
Suara Ponsel Rere berdering saat Aditya dan Ria sedang berbincang, Rere merasa tidak enak hati
"Cepat angkat telepon nya Renia" ucap Ria dan aditya hanya diam dengan wajah dingin dan datar.
"Teman Renia telpon, kami janjian untuk bertemu mungkin dia ingin menanyakan tentang itu" Rere menoleh ke arah Aditya.
"ya sudah angkat saja siapa tahu penting"
"Terima Kasih Bu Ria"
Rere keluar ruangan dengan sebelum nya meminta ijin kepada Aditya yang hanya menganggukan kepala.
"Hallo Cantika" Rere melewati Riki yang masih menyenderkan tubuh nya di dinding dekat ruang ICU.
"Rere gw jemput jam berapa"
"ya sudah Lu jalan aja kemari, kalo udah sampai kabari ya, gw masih di dalam"
"ya udah gw otw ya Rere"
"ok"
Rere mematikan panggilan telepon dari Cantika dan membalikan badan nya tepat di belakang Aditya terdiam mematung dengan wajah yang sulit di artikan.
"Siapa Sayang, kenapa telepon harus keluar ruangan" Tanya Aditya
"Cantika Mas, dia sudah di jalan ingin jemput Renia kemari"
"Ya sudah kita ijin ke Bu Ria, Mas juga ada janji sama seseorang" Rere yang mendengarkan ucapan Aditya mengerutkan dahi nya.
"Janji dengan seseorang siapa? tadi memaksa ikut Renia sekarang ada janji?"
Aditya yang sudah melangkahkan kaki menuju pintu ruangan ICU hanya menarik kedua sudut bibir nya dengan wajah datar dan Riki hanya menatap Aditya saat melewatinya.
"Mas... Mas Tunggu. iiihhh"
Rere sedikit berlari dan menarik lengan Aditya yang sudah memasuki pintu ruang ICU.
"Tunggu jangan masuk dulu mas" Rere terlihat cemberut orang-orang yang berada di sana hanya memandangi mereka.
"Ketemu siapa" Tanya Rere.
"Seseorang"
"ya siapa" Tanya Rere Kembali
Aditya hanya mengangkat sebelah alisnya dan melepaskan pegangan tangan Rere dan melanjutkan langkahnya untuk menemui Ria.
Aditya duduk dikursi dekat bangkar milik Ria dan disusul oleh Rere yang sekarang berdiri dibelakang Aditya yang mencubit punggung Aditya tentu Ria dapat melihatnya dan Ria hanya tersenyum memandangi dua pasangan yang terlihat seperti tom and jerry tapi saling merindukan.
"Tante Kami berdua ijin ingin pulang karena Renia ada janji dengan teman-temannya dan lagi Aditya juga ada pertemuan dengan Kolega Bisnis dari Bali"
Mendengar ucapan Aditya membuat Rere semakin kesal, kenapa bertemu dengan rekan bisnis dihari minggu dan tadi Renia hanya asal berbicara mengenai Rekan Bisnis yang berasal dari bali tapi kenapa kekasihnya itu benar-benar menemuinya, Padahal dia tadi memaksa untuk ikut dengan Rere.
"Ya sudah Aditya. Rere Terima kasih sekali lagi sudah mengunjungi Tante"
"Ya Tante, kami akan mengunjungi tante kembali" Ria mengangguk dan tersenyum.
"Tante. Renia ijin pulang"
Rere melangkah untuk memeluk Ria begitu juga Aditya yang memeluk sahabat Mamanya itu.
"Ayo Sayang" Aditya menggandeng Tangan Rere.
"Tadi bilang ingin ikut Renia tapi kenapa sekarang bilangnya ingin bertemu kolega dari Bali"
Rere berbicara pelan akan tetapi masih terdengar oleh Ria dan wanita paruh baya itu hanya tersenyum.
"Renia tadi yang minta Mas bertemu Mereka bukan"
Rere memukul lengan Aditya dengan kesal mendengar jawaban dari kekasihnya itu dan Aditya membiarkan kekasihnya bersikap layaknya anak kecil.
