Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 97 Tidur


__ADS_3

"Pak Aditya dan Bu Renia sebaiknya pulang biarkan Saya yang menunggu di tempat ini sambil menunggu kerabat dari Bu Ria yang akan datang dari Semarang. Pihak Berwajib sudah menghubungi mereka dan Jika ada perkembangan terbaru tentang Bu Ria, nanti Saya hubungi" Ucap Riki Pelan.


"Riki benar Sayang, sebaiknya kita pulang besok kita datang kembali ke Rumah Sakit. Bu Inah pasti mencemaskan Renia, Jika pulang larut malam atau Mas antar Renia pulang nanti Mas kembali ke rumah sakit untuk menemani Tante Ria bersama Riki, Bagaimana Sayang. Renia juga lelah seharian bermain dengan anak-anak di tempat bermain. Benarkan?"


Aditya sangat mencemaskan keadaan kekasihnya ini dan berpikir Jika Aditya mengantarkan pulang Rere, Keadaan Rere akan membaik dengan berkumpul dengan keluarganya. Rere menyetujui apa yang di katakan oleh Aditya juga Riki.


Untuk itu keduannya berpamitan dengan pihak berwajib dan meminta untuk memberikan perkembangan terhada apa yang terjadi dengan Ria kepada Riki.


Asisten keluarga Erlangga yang di berikan tugas untuk menjaga Ria malam ini. Pihak Berwajib menganggukan kepala tanda setuju.


Sebelumnya Riki sudah memberitahukan kepada Pihak Berwajib bahwa Ria adalah kolega dari Keluarga Erlangga.


Aditya menggandeng tangan Rere erat meninggalkan Lantai Lima Belas menuju Bassment Rumah sakit dengan menggunakan Lift kemudian keduanya keluar dari Lift untuk menuju ke mobil milik Rere.


"Mas... Sebaiknya Renia antarkan mas pulang, biar Rere pulang sendiri, karena Asisten Riki tidak mungkin menjemput Mas Adit" ucap Rere sambil melangkahkan kakinya.


"Hemmm... " Aditya hanya berdehem


"Masuklah Sayang. Mas antarkan Renia ke Apartement, mana mungkin mas biarkan Kekasih Mas Pulang seorang diri dari apalagi sudah malam seperti ini" Aditya membuka pintu untuk Rere.


"Tapi Mas... "


"Masuklah Sayang. Mas akan menggunakan mobil online untuk pulang. jangan khuatirkan Mas. Sayang" Ucap Aditya dan menutup pintunya kembali setelah Rere masuk.


Aditya mengintari mobil milik Renia dan membuka pintu mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan bassment Rumah Sakit. Rere menyenderkan kepalanya di kursi dan menutup matanya, Aditya menoleh dan mengusap pelan Hijab Rere dan kembali fokus ke jalanan yang ada di depannya.


Rere tertidur di mobil karena dirinya sangat lelah seharian bersama dengan keponakan nya juga dengan Ayu dan Jimmy bermain di tempat bermain anak.


Hati dan pikiran nya juga merasa lelah memikirkan hubungan nya dengan Aditya. Rere memang seorang yang overthinking tapi terkadang apa yang di takutkan Rere menjadi kenyataan. Karena itu Rere merasa perlu untuk menyelidiki tentang Aditya.


Mulai dari setengah Enam Dirinya sudah mendatangi Mansion Erlangga hanya untuk mengetahui kemana perginya Aditya dan sikap jutek bahkan dirinya mendiamkan Aditya hanya karena mengingat tatapan tidak biasa dari Sisillia kepada nya membuat Rere bersikap sensitif kepada Aditya.


Aditya beberapa kali membelai kepala Rere dan mengusap pelan jari jemari Rere, dan mencium pelan. Aditya menoleh kearah Rere yang Nampak cantik saat tertidur mendapati itu Aditya tersenyum dan merentangkan tangan kirinya untuk memeluknya dan menggeser kepala Rere untuk bersandar di bahu nya.


