Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 09


__ADS_3

Kecurigaan dr.Mirna Feriska


Di Sunrise Hospital


Melisha memintanya Amelia untuk menemui direktur Rumah Sakit, yaitu Mirna Feriska, untuk berbicara soal kembalinya Amelia bekerja di Sunrise Hospital sebagai dokter umum.


" Mel..., ini ruang direktur utamanya, Kamu masuk saja..., tadi Saya sudah bilang pada dokter Feriska jika beliau sudah menunggumu..., Aku duluan ya Mel..." ucap Lisha pada Sahabatnya.


" Oh... okey lah kalau begitu... " balas Amelia, lali masuk ke dalam ruang direktur utama Sunrise Hospital.


Ceklekkk...


" Permisi dok..." ucap Amelia sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang direktur.


" Masuk saja dok... silahkan duduk dulu.." ucap Mirna belum melihat ke arah Amelia, Ia justru masih fokus mencari berkas di almari.


" dok..., Saya dokter baru disini, kata dokter Melisha.., Saya suruh menemui Anda terlebih dahulu... " ucap Amelia, lalu mendudukkan pantatnya di sofa, dan mengeluarkan berkasnya.


" Suara itu...??? " batin Mirna, sejenak Ia menghentikan aktivitasnya mencari berkas, lalu menoleh ke arah belakang, betapa terkejutnya Mirna ketika Ia melihat seseorang yang sangat mirip dengan adik sepupunya.


" Ka.. Kamu...??? ucap Mirna dan Amelia kompak. mereka benar-benar terkejut dengan apa yang mereka lihat.


" Kakak... bukannya Kakak yang waktu kemarin.. ??" tanya Amelia memastikan, bahkan Ia benar-benar merasa bersalah ternyata yang Ia tabrak adalah seorang direktur.


" Iyaaa... Kamu benar.., Saya yang waktu Kamu tabrak kemarin.. " ucap Mirna sambil tersenyum ke arah Amelia.


" Diaaa... kenapa wajah dan suaranya seperti Vitalia...?? batin Mirna.


" Oh ya.., katanya Kamu pernah bekerja disini, dan sudah lama vakum ya...??, apa itu benar..??" tanya Mirna pada Amelia.


" Benar Kak...,mmmb.., memangnya Kakak tahu darimana..??" tanya Amelia merasa gugup


" Dari dokter Lisha..., Dia bercerita kepadaku jika Kamu pernah bekerja disini..." ucap Mirna, karena Mirna merasa heran dengan sikap Amelia yang sedang gugup, Ia pun bertanya:" Kamu kenapa...?? nggak usah gugup gitu..., kejadian yang kemarin lupakan saja..., anggap saja tidak terjadi apa-apa..." ucap Mirna sambil tersenyum manis ke arah Amelia, Dan dibalas oleh Amelia.


" Ehh... jangan begitu dong Kak... Aku jadi nggak enak juga... " ucap Amelia merasa sungkan.


" Nggak apa-apa..., Oh Yaa... nama Kamu Amelia Hirata ya...??, hmm nama yang bagus... " puji Mirna terhadap Amelia, sambil mendudukkan pantatnya di kursi.


" Iyaa Kak.., ahh Kakak bisa saja... " ucap Amelia, merasa tersanjung.


" Iyaa Amelia serius..., Oh ya jangan panggil Kakak ya... biar lebih akrab panggil saja Mbak... " pinta Mirna pada Amelia.


" Kalau boleh tahu mbak Feriska aslinya dari mana...??, kok seperti tidak asing bagiku...??" tanya Amelia penasaran.


Deg..

__ADS_1


Perasaan Mirna kini mulai tak karuan setelah pernyataan dari Amelia, " Ya Tuhan... apakah ini Vitalia.., tapi mengapa Dia tidak mengenaliku...??" tanyanya dalam hati.


" Oh ya Mel.. kalau boleh tau.., Kamu kenapa sempat berhenti menjadi dokter..??" ucap Mirna berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Aku sendiri nggak bisa menjelaskan dengan jelas mbak..., aku mengalami hilang ingatan dan menjadikan diriku seperti saat ini... " terang Amelia.


Duaaarrr...


Bagai disambar petir di siang hari.., Mirna terkejut mendengar perkataan dari Amelia, Ia pun lalu bertanya: " Maksudmu...??, Kau Amnesia begitukah...?? " tanya Mirna memastikan.


