Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 111


__ADS_3

Kembali Kritis.


Setelah mendengar kabar yang disampaikan oleh Risa, tanpa berpikir panjang Mirna pun segera menarik tangan Amelia yang agar berdiri dari tempat duduknya. Amelia yang melihat perlakuan kasar dari dokter Mirna pun tak terima karena tangannya tiba-tiba di tarik oleh dokter Mirna tanpa seizinnya. Sementara yang lain hanya melongo tak percaya melihat gelagat aneh dari dokter Mirna yang bagi Mereka tak seperti biasanya.


“Mbak Mirna apa-apaan sih, main tarik saja. Mbak Mirna tau ‘kan jika Kita sedang mengobrol dengan Hans dan Vanya?!” ucap Amelia dengan nada meninggi sambil menghempaskan cengkeraman kuat tangan Mirna, karena tak terima dengan apa yang sudah diperbuat Mirna padanya.


Mirna pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Mel, Kita sudah tidak punya banyak waktu, Kita harus ke rumah sakit sekarang. Karena Vitalia  sedang membutuhkan Kita saat ini,” tuturnya berusaha menjelaskan pada Amelia.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Mirna, seketika saja semua orang yang sedang melakukan pertemuan dengan Mirna membelalakkan matanya terkejut. Bahkan tanpa Mirna sadari, Ia belum lupa menutup teleponnya yang masih tersambung di ponsel milik Risa.


Secara otomatis obrolan Mereka terdengar langsung oleh Risa yang sedang berada di seberang sana, belum menutup teleponnya. Ia mengernyit bingung dengan siapa dokter Mirna mengobrol. ‘Bagaimana bisa dokter Mirna bisa bersama Amelia padahal setahu Risa bahwa Adik Tirinya sedang marahan dengan dokter Mirna?’


“Vit .., Vitalia??” Risa bertanya-tanya dalam hati. Ia pun lalu segera menutup teleponnya.


Seketika saja Ia terdiam sambil berpikir, “Sebenarnya Amelia ada dimana? Bukankah tadi Amelia sedang ada masalah dengan dokter Mirna? Lalu bagaimana bisa dokter Mirna seperti memanggil Amelia di sana?”


“Lantas tadi mengapa dokter Mirna menyebut nama Vitalia? Darimana dokter Mirna mengenal Vitalia Sahabatku yang dulu pernah menjadi musuhku?” berbagai pertanyaan muncul dalam benak Risa yang sedang berada di seberang sana.


Setelah semua terdiam mendengarkan penuturan dari Mirna. Amelia, Hans, Vanya dan juga Aldo pun saling pandang satu sama lain. Tiba-tiba saja ada salah seorang yang sangat dikenal oleh Amelia dan juga Mirna datang ke cafe tersebut dengan tergopoh-gopoh.


“Hah .. Hah .., Nona Muda Mirna, gawat! Nyonya Muda Vitalia dalam bahaya, bahkan Nyonya Muda Vitalia hampir mati gegara ulah Matsugi. Untung saja masih ada Tuan Muda Chandra yang rela berkorban untuk menyelamatkan nyawa Nyonya Muda Vitalia. Saya juga sangat tak menyangka jika Tuan Muda sebenarnya sangat mencintai Nyonya Muda Vitalia,” ucap Frans dengan terengah-engah.


“Apa? Emm maksudku, apa yang sebenarnya terjadi, Frans?” tanya Mirna menatap Frans bingung. Namun sayangnya pertanyaan yang dilontarkan Mirna pada Frans tak membuat Frans membuka suaranya. Ia justru hanya diam tak bisa menjelaskan pada Mereka semua.


Amelia merasa jika ada yang aneh dalam Diri Frans. Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Frans, tolong cepat katakan pada Kami, sebenarnya apa yang terjadi?” sambung Amelia ikut bertanya menanyakan kejadian apa yang menimpa Vitalia yang sudah Ia anggap seperti Saudarinya sendiri.