Mobil yang di kendarai oleh Aditya sampai di Parkir Gedung apartement Rere yang sederhana. Aditya menyandarkan kembali tubuh Rere di kursi dan Aditya keluar lalu mengitari mobil dan membuka pintu lalu menggendong ala bridal dan menutup kembali pintu mobil menggunakan kakinya, Tangan kiri Aditya membawa Tas Rere dan Tangan Kanannya mengunci Mobil milik Rere lalu Aditya membawa Renia menuju lobby kemudian Lift menuju unit apartemen milik Renia di lantai Enam.


Aditya Masuk kedalam List dan meminta seseorang untuk menekan tombol Enam. Rere masih tertidur dalam gendongan Aditya, Tubuhnya merasa sangat lelah sampai tidak terasa jika tubuhnya sekarang berada dalam gendongan Aditya. Prianya hanya menatap dengan sesekali tersenyum menatap wajah cantik wanita yang dia nantikan selama hidupnya dan kini berada dalam gendongannya, Dua wanita yang berada di dalam Lift bersama nya hanya bisa menatap.


“Pak Sudah lantai enam” Saat pintu lift terbuka tetapi Aditya masih menatap Rere sambil Tersenyum.


“Oh… iya Makasih” Jawab Aditya,


“Ihhh.. Pengen deh punya suami Sweet kaya gitu udah ganteng, Masaallah banget ya” ucap salah satu wanita yang ada di dalam lift yang sama dengan Aditya tadi.


“Lu diem deh…”


Saat Aditya menoleh dan Pintu Lift tertutup kembali dan Aditya hanya menggelengkan kepala lalu menatap Rere kembali dan tersenyum.


“Sebenarnya Mas yang beruntung dapetin Cinta Renia… I Love You Sayang”


Aditya berbicara dan melangkahkan kakinya kembali ke arah unit apartement Rere dan mengetuk Pelan Pintu dan sesekali menekan Bell walaupun dengan sedikit sulit karena posisinya menggendong Rere. Pintu terbuka dan Tya berdiri di depan pintu.


“Rere kenapa Adit” Tanya Tya dengan cemas.


“Rere tidur teh tya, sepertinya dia lelah seharian pergi sama anak-anak dan tadi harus ke rumah sakit” Aditya berjalan kearah kamar Rere di ikuti oleh Tya.


“Untung ibu sudah tidur kalau belum kalian mala mini juga di panggilkan penghulu untuk di nikahkan” ucap Tya yang menatap adiknya berada dalam gendongan Aditya dan wajah Rere mengarah ke bahu Aditya.


“Itu Bagus Teh. Tolong bangunkan saja ibu inah supaya melihat kami” Aditya terkekeh mengatakannya.


“Hahaha…”

__ADS_1


Tya ikut tertawa dan membangunkan Rere, tapi karena mengantuk Rere kembali menutup matanya dan memeluk bantal yang ada disampingnya.


Aditya dan Tya Saling pandang dan terdiam, setelah Rere tertidur kembali, Aditya bernafas lega, kemudian Aditya berpamitan karena harus pulang


Aditya harus bertemu dengan Putranya. Aditya melangkahkan kakinya kearah Lift untuk kembali kelantai dasar dan dirinya mengaktifkan Ponsel nya kembali untuk membuka aplikasi pemesanan mobil online untuk pulang ke Apartement Sisillia.


Beberapa Pesan Masuk dan Aditya hanya membuka Pesan dari Sisillia karena dia mengirimkan Banyak Pesan


( Sayang Ada Dimana, Siapa yang masuk rumah sakit dan kenapa kamu bersama dengan keponakan Renia)


(Sayang Kenapa Tidak Balas, Zayn menanyakan kamu terus)


(Sayang ini Jam berapa kenapa masih belum Pulang, Sebenarnya siapa yang masuk rumah sakit, Jawab Sayang. Papi atau Renia)


(Sayang, kenapa Belum Jawab ini Anak kita menanyakan kamu terus suhu tubuh nya kembali panas)


(Sayang, Kamu ada apa Kenapa mematikan Ponsel nya)


(Sayang Kamu sudah Janji dengan Anak kita akan tidur bersama kenapa Malam ini belum Pulang)


(Sayang Zayn menanyakan Lagi keberadaan kamu, sampai saya harus berbohong kamu sedang menebus obat untuk Zayn)


(Tolong Pulang nya jangan lupa mampir ke Apotik beli Vitamin atau obat apapun untuk meyakinkan Zayn atau belikan obat penunda hamil stock saya sudah habis, Sisa satu sudah saya minum setelah kita bercin*a diruang praktek)


Aditya menghembuskan nafas dengan sangat kesal membaca pesan yang di kirim Sisillia dan bersamaan dengan itu Mobil online yang dia pesan datang.


