Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 18


__ADS_3

Kesadaran Mama Tiri (Amelia)


Setelah tiga hari di rawat Amelia sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, akan tetapi Ia belum boleh untuk masuk bekerja lagi oleh sang Daddy, sementara Sherlyn yang mendengar Amelia sudah diperbolehkan pulang ke rumah Ia mendapatkan kesempatan untuk membalaskan perbuatan Amelia di cafe, karena bagi Sherlyn perbuatan Amelia sumber penyebab Chandra pergi meninggalkannya sendirian.


" Nak beristirahatlah..., jangan membantah Daddy lagi, Daddy janji nanti akan pertemukan Kamu dengan Mommy mu..." tutur tuan Hirata pada Amelia.


" Mommy...??" tanya Amelia mengerutkan keningnya bingung.


" Aku sudah bilang bukan jika Aku saja lupa dengan wajahnya Dad..., lagi pula bukannya ada Mama juga disini, Dad...??" tanya Amelia, dan sang Mama Tiri pun menjawabnya:" Benar Suamiku..., selagi ada Aku, kenapa tidak..., iya kan Sayang..." sambungnya sambil mencium keningnya Anak Tirinya.


" Iyaa dong Ma..." jawab Amelia sambil tersenyum senang.


" Sayang tapi Aku takut jika nanti Sherlyn cemburu..., Kau tahu sendiri bukan jika Amelia sampai pergi hanya karena ulah Sherlyn..." ucap tuan Hirata memberi pengertian pada sang Istri.


" Emmm..., mungkin Sherlyn dulu hanya emosi saja Mas..." bela Nyonya Hirata pada anak kandungnya.


" Sebentar maksud Daddy sama Mama apa sih??" tanya Amelia bingung dengan perdebatan kedua orangtuanya.


" Ehh.. emm enggak kok Nak..., lebih baik Kau beristirahatlah.., dan sehabis ini Mama panggilkan Sherlyn kesini untuk menemanimu..." jawab Mama Tiri Amelia mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Tidak usah Ma..., Amel mau istirahat sendiri saja Ma..." jawab Amelia.


" Tidak Mel, pokoknya Kamu harus di tunggu sama Sherlyn..., Dad ayo kita keluar biarkan Amelia istirahat dulu..." sambung sang Mama sambil mengajak sang Suami agar keluar dari kamar Amelia.


" Ya sudah..., yuk... ingat ya Kamu harus istirahat, besok nggak boleh bekerja dulu..., nanti biar Melisha kesini merawat Kamu..." balas tuan Hirata, sambil mengingatkan sang Anak, lalu pergi keluar bersama sang Istri meninggalkan Amelia sendirian di kamar untuk beristirahat.


" Iyaaa iyaa, Dad..." jawab Amelia dengan nada malasnya.


*****


Dad..., Daddy ngerasa aneh nggak sih..., kalau Amelia semenjak kecelakaan pesawat itu berbeda sekali dengan Amelia yang dulu..." ucap Nyonya Hirata pada sang Suami.


" Justru Daddy senang kalau Dia bisa berubah, biar tidak diperlakukan seenaknya sendiri sama orang yang suka jahatin Dia.." jawab tuan Hirata membalas pernyataan sang Istri.


" Tapi Dad... kan aneh..."


" Sudahlah Ma..., jangan berfikir yang aneh-aneh..., Mas mau telpun Mommy nya Amel dulu..." ucap tuan Hirata sambil merogoh ponselnya tapi dihentikan oleh Mama Tiri Amelia.


" Untuk apa Mas...??" tanya sang Istri sambil menghentikan sang Suami untuk menghubungi Istri pertamanya.


" Ck... ya untuk ngasi kabar kalau Amelia sudah kembali lah Ma...., kan kemarin kita belum sempat kasih tahu..." jelas tuan Hirata.

__ADS_1


" Hmm.. harusnya kita tidak usah kasih tahu saja kenapa sih Dad..., Daddy sudah dengar sendiri bukan tadi saja Amel bilang kan ada Mama..." ujar sang Istri.


" Mah..., Mommy nya Amel kan juga berhak tahu..., bagaimanapun juga Amel juga Putrinya..."


" Hmm baiklah..., terserah Daddy saja... " ucap sang Istri kedua pasrah dengan keputusan sang Suami.


*****


Di lain tempat Chandra tampak sedang berkutat dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk begitu banyaknya, apalagi Ia sendiri selama tiga hari tidak masuk kerja, hanya karena seorang Gadis, siapa lagi kalau bukan Amelia, selama Ia di rawat Chandra lah yang menunggunya, bahkan Chandra baru kali ini rela cuti demi seorang Gadis. Chandra sendiri sebenarnya dikenal dengan orang yang pekerja keras, atau gila kerja sampai tak tahu waktu untuk beristirahat.


