Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 107 Hancurnya Perasaan Geri


__ADS_3

Rere menatap Aditya yang juga menatap dirinya. Rere menggelengkan kepala lalu melipat kedua tangan nya di dada mendapati itu Aditya mengurungkan niat nya untuk memberi pelajaran kepada Geri yang berani berbuat kasar kepada kekasih nya.


Aditya duduk di salah satu kursi yang tidak jauh dari tempat Rere berada saat ini bersamaan dengan itu pelayan cafe menghampiri Aditya dengan membawa buku menu.


Aditya menerima buku menu di tangan nya akan tetapi matanya fokus menatap Rere yang berada di antara Geri dan Cantika.


"Geri..."


Rere membujuk sahabatnya agar tenang dan bisa mengerti Jika cinta tidak dapat di paksakan. Ketiga nya meneteskan air mata merasa sedih dengan persahabatan mereka yang terjalin sejak masih di sekolah dasar sampai sekarang berusia dewasa. Rere menyayangkan mengapa mereka terikat cinta segitiga.


"Geri... "


"Maafin Renia... "


Rere mengenggam tangan Geri erat akan tetapi sahabat nya itu menepis dan beranjak dari kursinya dan melangkah keluar dari cafe


"Geri... "


Kedua wanita beranjak dari tempatnya dan ingin mengejar Geri akan tetapi Aditya dengan cepat menarik lengan Rere dan memeluknya. Sedangkan Cantika tetap mengejar Geri yang telah masuk ke dalam mobil sport miliknya.


"Geri... Geri... Tunggu" Teriak Cantika.


"Gw Jelasin dulu... Geri... Kenapa lu seperti ini" Cantika menepuk pelan pintu Mobil milik Geri.


Tapi yang ada di dalam mobil tidak menghiraukan nya dan dengan kencang melajukan mobilnya ke arah depan jalan dengan sangat emosional. .


Sedangkan Rere terus meronta meminta Aditya melepaskan nya dia ingin berbicara dengan Geri sahabatnya yang mana hatinya pasti sedang terluka dengan apa yang di utarakan Rere.


Cantika masuk kembali ke Cafe dan berjalan dengan langkah cepat ke arah Rere dengan keras Cantika menarik lengan Rere lalu menampar pipi Rere di depan Aditya sontak bukan hanya mereka berdua yang terkejut dengan sikap Cantika tapi seluruh pengunjung Cafe itu.


"Apa yang kamu lakukan Ha... " Aditya menarik kasar dan mencengkram kuat pipi Cantika.


"Mas... Jangan Kasar. Jangan seperti ini... " Rere mencoba melepaskan tangan Aditya di pipi sahabatnya itu.


"Mas... "


Akhirnya Aditya melepaskan tanganya di pipi Cantika dan Rere menatap sahabatnya yang terlihat menangis.


"Rere, gw udah bilang lebih baik gw yang mundur. Geri hanya cinta ke lu tapi kenapa lu ungkapin perasaan gw ke Geri. Kenapa... Ha... sekarang lu lihat sendiri apa Geri menoleh ke arah gw dan menerima gw Rere... " Teriak Cantika.


"Tolonglah... Tenang Tika gw mohon" Rere berusaha menenangkan.


Aditya nampak tidak menyukai apa yang di katakan sahabat dari kekasih nya itu.


"Lihat Geri hancur, ntah kemana dirinya sekarang, Jika terjadi sesuatu terhadap Geri, Lu yang bertanggung jawab dan gw pastikan Lu akan menyesali hari ini" Cantika nampak mengatakan nya dengan sangat kesal dan meninggalkan kedua nya di dalam Cafe.


"Mas... Mas Aditya"


Rere telihat menangis tersedu dipelukan Aditya mengingat wajah Geri yang terlihat bersedih dan kecewa terhadapnya. Aditya membelai rambutnya dan memeluk erat pujaan nya nampak sangat bersedih.