Aditya masuk kedalam Mobil dan meminta untuk mampir ke Apotik yang berada di dekat Apartemen Sisillia. Aditya menatap kembali Ponsel nya dan membaca Pesan dari Sisillia yang terakhir.


(Sayang Jangan Lupa ya Pesanan Saya. I Love You)


Setelah membacanya Aditya menggenggam erat Ponselnya dan menatap apartemen Rere, dia menutup matanya dengan hati sedih dan merasa bersalah.


Aditya berpikir sebaiknya dia melepaskan Rere agar bersama Geri karena dirinya hanya Pria tidak tahu diri dan tidak bertanggung jawab.


Dirinya tetap bisa mencintai Rere meski tidak bersama dan akan tetap bahagia saat melihat wanita yang dia cintai bisa tersenyum bahagia tidak lagi menangis seperti malam ini.


Aditya mengingat air mata Rere saat di rumah sakit hatinya sangat hancur dan tidak ingin melihatnya lagi lalu Aditya berkata lirih


“Sebaiknya Renia bersama Geri, Pria itu bisa membahagiakan Renia dan Pria itu juga yang menemani Renia saat Sedih dan saat sulit Renia”


Aditya masih menutup mata nya mengingat Rere yang tersenyum manis dan terlihat sangat bahagia saat bersama Geri saat mereka makan bersama, saat di depan apartemen Rere dan saat di rumah sakit.


“Pak Kita ke apotik yang ini bukan” ucap Supir online yang mengantarkan Aditya dan juga mengamati Aditya dari Spion dalam mobil.


“Benar Pak, dan tunggu sebentar saya hanya membeli obat sakit kepala sebentar”


“Baik Pak, Silahkan” sahut Supir Online


Hanya berselang lima menit Aditya kembali ke dalam mobil dan Driver melajukan mobil nya kembali menuju Apartemen Sisillia.


Hanya butuh waktu Sepuluh menit Mobil yang di tumpangi oleh Aditya sampai di lobby Apartemen Mewah yang ada di Jakarta Pusat.


"Ini Pak, Terima Kasih Banyak" ucap Aditya lalu membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya.


"Pak... Pak... " Driver memanggil dan Aditya menoleh.


"Kembaliannya ini" Driver berlari menghampiri Aditya.


"Ambil saja sisa nya"


Aditya mengangkat tangannya dan melangkahkan kakinya masuk Lobby dan driver menatap uang dengan diam mematung.

__ADS_1


"Ada apa Pak" Tanya Petugas Keamanan gedung Apartemen.


"itu Bapak tadi kasih sisa uang nya banyak banget Pak... " dengan masih menatap uangnya.


"Bersyukur berarti Pak, itu nama nya Rezeki dari ALLAH lewat Mas tadi"


"Ini sisa nya Tiga Ratus Dua Puluh Ribu Pak" Jawab Driver.


"Yah... Pak. uang segitu buat orang kaya mah receh kecuali untuk orang kaya kita ini. MasyaAllah bersyukur nya" ucap petugas keamanan.


"Benar Juga. Pak Terima Kasih, Saya pergi dulu" Pamit Driver


"Iya Pak itu Mobil nya juga menghalangi mobil lain yang ingin masuk ke Basement Apartemen" Sahut Petugas Keamanan gedung.


"iya Pak Maaf" Driver menyatukan tangan di atas dada sebagai tanda minta maaf.


Aditya berada didepan unit Apartemen Sisillia dan membunyikan Bell tidak lama Sisillia membuka pintu dan Aditya masuk menyerahkan Plastik obat kepada Sisillia.


"Papi... "


Zayn berlari ke arah Aditya dan Aditya merentangkan tangan agar Zayn masuk kepelukan nya dan Sisillia menutup kembali pintu dan tersenyum.


