Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 138 Rencana Sisillia


__ADS_3

Setelah Panggilan Telepon dengan asisten Riki berakhir Aditya membuka internet juga sosial media mengenai pemberitaan mengenai wanitanya.


Aditya merasa lemas setelah membaca pemberitaan mengenai wanita yang dia cintai. Aditya merasa sedih juga iba kepada wanitanya. Setelah Pertemuan dengan dirinya, Banyak Hal yang menimpa Wanita yang dia Cintai itu.


Aditya rasanya ingin segera terbang ke Jakarta untuk menenangkan juga membantu membersihkan nama Rere akan tetapi dia tidak bisa tentu penyebabnya adalah Putranya. Besok hari pertama dia bersekolah di Amerika.


Lalu Aditya ingin melakukan test DNA juga membuat Dokumen Resmi untuk Putranya yang mana berisi Pengakuan juga Pemindahan Aset dari dirinya kepada Putranya yang bersama dengan Sisilia. Aditya merasa sangat kesal dan tidak berdaya untuk saat ini.


...****************...


Setelah Mandi Hans menemui Mertuanya di ruang keluarga disana Lisna merasa kesal karena Ayu tidak mengaktifkan Ponselnya sehingga sulit untuk dihubungi.


Hans menyapa mertuanya dan Lisna menatap lekat Hans. Lisna marah besar mengetahui Hans menampar dan mencekik Ayu. Lisna melihat rekaman Video yang viral di Sosial Media.


Kekacauan yang di lakukan oleh Menantunya itu membuat Lisna sangat Murka. Dia marah dan berkata dengan nada tinggi


"Saya menyuruh kamu untuk menjemput Ayu bukan untuk memukul Putri Saya Hans, Apa kamu sudah Gila. Jika Aries tahu dia akan sangat marah dan bisa saja Jantungnya akan kambuh. Kamu benar-benar bodoh Hans"


"Cukup Mami... Saya Muak dengan semua ini. Ayu berdua bersama Asisten keluarga kalian sebagai suami. Apa Saya harus diam saja Haaaa... Harga diri Saya sebagai Pria dan sebagai suami tidak Ayu Hargai. Dia bersama Asisten Si*lan itu di Apartemen Renia Calon menantu kalian. Apa kalian bersengkokol menekan saya dan menuduh berselingkuh ternyata kalian semua yang melakukan ini kepada Saya" Balas Hans dengan Marah.


"Tutup Mulut kamu Hans Jangan Sembarangan berbicara, Apa yang kamu katakan semua omong kosong. Jangan lupa saya belum menyelidiki semua tuduhan Perselingkuhan kamu, Jika itu terbukti kamu akan menanggung semuanya. Perselingkuhan dan juga kekerasan rumah tangga kepada Putri Kami itu adalah sesuatu yang tidak bisa kami ampuni" Lisna berkata dengan nada tegas dan tatapan tajam kearah Hans.


"Saya akan buktikan bahwa Perselingkuhan itu hanya tuduhan dan tipuan dari Riki untuk menghancurkan Rumah tangga Hans dan Ayu. Karena Riki mencintai Ayu sejak dulu. Hans tahu itu Mami tatapan matanya sejak dulu saat menatap Ayu tidak pernah berubah dan dia tetap sendiri sampai saat ini karena dia menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan rumah tangga kami dan dia sudah mewujudkan semua itu" Hans berkata dengan nada kesal dan memukul dinding yang ada didekatnya.


"Mami tahu Alasan Hans lebih memilih tinggal di Berlin daripada di jakarta. Karena Hans tahu jika Riki mencintai Ayu dan Papi Aries juga Kak Aditya mendukung Asisten Si*alan itu dan Jika bukan karena Ayu Hamil dia belum tentu mau menikah dengan Hans. Ayu Hamil saat menikah dengan Hans. Oh Ya Tuhan. Jangan-Jangan Jimny bukan Putra Saya. apa saat itu Ayu hamil dengan Riki... Haaaa... Sia*an" Teriak Hans keras dan Lisna berjalan kearahnya dan menampar keras Hans.


"Jangan bicara sembarangan kamu Hans. Apa sekarang kamu menyangkal Jimmy sebagai Putra Kamu Haaaa..." Teriak Lisna tidak Terima dengan Apa yang dikatakan oleh Hans tentang Ayu juga Cucunya Jimmy.