" Frans.. apa yang Kau katakan...!!, Aku tak percaya itu...!!" seru Chandra penuh dengan penekanan.


" Dengarin dulu Ndra..., Kau lihat bukan jika dokter Amelia saja di depanmu seolah sedang akting, dan Aku yakin jika ia adalah Vitalia yang selama ini Kau cari..." terang Frans Sahabat terbaik dari Chandra Zhu.


" Cukup Frans..., Dia benar-benar amnesia, dan bukan bersandiwara..." jawab Chandra melenceng dari topik pembicaraan.


" Yaa... Kau benar Dia benar-benar amnesia, tapi sudah katakan berkali- kali bukankah ada kemungkinan bukan jika Dia adalah Vitalia..??" tanya Frans.


" Kalau pun benar Dia adalah Vitalia, lantas Kau mau apa...??" ucap Chandra malah berbalik tanya.


" Aku hanya bertanya saja Ndra..., apa Kau sudah terima konsekuensinya nanti jika Dia adalah Vitalia...??" tanya Frans menghujani berbagai pertanyaan pada Chandra.


" Aku sudah memikirkannya baik-baik, dan secepatnya juga Dia akan kujadikan Istriku secepatnya Frans...., dan kalau Dia Vitalia Aku akan menyiksanya seperti Kakekku di bunuh oleh Papa nya..." ucapnya dengan tatapan membunuh.


" Aku tetap akan membalaskan dendamku Frans.., tapi dengan caraku sendiri.., Kau tak perlu tahu itu..., dan perlu Kamu tahu Frans, jika Vitalia juga mempunyai dendam padaku, karena Geng nya banyak yang mati karena ulahku..." terang Chandra.


" Apaaa...???, Kau tahu bukan, Kau saja belum mencari bukti, jadi jangan cepat mengambil kesimpulan, ya wajar saja Vitalia dendam sama Kamu.., Kamu sudah menyerang Geng nya tanpa sebab, tolong Ndra pikirkan baik-baik..., carilah buktinya terlebih dahulu daripada menyiksa orang tanpa tahu kebenarannya..." tutur Frans mengingatkan Sahabatnya.


" Dia tidak mudah di dapatkan Frans..., Dia bukan Wanita lemah yang bisa dianggap remeh, memaksanya menikah pun sepertinya mustahil, toh Dia bukan Vitalia dia Amelia Gadis yang sangat ku kagumi meskipun wajahnya mirip dengannya...." jawab Chandra dingin.


" Kau yakin Dia itu dokter Amelia..??" tanya Frans memastikan lagi.


" Aku yakin..." jawab Chandra seadanya.


" Ingat Chandra, Aku sudah berkali-kali mengingatkanmu, jika suatu saat dokter Amelia ingatannya pulih kembali, dan Dia adalah Vitalia, Aku hanya berharap tetap cintai Dia dan jagalah Dia dengan baik..., jangan menyiksanya atau Kau akan menyesal dikemudian hari..." tutur Frans menasehati Sahabatnya lalu pergi dari ruangan kebesaran Chandra. sedangkan Chandra hanya diam mematung dengan pikirannya sendiri.


" Aku akan menikah dengannya Frans, tak peduli Dia itu Amelia atau Vitalia, tapi aku yakin Dia bukan Vitalia..., Aku sudah terlanjur jatuh hati padanya semenjak pertemuan pertama kita, kalau pun benar Dia Vitalia, Aku akan beri pelajaran padanya... batin Chandra berubah pikiran lagi, Ya Ia benar-benar tidak konsisten dengan pikirannya karena sebenarnya Chandra sendiri bingung dengan apa yang harus Ia lakukan semenjak Vitalia menghilang dan muncul wajah yang mirip dengannya.


*****


Waktu pun terus berjalan, tak terasa hati sudah multi menjelang malam, di keluarga Hirata tampak Seorang Gadis yang sedang menggerutu kesal karena disuruh sang Mama untuk menemani Kakak Tirinya, siapa lagi kalau bukan Sherlyn Fukushima.

__ADS_1


" Isshhh Mama nyebelin banget sih kenapa harus Sherlyn sih yang jagain Dia.., udah gitu tidurnya ngorok lagi..." sindir Sherlyn, sambil menuruni tangga, sehabis dari kamar Amelia untuk menjaganya, karena disuruh oleh sang Mama.