Cantika menyusul mobil Geri yang sudah tidak dapat dirinya temukan kembali keberadaan Mobil Sport yang di kendarai oleh pria yang bertahta di dalam hatinya selama ini.


...****************...


"Haaaa..... " Geri nampak memukul Setir Mobil nya dengan keras hatinya merasa sakit dan sangat terluka.


Geri tetap tidak mampu menggantikan posisi dari Aditya di hati Rere wanita yang sangat dia cintai selama ini.


"Rereeee.... Kenapa lu lakukan ini... Kenapa Rere"


Geri menepikan mobilnya di jalan raya yang terlihat banyak orang hilir mudik dihari minggu yang cerah tapi menjadi minggu yang sangat mengerikan untuk Geri.

__ADS_1


"Gw sayang sama lu Rere... Selama ini Gw Cinta sama lu... dan lu lakukan ini ke gw, kenapa Rere. Kenapa lu memilih Pria itu dari pada gw"


Geri mengingat kenangan bersama dengan Rere yang terjalin selama sepuluh tahun setelah pertemuan kedua nya dan dirinya menyesali karena selama itu tidak memperjuangkan cinta nya. Geri selalu menunggu Rere menerima cinta nya secara Pelan-pelan dan mendukung karier wanita yang amat dia cintai sedari kecil itu dengan tetap berada di samping nya.


Geri menangis mengingat apa yang di katakan oleh Rere yang lebih memilih menjodohkan dirinya dengan Cantika dari pada membuka hati nya untuk Geri.


Tentu saja apa yang di katakan oleh Renia dapat dia pahami sebagai Penolakan atas lamaran nya di depan ibu juga kakak nya saat geri berkunjung di rumah nya.


"Aaaaaaaaa"


Geri berteriak untuk meringankan beban yang ada di dalam hatinya dan meluapkan kesedihan atas pilihan wanita yang dia cintai.


Tatapan Mengerikan Geri yang terlihat lurus ke jalanan yang ada di depannya dengan kaki menginjak gas dan dirinya melajukan mobil dengan sangat kencang dan berakhir di sebuah pantai.


Geri membuka Pintu Mobil nya dan berjalan Gontai ke arah pantai dia mengingat akan janji Rere yang bersedia dia ajak ke Pantai saat Rere berkunjung ke rumah orang tua nya dan saat itu dirinya ingin melamar Rere di tepi Pantai dan sudah di susun rencana untuk membooking Pantai dan meminta pihak Resorts untuk menghias agar terlihat romantis.


Tapi itu gagal karena apa yang di lakukan oleh Aditya, Pria yang juga mencintai Rere sejak Kecil itu datang dan menggagalkan rencana Geri yang sudah sangat matang karena Pria yang hadir kembali ke dalam kehidupan Rere setelah Delapan Belas Tahun menghilang hadir kembali dan tiba-tiba memukuli dirinya tanpa alasan dan membuat Geri harus di rawat di rumah sakit.


Setelah Sembuh Geri mengurus Finalty yang harus dirinya bayar karena tidak ada konfirmasi kepada pihak Resort dan saat itu pihak resort sudah melakukan sesuai permintaan Geri karena memang sebelum nya Geri sudah membayarkan Uang Muka untuk Rencana melamar Rere di Resort yang berada di tepi Pantai.


Flasback Selesai


Geri berjalan Gontai dan menatap Laut yang ada di depan nya dan berteriak kembali dan tubuh nya luruh ke pasir pantai yang ada di sana.


Dirinya sangat sedih mendapati kenyataan Jika Rere lebih memilih Aditya dari pada dirinya. Hati nya hancur tapi tidak seorang pun yang tahu itu.


Geri menangis sendiri di tepi pantai dan tidak jauh dari tempat nya Berdiri seorang wanita yang juga menangis mendapati keadaan Geri yang sangat buruk.