Frans pun lalu menjawab berbagai pertanyaan yang di lontarkan oleh MIrna dan juga Amelia, "Jadi begini Nona, saat Nyonya Muda sedang berada di dalam ruang perawatannya, tiba-tiba saja datang Matsugi menyamar menggunakan baju pegawai rumah sakit. Ia berhasil merangsek masuk ke kamar Nyonya Muda dan berniat akan membunuh Nyonya Muda. Beruntungnya Tuan Chandra berhasil mendobrak pintu kamar perawatan Nyonya Muda yang di kunci dari dalam."


“Saat pintu sudah terbuka, Kami sangat terkejut jika dahi Nyonya Muda sudah mengeluarkan banyak darah karena terpentok dinding. Dan ketika Nyonya Muda melihat kedatangan Tuan Muda, Nyonya Muda sangat menyambut baik kedatangannya.” sambung Frans menjelaskan panjang lebar.


“Bahkan Nyonya Muda sampai memeluk Tuan Muda di waktu itu, dan sayangnya moment itu kurang tepat. Saat itulah Matsugi berniat membunuh Nyonya Muda menggunakan senjata tajam dengan menusuknya dari belakang. Akan tetapi Tuan Muda Chandra justru menolong Nyonya Muda Vitalia dengan menggantikan posisinya. Hingga akhirnya Tuan Muda saat ini kritis membutuhkan donor darah satu kantong lagi. Begitulah ceritanya Nona Muda Mirna,” pungkasnya.


Seketika saja semua orang yang berada di situ terperangah mendengarkan penjelasan dari Frans. Tanpa banyak bicara, Vitalia pun segera beranjak pergi dari cafe tersebut dengan diikuti Amelia, Vanya, Frans, Hans dan juga Aldo dari belakang menuju ke mobil yang sudah disediakan geng Kalajengking di lokasi.


...🥰****************🥰...


Sementara di lain tempat, Vitalia tampak sedang mencemaskan kondisi sang Suami yang kian menurun. Bahkan Ia sampai mengerahkan seluruh dokter profesional di Australia untuk menangani Suaminya. Ia tahu jika keputusan yang Ia ambil sangatlah beresiko, namun Ia juga tak mau ambil resiko jika terjadi apa-apa dengan sang Suami.


“Dokter Prita, bagaimana ini? Kondisi Suamiku malah semakin menurun, mau tak mau Aku harus mendonorkan darah untuk Suamiku, dok” ucap Vitalia cemas dengan mata berkaca-kaca menatap sang Suami yang masih berada di meja operasi.


“Bukankah tadi sudah Saya bilang, itu sangat tidak memungkinkan, apalagi kondisi dari dokter Lia saja sedang hamil,” jawab dokter Prita berusaha menjelaskan lagi pada Vitalia.


“Tapi dok, mau bagaimana lagi .., hiks .. hiks .., Aku benar-benar merasa bersalah, hiks ... hiks ..” sahut Vitalia dengan menangis sesenggukan duduk di kursi roda.


“Ya Tuhan ..., Ku mohon selamatkanlah Suamiku,” batin Vitalia memejamkan kedua matanya dengan air mata yang jatuh tak tertahankan.


Tiba-tiba saja Ia sangat terkejut melihat kedatangan seseorang yang sangat Ia kenal, datang langsung ke ruang tindakan bersama dengan Sahabatnya Bella. ‘Ya, Vitalia dapat melihat dari kejauhan seseorang yang di bawa Bella, tepatnya berada di balik kaca ruangan khusus yang tembus langsung dengan ruang tindakan.’


“Mmm .. Mbak Mirna ..” ucapnya pelan masih terdengar di telinga dokter Prita. Sementara dokter Prita mengernyit bingung dengan orang asing yang masuk ke dalam ruang tindakan. Bahkan Ia menduga jika dokter Lia sangat mengenal orang asing tersebut.

__ADS_1


Tak terasa air matanya pun menetes dengan begitu deras. Ia sangat tak menyangka jika Kakak Sepupunya datang langsung ke FireField Hospital memenuhi perintahnya untuk mendonorkan darahnya untuk sang Suami.