"Sayang Benarkan Papi Pulangkan, Lihat ini Papi beli Obat untuk Zayn supaya Cepat sembuh dan bisa jalan-jalan lagi sama Papi dan Mami. iyakan Pi" Ucap Sisillia dan dijawab anggukan kepala Aditya.


"Kenapa Jam segini belum tidur" Tegur aditya.


"Zayn sudah tidur tadi tapi kebangun karena Papi tidak ada di samping Zayn" Putranya memeluk erat Aditya.


"Papi sekarang sudah ada, Kita kembali tidur Sayang" Balas Aditya dan mencium pipi Zayn dan membawanya ke kamar milik Putranya dan menidurkan di ranjang.


"Sayang Papi Mandi sebentar ini Baju Papi Bau dan Banyak Kuman nya. Zayn tidur dulu nanti Papi menyusul tidur di sebelah Zayn" Aditya tersenyum dan membuka bajunya.


Lalu menaruh nya di atas kursi dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi bersamaan dengan itu, Sisillia masuk kedalam kamar Zayn. Sisillia sangat bahagia saat menatap Punggung Aditya yang berjalan kearah Kamar Mandi.


"Sayang Benarkan Papi pasti datang" Ucap Sisillia dan memeluk Zayn dan Putranya hanya tersenyum lalu menatap kamar mandi.


"Mami, Zayn tidak ingin ke Panti Asuhan lagi. Zayn ingin tinggal di sini bersama Papi dan Mami" Ucap Zayn yang masih di peluk oleh Sisillia.


"Iya Nanti katakan itu sama Papi ya" Bisik Sisillia di telinga Zayn dan Putranya mengangguk.


Aditya menaikan sebelah alisnya mendapati Sisillia yang berada di kamar Putranya tapi Aditya hanya diam dan melangkahkan kaki nya ke arah Tumpukan Baju yang sudah di siapkan oleh Sisillia.


Aditya mengambil nya lalu masuk kembali ke walk in closet dan mengenakan pakaian tidurnya. Aditya hanya menggelengkan kepala menatap dirinya didalam cermin.


Dirinya selalu menerima perlakuan istimewa dari Sisillia dan ada perasaan nyaman di perlakuakan seperti itu oleh Psikiater Pribadinya itu akan tetapi di dasar hatinya Aditya tidak bisa melepaskan Rere, membayangkan dirinya bersama Pria lain saja sudah membuat nya gila apalagi Jika hal itu terjadi.


Dan lihat apa yang dia kenakan Motif Pakaian yang dia kenakan sama dengan yang dipakai oleh Sisillia dan Zayn, dan Ya. Aditya mengenakannya tanpa Protes.


"Papi... Lihat Mami kita bajunya sama" Zayn Loncat-loncat kegirangan.


"Sayang Berhenti Jangan seperti ini Sayang. Nanti sakit nya kambuh besok tidak jadi jalan-jalan lagi sama Papi. Besok kita Jalan-Jalan Lagi iyakan Papi" Ucap Sisillia sedangkan Aditya hanya terdiam menggendong Putranya.


"Jangan Loncat-loncat seperti itu nanti Zayn Sakit lagi" Aditya mencium Putranya.


"Iya Papi... Iya Mami" Zayn memeluk dan mencium Aditya.


Kemudian Aditya menidurkan Zayn di tengah antara Aditya dan Sisillia. Zayn menarik tangan Aditya juga Sisillia lalu menyatukan tangan miliknya dengan kedua Tangan Orang Tuanya.


Sisillia sangat bahagia bahkan bibirnya tidak berhenti untuk tersenyum dia bahkan memeluk kedua Pria yang sangat dia cintai dan Aditya hanya diam membiarkan apa yang dilakukan Sisillia dan juga Putra nya.


"Maafkan Saya Renia. Maafkan Saya Sayang"

__ADS_1


Aditya menutup mata nya hati nya benar-benar bersedih dan bayang-bayang Rere menangis terus mengisi Pikirannya.


Tanpa terasa keduanya tertidur dalam posisi memeluk Aditya. Ya. Sisillia memindahkan Zayn ke sisi kiri Aditya dan dirinya tidur di sisi kanan Aditya dan malam ini Keduanya memeluk Aditya yang tidur diantara Sisillia dan Zayn.


__ADS_2