Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 171 Kenyataan Pahit


__ADS_3

"Papi... Sebaiknya kita pulang" Aditya berkata melihat Rian yang sangat terpukul dengan kenyataan ini.


Dan Ria membelai makam Sahabatnya Sherly dan beralih ke makam Aries dan berkata


"Mas... Pergilah dengan tenang anak kamu akan saya jaga. Aditya dan Ayu sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri. Amanah yang kamu berikan kepada saya sebelum berpulang akan saya tepati sampai saya juga menyusul kalian. Sekarang kalian tidak lagi berpisah. Berbahagialah Mas Aries. Sherly... Saya pamit. Ayo Nak kita pulang"


"Nak... Papa sebaiknya pulang ke puncak karena Papa sudah bertemu dengan kamu dan sudah menjenguk mama kamu dan Terima kasih atas surat dari mama yang kamu berikan untuk papa"


"Pah... tinggalah bersama Aditya di Apartemen atau di Mansion"


"Tidak, Nak. Setelah Pensiun Papi memutuskan untuk hidup di rumah kecil di penuhi dengan bunga-bunga Lili seperti keinginan mama kamu dulu yang mana mama berkeinginan saat masa tuanya bisa hidup dan menjalani hari-hari dengan tenang diantara kebun bunga lili.


"Papa... Ini saatnya papa mengubur masa lalu dan melupakan mama. Ini belum terlambat. Bahkan Papi Aries sengaja memesan makamnya disamping mami Sherly agar tidak ada orang lain dimakamkan disamping mama. Menikahlah Pa... Mungkin Tante Ria juga bisa membuka hati untuk Papa Rian. Kalian bisa menghabiskan waktu disisa hidup dengan berdua. Papa dan Tante Ria berhak bahagia"


"Adit... Nak apa yang kamu katakan" Ucap Rian tersentak dengan perkataan Aditya


"Kamu ini Nak, Kami sudah tua dan tidak ada lagi hal seperti itu dan kami sudah bahagia tanpa menikah diusia tua ini"


"Papa. Tante Ria... Mulailah membuka lembaran baru mungkin dengan itu hati kalian akan tenang dan lupakan mama dan Papi yang telah melukai kalian sangat dalam. Sekali lagi Aditya meminta maaf atas apa yang kedua orang tua Aditya lakukan kepada Papa dan Tante dulu" Rere menatap Aditya lalu kearah Ria.


"Iya... Mas Aditya benar... Jika Renia lihat kalian cocok" Rian menatap Rere dan Rere yang awalnya tersenyum lalu berubah datar.


Aditya menatap Rere dan tersenyum menatap perubahan wajah Rere.


"Papa jangan perlihatkan wajah seperti itu kepada Calon istri Adit. Dia jadi takut. Padahal yang dikatakan Renia ada benarnya" Aditya terkekeh.


"Ya sudah kita pulang. Mendengarkan kalian nanti ngomongnya tambah ngelantur" ucap Ria


Keempatnya berjalan kearah mobil dan Kali ini Aditya yang membawa mobilnya sendiri dan menyuruh Rere duduk didepan bersama dirinya.


"Papa dibelakang saja duduk dengan tante Ria, Aditya ingin berdua dengan Renia"


Rian tidak protes dengan apa yang dikatakan oleh Aditya dirinya hanya mengiyakan saja apa yang dikatakan putranya dan membuka pintu mobil dan duduk dibelakang kursi Rere dan Ria dibelakang kursi pengemudi.


"Mas... Apa Ayu belum sadarkan diri juga"


"Saya tidak tahu sayang"


"Kita jenguk Ayu ya mas"


"Besok saja sayang, Kita sebaiknya mengecek kondisi kesehatan kamu, sayang. Dan apa kamu sudah mengatakan kepada kakak dan Adik kamu masalah donor sumsum tulang belakang"


"Belum Mas"


"Kenapa sayang kamu jangan menunda lagi Sayang. bukannya kamu pernah bilang ingin sembuh, benarkan? "


"Renia tidak tega. Jika mereka sakit setelah Donor bagaiamana?"


"Sayang... Tidak seperti yang kamu bayangkan semua akan baik-baik saja. Ok"


"Mas... Renia takut"


"Kenaap harus takut sayang. Ada Mas Aditya yang akan selalu bersama Renia" Rere menggelengkan kepala dengan memaksakan diri untuk tersenyum Setelah mendengar ucapan Aditya.

__ADS_1


"Mas akan selalu mendampingi kamu sayang jangan takut mas juga akan memeriksakan diri apa tulang sumsum mas cocok untuk Renia"


...****************...


Sedangkan di Amerika. Pihak Kepolisian Indonesia yang bekerja sama dengan kepolisian Amerika mendatangi Mansio yang dibeli Aditya untuk Putranya Zayn.