“Apakah dokter Lia mengenal orang asing yang di bawa dokter Bella? Nampaknya orang itu mau mendonorkan darah untuk Tuan Chandra,” tanya dokter Prita pada Vitalia.


Dengan mengusap air matanya, Vitalia pun lalu menjawabnya,” Iya dok, Aku sangat mengenalnya. Dia adalah Kakak Sepupuku yang bernama Mirna Feriska, dan Aku sangat tak menyangka jika Mbak Mirna bersedia mendonorkan darah untuk Suamiku, hiks .. hiks ..” balas Vitalia dengan menangis haru melihat kedatangan Kakak Sepupunya.


“Dokter Lia, sudah jangan menangis lagi.”ucap dokter Prita sambil mengelus pundak Vitalia yang sedang duduk di kursi roda, berusaha menenangkannya.


“Aku begitu terharu, dok. Aku tak menyangka jika Kakak Sepupuku sudah datang kemari. Jika dokter Prita tahu, sebenarnya Aku sedang ada masalah dengan Kakak Sepupuku hanya karena masalah sepele,” balas Vitalia dengan nada melemah mengungkapkan sebuah kebenaran pada teman sejawatnya yang berprofesi sebagai seorang dokter kandungan tersebut.


Sedangkan dokter Prita yang melihat Vitalia nampak murung, dengan cepat menyahutnya dengan berkata, “Tapi ‘kan buktinya Kakak Sepupu Anda datang juga, dok? Hah ..., sudahlah, dok. Jangan dipikir berlarut-larut. Lebih baik sekarang dokter Lia kembali ke ruangan, yuk. Biar Aku antar!" tukasnya.


Dengan berusaha tersenyum semanis mungkin menutupi kesedihannya, Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “ Baik dok, lagi pula Aku juga capek setelah banyak kejadian yang terjadi hari ini, apalagi hati ku sudah agak sedikit tenang jika Suamiku sudah mendapatkan pendonor,” balasnya. Tanpa menunggu persetujuan lagi, dokter Prita pun segera mendorong Vitalia menggunakan kursi roda keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruang perawatan Vitalia untuk beristirahat. Mengingat kondisi kandungan Vitalia yang masih lemah.


...🥰****************🥰...


Sedangkan di luar sana, berita tentang insiden penusukan Chandra sudah tersebar luas seantero negeri. Bahkan insiden penusukan tersebut juga sudah sampai di telinga orangtua Chandra yang berada di Jepang dan juga sampai ke telinga seluruh keluarga besar Vitalia yang berada di Indonesia. Tidak sampai di situ saja, kabar tersebut juga sudah tersebar luas di kalangan para Mafia dan musuh-musuh Chandra dan Istrinya, termasuk Nenek Elisabeth.


“Nampaknya perjuangan Cucuku Vitalia baru akan segera di mulai, berbagai masalah akan datang menerpanya secara bertubi-tubi. Dan di saat itulah kekuatan cinta antara dokter Misterius dan Mafia Kejam akan bersemi,” ucap Nenek Elisabeth sambil menyaksikan berita di televisi dengan di dampingi para anak buahnya.


Salah satu dari anak buah Nenek Elisabeth yang bernama Rian pun menyahutnya dengan berkata, “Nyonya Besar, apakah Anda yakin jika kekuatan cinta Mereka akan mengalahkan segalanya?” tanyanya.


Dengan tersenyum tipis Nenek Elisabeth menjawabnya, “Aku sangat yakin itu! Meskipun nantinya akan ada banyak rintangan dalam hubungan Mereka , maupun masalah pribadi masing-masing yang akan Mereka hadapi,” balasnya dengan penuh percaya diri.


“Tapi Aku sangat percaya, jika Mereka bisa melewati berbagai masalah rintangan itu dengan mudah. Karena kekuatan cinta Mereka akan bisa mengalahkan segalanya,” pungkasnya.


...🥰****************🥰...


Cekleekk ...


