
Aditya menyerang Rere dengan cepat dia melakukan lagi apa yang dia inginkan kepada istrinya meski Rere meminta untuk menghentikan sebentar karena ada pesan masuk dari kakaknya Tya dan tadi baru membaca kata zayn.
Rere sangat penasaran apa yang terjadi dengan putra sambungnya itu tapi dengan santai Aditya mengatakan disana banyak keluarga yang lainnya yang akan menjaga putranya.
"Cukup mas, Renia ingin tahu pesan apa" Teriak Rere dan diabaikan oleh Aditya. Selama satu jam mereka berci*ta sampai akhirnya telepon masuk ke Ponsel Aditya dan Rere menatap suaminya.
"ok sayang saya angkat tapi bantu mas buat keluarin ben*h mas dulu sayang" Aditya mengatakan dengan suara berat dan keduanya mend*sah lalu Aditya jatuh disamping istrinya.
Aditya mengatur nafasnya begitu juga dengan Rere. Aditya mendekap tubuh Rere dengan tangan kanannya dan tangan kirinya mengangkat panggilan telepon dari Rafli.
"Hallo Ada apa"
Pak Aditya maaf mengganggu waktunya" suara nafas berat masih dapat didengar oleh Rafli dan sebenarnya itu mengganggu Rafli.
"Ya katakan" Sahut Aditya dengan sesekali mencium kening istrinya dan Rere menggapai Ponsel miliknya dan membaca pesan masuk dari Tya.
(Rere kamu cepat kerumah sakit Zayn sakit, Untuk rumah sakit mana kamu bisa hubungi mas Rafli)
Rere beranjak dari pelukan Aditya. Suaminya menoleh kearah istrinya yang nampak syok bersamaan dengan itu di telinganya terdengar apa yang dikatakan oleh Rafli.
"Pak Aditya Tuan Zayn masuk ICU"
"Apaaa... " Teriak Aditya dan Rere menoleh kearah Aditya.
Rafli menjelaskan jika putranya merasa sakit di bagian jantung dan dibawa ke rumah sakit dekat dengan apartemen Rere kejadian pukul 2 siang dan saat pukul 5 di pindahkan ke rumah sakit milik Erlangga group yang artinya dekat dengan Hotel Aditya. Aditya mengerti dan panggilan dimatikan.
"Mas... Zayn"
"Iya Sayang kita harus kerumah sakit sekarang"
"Mas... Rere sakit... "
Tiba-Tiba saja kepala Rere sakit dan juga inti Rere yang tentu merasa sangat sakit karena dari siang sampe sore dan mendapat tambahan 1 jam setelah istirahat membuat Rere lemas dan terjatuh di ranjang.
"Sayang... " Aditya panik dan memeluk istrinya yang mengeluarkan darah dari hidung.
Aditya segera mengenakan Rere pakaian yang ada dilemari dan ingin membawanya kerumah sakit.
"Mas... Jangan Panik. Rere baik-baik saja. Ini baju siapa mas. Apa milik Sisilia" Tanya Rere.
"Sayang kamu sakit tapi masih curiga saja dengan suami kamu. itu baju baru masih ada lebelnya, Mas tadi meminta Pelayan untuk membelikan beberapa baju untuk kamu, Sayang. Saat sedang mandi"
Aditya masih panik saat menjawab pertanyaan Rere sambil memberikan tissue untuk mengusap darah yang keluar dari hidung istrinya.
"Mas... Renia apa bisa tetap bertahan dan memiliki anak dari Mas Aditya" Rere bertanya sambil memakai hijabnya lalu mengenakan Sepatu dan Aditya menatap marah ke istrinya
"Apa yang kamu katakan sayang tentu kamu akan sembuh dan kita akan memiliki banyak anak"
...****************...
Sementara Sisilia dia didalam kamar sendiri dengan menatap pemandangan kota jakarta dimalam hari melalui jendela yang ada di apartemen miliknya dengan tangan yang memegang senjata.
Dia menatap senjatanya dan meniup lalu mengelap dan mengeluarkan pelurunya lalu menghitung.