Pihak Kepolisian memberitahukan apa yang terjadi dan Sisilia tidak percaya bahwa Pria yang berjanji akan menikah dengan dirinya secara sirih sebelum pergi ternyata melaporkan dirinya atas tuduhan Perencanaan pembunuhan dan pelanggaran kode etik profesi dan Mal Praktek yang di tuduhkan kepadanya.


"Kamu jahat Sayang... kamu membohongi saya. kamu bilang akan menikahi saya dan setelah kamu kembali kepada wanita itu kamu nyatanya ingin menyingkirkan saya. Karena itu kamu menyuruh Susi membawa Zayn agar tidak melihat saya di tangkap. Sayang... Kamu Jahat" Tangis Sisilia di dalam mobil.


"Nona Sisilia" Teriak Bryan yang baru datang ke Mansion menggunakan mobil saat penangkapan Sisilia.


"Ada apa ini" sambung Bryan


"Aditya melaporkan saya"


"Apa itu tidak mungkin"


"Dia sudah tahu semuanya Bryan"


"Tahu tentang apa"


"Saya memberikan obat yang Lisna berikan untuk Aditya, dia memang tidak mencintai saya jadi dengan mudah dia melakukan ini kepada saya"


"Tenanglah Nona, Saya akan menghubungi Tuan"


"Sudahlah Bryan jangan lakukan apapun, saya hanya minta tolong untuk jaga Zayn, Aditya menginginkan saya di tangkap, saya akan menuruti dia"


"Nona... " Terlihat wajah sedih Bryan.


Polisi gabungan membawa Sisilia dari Mansio dan menuju ke kantor polisi new York dan dari sana setelah dokumen dan berkas selesai. Sisilia di bawa ke bandara agar bisa pulang ke indonesia.


Di sepanjang jalan Sisilia hanya bisa menangis mengingat kenangannya bersama Aditya dan moment terakhir saat Aditya datang menemuinya di dalam kamar sebelum pulang ke indonesia.


...****************...


Aditya menelepon susi agar membereskan semua pakaian Zayn karena sebentar lagi pulang ke indonesia. Bukan hanya Susi, Aditya juga menelpon Bryan dan perawat Sisilia agar kembali ke indonesia.


Bryan ingin mempertanyakan keputusan Aditya tapi dia mengurungkan niatnya bertanya karena moment yang tidak tepat. Dirinya akan bertanya dan membujuk Aditya saat bertemu saja dan saat Aditya menelepon dirinya hanya bisa mengiyakan mendengar perintah Aditya. Perasaan Bryan sangat sedih mengingat penangkapan Sisilia.


Bryan adalah pengawal yang menemani Aditya dan Sisilia saat di NYC saat Aditya mengenyam pendidikan. Dia tahu dengan jelas bagaimana Sisillia mengurus dan menjaga Aditya saat itu.


"Kita pulang ke indonesia Mas Bryan" tanya Rita, perawat Sisilia.


"iya Tuan Aditya ingin kita kembali. Apa Bimo sudah menerima panggilan telepon dari Tuan? "


"Saya tidak tahu, mungkin sudah karena saya juga mendapatkan telepon dan diberitahu Tuan Aditya supaya kembali ke indonesia. Mas Nyonya Sisillia kenapa ditangkap polisi tadi saya tidak mengerti yang dikatakan polisi Amerika karena menggunakan bahasa Inggris tapi saya dengar dari polisi yang sepertinya dari indonesia karena menggunakan bahasa yang kita ucapkan dan dilihat wajahnya juga sama seperti orang indonesia. Dia bilang Tuan Aditya yang melaporkan Nyonya. Memang kesalahan apa yang Nyonya lakukan sampai Tuan Aditya melakukan itu kepada ibu dari anaknya"


"Sudahlah Rita kamu jangan banyak bertanya dan bereskan saja pakaian kamu"


"Baiklah tapi kapan kita pukang ke indonesia"


"Lusa karena saya harus mengurus ijin pindah sekolah untuk Zayn. Tuan Aditya ingin pulang membawa Zayn"

__ADS_1


"Lah kenapa Zayn pindah lagi jika seperti itu seharusnya jangan masukan Zayn ke sekolah yang ada disini kalau harus pindah lagi ke indonesia" Bryan hanya melirik tajam ke arah Rita yang menurut Bryan banyak bicara.


Bryan hanya diam dan meninggalkan Rita sendiri di ruang tamu. Susi membawa Zayn ke taman setelah pulang sekolah saat penangkapan Sisillia hal itu dilakukan karena sebelumnya sudah mendapatkan panggilan telepon dari Aditya yang menyuruh dirinya menjauhi Mansion selama beberapa jam.


Setelah penangkapan sudah selesai Aditya menelpon susi kembali dan menyuruh susi untuk membereskan pakaiannya agar bisa pulang ke indonesia dengan keempat orang yang sebelumnya Aditya tugaskan untuk menjaga Sisillia dan Zayn.


