
Tya keluar untuk menemui Putra nya untuk mengajak makan, karena itu dia meminta ijin kepada semua yang berada dalam ruangan untuk keluar.
Aditya mengangguk kemudian Tya berlalu kearah Riki yang duduk bersama putra nya dan juga Jimmy.
Tya mengajak mereka untuk makan di cafe dan nanti dirinya akan membelikan beberapa makanan untuk Rere dan ibu inah.
Saat mengajak Riki, ternyata Pria yang seusia dengan Rere itu menolak secara halus bukan apa karena memang dirinya di beri tugas untuk menjaga aditya oleh ayu.
Tya mengerti karena Riki menolak maka Tya hanya membawa dua anak kecil untuk pergi bersamanya dengan sebelumnya dia sudah menanyakan arah cafe kepada Riki dan sudah mendapatkan lokasi pastinya.
Segera Tya melangkahkan kaki untuk membeli makan dan tidak lupa Ayu dan Riki juga pihak berwajib semua juga akan dibelikan.
Sedangkan Rere memikirkan cara untuk menemui Geri karena dirinya sudah janji akan Menjenguk Geri bersama keluarga nya untuk berkunjung keruangan rawat inap VVIP.
Aditya menatap Rere yang nampak beberapa kali melihat kearah jam tangannya seakan ingin meminta ijin untuk pulang jika dilihat dari raut wajahnya maka itu Aditya berkata
"Sayang kenapa"
"ehhh..." Rere sedikit berpikir.
"Mas Rere ijin pulang ya nanti setelah teh Tya selesai membeli makan" ucap Rere.
"kenapa kamu tidak nyaman bersama mas disini" tanya Aditya.
"Bukan... Rere" ucapannya terhenti.
"Rere ingin pulang nanti malam atau besok pagi Rere datang lagi mas, Rere masih cuti kerja sampai minggu depan jadi bisa temani mas di rumah sakit" tambah Rere.
"Benarkah sayang... kamu ingin menemani mas di rumah sakit" tanya Aditya.
"iya benar" sahut Rere.
"Lagian mas harus istirahat, kalo Rere dan keluarga Rere terus disini nanti mas Aditya kapan istirahatnya" ucap Rere dengan senyum manisnya.
"Baiklah Sayangku... yang penting kamu janji datang lagi kemari" Aditya tersenyum membelai pipi renia dan di jawab anggukan.
__ADS_1
Ibu tersenyum bahagia melihat keduanya, ibu mengingat masa kecil mereka yang memang sangat dekat dan bahkan keluarga Aditya sering membantu keluarga Bu inah dalam hal ekonomi.
"Nak, Aditya harus banyak istirahat biar cepat sembuh ya Nak" ibu inah ikut menimpali pembicaraan keduanya.
"Terima Kasih bu inah, Saya titip Renia jangan sampai ada Laki-laki yang berani dekat dengan Renia saat saya sakit seperti ini" ucap nya sambil tersenyum.
"ehhh... Jangan seperti itu kalo cinta itu harus percaya sama orang yang kita cintai supaya tidak saling curiga dalam menjalin hubungan" sahut ibu inah.
"Benar itu ibu, Cemburu dan Posesif itu tanda cinta tapi kalo terlalu berlebihan juga tidak bagus, iyakan bu jadi menyusahkan diri sendiri dan menyiksa pasangannya benar begitu kan bu" sahut Rere dengan sedikit sinis kepada Aditya.
Aditya justru tertawa bukanya tersinggung atau marah. yang dikatakan Rere benar dan itu yang Aditya ingin kontrol.
"Baiklah sayangku mas percaya sama kamu" jari jemari Rere di cium lalu di usap pelan.
"eehhhh... kalo mau cium seperti itu harus nikah dulu nak Adit, Rere. belum muhrim tidak boleh seperti itu. ini di depan ibu seperti ini bagaimana jika ibu tidak ada di sini" ucap ibu inah menegur pelan melihat apa yang di lakukan Aditya kepada Rere.
"eehhh... maaf Bu. maaf" Aditya justru tertawa dan Rere salah tingkah.
"Bu Nikahkan kami berdua saja setelah Aditya sembuh" Rengek Aditya meminta untuk di nikahkan dengan Rere.
"iya... ibu terserah Rere saja jika dia menerima ibu setuju saja. pesan ibu satu selesaikan dulu masalah nak Aditya yang sedang di jalankan, setelah ini boleh datang melamar Rere dan sebelumnya Rere harus sudah yakin dan siap untuk di Nikahi Nak Adit" ucap bu inah.
"Tapi... Apa" tanya bu inah penuh selidik.
"Saya kini tersandung masalah dengan pihak berwajib, Apakah bu inah tetap setuju dan menerima bila Adit yang ingin menikahi Rere" tanya Adit sedikit menunduk sedih.
"Ibu kembalikan ke Rere jika Rere nyaman dengan Aditya ibu tidak bisa melarangnya dan jika tidak nyaman saat bersama Nak Aditya, maka ibu tidak bisa merubah pemikiran rere untuk bersama Nak Aditya" ucap ibu inah sejenak lalu berkata kembali
"Kamu seperti Ayahnya Rere, dulu ayah Rere juga harus berurusan dengan pihak berwajib karena cemburu melihat ibu dengan teman sekolah ibu dulu" kenang bu inah sambil tersenyum.
