Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
123 Ayu Kecewa


__ADS_3

Sedangkan Riki hanya terdiam dengan beban hati dan pikiran untuk Ayu wanita yang dia cintai dan sekarang sedang tidak baik-baik saja setelah perselingkuhannya di bongkar oleh Riki.


Kemudian Ayu hanya diam menatap pintu kamar tamu tanpa berbicara yang mana Hans menggenggam tangan dirinya dengan erat.


"Sayang kita pulang sekarang, Jimmy pasti menunggu kita" ucap Hans.


"Saya bisa pulang sendiri, Terima Kasih atas bantuannya" Ayu beranjak dari ranjang tempat tidurnya walaupun kepalanya terasa pusing.


Ayu tidak bisa menjaga keseimbangannya sehingga terjatuh tepat dipelukan Hans yang meraih tubuh istrinya.


"Jangan Keras kepala Sayang, Sebaiknya kita pulang bersama" ucap Hans lalu ayu menepis tangan suaminya yang berada di bahu dan pinggangnya.


Hans marah tapi dia menahan karena tidak ingin ada perdebatan kembali dengan istrinya itu. Ayu menoleh kearah Hans dan berkata


"Kita akan kembali seperti dulu setelah saya memastikan apa yang di katakan Riki tidak Benar, Tapi jangan harap kita akan kembali bersama jika ternyata semua itu benar" Tatapan Ayu Tajam dan meninggalkan kamar tamu di Mansion Keluarga Alexander,


"Ayu... Apa kamu lebih percaya dengan asisten keluarga kalian yang justru memfitnah suami kamu sendiri Haaaa... " Teriak Hans Kesal dengan kepergian ayu dari kamar yang dia siapkan untuk Ayu.


"Dasar Br*ngsek Kamu Riki. Lihat Saja Saya yang akan menghancurkan dirimu. Dasar Asisten Si*lan, Ingin bersaing dengan Saya. Kamu belum tahu Hans Alexander yang sesungguhnya" ucap Hans dengan raut wajah Kesal.


Lalu dirinya menarik lampu duduk yang ada di Nakas dekat ranjang dan melemparkannya ke Lemari yang berada tidak jauh dari tempat nya berdiri.


Praanaggg...


Wajah memperlihatkan permusuhan dengan Riki terlihat jelas lalu dirinya berjalan ke arah Kamar Pribadinya yang sudah rapih dari sisa-sisa kegiatan percintaan nya dengan Lita kekasih gelapnya.


Hans meraih Ponsel yang berada di Nakas lalu menelpon seseorang dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.


"Buat Seperti sebuah Kecelakaan. MENGERTI" tegas Hans lalu menarik sudut bibir atasnya dan berjalan memasuki ruangan kamar mandi dan Hans membersihkan tubuhnya sebelum pergi ke kantor.


...****************...


Di Rumah Sakit Geri masih terdiam dan sesekali menatap ke arah pintu berharap Rere datang tapi itu sangat mustahil karena saat ini waktunya jam kerja dan sejak hari senin Rere sudah mulai aktif bekerja.


Geri menutup matanya merasa malas karena ibunya masih saja membujuk Geri untuk membuka hatinya untuk Cantika. Saat Wanita yang mencintainya sedang menerima panggilan dari rekan bisnisnya itulah Bu Sri memulai menasehati Geri.


"Sudahlah Bu jangan lagi menekan anak seperti itu, Biarkan Geri menenangkan dirinya terlebih dahulu jangan lagi membuat pikirannya menjadi kalut dan pusing kembali dengan perkataan ibu ke Putra Kita" Tegur Pak Yanto kepada istrinya.


"Bapak sama anak kalo dibilangin susah nya minta ampun malah ngajarin ibu" berkata dengan beranjak dari duduk nya lalu bu Sri melangkah keluar untuk bertemu dengan calon menantu yang dirinya pilih.


