
Makan Malam Dengan Tuan Mafia Kejam.
Sementara Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia pun segera menyusul Nyonya Long Ai yang berada di dalam mobil. “Mom, setelah ini kita ke hotel ya.., nanti biar Amelia yang mengobati luka Mommy.” Tutur Vitalia pada wanita paruh baya tersebut. Nyonya Long Ai pun lalu membalasnya dengan berkata, “Iya... Sayang..” jawabnya. Dan tiba-tiba saja ketika Amelia yang sedang berbicara dengan Mommynya pun lalu terkejut karena ulah seseorang yang sudah menariknya keluar dari dalam mobil dengan membuka pintunya.
Ckleekk...
“Keluar Amelia... !!” teriak Chandra lantang bahkan sampai membuat Nyonya Long Ai ketakutan. Berbeda dengan Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia hanya santai ketika mendengar teriakan Chandra. Amelia pun lalu menatap tajam Chandra dan berkata, “Jangan berteriak atau Kau akan...” ucap Amelia terhenti karena Chandra dengan tak terduga malah mencium bibir Amelia.
Cuupp..
Kecupan bibir Chandra melayan g di bibir Amelia. Sontak membuat Vitalia yang berperan sebagai Amelia membualatkan matanya sempurna karena terkejut dengan perlakuan Chandra padanya. Sedangkan Nyonya Long Ai hanya tersenyum malu sambil mengalihkan pandangannya menatap ke arah lain, Ia menjadi salah tingkah karena melihat tingkah kedua anak muda tersebut. Sedetik dua detik mereka masih saling pandang dengan posisi bibir masih saling menempel. Dan di detik berikutnya akhirnya deheman dari Nyonya Long Ai pun berhasil membuyarkan lamunan mereka. “Ehemmmb..., Amelia ini tempat umum Nak.., malu dilihat orang..” ucapnya. Sontak mereka berdua pun lalu menjauhkan diri satu sama lain. “Mmm.. maaf Mom... tadi Aku...” ucapnya terhenti karena dipotong oleh Nyonya Long Ai. “Sudah tidak apa-apa, dasar anak muda..” ucapnya. Sedangkan Chandra dan Vitalia yang berperan sebagai Amelia hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkah.
“Eeemmm..., maaf Tuan Chandra bisakah Anda pergi dari sini, karena Saya tidak punya banyak waktu lagi untuk berbicara dengan Anda.” ucap Amelia palsu (Vitalia) berusaha menetralisir keadaan. “Hmmm Kau mengusirku..??”
“Tidak, Aku hanya menyuruhmu pergi..” balas Amelia dengan memutar bola matanya malas, ingin menutup pintu mobilnya. Sayangnya niatnya pun terhenti karena dihentikan oleh Chandra dengan menahannya lalu berkata, “Jangan menghindar dariku Amelia, ayo ikut denganku.. !!” serunya lalu menarik tangan Amelia untuk keluar dari dalam mobilo. Sontak Vitalia yang berperan sebagai Amelia pun lalu membalasnya. “Chandra Zhu..., apa yang trelah Kau lakukan.. ??” tanyanya dengan nada meninggi karena tak terima jika Chandra menariknya dengan sangat keras.
“Sudah Nak..., tidak apa-apa pergilah bersama Tuan Chandra, biarkan Mommy pergi ke hotel sendirian.”
“Tapi Mom..." ucapan Amelia pun terhenti karean dipotong oleh Nyonya Long Ai.
“Sudah tidak apa-apa..., pergilah biar Mommy diantar oleh Mereka.” Ucap Nyonya Long Ai pada Amelia agar dirinya pergi bersama Chandra. Dan Vitalia yang berperan sebagai Amelia ppun lalu menjawabnya dengan mendengus pasrah, “Huufftt, baiklah Mom.., tapi nanti setelah sampai hotel, Mommy mengabariku lalu menemui temanku ya, biar Dia yang mengobati luka Mommy.” ucap Amelia merasa tak tega meninggalkan wanita paruh baya itu sendirian. Nyonya Long Ai pun lalu menjawabnya, “Iyaaa Sayang..., terimakasih ya sudah perhatian sama Mommy.” Jawabnya sambil tersenyum manis menatap Amelia. Amelia lalu membalasnya dengan tersenyum manis dan berkata, “Iya Mom.. sama-sama, kalau gitu Amelia pergi dulu ya Mom.., Mommy hati-hati.. bye...” ucapnya berpamitan pada Nyonya Long Ai dengan melambaikan tangan ke arahnya, lalu memenutup pintu mobilnya dan
mengikuti Chandra.
__ADS_1
“Dasar Mafia Kejam awas saja kalau berbuat macam-macam denganku..” gerutu Amelia(Vitalia) pelan. Ia tak menyadari bahwa ucapannya sampai terdengar di telingga Chandra yang sedang membuka knop pintu mobil milik Aditya. Chandra pun lalu membuka suaranya dengan menengok ke arah Amelia, dan berkata, “Apa katamu..?? tanya Chandra menyelidik dengan mengerutkan keningnya bingung.