Saat keluar dari Ruangan ICU Aditya langsung memeluk Rere dan disaksikan oleh orang-orang yang berada disana dan membuat Rere terlihat malu kemudian dirinya mencoba melepaskan pelukan Aditya akan tetapi tubuh mungilnya tidak bisa melawan tubuh kekar Aditya yang terus memeluk Rere dengan Erat.
"Mas Tidak akan lepaskan Renia lagi walau Renia menginginkan nya" Raut wajah Aditya nampak serius.
"Banyak orang Mas, Malu ihhhh... " Rere menatap tajam Aditya yang kemudian tersenyum.
"Lepaskan Renia"
__ADS_1
"Tidak akan pernah, Sayang"
Aditya mengatakan sambil terkekeh mendapati kekasih nya yang terlihat sangat kesal.
Rere menggigit lengan Aditya membuat Pria nya melepaskan pelukan untuk Rere. Kemudian Rere terkekeh dengan sikapnya sendiri. Aditya meringis untuk membuat Rere percaya jika dirinya merasa kesakitan padahal sama sekali tidak terasa.
Aditya bahagia setiap melihat senyuman dan saat Rere tertawa, Aditya membelai pipi wanita nya dengan penuh cinta dan sayang. Rere tersenyum dan menyentuh telapak tangan Aditya yang menyentuh pipi nya dirinya tersenyum kembali.
"Mas Ayo... Renia harus pergi bertemu dengan Cantika seperti nya dia sudah ada di depan Lobby"
"Baiklah Sayang"
Aditya menoleh ke arah Riki dan Riki mengangguk kembali. Aditya mengajak Rere untuk mendekat ke arah pihak berwajib yang ada di sana juga kerabat Bu Ria keduanya meminta ijin untuk pulang dan tentu nya di setujui oleh mereka.
Aditya menggandeng Renia bersama dengan Riki yang berjalan di belakang mereka lalu terdengar Ponsel Rere berbunyi dan segera Rere mengangkat panggilan telepon dari Cantika.
Rere menyuruh Sahabatnya itu untuk menunggu di dekat Lobby masuk karena dirinya kini sudah berada di dalam Lift dan menuju ke lantai bawah. Rere menatap wajah Aditya yang terlihat dingin tanpa ekspresi setelah menutup panggilan telpon dari sahabatnya.
"Mas... Mas Bener ingin bertemu dengan Kolegan Bisnis mas dihari libur?" Rere masih penasaran.
"Heeemmm... " sahut Aditya
Rere mendongakan kepala nya menatap Aditya yang nampak dingin yang hanya fokus menatap lurus kedepan.
"Mas ikut Renia saja"
Mendengar ucapan Rere membuat Aditya senyum dan menoleh ke arah Rere dan wanita nya itu terlihat cemberut ke arah Aditya.
"Tapi mas tetap berada di dalam mobil tidak boleh turun" ucap Rere terlihat kesal karena dia tahu kekasih nya berbohong dengan nya hanya untuk ikut bersama dirinya.
"Mas tetap ingin bertemu dengan kolega Mas untuk apa mas tunggu Renia di dalam mobil. Memang nya mas Driver Online. Sayang" Aditya kembali menatap lurus ke depan.
"Ya Sudah. Terserah"
Pintu Lift terbuka dan Rere melangkah dengan kesal. Aditya menarik lengan Rere membuat kepala Rere menabrak dada bidang Aditya dengan cepat Aditya memeluk Rere.
"Jangan Pernah lagi meninggalkan Mas seperti ini Sayang" bisik Aditya perlahan di telinga Rere.
"Mas juga tidak boleh bersikap dingin seperti tadi, Renia tidak suka" tatapan sendu terlihat di wajah cantik Rere
"Maafkan Mas Sayang" balas Aditya.
