Ayu juga tidak pernah bertemu dengan keponakannya yang di sembunyikan oleh Sisilia dan sekarang kakak nya juga menutupi keberadaan Putranya itu.
"Ayu... kamu sakit apa" Tanya Rere kembali.
Jimmy sibuk dengan ice cream dan juga kentang gorengnya. sedangkan Ayu tidak menjawab pertanyaan dari Rere. Dirinya benar-benar bingung apa jawaban yang cocok untuk menutupi apa yang di lihat oleh keponakan dari teman Rere karena Ayu belum mengenal Ria.
"Jimmy... Mami kamu sakit apa kenapa Masuk rumah sakit tidak memberitahukan ke Mama Rere" Tanya Rere ke Jimmy karena tidak mendapatkan jawaban dari Ayu.
"Rumah Sakit... Mami tidak masuk rumah sakit Mama tapi mengurung diri di kamar tidak keluar dari kemarin karena berdebat dengan Papi Hans"
"Apa..." Rere menoleh kearah Ayu.
Benar yang di pikirkan oleh Rere ada yang di tutupi oleh Ayu dan keputusan untuk bertanya kepada Jimmy adalah tepat karena seorang anak kecil tidak akan mungkin berbohong.
"Maksudnya... Apa ini Ayu"
"Eeehhh... Saya bisa Jelasin" Saat Rere bangkit karena merasa kaget dengan jawaban Jimmy.
"Lalu siapa yang bersama dengan Mas Aditya di Rumah sakit dan siapa anak kecil yang memanggil Papi ke Mas Adit"
"Rere... Tunggu saya bisa jelaskan" Ayu berkata sambil menuntun Rere untuk duduk kembali ke tempatnya.
"Papiiii... Papiiii... Mami itu Papi Hans"
Kedua wanita itu menoleh dan benar Hans sedang berjalan dengan Kita dengan membawa paper bag dan Lita memeluk Hans Erat.
Sebelum jam makan siang. Hans sempat membujuk Lita yang marah karena dirinya kasar kemarin dan memperlakukan dengan buruk karena terbawa suasana.
Dan Pagi ini melihat Lita mengenakan pakaian dengan Dress Mini dan membuat Hans tidak bisa menahan kembali godaan setelah Lita memberikan dokumen ke dalam ruangannya dan Lita terlihat dingin.
Setelah meminta tanda tangan lalu ijin keluar ruangan dan Hans merasa aneh dengan Gadis itu dan akhirnya memanggil kembali Lita untuk masuk kedalam ruangan nya kembali.
Mereka berbicara dan berdebat karena tidak tahan dengan tubuh dan pakaian Lita yang menggoda akhirnya di sela perdebatan mereka berakhir dengan kegiatan yang panas di dalam ruangan kerja Hans.
Setelahnya Mereka kembali dan Hans seakan melupakan Ayu yang memang masih marah dan mencurigai perselingkuhanya hanya dengan mendengarkan perkataan dari Riki.
Saat Makan siang Hans mengajak Lita makan di Restaurant yang ada di Mall dekat dengan tempat kerja Rere. Hans memang tidak tahu alamat tempat kerja Rere dan ini hanya kebetulan dan Hans tidak menduga dirinya bertemu denga istrinya di tempat ini
"Hans...."
Rere menatap suami dari teman sekaligus Calon adik iparnya itu
"Ayu... " Hans merasa sangat ceroboh dan Pelukan Lita dia tepis dan berjalan melangkah ke arah Ayu dan juga Putranya.
"Papi... Papi... Ke Mall sama wanita yang pernah kita lihat waktu itu ya Mama Rere" ucap Jimmy dengan Polosnya membuat Ayu menoleh ke arah Rere.
"Apa... Jimmy... Rere... Kalian"
Hati Ayu sangat marah ternyata hanya dirinya yang tidak tahu jika suaminya berjalan berdua dengan wanita lain bahkan Putra mereka juga pernah melihatnya.
Hans mendekat dan menggenggam erat tangan Ayu dan berkata
"Saya bisa jelaskan... Duduklah dulu Sayang"
__ADS_1
"Lepaskan... Jimmy kita pulang Nak" Ayu menarik tangan Jimmy untuk Pulang.