
Rere kembali dari makam ayah dan melajukan mobil ke pekarangan rumah. Setelah sampai Rere membuka pintu mobil di sana Dion sudah menunggu membawa koper milik nya dengan memakai tshirt dan celana pendek lalu kacamata yang menggantung di pangkal hidung nya.
Rere gemas dengan keponakan nya yang lucu, Rere memeluk dan menciumi keponakan nya itu lalu mencubit pipi chubby Dion. Tentu saja keponakan nya protes dan memanyunkan mulut nya.
"Bibi dari mana lama sekali, Lihat Dion sudah berkeringat karena menunggu bibi" Dion berkata dengan melipat tangan nya di perut dan kembali memanyunkan mulut nya.
"iiihhh.... dasar cowok kepo" lalu menggelitik perut Dion lalu mereka tertawa bersama.
"Rere berangkat sekarang" Tya bertanya.
"iya teh ayo, ibu mana teh" Rere bertanya lalu melangkah kan kaki kedalam rumah.
Ibu sudah siap dan menunggu di kursi yang ada di ruang tamu. Kedua kakak dan adik nya pun ada di sana semua berkumpul. Lalu dari arah dapur adik dari ibu inah datang membawa bungkusan makanan yang akan di berikan untuk bu inah.
"Ini makanan sudah saya masukan kedalam wadah, sampai apartemen kalian bisa makan ini supaya tidak lapar" ucap bibi.
"Bibi tidak usah repot, nanti Rere beli di sana saja bi" balas Rere.
"kalo beli pake uang dan takut nya sampai sana kamu capek Rere, jadi langsung makan ini saja" Bibi memberikan bungkusan ke bu inah lalu mengusap air mata nya.
Bu inah dan adik perempuan nya menangis bersama. Rere dan saudara hanya bisa menyaksikan saja tanpa mengucapkan apapun. Mereka merasa sedih karena harus berpisah beberapa hari atau bulan.
"Bibi jangan sedih, kan nanti bibi bisa ke sana atau ibu pulang ke sini, Rere bawa ibu supaya bisa memantau ibu lebih dekat dan jika sakit ibu kambuh Rere bisa bawa ke rumah sakit di sana" ucap Rere sambil memeluk dan menciumi adik dari ibu nya itu.
"iya Rere jaga ibu kamu ya nak" Bibi mengusap lengan dan kepala Rere dan di balas anggukan.
"ya sudah ayo berangkat, barang yang harus di bawa masukan ke bagasi ya kang" Rere berkata kepada abbas kakak nya dan di balas anggukan.
"Bibi Dion duduk dekat bibi ya" Dion berkata sambil memasukan koper milik nya ke dalam bagasi.
__ADS_1
"iya dong sayang ku" Rere mencubit dan mencium pipi Dion
Setelah semua koper masuk kedalam bagasi, Dion masuk mobil dan duduk di kursi dekat Rere yang mengemudikan mobil nya lalu ibu dan tya duduk di belakang.
"Rere jangan ngebut ya. Nanti kalo sudah sampai kabari akang" ucap Ali kakak dari Rere.
"iya kang. Rere titip Arsyila, kalo bisa akang Ali atau akang abbas menginap di rumah saja supaya bisa memantau Arsyila. Istri akang di bawa ke sini selama ibu tinggal bersama Rere" Rere berkata kepada kedua kakak nya.
"iya Rere nanti akang Ali yang jagain Arsyila" jawab Ali sambil menoleh ke Arsyila dan mengacak rambut adik nya.
"ya sudah jika begitu Rere pamit ya Bibi, akang dan Arsyila, jika ada kabar apapun langsung telpon Rere"
Rere masuk ke dalam mobil lalu semua yang di dalam mobil melambaikan tangan dari arah kaca dan Rere melajukan mobil nya menuju jalanan ke arah jakarta
"Bu nanti sesampai nya di apartemen Rere ijin ke rumah sakit sebentar untuk jenguk Geri"
"Sebaiknya besok saja Rere sekarang sudah jam 5 sore sampai ke Jakarta jam berapa" ibu inah menjawab.