"Saya akan melakukan Test DNA, iyaaaa... Saya meragukan Jimmy keturunan Alexander"


"Kamu gila Hans jika Jimmy mengetahui ini semua dua akan sangat marah dan kecewa dengan apa yang kamu lakukan dan jangan salahkan jika Ayu juga membenci kamu lalu meninggalkan kamu juga"


"Kita akan membuktikan semuanya" Setelah berbicara dengan Lisna Hans melangkahkan kaki keluar dari ruangan keluarga dan melangkahkan kaki keluar Mansion dan di jalan bertemu dengan Aries akan tetapi dia mengabaikan mertuanya dan berlalu begitu saja.


"Hans... Tunggu... Jangan...." Lisna berhenti dan terdiam saat melihat Aries berada di depannya.


"Apa yang terjadi Lisna" Tanya Aries dengan tatapan yang sangat Tajam.


"Tidak ada... Saya hanya ingin berbicara mengenai Ayu" Lisna menunduk setelah mengatakan itu.


Lisna berpikir Aries suaminya masih berada di dalam kamar ternyata tidak. Aries tetap meminta Lisna untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"Tidak ada apapun Percayalah Mas"


"Baiklah... Dimana Ayu sekarang apa dia sudah pulang"


"Belum Mas... Ayu masih berada di rumah Renia. Mungkin dia sedang mempersiapkan acara lamaran Aditya disana"


"Ya... Mungkin. Lisna biarkan Ayu disana untuk sementara waktu. Biarkan dia menenangkan diri dan Benar apa yang kamu katakan. Mungkin Ayu sedang mempersiapkan Acara Lamaran Kakaknya disana. Sebaiknya kamu jangan pergi kesana, Biarkan Ayu Pulang sendiri ke Mansion ini"


"Tapi... "


"ikuti saja apa yang saya katakan"


"Baiklah Sayang" ucap Lisna dengan raut wajah kesal.


Kemudian Aries masuk kembali ke Lift untuk menuju ke ruangan kerjanya yang ada di Lantai dua. Sesampainya diruang kerja Aries menghubungi Riki.

__ADS_1


Pertemuan dengan Klien dari China sudah selesai dan saat Aries menghubunginya Riki sedang berada diruangannya sedang melihat berita tentang dirinya semalam.


Riki menghembuskan nafas Panjang dan mengusap Pelan wajahnya dan panggilan telepon di abaikan oleh Riki. Dirinya masih Fokus melihat Video Keributan yang terjadi di Apartement Rere.


"Heeemmm... Orang yang mengambil Video berada di sudut ini" gumam Riki sambil mengingat orang-orang yang dia lihat saat malam kejadian dan Riki terdiam.


Dirinya mengingat ada seseorang wanita yang terlihat Aneh berdiri sedikit jauh dari kejadian dan saat itu Riki tidak terlalu peduli karena memang dirinya marah dan Fokusnya kepada Han. Tapi Wanita itu memang sempat menjadi Perhatiannya.


"Apa Wanita itu yang mengambil Photo dan Video kami semalam. Jika benar apa Motif dia melakukan semua ini" gumam Riki kembali.


Suara Panggilan Telepon berdering kembali membuat Riki mengalihkan Pikirannya dan sejenak menatap Ponsel yang dia di dekatnya dan saat di lihat ternyata Bos besar yang sudah di anggap Riki sebagai Ayah Angkatnya.


"Hallo Papi..."


"Nak, Bagaiamana apa kamu bisa membujuk Ayu untuk kembali kerumah?" Tanya Aries dengan nada lembut.


"Ayu... Dia masih ingin menenangkan diri di rumah Bu Renia Pi Tapi jangan khuatir Ayu akan pulang dan keadaan akan kembali Baik-baik saja" Riki berbohong karena tahu keadaan Aries.


"Baiklah, Saya Percaya dengan kamu tapi Papi tadi lihat Hans keluar dari ruang keluarga dengan keadaan marah dan tampak kacau dia berbicara dengan Lisna dan Ntah apa yang mereka bicarakan disana karena Lisna tidak memberitahukan kepada Papi" Jelas Aries mencoba untuk bertanya.