" Benar mbak Feriska..., dan semenjak kecelakan pesawat Aku bingung dengan masa laluku..., Karena Aku lupa dengan semuanya. apalagi mengingat saja pun Aku tak mampu, yang hanya Aku ingat kalau Aku ini adalah seorang dokter bedah, tapi anehnya kenapa dokter Lisha yang merupakan Sahabatku bilang, jika Aku ini hanya seorang dokter umum, bukan dokter bedah..." terang Amelia.


Duuarr....


sontak membuat Mirna terdiam, dan semakin terkejut, bahkan semakin yakin jika Dia saat ini sedang berbicara dengan Adik Sepupunya.


" Lantas apa yang membuatmu pergi meninggalkan rumah...??" tanya Mirna dengan nada bergetar sambil berdiri dari tempat duduknya.


" Entahlah mbak...., Aku pun tak tahu masalah apa yang menimpaku saat itu..., sehingga Aku sendiri meninggalkan rumah, bahkan Aku pun sekarang justru sangat merasa bersalah..." jelas Amelia, sontak membuat Mirna semakin membulatkan matanya, dan tanpa sadar Ia berkata: " Kk.. Kau... memang benar Adik sepupuku..." ucapnya sambil memeluk Amelia dengan nada bergetar, sedangkan Amelia hanya diam mematung berusaha mencerna perkataan dari direktur utama Sunrise Hospital.


" Darimana saja Kau Vit..., Mbak benar-benar merindukanmu... hikss hikss hikss..." ucapnya lagi sambil menangis tersedu-sedu. Amelia pun terkejut dengan pernyataan dokter Mirna Feriska, bahkan sampai menangis.


" Mmm maksud Mbak Feriska apa..??" tanya Amelia bingung dengan pernyataan yang dilontarkan oleh dokter Feriska.


" Dek... ini Aku Mirna...!!, Aku Kakak Sepupumu..., Kamu tahu tidak.., semua orang mencarimu, setelah kecelakaan pesawat itu Kau menghilang bagai ditelan bumi...., tapi saat itu Mbak sangat yakin, jika Kau sebenarnya masih hidup..., Kamu jangan sembunyi lagi Vita... katakan dengan jujur kalau Kau adalah Vitalia bukan Amelia..." ucap Mirna panjang lebar dengan posisi masih memeluk Amelia.


" Tapi Vitalia... mmm.. " seketika Mirna menghentikan perkataannya, lalu berfikir: " Mirna..., mungkin belum saatnya Kau memberi tahu Dia..., karena memang Dia sedang hilang ingatan.., kalau Kau paksa untuk mengingatnya, justru Dia tak akan mengingatnya kembali..." batin Mirna.


" Mmm maafkan Aku Mel... jika Aku seperti ini, mungkin karena Aku sangat merindukan Adik sepupuku yang hilang saat kecelakaan pesawat, dan kebetulan wajahnya mirip denganmu... " terang Mirna pada Amelia sambil membelakangi Amelia. Tak disangka pernyataan Mirna membuat hati Amelia luluh dengan sendirinya, dan tiba-tiba saja Ia memeluk Mirna dari belakang.


Bruuukk..


seketika Mirna Feriska terkejut dengan perlakuan Amelia terhadapnya, " dokter Feriska..., hikss... hikss.. hikss.. jangan berkata seperti itu.., Aku sangat merasa bersalah karena wajahku yang sangat mirip dengan Adik Sepupumu..., maafkan Aku... " ucap Amelia.


" Sssttt Amel... sudah tak apa..., justru Aku yang minta maaf sama Kamu karena sudah salah mengira... " ucap Mirna sambil membalikkan badannya lalu membalas pelukan dari Amelia.


" Yaa Tuhan mengapa Aku ketika memeluk dokter Feriska seperti memeluk Saudaraku sendiri... " batin Amelia, di dalam pelukan Mirna.


" Kamu benar-benar Vitalia..., dan Kau bukan Amelia.., Karena Kau sedang amnesia Mbak tidak berani mengatakan kebenaran untuk saat ini..., tapi Mbak berjanji akan cari tahu tentang Amelia secepatnya Vita.., Dia benar-benar mirip denganmu sampai-sampai keluarga dan orang terdekatnya menganggap jika Kau adalah Amelia... " batin Mirna, masih dengan memeluk Amelia.


" Mel... bolehkan jika Mbak panggil kamu dengan sebutan Dik...?? " tanya Mirna pada Amelia, dan Amelia pun menyetujuinya.


