
Persiapan Pernikahan Vitalia dan Chandra
Sementara di lain tempat dokter Mirna Feriska dan Tuan Feng dikejutkan dengan sebuah surat yang dikirimkan melalui seseorang yang datang ke rumahnya.
Cekleekkk...
“Apa ada yang bisa Saya bantu..??” tanya Mirna Feriska pada seseorang yang datang ke rumahnya. Dan seseorang itu pun menjawab, “Nona ini ada titipan dari Tuan Chandra untuk Tuan Feng, kalau begitu Saya permisi dulu ya Non...” ucapnya. Seketika saja membuat Mirna yang mendengarkan penuturan dari si pengirim tersebut terkejut. Tanpa pikir panjang Ia pun segera membukanya.
Isi surat tersebut:
Yang terhormat Tuan Feng dan juga dokter Mirna, Saya sampaikan bahwa hari ini Saya dan Vitalia makan menikah, jadi tolong kalian datanglah ke markas ku tepat jam tujuh. Tertanda Chandra Zhu. begitulah kira-kira isi dari surat tersebut.
Mirna pun membelalakkan matanya lebar-lebar setelah membaca isi surat tersebut. Ia pun lalu segera melangkahkan kakinya untuk mencari sang Kakek yang sedang berada di dalam rumah. Mirna kini mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari keberadaan sang Kakek.
“Pelayan, tahu Grandpa nggak..??” tanya Mirna pada salah satu pelayan yang ada di kediaman Feng.
“Tuan besar ada dibelakang Non...” jawabnya. Mirna pun lalu membalasnya dengan tersenyum ramah, “Ya sudah, terimakasih...” ucapnya lalu segera berlari menemui sang Kakek yang sedang berada di pinggiran kolam renang. Mirna pun lalu berteriak memanggil sang Kakek, “Grandpa... !!” lantang Mirna berteriak. Sontak saja membuat Tuan Feng mengarahkan pandangan ke arah sumber suara lalu berkata, “Astagaa, kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak sih Cu...” ucap Tuan Feng pada cucunya. Dan Mirna pun lalu membalasnya dengan berkata, “Ya habisnya, Grandpa di cari kemana-kemana nggak ada” jawabnya.
Mirna pun lalu menyambungnya lalu dengan berkata, “Oh iya Grandpa lihatlah ini ada surat untuk Grandpa..” ucap Mirna sambil menyodorkan sebuah surat tersebut pada sang Kakek. Tuan Feng pun lalu berkata, “Ini surat dari siapa Cu..??” tanya Tuan Feng sambil menatap surat tersebut heran, mengapa jaman sekarang masih aja ada yang mengirimkan pesan melalui sebuah surat, pikirnya.
Mirna pun menjawabnya dengan berkata, “Dari Chandra Zhu, Grandpa..” jawabnya. Sontak saja membuat Tuan Feng terkejut lalu segera membuka surat tersebut. Ia pun membacanya dengan seksama. Sedetik dua detik setelah membaca Surat tersebut, Tuan Feng pun lalu berkata, “Mirna cucuku, cepat siapkan mobil sekarang juga Kita akan kesana sekarang.... !!” tutur Tuan Feng memerintah Mirna untuk segera menyiapkan mobil. Dan Mirna pun mengangguk menyetujuinya, “Baik Grandpa..”jawabnya.
__ADS_1
*****
Sementara Amelia kini beraktivitas kembali menjadi seorang dokter umum di Sunrise Hospital. Ya Amelia sendiri menjalankan tugasnya sesuai apa yang di instruksikan oleh Vitalia. Tiba-tiba saja saat Ia sedang melangkahkan kakinya memasuki RS, ada seseorang yang berteriak memanggil namanya, “Amelia... !!” teriak seseorang itu. Sontak saja Amelia segera menengok ke arah sumber suara. Dilihatnya ternyata Cici Sahabatnya yang waktu itu sempat bekerja bersamanya. Amelia pun lalu segera menghampirinya dan berkata, “Ci..., apa yang Kau lakukan disini..??” tanya Amelia mengernyitkan dahinya. Cici pun menjawabnya dengan berkata, “Mel.., ini bacalah..” ucap Cici sambil menyerahkan sebuah surat pada Amelia. Amelia pun lalu berkata, “Apa ini, Ci... ??” tanyanya. Cici pun menjawab, “Sudah jangan banyak tanya cepat buruan buka, sudah tidak ada waktu lagi.” balasnya agar Amelia segera membaca surat tersebut. Dan akhirnya Amelia pun membacanya.