Pak Yanto hanya menggeleng dan mendekati ranjang dimana Geri sedang berbaring lemah. Pak Yanto menyentuh tangannya lalu berkata


"Nak, Apa yang di katakan ibu kamu ada benarnya. Cobalah Buka hati kamu untuk Cantika dia wanita yang baik dan Pernikahan tidak harus dengan wanita yang kita cintai atau yang kita inginkan. Biarkan Rere dengan Pria yang dia pilih, mungkin kebahagiananya bersama Pria itu. Lepaskanlah Nak. Jika kamu memang mencintai Rere. Kamu harus menerima itu demi kebahagian wanita yang kamu cintai" ucap Pak Yanto yang membuat Geri membuka matanya.


"Rere akan kembali kepada Geri, Percayalah dengan Geri. Ayah" jawab Geri dengan air mata uang menetes.


"Jangan Paksakan itu, Nak. Bukan hanya kamu yang akan terluka akan tetapi Rere juga. Jika dia mencintai kamu mungkin sejak dulu kalian menikah" sahut Pak Yanto.


Tanpa Keduanya sadari dari arah pintu Cantika dan Bu Sri mendengar apa yang di katakan Geri juga Ayahnya.


"Cantika berbalik dan menyandarkan diri ke arah dinding yang ada di dekat pintu. Bu Sri mendekat dan mengusap bahunya lalu menguatkan Cantika dan berkata

__ADS_1


"Kamu harus sabar Cantika, Ibu Yakin Geri akan menerima kamu sepenuhnya" ucap Bu Sri lalu tersenyum menguatkan Cantika wanita yang dia pilih dari pada Rere.


"Bu Apa Geri akan bahagia bersama dengan Cantika, Apa tidak sebaiknya Saya mundur saja"


"Jika kamu benar-benar mencintai Geri seharusnya kamu berjuang karena saat inilah Kamu harus hadir untuk menguatkan dan membuktikan rasa Cinta kamu kepada Putra Ibu"


Mendapatkan dukungan dari Bu Sri membuat Cantika terharu dan dirinya memeluk ibu dari pria yang dia cintai dengan lembut.


...****************...


Di Kediaman Aries yang megah tampak sepi, Aditya sudah menghubungi Papi nya saat dirinya berada di mobil sebelum sampai ke Airport saat akan ke Amerika.


Aries merasa sedih meski hasil dari hubungan gelap Putranya dengan Sisillia, Psikiater Pribadi Putranya itu tapi Aries berharap Cucu nya dapat menemui dirinya sebelum pergi ke Amerika.


Putranya beralasan ingin merahasiakan nya dari Lisna dan yang lainnya yang berada di Mansion dan saat Aries menginginkan untuk pergi ke Airport hanya untuk bertemu dengan Zayn Cucu nya Aditya melarang dengan alasan waktu yang terbatas padahal Putra nya menggunakan Pesawat Pribadi bukan Komersial.


Meski Pesawat Pribadi akan tetapi Pilot harus mengikuti aturan Penerbangan begitu ucapan Aditya saat Papi nya mencoba berdebat. Kini Aries hanya bisa menatap Photo Zayn yang di kirimkan Aditya di aplikasi pesan.


Lisna bermain bersama dengan Jimmy yang sedari tadi menanyakan keberadaan Mami dan Papinya. Lisna menatap suaminya yang hanya menatap taman dari jendela kamarnya dengan sesekali manatap Ponsel miliknya.


"Mas... Ayu dan Hans belum juga kembali saya takut terjadi sesuatu dengan mereka" ucap Lisna kepada suaminya.


"Saya akan menghubungi Hans dan menanyakan keberadaan Ayu karena sejak tadi saya coba hubungi Ayu tidak menjawab ucap Aries kepada istrinya.


" Apa yang dikatakan Riki itu benar" Tanya Lisna kembali sedangkan suaminya tidak menjawab.


"Oma. Opa. Mami kenapa belum pulang sejak Jimmy bangun dari tidur tidak menemukan Mami di dalam kamar ataupun di taman juga di mana-mana di Mansion Opa ini" Jimmy terlihat meneteskan air mata dengan sudut bibir bawah yang di tarik.


"Kapan Pulang Opa" Jimmy berada dalam pelukan Aries yang membawa nya keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.


dan Saat Pintu Lift terbuka Ayu melangkah memasuki Mansion dengan raut wajah yang terlihat kusut dan berantakan.