"Besok saja nak, itu sudah malam, besok ibu ikut menjenguk nak Geri" Ibu berkata
Rere sedikit kaget mendengar perkataan dari ibu inah karena Selama ini memang Rere tidak pernah mengajak Geri untuk menemui ibu nya di desa.
Rere berpikir hanya pria yang akan menjadi calon suami yang akan dia ajak untuk di kenalkan kepada ibu nya.
Geri sebenarnya selalu meminta untuk bertemu dengan ibu inah tapi Rere menolak. Geri kenal dengan Rere saat mereka berteman di sekolah, jadi memang Geri belum pernah bertemu sama sekali dengan orang tua Rere.
Padahal setelah perpindahan Rere saat itu mereka bertemu kembali 8 tahun kemudian dan setelah nya berteman sudah 10 tahun sampai detik ini Geri belum di ijinkan oleh Rere untuk bertemu dengan ibu.
Apalagi status nya yang masih Perawan di usia 32 Tahun ini, Rere khuatir jika Geri di pertemukan dengan ibu nya maka bu inah akan menganggap Geri adalah calon menantu.
__ADS_1
Sedangkan menurut Rere, dirinya dan Geri hanya berteman baik itu. Rere tidak ingin ibu nya berpikir lebih tentang hubungan diri nya dengan Geri.
"Jangan bu, keadaan ibu masih lemas dan butuh istirahat, nanti saja menjenguk nya. Rere juga ke sana ingin membicarakan masalah mas Aditya" Rere menolak permintaan bu Inah.
"cuma ingin menjenguk Rere, Sekalian nanti kontrol ke dokter" pinta ibu kembali.
"kontrol apa bu, nanti ibu kontrol nya di rumah sakit yang merawat ibu saja"
Rere menolak karena tahu apa yang ada di pikirkan Bu inah, ibu hanya ingin melihat bagaimana Geri lebih dekat siapa tahu bisa menjadi menantu nya.
Rere tidak bisa mengajak karena di sana ada orang tua Geri dan Bu inah kadang bicara tidak bisa di kontrol Khuatir nya salah dalam berbicara karena memang karakter ibunya itu polos.
Rere tidak ingin membuat keadaan menjadi kurang nyaman, Apalagi mengingat tatapan Bu Sri orang tua Geri yang terlihat tidak menyukai dirinya.
...****************...
Pertemuan dengan para pemegang saham dan jajaran komisaris perusahaan Erlangga di adakan hari ini karena itu Aries bersiap untuk pergi ke kantor bersama putri nya Ayu.
Selain ayu istrinya yang bernama Lisna juga akan menghadiri pertemuan itu karena diri nya juga memiliki saham terbesar kedua setelah suami nya.
Lisna memiliki saham 24% dan Aries sebagai pewaris perusahaan dari kakek nya itu memiliki saham sebesar 61℅ dan sisa nya 15 % di miliki oleh umum.
Aries bertekat akan memperjuangkan hak putra nya, Bahkan akan memberikan bagian saham milik nya untuk Aditya.
Aries berencana akan memberikan putra nya saham sebesar 51% dan 10% untuk putri nya agar posisi Aditya kuat di perusahaan.
Aries beranggapan putri nya memiliki saham Lisna sebesar 24% dan jika dirinya memberi 10% dan di gabungkan maka saham yang dimiliki Ayu sebesar 34%.
Selain itu Suami Ayu juga memiliki Perusahaan milik orang tuanya dan sudah di tunjuk menjadi CEO, jadi Aries sangat yakin untuk mendukung Putra nya di Perusahaan Erlangga, dan Prestasi anak nya dalam mengelola perusahaan juga tidak dapat di ragukan.
__ADS_1
Perusahaan Erlangga berkembang pesat saat Aditya memimpin. Berita yang berkembang liar yang membuat perusahaan nya bergejolak, dan ini yang akan di selesaikan oleh Aries hari ini.
Aries sudah memikirkan nya dengan matang, Aries berpikir Jika saham milik nya di bagi dua maka posisi Aditya akan lemah karena berada di bawah Putri nya dan jika diri nya tiada maka Lisna akan dengan mudah menyingkirkan putra nya, meski terlihat tidak adil untuk Ayu tapi ini yang terbaik menurut Aries.