Wanita itu menutup mulut nya sendiri merasa menyesal mengatakan perasaan nya kepada Renia yang seharusnya pagi itu dirinya jangan menemui Renia dan memberitahu fakta jika dirinya mencintai Geri.


Lebih baik hati nya yang hancur dari pada melihat Pria yang dia cintai sangat terpuruk saat ini. Dirinya ingin sekali mendekat akan tetapi dia takut jika Geri akan marah dan melakukan tindakan buruk kepadanya dan menjadi perhatian orang-orang yang ada di pantai yang berakibat buruk juga untuk Geri.


Wanita itu memilih masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobil nya ke arah depan dan menangis menyesali kebodohannya yang mengikuti Renia hari ini untuk bertemu Geri. Dirinya tidak tahu jika sahabat nya itu ingin mendekatkan dirinya dengan Geri.


Cantika tersenyum pilu mengingat ucapan Rere yang mengatakan lebih baik menikah dengan Seseorang yang mencintai kita dari pada yang kita cintai, dan lihat Sahabat nya itu justru melepaskan pria yang sangat mencintainya dengan hati dan pikiran hanya demi pria yang ada di masa lalu nya yang dia sendiri tidak tahu apa yang pria itu lakukan selama Delapan Belas tahun.


Hati nya melepaskan Pria yang selalu ada dan mendampingi Rere untuk menerima Pria yang pernah hadir di masa lalunya itu. Cantika masih tersenyum dengan meningat itu Cantika merasa Rere sangat b*doh dan tangannya nampak menghapus air mata yang mengalir di pipi halusnya.


...****************...


Geri bangkit dan berjalan dengan gontai menuju resort yang ada disana dan dirinya memesan beberapa minuman beralkohol.


Ini kali pertama Geri menyentuh minuman yang amat sangat dibenci oleh Rere. Geri mengingat saat Rere menasehati Geri untuk tidak menyentuh minuman itu karena akan membawa nya kedalam. hal buruk dan karena sakit yang begitu dalam di hatinya, Geri tidak mengindahkan ucapan yang pernah Renia katakan.


Dirinya memesan beberapa minuman dan menghabiskan dua botol sekaligus dengan terus menangis dan memanggilnya nama Rere dengan sedih nya dan merasa sakit atas pilihan hidup Rere.


Geri berteriak dan kesal karena Rere berkata agar dirinya membuka mata dan hati untuk Cantika yang berarti menyuruh Geri untuk melepaskan rasa cintanya untuk Rere.


Dia menegak kembali minuman nya dan terlihat begitu kacau, Geri tidak pernah meminum ini sebelum nya yang pasti tubuhnya merasa asing dan akibat nya dia tidak sadarkan diri di sana.


...****************...


Renia masih bersama Aditya di Cafe yang sama saat Rere menemui kedua Sahabatnya itu dan kini duduk di hadapan Aditya yang dengan sabar menunggu Rere untuk bercerita tentang apa yang terjadi. Meski dia bisa menebak jika wanita yang di cinta nya ini pasti mengatakan sesuatu yang menjadi alasan kedua Sahabat nya merasa marah


Apa Renia menolak Geri


Aditya terlihat menarik kedua sudut nya memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ketiganya dan mengingat ucapa Cantika yang marah dan memukul nya tadi dan tersenyum lalu menarik tangan Renia.


"Sayang Geri memang harus menerima nya dan ini buka salah Renia" Aditya menciun punggung tangan Rere dengan halus.


"Mas... Renia sedih melihat Geri yang pergi dengan rasa kecewa dan sedih" Rere menangis kembali dan Aditya mengerutkan dahi nya.

__ADS_1


"Sedih sayang, apa kamu menyesal dengan apa yang kamu ucapkan ke Geri dan apa yang kamu ucapkan sampai Geri Kecewa dan Sedih" Tatapan Aditya tajam seperti tidak menyukai apa yang di katakan oleh Rere.


"Rere meminta Geri untuk membuka hati dan menerima Cantika yang juga mencintai Geri selama ini" Rere menatap sendu Aditya.