" Boleh banget dong Mbak Feriska..., Mbak Feriska juga boleh menganggapku seperti Adik Sepupu Mbak yang bernama Vitalia itu... " ucap Amelia serius.


" Seriously...?? tanya Mirna memastikan.

__ADS_1


" He'emm... Yess... " jawab Amel bersemangat.


" Tapi ingat.., Mbak nggak boleh panggil nama Vitalia di depan umum..." ucap Amelia memberi peringatan pada Mirna.


" Iyaaa.. iyaa Kau ini Mel bisa aja..., kalau begitu Mbak mau panggil Kamu dengan sebutan dedek bontot gimana...?? " tanya Mirna pada Amelia.


" Hahahaha... astagaa Mbakku yang satu ini lucu juga... itu juga boleh..., kalau begitu Aku panggil Mbak apa ya...??, hemm Kakak Ipar mungkin ya..., karena Mbak Feriska sangat cocok sekali dengan Kak Chan... " terang Amelia.


" Kak Chan...??


" Dia Saudara Kandungku, Mbak..., apa Mbak Feriska mau kenalan sama Kakakku..?? tanya Amelia bersemangat, sambil mengangkat kedua alisnya menggoda Mirna.


" Apaan sih...."


" Hahahaha..., maaf Mbak cuma bercanda..., oh iyaa ngomong-ngomong nih Mbak..., Kita ini baru kenal, tapi seperti sudah kenal lama saja ya..., heran deh... " ucap Amelia.


" Dedek bontot bisa aja sih... " ucap Mirna sambil mencubit hidung Amelia.


" Aaaduh Mbak, isshh..... " Amelia mengaduh kesakitan, dan tak terima sambil mengelus-elus hidungnya.


" Ya sudah sekarang Kamu boleh bekerja..., tapi ingat ya Mel, Mbak minta nanti sebelum pulang..., Kamu bantuin teman Mbak buat tindakan operasi bedah jantung..." titah Mirna pada Amelia, sontak pernyataan dari Mirna membuat Amelia melototkan matanya tak percaya.


" Haa..., tapi Mbak...??" tanya Amel bingung.


" Tapi apa lagi sih Dek....?? " jawab Mirna sambil merapikan bukunya.


" Isshh Mbak Feriska... Amel tanyanya serius nih..." dengus Amel kesal, karena belum percaya yang dikatakan oleh Mirna Feriska.


" Yaa Mbak juga Serius Mel... " jawab Mirna sambil tersenyum ke arah Amelia, Dan Amelia yang merasa perkataan Mirna serius pun lalu berteriak histeris:" Aaaa..., thanks my sister... " ucap Amelia lalu menghambur memeluk Mirna.


" Ehh tapi tunggu dulu..., kenapa Mbak percaya sama Aku sih Mbak, Aku kan bukan seorang dokter bedah...??" sambung Amelia bertanya heran.


" Karena Mbak percaya sama Kamu Mel.... " jawab Mirna apa adanya.


" Sampai segitunya...??" tanya Amel lagi memastikan.


" He'emm... " dehem Mirna sambil menganggukkan kepalanya, tanda mengiyakan perkataan Amelia. Dan Amelia pun berjingkrak riang mendengar pernyataan dari Mirna Feriska.


" Dan satu lagi Mel..., besok kalau di depan Mbak jangan panggil Feriska.. panggil Mbak Mirna saja..., nggak enak tauk..." ucap Mirna pada Amelia.


" Hahaha.. siap boskuh.... " jawab Amelia bersemangat, sambil mencubit pipi Mirna gemas, lalu pergi dari ruang Direktur tanpa berpamitan. sedangkan Mirna hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Amelia, yang seperti tingkah Adik Sepupunya,yaitu Vitalia.


" Kau memang seperti Vitalia.. Mel..., Mbak berharap dugaanku benar, bahwa itu Kau yang selama ini menghilang.., selain jenius Kau sungguh dokter yang sangat misterius, bahkan Aku sendiri tak bisa membedakanmu antara Kau benar-benar sedang berbohong untuk menyamar, atau Kau serius mengalami Amnesia.., tapi Aku yakin.., kalau Kau kali ini benar-benar hilang ingatan setelah apa yang Kau utarakan tadi..." batin Mirna dengan tatapan kosong.


Selamat Membaca****

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🙏🙏🥰🥰


__ADS_2