"Mami... Mami..." Aries menurunkan cucunya agar memeluk Putrinya yang tampak bersedih.


"Dari mana kamu, Nak semalam tidak pulang"


Jimmy berada di Gendongan Ayu yang diam tidak menjawab pertanyaan Papi nya yang berjalan melewati Aries untuk memasuki Lift yang membawa dirinya ke dalam ruangan kamar pribadinya.


Sedangkan Hans sudah sampai di Kantor meski waktu sudah menunjukan Pukul 3 Sore. Hans menunggu Ayu sadar dan saat istrinya sadar hanya diam di dalam kamar keduanya tidak saling bicara hanya saat Ayu ingin kembali ke Mansion milik Papi nya sempat Adu mulut itu juga yang membuat Hans kesal.


Lita masuk kerja meski sedikit terlambat Pagi ini, Tapi dirinya memutuskan tetap bekerja karena ingin berbicara dengan Hans tapi yang di tunggu sejak pagi tidak menunjukan batang hidungnya.


Dan saat Hans datang, senyuman manis terpancar dari bibir mungil milik Lita dan segera dirinya menyusul Hans masuk ke ruangan CEO untuk berbicara dengan kekasih gelapnya yang juga adalah Bos nya sendiri.


"Wah Hebat yah, Sayang pemilik perusahaan bisa bebas masuk jam berapa saja" ucap Lita dengan senyuman menggoda berjalan kearah Hans yang menoleh karena terkejut dengan kehadiran tiba-tiba Lita di ruangannya itu.


"Kenapa kamu kemari, Keluarlah" Teriak Hans dengan menatap tajam ke arah Lita yang mendekati dirinya dengan membawa berkas sebagai alasan agar tidak di curigai oleh teman kantornya.


"Kenapa kamu marah seperti ini Sayang. Apa istri kamu yang norak itu membuat kamu marah lagi. Jika memang seperti lantas kenapa saya yang di kena getah nya" Lita menghentakan kaki dan nampak cemberut lalu meninggalkan ruangan kerja kekasih gelapnya itu.


Hans nampak sangat marah mengingat apa yang dilakukan oleh Riki juga bayangan akan perpisahan dirinya dengan Ayu. Hans memukul meja keras dan menggelengkan kepalanya lalu tersenyum dan berkata

__ADS_1


"Tidak semudah itu Riki, kami tidak akan pernah mendapatkan Ayu sebelum dan sesudah menikah dengan Saya. Ayu adalah milik saya selamanya"


...****************...


Di dalam Pesawat dengan Perjalanan Panjang Aditya terlihat bercanda dan berbincang dengan Putranya banyak yang mereka bahas dari masalah Bola, Sekolah bahkan Game.


Banyak yang Aditya tidak mengerti karena memang dirinya bukan pecinta bola dan untuk Game Adit sedikit mengerti karena saat remaja dirinya memang gamer dan untuk sekolah Aditya menjelaskan banyak hal agar putranya dapat sedikit beradaptasi di lingkungan sekolah yang memang berbeda dengan saat dirinya bersekolah di jakarta.


Tapi menurut Aditya itu juga tidak terlalu sulit karena usia Zayn masih kecil yaitu 9 Tahun. Putranya sangat bahagia saat Papi nya banyak mengajari banyak hal kepada dirinya.


"Papi, Kenapa tidak tinggal bersama kami di Amerika saja" Zayn terlihat memohon.


Sisillia menoleh kebelakang dengan raut wajah yang tampak sangat bahagia melihat interaksi Putranya dengan Aditya Pria yang sangat dirinya cintai. Sisillia tidak menyangka Aditya menerima dan menyayangi Putranya tidak seperti saat dirinya mengandung Zayn yang mana Aditya menentang bahkan sampai menyuruhnya untuk melakukan tindakan Ab*rsi.