"Sayangku Aditya... Kamu hanya milik Saya. Kamu pikir kamu akan lepas. Heeemmm... Kamu tahu saya melakukan banyak hal jahat hanya untuk mendapatkan kamu ternyata kamu tetap menginginkan Wanita itu. Kalian hari ini menghabiskan waktu dengan berci*ta. Apa wanita itu lebih mengga*rahkan dari pada saya... Jawabnya akan saya tanyakan langsung saat kita bertemu. Tapi sebelumnya saya akan mengha*isi wanita kamu terlebih dahulu. Kita akan seperti dulu bersama dan berc*nta. Setelah istri tercinta kamu mati dengan senjata ini... Hahaha..." Sisilia tertawa dengan melihat senjatanya.
Dan dari luar Bryan mengetuk pintu Sisilia dan dengan wajah yang sulit diartikan dia menatap arah pintu lalu memasukan peluru kedalam senjata dan menutupnya kembali menggunakan kain dan menyembunyikan didalam lemari.
"Ada apa Bryan"
__ADS_1
"Saya sudah siapkan makan"
"kita makan sebelum ke Australia besok"
"Apa... Besok"
Bryan menganggukan kepala lalu Sisilia terlihat dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.
...****************...
Setelah Makan Sisilia terasa pusing dan tubuhnya merasakan sesuatu dan ada yang aneh dengan tubuhnya.
"Apa yang kamu campurkan dalam makanan atau minuman ini Bryan, Aaahhh... Si*lan kamu"
Ini bukan sesuatu yang tabu untuknya karena dirinya juga sering mencampurkan obat itu ke minuman Aditya. Sisilia seperti mendapatkan balasan dari apa yang dia lakukan kepada Pria yang dia cintai.
"Apa kamu menginginkannya Sisilia"
"Jangan lakukan Sia*lan atau saya akan melaporkan kamu kepada Aditya"
"Laporkan saja bahkan Pria yang kamu cintai itu menyuruh saya untuk menikahi kamu" Bryan menyeringai
"Saya tidak percaya selama saya belum mendengarkannya sendiri, dia mengatakan itu kepada saya. Pergi kamu... " Sisillia melemparkan gelas kearah Bryan.
"Jika kita tidak melakukan ini kamu akan terus menolak saya"
Dengan Cepat Bryan menggendong Sisillia seperti layaknya karung beras dan membawanya kedalam kamar. Dan dari dalam kamar terdengar suara Sisillia menjerit memanggil nama Aditya dan Zayn meminta keduanya menolong.
Tangisan dan rintihan berganti bahkan berubah menjadi de*ahan. Ini pertama kalinya dirinya melakukan bukan dengan Aditya. Sisillia masih memegang ucapan Aditya yang mana akan menikahi dirinya secara sirih setelah Aditya dan Rere menikah, karena itu janji Aditya kepada dirinya.
Tapi Setelah apa yang dilakukan oleh Bryan dirinya merasa kotor dan sangat dendam dengan Rere menganggap hal buruk yang terjadi kepadanya karena Rere.
Sisillia hanya terdiam setelah melakukan tiga kali kegiatan ran*ang bersama Bryan dan dirinya hanya menangis.
"Maafkan saya Sisilia tapi kamu memang harus terbiasa dengan saya mulai hari ini karena Tuan Aditya sudah menikah dan bahagia bersama dengan wanita pilihannya maka lepaskan dia. Kita mulai hidup baru"
"Kamu menghancurkan mimpi saya Bryan, Apa kamu tahu jika Aditya akan menikahi saya secara sirih setelah dia menikahi Renia tapi dengan tega kamu merenggut semua mimpi saya untuk menikah dengan Aditya kamu jahat Bryan"
"Jika dia peduli dengan kamu lantas kenapa dia memenjarakan kamu dan Bu Lisna. Tuan Aditya harusnya memafkan kamu benarkan"
"Kamu tidak tahu apapun tentang Aditya. Dia Mencintai saya walaupun tidak bisa melupakan Renia tapi dihatinya ada nama saya disana. Dia memenjarakan saya karena kecewa tapi lihat sekarang Aditya telah membebaskan saya yang artinya dia memafkan saya dan akan menikahi saya. Jika dia tahu kamu meniduri saya. Dia akan membatalkan rencananya untuk menikahi saya" Teriak Sisilia Histeris dan memukuli dada bidang Bryan dengan keras.