" Tapi setidaknya Kau hanya menunggunya Sherlyn bukan Mama suruh kerja di dapur, pokoknya mulai sekarang Mama tidak mau tahu, Kau harus menuruti perintah Mama.., apa Kau mau kalau Amelia pergi lagi gara-gara ulahmu yang keterlaluan itu..??" tanya sang Mama dengan nada menyindir.


" Isshhh Mama gimana sih.., justru Sherlyn senang lah kalau Dia pergi.., kenapa sih Mama selalu saja belain Gadis norak itu, sudah gitu kemarin gagalin kencan Sherlyn lagi..." gerutu Sherlyn kesal pada sang Mama, yang berfikir bahwa Mamanya sudah berubah.


" Maksudmu...?? " tanya sang Mama mengerutkan keningnya.


" Ya Dia gagalin kencanku bersama Chandra Ma, apa lagi kedatangannya tidak sendirian Ma..., bahkan Dia mengajak Arnold..." jawab Sherlyn.


" Apa...???, yang benar saja Kau Sher..."


" Memangnya kenapa sih Ma..., memang benar kok Dia datang bersama Arnold, tapi sayangnya Amel menggagalkan semua nya, Chandra memilih pergi dengan Amelia daripada Aku..." terang Sherlyn.


" Tapi bagaimana bisa Sherlyn??, bukannya ada Arnold..??" tanya sang Mama heran.


" Karena Aku sengaja panas-panasin Amel ma..., dengan mengatakan selama tak ada Amel, Arnold selalu main sama wanita lain selain selain Dia..., dan untuk memanfaatkannya saja..." jawabnya.


" Apaa katamu..??, seharusnya Kau jangan berkata seperti itu Sher...


" Tapi itu memang benar kan Ma..., Dan Aku berhasil menghancurkan kencannya bersama Arnold, tapi sayangnya Chandra yang melihat Amelia berlari keluar cafe, eh Dia nya malah ikutan kabur lagi ngejar Gadis tak tau diri itu..." jelas Sherlyn.


" Sherlyn jaga mulutmu..., jangan memanggilnya dengan sebutan yang tidak-tidak lagi, kalau Kau masih ingin menetap di keluarga Hirata...!!" seru sang Mama membentak Sherlyn.


" Isshhh tapi Ma..." ucapan Sherlyn terhenti.


" Tak ada tapi-tapian Sherlyn, Kau harus belajar memanggil Amelia dengan sebutan Kakak, ingat itu..." sang Mama berusaha mengingatkan Anaknya.


" Mama kenapa sih selalu belain Dia..." ucap Sherlyn kesal, tak terima jika Mamanya membela Amelia.


" Karena kalau bukan karena Dia dan Chan Hirata, Mama tidak disini Sherlyn..., Kau tahu tidak Papa kandungmu saja tak pengertian pada kita, sedangkan Mama dulu bertemu dengan Amelia ketika masih hamil Kamu Sher..., dan akhirnya Mama bisa jadi akrab sama keluarga Hirata lalu Mama di jadikan sebagai Istri kedua dari Daddymu..., sekarang Mama sadar akan hal itu Sherlyn..." terang sang Mama pada Anaknya.


" Apaaa...??, tapi bukannya dulu mama sempat tak menyukainya...??" tanya Sherlyn bingung dengan sikap sang Mama yang tiba-tiba luluh dengan Amelia.


" Itu dulu Sher... sekarang berbeda..., apalagi semenjak Amelia mengalami kecelakaan pesawat, Dia berubah dan Mama kagum sekali dengan perubahannya yang sangat drastis itu, ditambah lagi Dia Gadis yang kuat, tidak bisa di anggap remeh begitu saja Sher..." tuturnya.


" Aaahh sudahlah Ma..., terus saja puji Dia..., pokoknya Sherlyn nggak mau tahu, Dia harus menebus semua kesalahan yang Ia lakukan di cafe itu... tak akan kubiarkan Amel merebut Chandra dariku... " ucap Sherlyn dengan tersenyum menyeringai.


" Jangan mengambil keputusan seenaknya sendiri Sherlyn..., Kau akan tahu akibatnya jika melawan Amel.., dan ingat Sherlyn..., Mama tidak akan membantumu jika Daddy mengetahuinya...!!" seru sang Mama memberi peringatan kepada Sherlyn, lalu pergi meninggalkan Sherlyn yang hanya diam, dan sedang berada di ruang Keluarga.


******

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like, Komen dan Favorite Yaa... 🥰🥰🙏🙏


Maaf Author baru update lagi.. lagi sibuk buat kegiatan Ramadhan... 🙏🙏


__ADS_2