Zayn tertawa saat Aditya menggelitik perut juga pinggangnya. Papi nya juga nampak tertawa dan mereka saling berpelukan di dalam pesawat dan sesekali Zayn juga menggelitik pinggang Papi nya. Apa! yang keduanya lakukan di abadikan oleh Sisillia menggunakan kamera yang dia bawa dan dua Pengawal juga Perawat dan Babu Sister hanya memandangi dengan sesekali tersenyum dengan apa yang di lakukan Ayah dan Anak itu.


Mendapati Baby Sisternya menatap Lekat ke arah Aditya membuat Sisillia geram dan marah. Sisillia beranjak dari tempat duduknya dan melangkah ke Kursi yang jika dilihat bisa di gunakan sebagai tempat tidur karena luas. Sisillia memeluk Aditya dan mencium pipi Aditya dan di saksikan oleh orang-orang yang ada di dalam pesawat termasuk Putranya yang tersenyum dan menatap bahagia kedua orang tuanya lalu Zayn memeluk keduannya.


Aditya hanya diam tanpa ekspresi dan Sisillia tentu sangat bahagia dan kembali mencium Pipi Aditya dan juga Zayn. Perawat dan Baby sister hanya saling pandang. Begitu juga dengan Dua Pengawal yang akan di tempatkan di Amerika nantinya untuk menjaga Sisillia juga Putranya.


...****************...


Rere menatap Jam yang ada di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 5 Sore dan waktunya untuk pulang. Rere bergegas untuk meninggalkan ruangan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang ada di sekiranya.


Rere masuk kedalam Lift kantor dan menekan tombol lantai dasar karena dia yang berada tidak jauh dari tombol Lift.


Setelah pintu lift terbuka Rere melangkahkan kakinya menuju pintu Lobby dan menuju ke tempat parkir.


Rere melangkahkan kaki dengan langkah cepat menuju ke mobil yang terparkir di depan gedung Kantor tempat dirinya bekerja lalu melajukan mobil ke rumah sakit untuk menemui Sahabatnya yang sedang tidur.


Rere bertekat untuk menemui Geri didalam ruangan rawat inap meski dirinya nanti mendapatkan Penolakan dari keluarga Geri dan juga Cantika nantinya.


Tidak Jauh dari Mobilnya Rere tidak mengetahui Jika Dirinya kini di ikuti oleh Dua Orang Pengawal yang di tugasi oleh Aditya.


Pertemuan dengan Cantika membuat Aditya tidak merasa tenang dan takut jika Cantika akan membongkar kebenaran tentang Zayn kepada Rere.


...****************...


Di Apartemen milik Rere Bu Inah sedang berbincang dengan Saudara Perempuan nya mengenai Niat Aditya yang akan melamar Rere pada hari minggu.


Bu Inah menyuruh Adik Perempuannya untuk ikut bersama Tya yang akan kembali ke Jakarta di hari Jum'at setelah mengambil Dokumen untuk Perceraiannya dengan Didit.


Adik Perempuan Bu Inah memberikan pendapat untuk Lamaran sebaiknya diadakan di kampung halamannya saja jangan di jakarta. Karena keluarga besar mereka juga harus hadir dan menyambut acara Lamaran Rere yang akan di pinang oleh Pengusaha Kaya dari Semarang yang adalah kekasih Rere semasa kecil.


Bu inah akan menanyakan terlebih dahulu kepada Rere, Karena yang akan memutuskan adalah Putrinya dengan Aditya.


Bu Inah menutup Panggilan Teleponnya dan memanggil Dion untuk segera mandi. Karena Cucunya sejak pagi hanya bermain game pemberian Geri.


Berhenti hanya untuk makan dan sholat selanjutnya Dion akan meneruskan permainan game onlinenya.


Sementara Mobil Rere sudah berada di dalam Basement rumah sakit dan segera Rere membuka pintu lalu menuju Lift untuk membawa dirinya ke dalam ruangan Geri.

__ADS_1


Akan Tetapi Rere teringat dengan Ria yang juga dirawat di tempat yang sama dengan Geri, Karena itu sebelum menemui Geri, dirinya akan mampir keruangan ibu angkatnya itu yang di berada diruangan VVIP sesuai permintaan Aditya.


__ADS_2