Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 45


__ADS_3

Bertemu Dengan Wanita Berwajah Mirip Amelia dan Vitalia 1.


Di Jepang tepatnya di kota Tokyo, Chandra tampak akan melakukan meeting dengan clientnya di sebuah restoran ternama di kota tersebut. Dan di saat itu juga ada seorang wanita cantik yang sedang berkerja di restoran tersebut dengan ramahnya menjamu para konsumen yang berdatangan. “Mas.. Mbak.., mau pesan apa silahkan.” ucapnya ramah. Bahkan saking ramah dan cantiknya, banyak konsumen yang berdatangan untuk makan di restoran tersebut. Sementara Chandra yang baru saja datang pun mengedarkan pandangannya untuk mencari kursi yang sudah Ia pesan, Tak lama pun pandangan mata Chandra pun jatuh menatap wanita cantik tersebut dengan terpaku dalam diam, sambil bergumam dalam hati, “Amelia..??, apa yang sedang Dia lakukan disini..??, kenapa Dia malah menjadi pelayan restoran ini??, “Apa mungkin kalau Dia Vitalia??, tapi bagaimana mungkin Dia bekerja di tempat seperti ini..??” banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran Chandra. Ya Chandra kini sedang melihat wanita yang sangat mirip dengan Amelia dan Vitalia.


“Tuan Chandra Zhu..., apa ada yang bisa Saya bantu..??” tanya salah seorang pelayan lain, berhasil membuyarkan lamunan Chandra. Chandra pun lalu menjawabnya. “Ehemmb.. Tolong tunjukkan tempat yang sudah Saya pesan kemarin.” ucapnya dingin. Pelayan tersebut pun lalu menjawabnya lagi dengan berkata, “Baik Tuan.” Jawabnya lalu menunjukkan dimana tempat yang telah Ia pesan. Ya Chandra sendiri sudah sangat dikenal di Jepang sebagai seorang Bos besar, selain menjadi Bos besar Chandra juga dikenal di dalam dunia bisnisnya sebagai Mafia yang sangat kejam.


Di tempat dimana para pelayan berada.


“Ata mending Kau kesana deh layani Tuan Chandra, biar Aku yang melayani konsumen yang lain..” ucap salah seorang teman dari wanita cantik yang mirip dengan Vitalia maupun Amelia. Ya Wanita tersebut bernama Ata, Dia bahkan bekerja dengan berpindah-pindah tempat karena belum ada yang cocok untuknya, padahal sebenarnya Dia adalah seorang dokter umum. Ata sendiri adalah nama samaran yang Ia gunakan untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya.


“Hmm baiklah..” balas Ata sambil mengambil minuman dan makanan untuk di hidangkan ke meja Chandra dan clientnya yang baru saja datang. Ata pun lalu menuju ke meja dimana Chandra dan clientnya berada, Ia pun lalu menyodorkan minuman dan makanan yang dibawanya untuk diletakkan di atas meja sambil berkata, “Permisi Tuan, ini minuman dan makanannya.” ucapnya. Setelah Ia selesai menyajikan hidangannya dengan di bantu rekan lainnya, Ia pun segera pergi dari tempat tersebut. Sementara Chandra sedari tadi hanya menatap wajah wanita itu dalam diam, dengan tatapan menyelidik. “Astagaaa, Dia selain mirip dengan Amelia, ternyata mirip dengan Vitalia ku juga.., sebenarnya siapa Wanita ini..??, apa mungkin Dia adalah wanita yang selama ini Aku cari??”batin Chandra sambil menatap kepergian Ata.


“Tuan Chandra...” panggil client dari Chandra, sontak membuyarkan lamunan Chandra yang tampak sedang melamun. Chandra pun lalu menjawabnya dengan cepat. “Ehembb, maaf sampai dimana tadi..??” tanya Chandra pada clientnya sambil melirik Ata dari kejauhan. Dan Client dari Chandra pun lalu menjelaskannya.


*****


Sementara Ata kini di dapur sedang mencuci piring, disaat dirinya sedang mencuci piring tiba-tiba saja ada salah satu teman berkata, “Eh... Ata.. gimana??”tanyanya. Dan Ata pun malah menjawabnya dengan pertanyaan, “Gimana apanya..??" ucap Ata malah justru berbalik tanya.


“Tadi gimana rasanya, pas ngasih hidangan ke meja Tuan Chandra..??" tanya temannya pada Ata.


“Tuan Chandra siapa sih..??" ucap Ata berbalik tanya lagi.


“Astagaa..  Ataaaa, masa’ kau tak tahu sih siapa Tuan Chandra...??” ucap teman Ata yang bernama Cici, dan Ata pun menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya pelan karena memang dirinya tak tahu siapa Chandra. “Tuan Chandra itu orang yang tadi Kau kasih makan dan minum tadi loh Ta...” ucap Cici berusaha menjelaskan siapa Tuan Chandra.


“Oh.. itu..” jawabnya seadanya.

__ADS_1


“Yee..., kok gitu sih Ta jawabnya..” protes Cici karena menjawabnya denganbiasanya saja.