"Apa... Hans ada di Mansion" Riki nampak terkejut dan dari suaranya terlihat panik.


"Memang Ada apa sebenarnya Nak, Katakan pada Papi kamu ini Nak" Aries merayu Riki untuk berkata yang sebenarnya, Karena Aries tahu jika terjadi sesuatu tapi istrinya merahasiakan itu.


"Tidak ada Papi... Tenanglah Semuanya Baik-baik saja dan Saya tidak tahu kenapa Hans bersikap seperti itu"


"Kamu mengatakan uang sebenarnya bukan. Jangan menutupi Sesuatu yang penting dengan Papi Nak"


"Tidak. Riki mengatakan yang sebenarnya"


"Benar tidak ada hubungannya dengan Kalian? Kemarahan Hans terlihat seperti orang yang cemburu"


"Baiklah.Oh... Ya Nak ada satu hal yang penting yang ingin Papi tanyakan"


"Ya Papi tentang apa itu"


"Apa kamu sudah mengetahui kabar tentang Ria dan apa keadaannya Baik-baik saja"


"eehhh... Bu Ria baik Pi. Dia sudah kembali ke Kediamannya"


"Apa Kamu tahu alamat Rumahnya Nak"


"eeehhh... itu" perkataan Riki terhenti karena dia harus berpikir.


"Nak, Beritahukan alamat Ria kepada Papi. Karena Papi ingin bertemu untuk meminta maaf karena Papi ingin semua kesalahan Papi di masalali bisa di maafkan oleh Ria. Papi tidak ingin suatu Saat nanti Pergi dari Dunia ini dalam keadaan membawa Dosa besar kepada Wanita yang pernah mencintai Papi" Aries terhenti dia mengusap air matanya.


"Papi ingin Ria mengampuni Papi agar Perasaan bersalah Papi selama ini bisa terobati dengan kata maaf dari Ria" Sambung Aries.


"Baiklah Papi Riki akan mengirimkan Lokasi tempat tinggal Bu Ria" Riki memutuskan memberitahukan alamat Ria karena perasaan iba dengan pengakuan Aries.


"Terima Kasih Nak"


"Jangan Sungkan Pi"


"Ya sudah Papi tutup teleponya Karena Papi tahu kamu sedang bekerja sekarang. Sekali lagi Terima Kasih Nak" Aries berkata lalu menutup Panggilan teleponnya


Beberapa Saat kemudian Riki mengirimkan Lokasi tempat tinggal Ria kepada Aries. Dari luar pintu Lisna mendengar dengan jelas percakapan suaminya dengan Riki karena dirinya berada di depan pintu untuk menguping.

__ADS_1


"Ria... Siapa Wanita itu kenapa Mas Aries ingin bertemu untuk meminta maaf" gumam Ria


Lalu terdengar suara langkah kaki dari Arah dalam ruangan kerja Aries dengan cepat Ria berjalan ke arah Pintu kamar tamu yang ada di Lantai 2


Aries keluar dan menuju ke arah Lift dan Lisna mengintip kemudian dia menelpon Asep dan driver nya itu mengangkat telepon dan Lisna mengatakan untuk menyiapkan Mobil untuk mengikuti suaminya dari belakang. Asep hanya bisa setuju tanpa menolak karena Lisna adalah Nyonya besar di Mansion tempatnya bekerja.


Asep sebenarnya sedikit kesal kepada Lisna karena Nyonya besarnya itu Dirinya mendapatkan pukulan keras dari Joni tetangga rumah yang membawanya kerja di keluarga Erlangga. Memang seharusnya dirinya pura-pura tidak tahu, agar tidak terkena masalah. tapi sudah terjadi maka dirinya hanya bisa menerima.


Aries keluar dari dalam Mansion dan meminta salah Ade Driver yang selalu bersama dengannya sejak dulu dan menyuruh mengantarkan dirinya sesuai Lokasi yang dikirimkan oleh Riki.


Lisna keluar Mansion dan berlari lalu menaiki Mobil yang sudah disiapkan Asep dan keduanya segera mengikuti Mobil yang berada di depannya.


"Jangan Sampai Lolos ya"


"Baik Bu" Sahut Asep.


...****************...