“Lia ..” panggil Suster Oca sambil berjalan menghampiri Vitalia yang duduk di atas tempat tidur. Seketika saja Vitalia mengarahkan pandangan menatap kedatangan Oca. Belum sampai Vitalia menjawabnya. Oca pun menyambungnya lagi dengan berkata, “Lia, akhirnya tindakan operasi Suamimu berjalan dengan lancar,” terang Oca menyampaikan kabar Chandra pada Vitalia.


Dengan mengembangkan senyum senangnya Vitalia berkata, “Alhamdulillah syukurlah ..” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya, Oca pun memotongnya dengan berkata, “Dan sekarang kondisi Suamimu juga sudah tidak kritis lagi, rencananya nanti akan di pindah ke ruangan ini juga bersamamu,” ucapnya sambil menaik-naikkan alisnya menggoda Vitalia. Oca ingin mengetes bagaimana reaksi dari Sahabatnya jika mendengar sang Suami akan tinggal satu kamar dengannya.


Seketika saja Vitalia terkejut dan berkata, “Apa?? Ehh emmmh, jangan bercanda ‘lah Ca. tapi kenapa harus di ruangan ini, sih? Mana alat nya tidak ada lagi?” tanyanya pada Sahabatnya bingung. Karena setahunya kamar perawatannya khusus buat Dirinya saja.


“Astaga Lia, Kau itu Istri Pemilik aset terbesar FireField Hospital loh, bisa-bisanya bertanya seperti itu.” balas Oca dengan menggelengkan kepalanya heran menatap Sahabatnya yang baginya sangat aneh.


“Sudah lah, Aku sangat malas berdebat denganmu lagi. Yang jelas Aku hanya minta padamu, jika nanti Suamimu itu di sini, please jangan berbuat keributan lagi, ok. Ingat kondisimu, dan ingat siapa yang sudah menolongmu kalau bukan si Mister Mafia Kejam!” ucap Suster Oca menasehati sahabatnya. Sementara Vitalia yang mendengarkan penuturan dari Sahabatnya hanya terkikik geli mendengarnya.


“Ckckck, Kau itu Ca ..., tenang saja, Ca. Aku janji nggak bakalan ribut lagi, okay!” seru Vitalia  dengan terkekeh geli menjawab ucapan dari Sahabatnya itu.


“Awas saja kalau bohong!” ucap Oca memperingati Vitalia segera berjalan keluar dari ruang perawatan Sahabatnya. “Maafkan Aku Vitalia, Aku hanya mengetes saja, setidaknya Aku bisa mengetahui perasaanmu yang sebenarnya pada Tuan Chandra, dan ternyata benar dugaanku, Kau begitu mencintainya kalau dilihat dari ekspresimu,” gumam Oca dalam hati sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan Sahabatnya. Sementara Vitalia hanya terkekeh geli menatap kepergian Sahabatnya.


Setelah keluarnya Suster Oca dari ruang perawatannya, tak berselang lama Mirna datang bersama dokter Bella diikuti Amelia, Vanya, Hans dan juga Suami dari Vanya yaitu Aldo di belakangnya, masuk ke dalam ruang perawatan Vitalia tanpa mengetuk pintu.


Ceklek ...


Seketika saja Vitalia yang berada di ruang perawatannya sendirian pun mengarahkan pandangan menatap pintu. Betapa terkejutnya Vitalia melihat kedatangan Mirna bersama dengan para Sahabatnya.

__ADS_1


“Kalian ...” ucap Vitalia tergagap saking terkejutnya melihat dengan siapa yang Ia lihat. Belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Mirna berlari dan memeluknya.


Greepp ...


“Vitalia, maafkan Aku,” ucap Mirna sambil memeluk tubuh Vitalia yang sedang duduk bersender di atas tempat tidur. Seketika itu pula Vitalia membalas pelukan dari Kakak Sepupunya sambil berkata, “Seharusnya yang minta maaf itu Aku, Mbak. Bukan Mbak Mirna, hiks ... hiks ... hiks ..” balasnya sambil menangis sesenggukan.