"Mas... mau ikut tidak dengan Renia"
"Sebenarnya kenapa kamu ingin bertemu dengan mereka"
"Ada yang perlu Renia bicarakan kepada kedua Sahabat Renia"
"Sayang yang mengatakan tidak boleh ada lembaran yang terlewatkan tapi kenapa sekarang Renia ingin membuat cerita yang mas Aditya tidak ketahui. Sayang ingin merahasiakan cerita itu dari Mas"
"Tidak Mas. Renia akan ceritakan setelah ini, Cantika sudah menunggu didepan jadi kita temui cantika dulu setelah pertemuan nanti Renia akan ceritakan keseluruhnya kepada Mas Adit. Mas Percaya dengan Renia ini tentang Perasaan Cantika kepada Geri. Bukan seperti yang Mas pikirkan" Rere memeluk sambil menjelaskan kepada kekasihnya supaya tidak lagi curiga.
"Baiklah Sayang, Mas Percaya dengan Renia meski mas tidak yakin dengan Geri" Rere melepaskan pelukan nya dan mengerutkan dahinya.
"Sudahlah Ayo temui Cantika sekarang" Rere berkata dengan menggandeng tangan Aditya.
Keduanya keluar dari Pintu Lobby dan Rere melambaikan tangannya setelah melihat mobil Cantika berada diparkir dekat Lobby.
"Rere... "
Kaca Mobil terbuka dan tampak Cantika tersenyum ke arah Rere dan kedua Pria yang berada didekat sahabatnya itu.
Wajah Aditya terlihat dingin berdiri disamping Rere sedangkan Riki membuka pintu untuk kekasih atasannya.
Rere masuk kedalam mobil Cantika dan sebelumnya mencium punggung tangan Aditya dan mengucapkan Terima kasih kepada Riki yang telah membuka pintu untuknya.
Cantika dan Rere melambaikan tangan kepada kedua Pria yang juga melambaikan tangan. Aditya menyuruh Riki untuk pulang karena dua malam menjaga Ria dirumah sakit sedangkan dirinya mengikuti Rere dari belakang.
...****************...
"Cieeee... Kaya nya hubungan kalian makin dekat, kapan sebar undangannya Rere" goda Cantika.
"Nunggu masalah lu dan Geri selesai" Cantika ampak terdiam mendengar jawaban dari Rere.
Setelah Tiga Puluh Menit mereka sampai di Cafe yang telah di sepakati oleh ketiganya Rere dan Cantika keluar Mobil dan dari kejauhan Aditya menatap Rere yang di sambut oleh Geri.
"Cantika kenapa lu di sini" tanya Geri
"Cantika sama gw, ya udah kita masuk yuk" sahut Rere dan Geri menatap bingung ke arah Cantika yang membuat wanita yang di tatap nya terlihat tidak enak.
__ADS_1
Cantika Masuk terlebih dahulu kemudia Rere dan terakhir Geri tetapi saat Rere ingin melangkah ke pintu masuk Geri menarik lengan Rere pelan dan tatapan mereka bertemu tentu saja membuat Aditya merasa sangat marah di dalam mobil dirinya memukul setir mobil dengan kasar.
"Rere kamu kenapa membawa Cantika kemari bukan nya kita bertemu berdua"
Cantika dari dalam cafe menatap keduanya dengan ekspresi yang sulit di artikan.
"Nanti gw Jelaskan, Kita masuk dulu Geri" ucap Rere.
"Rere, lu jangan bikin gw jadi penasaran"
Tangan Geri membingkai pipi Rere dan Rere menarik pelan dan tentu membuat Aditya semakin marah dan tidak tahan lagi, dirinya sangat kesal mendapati pujaannya di sentuh pria lain.
Tapi kali ini dia tidak ingin gegabah karena saat di rumah sakit dirinya sudah berkata percaya dengan Rere, Aditya tidak ingin menambah situasi menjadi kacau kembali setelah hubungan dirinya dan Rere sudah kembali membaik.
"Sayang... Kamu membiarkan Pria lain menyentuhmu Ha... " Aditya berteriak tampak kesal dan memukul Setir nya dengan keras.
"Ayo... Geri jangan berdiri di sini kita masuk ada yang ingin saya sampaikan dengan Lu dan Cantika"
"Tentang apa Sayang"
"Ayo ikut, supaya gw bisa jelasin"
Perasaan Geri menjadi tidak enak dengan apa yang akan di katakan oleh Rere kepada dirinya juga Cantika.
Terlihat kedua nya memasuki Cafe dan duduk di meja yang mana Cantika sudah berada di sana. Mereka memesan menu yang ada di Cafe baik minuman maupun makanan.