“Ya terus mau gimana lagi..??,biasa saja kali Ta...” ucap Ata. Sontak membuat Cici tak terima lalu berkata, “Yeee..., enak saja bilang biasa saja, mata Kau saja yang rabun.” jawabnya kesal membuat Ata terkekeh geli karena melihat tingkah Sahabatnya kesal.


*****


Sementara di lain tempat nampak Vitalia sedang berada di RS bersama dengan Mirna dan Nyonya Long Ai melihat kondisi terbaru dari Risa dan Tuan Long Ai yang merupakan Kakak dan Ayah Tiri dari Amelia Hirata. Setelah dari ruang perawatan Tuan Long Ai kini Mereka bertiga segera menuju ke ruang perawatan Risa.


Di dalam ruangan tempat Risa di rawat.


“Kak... bagaimana kabarmu..??” tanya Amelia pada Risa.


“ Vitalia Kau..., Vitalia Gue mohon please hentikan ini semua Vit..” ucapnya panik sambil mengatupkan kedua tangannya seraya meminta maaf.


“Risa..., apa-apaan Kamu Nak, Dia itu Amelia Adik Tirimu dari Jepang..” terang Nyonya Long Ai berusaha menjelaskan pada Putrinya. Risa pun lalu menjawabnya, “Apa..?? Adik Tiriku..??, tapi kenapa wajahnya mirip seperti temanku yang bernama Vitalia, Ma..?? tanya Risa bingung tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya. “Sudahlah Kak, mungkin Kakak salah lihat kali Kak, apa mungkin karena Aku mirip dengannya.” sambung Vitalia berusaha bersandiwara sebaik mungkin di depan Nyonya Long Ai dan juga Risa.


“Sebenarnya siapa Dia..??, apa Dia benar Adik Tiriku dulu..??” batin Risa.


Sementara Vitalia dan Mirna pun lalu segera keluar ruangan tersebut menuju ke ruangan para dokter dan tenaga medis lainnya untuk berpamitan. Dan pada saat mereka sedang menyusuri lorong RS, Vitalia mengedarkan pandangannya, dilihatnya Dina sahabatnya yang sedang berlari sambil menangis. Sontak Vitalia yang melihat pun mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang terjadi. “Mbak Mirna lihatlah ada apa dengan Dina...” ucap Vitalia memberi tahu pada Mirna Feriska. Mirna pun lalu melihat ke arah Dina. “Dina..., tunggu..” ucap Mirna yang berhasil menghentikan langkah Dina.


“Hiks.. hiks.., Mbak Mirna..,. Vanya dan Babby Daffa sampai saat ini belum diketemukan juga.” ucap Dina sambil menangis sesegukan.


“Apa maksudmu Din..??" tanya Mirna mengerutkan keningnya bingung. Sementara si dokter misterius hanya diam menyimak.


“Mbak Mirna..., Vanya dan Babby Daffa diculik orang tak dikenal, bahkan hingga saat ini belum ada titik temu, hanya saja pihak kepolisian menemukan sandal yang digunakan Vanya ditepian sungai.” terang Dina. Sontak membuat Mirna dan Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia terkejut.

__ADS_1


“Apaa...” ucap Mirna dengan terkejutnya.


“Astagaa..., apa lagi ini..?? batin Vitalia.


“Aku takut Mbak jika kehilangan Sahabatku lagi seperti Vitalia yang dikabarkan meninggal padahal jasadnya saja belum diketemukan hingga saat ini, hiks... hiks... hikss..” ucap Dina membuat Vitalia dan Mirna terdiam dan saling tatap satu sama lain.


“Sudah Sus, jangan menangis lagi.” ucap Vitalia yang berperan sebagai Amelia terhenti karena ponselnya tiba-tiba saja berbunyi.


*****


Tahan Bestie....


Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komen, dan Votenya ya... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏


Jangan lupa mampir ke novel teman Author yaya karma dari kak Siti Fatimah.


Kenapa hidupku harus menderita seperti ini, jika banyak orang yang bisa merasakan apa arti itu bahagia, kenapa hanya aku orang yang terjebak didalam lembah penderitaan ini sendiri.


Hidup bersama dengan seorang Mama tiri seperti halnya hidup didalam jeruji besi, sekaligus awal kehancuran bagiku setelah beberapa tahun yang lalu Mama kandungku meninggalkanku untuk selama-lamanya.


Dan Papa yang memutuskan untuk menikah lagi dengan Monika yang tak lain sekarang dia menjadi Mama tiri-ku sendiri, awalnya aku kira Mama tiri-ku peduli dan sayang kepadaku, tapi nyatanya setelah Papa pergi meninggalkanku dan menyusul Mama di Surga.


Sifat dan perlakukan dia terhadapku seketika berubah, bahkan dia hanya menganggap-ku layaknya seperti hewan yang tidak ada gunanya dan hanya akan jadi bahan siksaan. Yang selalu ia kurung didalam kamar tanpa beralas yang hanya menyisakan selembar karpet tipis beserta selimutnya. Bahkan sangking jahatnya ia hanya akan mengeluarkan-ku ketika menyerahkan-ku pada laki-laki mesum yang berani membayarnya dengan harga tinggi yaitu 50 juta permalam sangat kejam bukan.


__ADS_1


dan ini cover barunya karma dari kak Siti Fatimah.



__ADS_2