"Lalu"


"Geri Marah dan tidak menerima apa yang Rere katakan"


"Kenapa dia tidak menerima, Apa benar Sahabat sayang itu mencintai Renia" dan dibalas anggukan oleh Rere.


"Haaaa... S*alan karena itu dia melamar kamu di hadapan ibu Inah dan Teh Tya"


"Mas... Jangan seperti ini, Renia Mohon" Rere tidak ingin menyulut emosi dari Kekasihnya itu.


Ddddrttt... Dddddrrrtttt... Dddrrtttt...


Panggilan Telepon dari Sisilia masuk ke Ponsel Aditya dan di abaikan dan setelah panggilan ketiga Rere menyuruh mengangkatnya.


Aditya mengikuti apa yang di katakan oleh Rere dan dirinya beranjak dari tempat duduk nya dan sedikit menjauh dan Rere memandang Pria yang dia pilih dengan sedikit heran kenapa harus mengangkat teleponnya terlalu jauh dari dirinya duduk. Rahasia apa yang membuat kekasih nya menjauh padahal pria itu yang mengatakan tidak boleh ada Rahasia.


"Siapa yang menelpon mas Aditya sebenarnya" gumam Rere Pelan.


"Hallo... Ada apa Sisil"


"Papi... ini Zayn"


"Kenapa Nak"


"Papi.Mami sedari pulang dari dokter tidak keluar kamar padahal Zayn sudah mengetuk pintu nya beberapa kali. Apa Mami tidur atau Sakit ya Papi"


"Mungkin dia tidur sayang, jangan cemas Mami kamu kecapean semalam menunggu Zayn saat tidur"


"Tapi ini sudah lama, tidak mungkin Mami tidur selama ini"


"Ya sudah Papi akan hubungi petugas Apartemen untuk melihat apa yang terjadi dengan Mami kamu"


"Baik, Papi dan cepat pulang. Zayn sayang Papi"


"Papi juga sayang sama Zayn"


"I Love you Papi"


"I Love you to my good son"


Aditya mematikan ponsel nya dan merasa khuatir jika Sisillia akan bertindak seperti yang dia ancam kan semalam saat bersamanya.


"Apa yang terjadi Sisil"


Aditya menelopon petugas Apartemen dengan menatap Rere yang juga menatap kepada dirinya dengan tatapan penuh pertanyaan.


Aditya tidak bisa meninggalkan Rere yang tampak kacau juga tidak bisa membiarkan Zayn sendiri di apartement nya jika terjadi sesuatu dengan Sisillia seperti Mama nya dulu maka Putra nya akan mengalami Trauma yang sangat besar seperti dirinya dulu. Aditya juga tidak ingin Sisillia sampai melakukan hal bodoh.


Telpon tersambung dan Aditya langsung memerintah staff apartemen untuk datang mengecek apa yang terjadi di apartemen milik Sisillia yang mana itu adalah apartemen pemberian dari Aditya dan petugas apartemen melaksanakan apa yang dikatakan oleh pemilik Gedung Apartemen di mana tempat nya bekerja.


Aditya melangkah ke arah Rere dan tersenyum.


"Siapa Mas sepertinya Mas terlihat Panik saat menerima Telepon nya"


"Dari Riki tadi dia menelpon Mas ada masalah tentang Proyek Mas di Amerika"


Aditya berbohong namun raut wajah yang di perlihatkannya dapat Rere baca jika kekasihnya itu sedang berbohong.

__ADS_1


Aditya mengajak Rere pulang karena mereka berdua sudah lama duduk ditempat itu dan Aditya juga ingin memastikan keadaan Sisillia.


Rere mengerti dan dia menuruti apa yang Aditya katakan dan dirinya melangkahkan kaki ke arah mobil milik Aditya setelah Prianya membayar tagihan seluruh apa saja yang dibeli Renia juga kedua temannya.


__ADS_2