Aditya selesai Mandi dan Makan bersama Putranya juga Sisillia. Zayn mengatakan dan menanyakan banyak Hal akan tetapi Aditya hanya diam dan Sisillia menatap Pria yang dia cintai dan berpikir bahwa Riki sudah mengatakan apa yang terjadi dan menimpa Rere karena itu Aditya menjadi dingin dan seperti menyimpan masalah karena raut wajah tidak dapat membohongi Sisillia apalagi dirinya seorang Psikiater.


Beberapa kali bertanya dan Papinya hanya diam membuat Zayn kesal dan memanyunkan mulutnya dan cemberut. Kedua tangannya dilipat diatas dadanya dan Sisillia hanya mengusap pucuk kepala Zayn dan berbisik


"Papi Capek Kerja tanya besok aja ya Nak" Zayn mengangguk.


"Pintar sekarang makan kembali nasi dan lauknya terus kita pergi tidur karena besok Zayn sudah mulai sekolah"


"Iya Mami"


Aditya beranjak dari duduknya lalu melangkah menaiki Tangga dan menuju ke kamar Pribadinya. Sisillia merasa kesal dan tambah membenci Rere.


Menurut Sisillia wanita di masalalu Aditya itu telah merebut waktu dan kasih sayang Aditya untuk Putranya juga untuk dirinya.


"Mami kenapa Papi kenapa pergi kamar itu, Bukankah Papi sudah berjanji akan tidur bersama dengan kita"


"Papi masih ada Pekerjaan Sayang tadi ada yang telepon Papi untuk menyelesaikan Pekerjaan yang belum di selesaikan siang tadi dan Sekarang Papi akan melanjutkan Pekerjaannya. Kita tidur dengan Papi besok malam saja"


"Memang Papi Pulang Kapan"


"Mami tidak tahu tapi sepertinya Mami akan tetap tinggal disimi bersama dengan kita" Senyum Sisillia terbit saat mengatakan itu dengan manatap Putranya.


"Amin. Zayn inginnya kita tinggal sama-sama terus Mi"


Mendengar apa yang di katakan oleh Zayn membuat Sisillia sedih dan bertekat akan melakukan apapun demi mendapatkan Aditya seutuhnya meski melakukan hal terburuk sekalipun kepada wanita yang dia anggap ingin merebut Aditya dari dirinya juga Putranya.


Sedangkan di dalam kamar Aditya terus menghubungi Rere, Meski tersambung akan tetapi wanita yang dia cintai itu tidak juga merespon dirinya.


"Renia... Renia... Kenapa kamu membuat Saya gila sayang" Aditya berkata dengan rahang yang mengeras menahan rasa marah dan kesalnya.


Sisillia berjalan ke arah Lift karena dia masih merasa sakit jika harus menaiki tangga dan Putranya merasa sangat bahagia dan beberapa kali mengagumi Disegn dari rumah yang menjadi kediamannya sekarang.


Menurut Zayn sangat berbeda dengan tempat tinggalnya di Panti yang terlihat kusam dan kecil. Sisillia melarang Zayn berkata seperti itu Karena menurut Sisillia Panti juga adalah Rumah Zayn yang tidak boleh di lupakan dan di cela karena disana Zayn tumbuh dan diterima oleh orang-orang yang ada disana. Zayn mengerti lalu mengangguk dan minta maaf.


Pintu Lift terbuka dan Sisillia melangkahkan kaki menuju Kamar dirinya bersama dengan Zayn karena Sisillia akan tidur bersama dengan Putranya.


Sisillia ingin mengganti waktu yang hilang saat Putranya harus dia titipkan di Panti karena harus menyembunyikan keberadaan Zayn dari Aditya juga Keluarga besar Pria yang dia Cintai karena ketakutan akan Zayn yang akan mendapatkan perilaku buruk dari mereka yang ternyata ketakutan itu tidak pernah terjadi.


Sisillia menidurkan Zayn dengan mengusap dan menceritakan sebuah dongeng dan kemudian Zayn tertidur

__ADS_1


Setelahnya Sisillia Mengambil Ponsel dari Nakas dan menelpon seseorang lalu berkata dengan Pelan


"Keluarkan Bukti-Bukti Spesial itu dan Sekarang waktu yang tepat"


__ADS_2