“Aku berjanji Mbak setelah ini Aku akan memulai hidup baru lagi, dan Aku juga akan mengakui pada seluruh Keluarga Kita bahwa Aku masih hidup, Mbak.” Ucapnya dengan menangis sambil menangis sesenggukan.


Tiba-tiba saja Vitalia mengarahkan pandangan menatap yang lainnya, lalu berkata, “Vanya, Amelia ..” ucapnya lalu melepas pelukan Mirna, beralih memeluk Vanya dan Amelia secara bersamaan.


“Maafkan Aku ..., hiks .., hiks ..” ucap Vitalia sambil memeluk kaduanya. Vanya pun lalu membalasnya dengan berkata, “Sudah Vit, lebih baik tenangkan Dirimu, dan Aku akan berjanji padamu Aku tidak akan membeberkan rahasiamu, namun Aku hanya minta padamu mengaku 'lah kepada seluruh keluarga, Vit. Jika Kau masih hidup, karena Mereka sangat merindukanmu, terutama Mama dan Kakak Iparmu,” tandasnya.


Sementara Amelia hanya diam menyimak pembicaraan yang masih terdengar di telinganya, “Vitalia, Aku sudah memastikan dan sangat yakin sekali bahwa Kau adalah Kakak Ku. Setelah ini Aku akan mencari tahu kebenaran tentangmu tanpa sepengetahuanmu dan yang lainnya,” batinnya terdiam dengan posisi masih saling berpelukan dengan Vitalia dan juga Vanya.


Sedangkan Mirna yang mendengarkan penuturan Vanya pada Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Itu pun jika Kau sudah siap mengatakannya pada seluruh Keluarga, Vit. Namun jika Kau belum siap mengatakannya, Kami yang akan mengatakannya,” imbuhnya.


Ketika Mereka sedang asyik berpelukan, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dengan mengetuk pintu lalu membukanya.


Ceklek ...


Seketika saja semua pandangan menatap ke arah seseorang itu, yang berprofesi sebagai seorang perawat.


“Dokter Bella, Anda di panggil oleh dokter George di ruangan sebelah karena Tuan Chandra kembali kritis,” ucapnya menyampaikan perintah.


Betapa terkejutnya Vitalia yang mendengarkan pernyataan dari Suster tersebut. “Apaaa??”


“Nggak, itu nggak mungkin ...” sambungnya.


“Vitalia tenangkan Dirimu ...” ucap Amelia, Mirna dan juga Vanya secara bersamaan menenangkan Vitalia yang akan beranjak dari tempat tidurnya.


Sementara Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Baiklah Sus, Aku akan segera ke sana,” jawabnya lalu segera beranjak pergi meninggalkan ruang perawatan Vitalia segera menuju ke ruang perawatan Chandra. ‘Ya, Chandra sendiri sudah di pindah ke dalam ruang perawatan khusus, yang kebetulan bersebelahan dengan ruangan sang Istri.’


Vitalia pun lalu berteriak memanggil dokter Bella yang berjalan keluar.


“Bella .., Tunggu!!” teriaknya. Namun teriakannya tidak digubris oleh Bella yang justru terus melangkahkan kakinya pergi.


Tanpa menghiraukan Kakak Sepupu dan para Sahabatnya dengan cepat Vitalia mencopot infus yang menancap di tangannya segera turun dari tempat tidurnya.


Sreggh ...


Vitalia mencopot infusnya. Sementara semua orang yang ada di ruangan Vitalia pun terperangah melihatnya.


“Vitalia, apa yang Kau lakukan .. !!” seru Mirna berusaha mencegah Vitalia agar tetap di tempat pun gagal. Vitalia justru terus melangkahkan kakinya keluar dengan sempoyongan tanpa menghiraukan yang lainnya.


...----------------...


Hay Guys bagaimana kabar Kalian hari ini ... ??


Maafkan Author yang sok sibuk ini yaaa, baru keliatan up lagi hehehe....☺☺

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komennya. Biar Author tambah semangat lagi up nya.😇😇


Apalagi ceritanya bakal tambah seru loh ini wkwkwk...😅😅


__ADS_2