Saat Aditya menelpon orang-orang yang bekerja untuk menjaga Sisillia dan Zayn dirinya masih berada di dalam mobil bersama dengan Rere menuju ke apartemen kekasihnya. Setelah sebelumnya telah mengantarkan Ria dan Rian ke rumah Ria dan Hotel Rian menginap.


"Mas... Kenapa lakukan ini. Putra kamu pasti sedih dan kehilangan mamanya. Seharusnya jangan pisahkan mereka. Walau bagaimana juga Sisillia ibu dari anak kamu mas. Dia masih kecil butuh kasih sayang kedua orang tuanya"


"Saya akan pertemukan Zayn dan kamu sayang. Kita akan menikah dan saya akan membawa kamu untuk berobat ke Eropa kita akan memulai hidup baru kita disana. Saya harap kamu bisa menjadi ibu yang baik untuk anak Mas termasuk zayn"


"Namanya Zayn" tanya Rere pelan dan Aditya mengangguk.


"Mas... Saya bukan wanita yang melahirkan Zayn. Saya takut Zayn tidak menerima saya dan dia akan membenci saya karena menganggap saya merebut mas Aditya dari mereka berdua. Apa yang terjadi kepada Bu Lisna adalah pelajaran untuk kita semua" sambung Rere dengan menatap lekat wajah Aditya


"Maksud kamu apa sayang" Aditya menepikan mobilnya.


"Saya ingin putra saya di besarkan oleh wanita yang baik dan hebat bukan wanita jahat yang melakukan apapun demi bisa mendapatkan keinginannya. Kamu adalah wanita yang saya pilih sejak dulu untuk menjadi ibu dari anak-anak Mas. Tolonglah Renia Terima mas. Sayang... kamu pernah berjanji tidak akan meninggalkan mas Aditya lagi saat mas sakit di apartemen kamu sayang. Apa Renia lupa"


Renia menundukkan kepala lalu Aditya menggenggam tangan Rere dan mencium tangannya.


"Baiklah Mas saya mau menikah dengan mas" Senyuman indah merekah dari bibir Aditya.


"Tapi ada syaratnya"


"Apa itu sayang, Mas akan menurutinya insyaallah"


"Saya menerima Mas Aditya menjadi suami Renia jika Zayn menerima kehadiran dan juga posisi Renia jadi ibu sambungnya. Jika tidak Renia akan menolak menikah dengan Mas Aditya" Rere terdiam sesaat.


"kita bisa tetap bersama walau tidak menikah, Maksud Renia kita bisa menjadi teman. Renia tidak akan meninggalkan Mas Aditya walau kita hanya teman" sambung Rere.


"Jangan katakan itu sayang. Mas Mohon Renia. Mas yakin Zayn menerima kamu Sayang karena kamu wanita yang baik dan tulus" Aditya menoleh ke arah Rere


"Saya akan pelan-pelan menyampaikan ini tapi penyembuhan kamu harus segera dilakukan dan kita akan tinggal satu atap selama di inggris apa Bu Inah akan menyetujui itu" sambung Aditya


"Saya akan tetap di indonesia, saya akan melakukan kemoterapi dan tahapan penyembuhan lainnya di sini saja"


"Renia sayang penyakit kamu sangat berbahaya kamu harus berhenti bekerja supaya tidak lelah dan saya akan menanggung semuanya, Sayang. Mas tidak ingin terjadi apapun terhadap kamu. Tolong kita menikah dan Mas akan membujuk Zayn. Kamu tahu sayang Jantung Putra Mas ada masalah. Dia di diagnosis terkena penyakit jantung dan tidak bisa mendapatkan berita yang membuat Zayn terkejut yang akan berakibat pada jantungnya"


"Apaaaa... Lalu kenapa Mas Aditya melaporkan Sisillia jika Zayn tahu bagaimana"


"Saya percaya kamu bisa mengatasi ini dan menggantikan Sisillia untuk merawat putra Mas, Sayang"


"Masss... " Aditya menghentikan apa yang ingin Rere katakan dengan mengangkat tangannya dan kembali melajukan mobilnya


...****************...


Sementara kedua orang tua Hans sudah berada di rumah sakit untuk menjenguk Lita juga Ayu yang berada di rumah sakit yang sama.


Ayu masih berada di ruangan insentif dan Lita berada di ruangan rawat inap. Laurane memeluk Alexander karena tidak tahan mengingat putranya meninggal di jalan yang tidak jauh dari rumah sakit yang sedang di kunjungi mereka setelah mereka melewati jalan yang menjadi tempat kecelakaan Hans.


Luca menunjukan TKP itu kepada kedua orang tua Hans atas permintaan Laurane untuk memberitahu dimana Hans mengalami kecelakaan. Setelah tahu sepanjang jalan Laurane menangis dan suaminya menenangkan hati Laurane.

__ADS_1


"Ini kenyataan pahit yang harus kita Terima sayang" ucap Alexander kepada istrinya.


__ADS_2