Isi Surat Tersebut:
“Dokter Amelia hari ini adalah hari pernikahanku, maka dari itu datanglah ke markas ku karena Aku akan menikah dengan Vitalia.”
begitulah isi surat tersebut.
Tanpa ba bi bu, Amelia segera meninggalkan Sunrise Hospital menuju ke markas Chandra yang juga tertera di surat tersebut. “Eh... Mel.. tunggu Gue ikut...” ucap Cici yang merasa Dirinya ditinggal oleh Amelia. Amelia pun menjawabnya dengan volume sedikit meninggi, “Ck..., ya sudah ayo cepetan.., Kita sudah tidak punya banyak waktu.” ucapnya lalu menuju ke tempat parkiran untuk menuju ke mobilnya dan segera menancapkan gasnya.
“Eh Mel, isshh... tunggu dulu..” ucap Cici menghentikan Amelia yang akan menancapkan gasnya. Amelia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Apa lagi sih Ci.. ??” tanya Amelia heran pada Sahabatnya karena masih saja berbicara. Cici pun lalu berkata, “Lo nggak ngajak dokter Melisha.. ??” tanyanya menatap Amelia. Dan Amelia pun lalu menjawabnya, “Sudahlah biarkan saja, lagi pula Dia masih marah sama Aku.” jawabnya lalu menancapkan gasnya segera menuju ke markas Chandra. Ya Cici sendiri sudah tahu banyak tentang kemiripan Amelia dan Vitalia, karena Mereka berdua sudah bercerita banyak juga padanya, mengingat tempat kerjanya juga tidak jauh dari Villa milik Vitalia.
*****
Greepp...
“Chandra...”
“Kenapa..??, apa Kau terkejut melihatku yang tampan ini.” ucapnya sambil berbisik di kuping Vitalia. Vitalia pun merasa risih dengan perlakukan Chandra, Ia lalu berkata, “Ishh ck..., lepas Chand... !!” teriak Vitalia berusaha melepaskan pelukan dari Chandra. Akan tetapi kekuatannya kalah kuat dengan Chandra. “Kau tidak akan lepas begitu saja dariku dokter misterius.” tandasnya lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Ia pun lalu segera berjalan keluar pergi meninggalkan Vitalia sendirian di kamar membiarkan Vitalia untuk bersiap-siap.
“Huh..., Dia membuatku gila...” ucap Vitalia sambil mendengus kesal dengan tingkah laku Chandra terhadapnya.
*****
Waktu pun terus berlalu, kini tiba waktunya Vitalia melakukan ijab qabulnya bersama Chandra. Dan sebelum melaksanakan ijab qabul, Vitalia pun kini di minta untuk turun oleh Nyonya Dhea Mama dari Chandra. “Nak Vitalia, apakah Kau sudah siap..?? tanya Nyonya Dhea pada Vitalia. Vitalia pun lalu menengok ke arah sumber suara dilihatnya calon mertuanya yang menghampirinya. Ia pun lalu berkata, “Tante...” ucapnya terkejut dengan kedatangan calon mertuanya. Nyonya Dhea pun lalu membalasnya dengan berkata, “Iya Nak.. ini Mama, dan Kau ingat bukan jika Mama pernah bilang kepadamu untuk memanggilku dengan sebutan Mama.” Ucapnya
Vitalia lalu membalasnya lagi dengan berkata, “Emmh, iya Ma...” jawabnya. “Bagus Vit.., dan Mama sama Papa minta maaf sama Kamu, karena kami tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perkataan Chandra, apalagi dengan sikapnya yang arogan.” tutur Nyonya Dhea pada calon menantunya.
“Hmmm, iyaa ma... tidak apa-apa kok Ma...” jawab Vitalia seadanya sambil berusaha tersenyum semanis mungkin. Padahal dalam hatinya kini merasakan sedih karena pernikahannya tidak diketahui oleh Keluarga dan para Sahabatnya yang tinggal di Indonesia.
“Ya sudah yuk kita turun kebawah, sudah ditunggu tuh sama Chandra.” ucap Nyonya Dhea pada calon menantunya. Dan Vitalia pun hanya mengangguk pasrah dan menuruti perkataan calon mama mertuanya untuk turun ke lantai bawah untuk melakukan prosesi ijab qabul.
*****
Waaahhh... akhirnya mereka menikah juga ya... hehehe..
Apakah yang akan dilakukan oleh Vitalia setelah ini..??, apakah Dia akan membuka kedok pembunuhan itu, ataukah justru Vitalia tetap merahasiakan siapa pelaku pembunuhan tersebut hanya demi membalaskan dendamnya pada Chandra karena telah membunuh anak-anak buahnya..??
Jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
Vote, Like, Komen, Yaaaa....
Terimakasih... ^-^