Setelah Menu yang di pesan sudah datang mereka terlihat menyantapnya dengan santai Rere memakan apa yang telah di pesan nya.
"Gw yang bayar kali ini"
Rere mengatakan sambil tersenyum dan memasukan kentang goreng kedalam mulut nya.
"Tumben acara apa nih"
Cantika ingin terlihat santai di hadapan Geri yang nampak tidak tenang dengan apa yang akan di bicarakan Rere.
"Apa yang ingin lu sampaikan ke kita berdua Rere. Apa tentang hubungan kita"
Terlihat Geri memainkan alisnya naik dan turun dan Rere hanya tersenyum dan bukan hanya Geri tapi Cantika juga terlihat bingung dengan ekspresi Rere.
"Geri... " Rere memulai apa yang ingin di sampaikan.
"Sebenarnya gw ingin mengatakan bahwa, Gw mendukung hubungan Lu dengan Cantika. menurut gw kalian pasangan yang serasi"
Deeeeggggg
"Apa yang Lu katakan Rere"
Geri melepaskan sendok dan garpu yang ada di tangannya secara kasar dan Cantika juga terlihat kaget dengan apa yang di katakan oleh Rere.
"Cantika baik dan sangat mencintai lu Geri, buka mata dan hati lu, gw merasa ini saat nya untuk lu bisa bahagia. Gw mendukung sepenuhnya untuk hubungan ini dan gw sangat bahagia untuk kalian"
Rere menggenggam tangan Geri dan Aditya bisa melihatnya dengan jelas itu membuat Rahang Aditya mengeras. Sorot matanya tajam dan wajah nya terlihat menakutkan.
"Reniaaaaa...." Teriak nya kesal.
Sedangkan Geri terlihat melepaskan genggam tangan Rere dan beranjak dari duduknya dengan membuang nafas kasar dan menoleh ke sisi kanan. Geri nampak tidak percaya dengan apa yang di katakan Rere.
"Ini Jawaban untuk Perasaan gw ke lu Rere" Tatapan tajam mengarah ke Rere.
Cantika merasa tidak enak hati dan menendang kaki Rere dari bawah untuk menghentikan kemarahan Geri sedangkan Rere nampak Tenang dan tidak berkata apapun.
"Lu akan bahagia jika menikah dengan Wanita yang mencintai Lu. Geri dan Gw sangat bahagia jika wanita itu adalah Cantika sahabat kita. Gw akan tenang melepas sahabat terbaik gw nanti nya" Rere mencoba menenangkan dan menggapai tangan Geri kembali.
"Apa ini Karena Pria S*alan itu Ha... Pria G*la yang menyerang gw waktu itu. Pria seperti itu yang lu pilih Rere di bandingkan gw yang setia selalu bersama lu selama ini"
Geri nampak sangat marah dan mengguncang Bahu Rere dan Cantika mencoba menghentikan apa yang Geri lakukan dan di dalam mobil Aditya bertambah marah dan sudah tidak bisa lagi mengontrol dirinya sendiri. Aditya keluar dari Mobil dan menuju ke dalam Cafe.
"Jangan ikut campur Cantika"
Rere menatap ke arah luar yang nampak Aditya sangat marah ingin menghampiri mereka.
"Jangan buat keributan Geri lepaskan Rere kasihan dia kesakitan lu nyakitin Rere" Cantika mencoba melepaskan tangan Aditya.
"Nyakitin... Nyakitin Rere. Benarkah" Teriak Geri sangat kesal dan hatinya juga merasa sakit.
"Lu salah paham Geri. gw sayang sama lu ga mungkin gw nyakitin sahabat terbaik gw" Rere mulai menangis.
"Cinta tidak bisa di paksakan, gw sudah berusaha tapi hati gw selalu menunggu Mas Aditya, Maafin gw Geri" mendengar itu Geri menjadi lemas dan duduk kembali dengan menatap ke arah jalanan.
__ADS_1
Geri sangat bersedih mendapati wanita yang dicintai nya justru menjodohkan dirinya dengan wanita lain yang adalah sahabat mereka.