"Cukup Sadarlah Sisilia. Tuan Aditya dia tidak mencintai kamu. Bahkan kebebasan kamu adalah hadiah dari kesetian saya selama bekerja di Erlangga Group. Tuan Aditya mengabulkan permintaan saya agar kamu bebas dengan jaminan membawa kamu menjauhi keluarga Tuan termasuk Nona Renia dan Tuan Muda Zayn"
"Apaaa... Tidak mungkin kamu pasti berbohong. Benarkan" Teriak Sisilia
"Lihatlah ini"
Bryan menyerahkan pesan dan Dokumen perjanjian yang isinya sama dengan yang dikatakan olehnya.
Sisillia menggelengkan kepala lalu menangis tersedu dan Bryan mengambil Ponselnya dan juga Dokumen perjanjian untuk pembebasan Sisilia.
"Dia ingin menyingkirkan saya dari hidupnya setelah bersama dengan wanita itu juga memisahkan saya dengan putra yang dulunya dia tidak menginginnya lahir. Kenapa Aditya sejahat ini dengan saya... Bryan Hati saya sakit"
Sisillia mengatakan itu dalam pelukan Bryan yang dengan sabar mengusap dan membelai rambut dan punggung Sisillia.
Bryan menarik tubuh Sisil dari dadanya dan membingkai wajah sisil.
"Saya memiliki perkebunan kecil di Australia. Disana juga ada rumah peninggalan dari mendiang oma saya kita bisa menetap disana dan melupakan semuanya dan suatu saat nanti Tuan Muda Zayn akan menemui kamu karena ibu kandungnya tetaplah kamu dan Tuan Aditya atau siapapun tidak akan bisa memisahkan kamu dan Tuan Muda Zayn. Percayalah... Kita bisa bahagia. Memang kamu tidak bisa mencintai saya seperti kamu mencintai Aditya tapi dengan berjalannya waktu kamu akan menemukan cinta yang tulus yang ada didalam hati saya. Sisil saya mencintai kamu sejak pertama kamu datang ke kediaman Tuan Aries saat kita masih di semarang"
__ADS_1
Sisil tidak merespon dirinya masih merasa gelap dan meraba apa yang akan dirinya lakukan tanpa Aditya dan putranya. Hatinya masih mempertanyakan kenapa Aditya bisa sejahat itu kepada dirinya.
Bryan melihat Sisil sudah merasa tenang dan dirinya menundukan kepala lalu mencium kembali bibir Sisil dan benar wanita yang masih berada dalam kendali obat per*ng*ang itu tidak menolak apa yang diperbuat oleh Bryan kepada dirinya.
Bryan bertambah berani dengan menarik tubuh Sisillia untuk berada dibawah tubuhnya dan sekali lagi untuk yang keempat kalinya mereka bercinta dan kali ini Sisillia menganggap Bryan adalah Aditya beberapa kali saat merasakan sesuatu dalam tubuhnya seperti ingin terbang Sisilia menyebut nama Aditya dan de*ahan dan er*ngan yang dikeluarkan dari bibir Sisillia selalu menyebutkan nama Aditya. Bryan tidak peduli karena dia tahu perasaan Susillia kepada Bosnya itu.
Sisillia sangat Li*r bahkan Bryan tidak sanggup mengimbangi perm*in*n Sisillia. Sekitar dua jam sampai pukul 10 malam mereka baru selesai dengan Sisillia berada dalam pelukan Bryan tanpa mengucapkan apapun.
"Maaf saya masih menyebutkan nama Aditya"
"Kamu menyadari itu" Sisillia menganggukan kepala.
"Tidak masalah pelan-pelan kamu akan terbiasa"
"Jangan tinggalkan saya Bryan. Saya takut sendiri"
"Tidak akan sayang dan sekarang tidurlah besok kita akan menikah dan kita akan membuat surat dokumen untuk menetap di australia"
"kapan kita akan pergi" Sisillia menarik tubuhnya dari pelukan Bryan.