"Benarkah... Bu, berarti Aditya sangat mencintai Renia sama seperti ayah mencintai ibu dulu" Aditya merasa bangga dan nampak tersenyum.
"Dih... apaan sih mas. pengen ya di samain sama ayah Rere"
Rere menjulurkan lidah untuk menggoda Adit dan Aditya mencubit lembut pipi Rere dan ibu inah hanya menggelengkan kepalanya memang kedua nya harus segera dinikahkan agar tidak menjadi fitnah jika dilihat oleh orang lain.
__ADS_1
Setelah tiga puluh menit Tya datang membawa bungkusan sejumlah tujuh untuk Riki, Ayu, Lisna, Rere dan ibu inah dan dua petugas yang berjaga yang pasti belum makan.
Tya menyerahkan tiga untuk Riki dan dua untuk petugas yang menjaga Aditya dan sisanya di simpan di ruangan Aditya setelah Ayu datang menemui kakaknya akan di berikan jika Tya menyerahkan langsung ke Ayu, Tya belum ada keberanian karena belum mengenal keluarga Aditya.
Setelah Tya datang dan menyerahkan bungkusan makanan, nampak Rere mewakili keluarganya untuk pamit meninggalkan ruangan untuk pulang.
Aditya mengizinkan karena dirinya pun ingin memanggil Ayu dan Riki untuk membicarakan masalah kasusnya dan cerita yang di ucapkan oleh Sisilia mengenai anak yang dia kandung sepuluh tahun yang lalu.
Aditya tidak ingin menunda lagi dia harus bergerak cepat agar bisa menikahi Rere dan mengatakan segalanya jika memang terbukti dia memiliki anak bersama Psikiater Pribadinya itu maka Aditya berpikir untuk meyakinkan Rere untuk menerima anaknya yang bersama Sisilia.
"Mas Aditya Rere sama keluarga pulang dulu, mas istirahat ya jangan banyak berpikir agar cepat sembuh" ucap Rere.
"Baiklah Sayang Mas akan menuruti apapun yang Renia katakan" balas Aditya.
Ibu dan Tya juga ikut berpamitan, Aditya sebelumnya meminta ibu inah dan Rere makan terlebih dahulu sebelum pulang tapi mereka menolak dan akan makan di cafe saja. Aditya memberika bungkusan makanan yang dibawakan Tya untuk keduanya.
Awalnya Rere menolak tapi Aditya meminta dengan memaksa terpaksa Rere menerima dan jika di pikir ibunya pasti lapar. Setelah perdebatan kecil itu mereka akhirnya Pulang dan Aditya meminta Rere untuk memanggil Riki atau ayu untuk keruang Aditya dan Rere mengangguk lalu melangkah keluar ruangan bersama ibu dan Tya.
Saat berada diluar Rere melihat Ayu yang nampak sedang berbincang dengan dua Pria yang usianya mungkin tidak jauh dengan dirinya dan yang satu pria paruh baya. Rere pikir dia pengacara keluarga Erlangga yang sebelumnya Aditya sudah jelaskan akan membantu untuk menangani permasalahan Aditya.
"Bu Renia... " Riki memanggil dan membuat Rere tersentak.
"oh... ya Mas Riki" balas Rere.
"Mas Riki atau Ayu dipanggil untuk masuk kedalam tadi Mas Aditya meminta saya menyampaikan itu".
Riki menatap Rere lalu menoleh kearah Ayu, wanita yang di cintai sedang berbicara serius dengan dua pengacara Keluarga Erlangga karena itu dirinya memutuskan untuk masuk ke ruangan Aditya yang sebelumnya menyerahkan Dion kepada Tya dan keluarga dan menghampiri ayu untuk mengatakan pesan Adit yang di bawa oleh Rere.
"Jimmy ikut Mama Rere atau mau tetap di sini" Rere mengucapkan itu. Jimmy menoleh kearah Riki yang menghampiri Ayu.
"Jimmy ingin tetap tinggal disini sama Mami Ayu dan Uncle Riki saja dan Terima Kasih untuk semalam sudah mengajak Jimmy ke Mall dan tidur di rumah Mama Renia" ucap Jimmy.
Renia tersenyum dan mengangguk lalu menciun pipi menggemaskan milik Jimmy, tidak lama Ayu datang menghampiri Rere dan keluarga.
"Rere kamu pulang" ucap Ayu sedangkan Riki melangkahkan kaki masuk ke ruangan Adit untuk menemuinya.
__ADS_1
"iya Ayu, aku ingin menjenguk Geri juga. Hari ini Geri pulang dan rencananya saya akan membujuk Geri untuk mencabut masalah ini agar di selesaikan secara damai dan kekeluargaan saja, semoga dia mau mendengarkan permintaan saya" sahut Rere sedikit berbisik di telinga Ayu.
"Baiklah Rere Terima kasih untuk waktunya yang menyempatkan diri menjenguk kak Aditya dan oh ya, saya perkenalkan pengacara yang mengurus masalah kak Aditya nama nya Pak Rafli dan Pak Wisnu" Renia berjabat tangan dengan kedua pengacara Aditya.