“Tidak..., lagian siapa juga yang berbicara denganmu.” balas Amelia lalu masuk ke dalam mobil. Sedangkan Aditya dan Aldo asistennya yang berada di kursi depan pun heran menatap Chandra dan dokter Amelia seperti kucing dan anjing yang selalu bertengkar.
“Asatagaaa..., mereka membuatku pusing..” ucap Asisten dari Aditya yang ditugaskan untuk menyetir mobil. “Sudah jangan banyak bicara, ayo cepat jalan ini sudah malam..” ucap Aditya mengingatkan Asistennya.
*****
Tak lama kemudian Mereka pun tiba di sebuah tempat. Tempat dimana para orang-orang sedang mencari makan, dimana lagi kalau bukan di restoran. Kebetulan saja yang hanya turun dari mobil hanyalah Chandra dan Vitalia yang menyamar sebagai Amelia. Sedangkan Aditya dan asistennya kembali ke rumahnya masing-masing.
Di dalam restoran.
Setelah Chandra dan Amelia memesan menu makanan, tak lama makanan yang mereka pesan tiba. Tanpa banyak bicara mereka pun segera menyantapnya. Sampai akhirnya di tengah mereka sedang menikmati makanan, Chandra pun tersedak.
“Yaa Tuhan.. kenapa dengan diriku..., semudah inikah Chandra meluluhkan hatiku, Ah tidak Vitalia Kau tidak boleh lemah dihadapan Chandra, bahkan Kau tahu sendiri gimana Chandra mempermainkan banyak wanita” gumam Vitalia dalam hati sambil menatap Chandra dalam diam, lalu menepis pikirannya yang tidak-tidak.
“Setelah melihatmu berkali-kali Aku rasa dirimu memang seperti Vitalia dokter Misterius.., Aku bahkan masih penasaran sebenarnya siapakah dirimu, sampai-sampai Aku bingung hanya karena memikirkan hal itu.” batin Chandra sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dan menatap Amelia.
"Emm.. Mel..., apakah Aku bisa bicara sebentar denganmu?? tanya Chandra meminta ijin kepada Amelia. Amelia pun lalu mengangguk setuju dan berkata, " Bicaralah... !!" tegasnya. Chandra pun lalu meraih tangan Amelia yang sedang di atas meja untuk di genggamnya. Sontak saja membuat Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia terkejut dan menjadi Salah tingkah. "Emm, maaf Chandra, lepaskan tanganmu." ucapnya berusaha melepaskan genggaman tangan Chandra, tapi tidak bisa Ia lepaskan, karena Chandra justru semakin mengeratkan genggamannya.
"Amelia dengarkan Aku..., Aku minta maaf atas kesalahan yang telah ku lakukan waktu itu." ucap Chandra sambil menggenggam erat kedua tangan Amelia.
"Ya Tuhan tolonglah Aku..., kenapa jadi begini aih ceritanya..." batin Vitalia yang berperan sebagai Amelia grogi. Amelia pun lalu membalasnya dengan mengangguk pelan dan berkata, " Aku memaafkan mu Chandra, tapi ingat Aku tidak akan pernah memaafkan mu lagi jika Kau mempermainkan perasaanku lagi." balasnya tak berani menatap ke arah Chandra.
__ADS_1
*****
Tahan dulu guys...
Waaahh... makin seru ya..., Chandra plin plan banget sih jadi orang..., kadang bucin kadang ya begitulah... 😂😂 itulah Chandra... 😌😌
Setelah ini apakah yang akan dilakukan Vitalia untuk mencari informasi mengenai Amelia??, Lalu apa yang dilakukan Chandra setelah ini..??
Jangan lupa tinggalkan jejak ya bestie...
**Vote, Like, Komen yaa... biar Author tambah semangat lagi updatenya...
Trimakasih**... 🥰🥰🙏🙏
Sambil nunggu Author update lagi yuk mampir yuk di novel Kak Aisy Arbia
Sekadar Istri Siri
Sashi Arandita, gadis 28 tahun yang selalu mendambakan pernikahan sekali seumur hidup harus rela mengubur dalam-dalam prinsip hidupnya. Pasalnya, sebelum ibunya meninggal, wanita paruh baya itu meminta putrinya untuk menikah dengan Puguh Amarta, 34 tahun. Pria yang sudah dijodohkan dengannya karena menjadi wasiat almarhum ayahnya, Abdul Mahesa.
Di sisi lain, Puguh Amarta telah memiliki istri sah yaitu Nadya Ningrum, 30 tahun. Puguh ingin menolak, tetapi karena balas budinya kepada keluarga Abdul Mahesa sehingga pria beristri itu menerima pernikahan tersebut.
Akankah Sashi mampu menerima pernikahan ini? Ataukah memilih bercerai karena tahu kenyataan kalau dia hanyalah istri siri?
__ADS_1