"Setelah Menikah jadi besok lusa kita pergi"
"Apa boleh saya melihat Zayn dari jarak jauh"
"Saya akan mencari cara untuk mempertemukan kalian"
"Kita bisa membawa putra saya ke Australia dan membesarkan dia disana. Bukankah Aditya tidak menginginkan Zayn sebelumnya atau kita bisa kembali ke Amerika untuk tinggal di NYC. Aditya memberikan hak atas rumah itu untuk Zayn"
"Tapi sayangnya kamu tidak bisa kembali ke NYC karena kasus itu sudah masuk ke adminstrasi imigrasi Amerika dan kamu tercatat sebagai pelaku tindakan kejahatan dan tidak bisa lagi masuk ke Amerika tapi saya akan mencoba mengajukan ijin tinggal di Australia dan saya minta Tuan Aditya membantu membersihkan nama kamu karena dia sudah mencabut semuanya dan semoga kita bisa tinggal di Australia dan untuk Zayn saya akan mencoba meminta hak asuh atas Zayn"
"Renia sakit jika dia meninggal Aditya bisa saja kembali kepada saya lalu kamu bagaimana Bryan"
"Jika semua itu terjadi saya akan melepaskanmu untuk bersama dengan Tuan Aditya tapi kamu harus berjanji jangan lakukan apapun kesalahan yang hanya dapat merugikan kamu hanya demi Tuan Aditya. Biarkan dia bersama nona Renia kita bisa memulai kehidupan baru. Apa kamu mengerti Sisil" dan dibalas anggukan kepala lalu Bryan memeluknya kembali.
Bryan memeluk dengan erat dan mengulangi lagi untuk yang kelima kali dan Sisil tidak menolak. Bryan sangat bahagia karena penantian selama bertahun-tahun untuk tidur dan hidup bersama wanita yang dia cintai selama ini akan menjadi kenyataan
...****************...
Sedangkan di rumah sakit Aditya merasa panik karena istri dan anaknya sakit bersamaan. Dia tidak akan menghubungi sisillia karena tidak ingin wanita itu hadir kembali dihidupnya dia sudah bahagia dan tenang setelah menikahi Rere.
Didalam ruang Dokter.
Rere telah diperiksa kembali setelah siang dia diperiksa oleh dokter Hendra dan saat malam dokter Hendra dihubungi oleh dokter kepala yaitu dokter willy atas permintaan Aditya yang panik mendapati istrinya mengeluarkan darah dari hidung sehingga Dokter harus datang memeriksa Rere kembali.
"Tuan Aditya... Istri anda dalam keadaan stabil. mungkin hanya kelelahan saja dan ini wajar karena kalian pengantin baru"
Dokter muda itu tahu jika mereka pengantin baru dari penuturan Aditya siang tadi juga atas berita viral yang mengisi laman sosial media juga televisi.
"Apa itu tidak berbahaya dokter. apakah istri saya harus dirawat"
"Mas... Renia baik-baik saja. Benar kata dokter renia hanya kelelahan karena ulah mas Aditya juga"
Rere cemberut tapi diabaikan oleh Aditya yang masih berbicara dengan dokter menanyakan ini dan itu.
"Untuk sementara tidak perlu Tuan Aditya. Pasien bisa berobat jalan dan meminum obat secara tepat waktu dan menjaga kesehatan jangan lupa ikuti jadwal kemoterapi supaya segera pulih dan jika hasilnya tidak bisa optimal maka kita akan melakukan transplantasi sumsung tulang belakang secepatnya"
"Baiklah dokter Terimakasih" Sahut Rere dan meminta suaminya untuk menemui putra sambungnya yang sedang berada diruangan ICU.
Setelah konsultasi dan mendapatkan obat tambahan untuk Rere Aditya melangkahkan kaki dengan berat ke ruangan ICU, sambil memeluk Rere.
__ADS_1
"Mas sebaiknya kita hubungi Ibu kandung Zayn. Sisillia berhak tahu keadaan Zayn dan pasti mereka saling merindukan. Jangan halangi mereka mas mungkin dengan ini Zayn akan sembuh"
"Sayang jangan bahas wanita itu lagi. OK..."