
Terungkapnya Pelaku Pembunuhan.
Setelah perjalanan yang menempuh jarak yang lumayan jauh, kini Chandra sampailah di Sunrise Hospital membawa sang Istri Vitalia yang sudah tak sadarkan diri karena terkena sebuah tembakan dari Sherlyn yang tiba-tiba datang ke markas Chandra. Chandra pun segera membawanya ke ruang IGD. Sementara dokter Mirna sudah menunggunya dengan dokter Melisha di ruang IGD, sedangkan Amelia sendiri justru di suruh untuk mempersiapkan ruang operasi.
Mau tak mau rahasia mengenai identitas Vitalia dan juga Amelia terbongkar di hadapan para tenaga medis. Meskipun begitu Mirna Feriska sudah memperingatkan para staf rumah sakit/ para tenaga medis yang bekerja di Sunrise Hospital agar tidak membocorkan tentang kebenaran antara Vitalia dan Amelia ke publik jika Mereka berdua berwajah yang sangat mirip. Ya sebelum kedatangan Chandra dan setelah Chandra memberi tahu jika Vitalia terkena tembakan, Dirinya langsung mengadakan meeting dadakan bersama seluruh staf Sunrise Hospital termasuk dengan Amelia Hirata, dan Melisha.
Sesampainya Chandra di ruang IGD, Chandra mengedarkan pandangan mencari dokter yang berjaga. Dilihatnya dokter Mirna Feriska dengan dokter Melisha yang datang menghampirinya. Tanpa menunggu lama Chandra pun lalu meletakkan Vitalia di atas bed yang sudah di sediakan, “Astaga ..., Vitalia .. !!” seru dokter Mirna terkejut melihat Vitalia di dada sebelah kanannya terluka dengan mengeluarkan darah.
“Dokter Mirna cepat tangani Istriku secepatnya dok ...” ucap Chandra tanpa sadar Ia sangat mencemaskan kondisi Istrinya yang terbaring lemah tak berdaya. Tapi sayangnya ucapan Chandra tidak di gubris oleh Mirna. “Suster, cepat kita bawa dokter Vitalia ke ruang operasi sekarang juga ..., kita sudah tidak punya banyak waktu lagi ... !!” sambung Melisha memerintah salah satu perawat yang sedang berjaga. Tanpa menunggu lama Mereka pun membawanya menuju ke ruang operasi untuk segera mendapatkan tindakan.
Sesampainya di ruang operasi Vitalia segera dibawa masuk ke ruang operasi. Sedangkan Chandra dan Mirna kini berada di luar. Chandra yang terlihat mencemaskan Vitalia pun terus saja ditatap Mirna dengan tatapan membunuhnya. Akhirnya Mirna pun menghampiri Chandra yang sedang terlihat gusar lalu membuka suaranya dengan berkata, “Chandra ..., kenapa Vitalia bisa sampai seperti itu .. ??, katakan padaku Chandra kenapa Vitalia sampai seperti itu ... ??!” tanyanya bertubi-tubi dengan nada yang penuh penekanan. Chandra pun lalu menjawabnya tanpa ada rasa bersalah sama sekali, “Sudah ku katakan berkali-kali bukan, jika yang melakukannya bukanlah Diriku tapi Wanita sialan itu yang telah melukai Istriku.” ucapnya sambil mengepalkan tangannya geram.
“Cihhh ... sok perhatian, bukannya Kau sangat membenci Vitalia ...??” sindir Mirna terhadap Chandra.
“Kau benar, Aku memang membencinya, tapi karena...” belum sampai Chandfra menyelesaikan ucapannya Mirna pun memotongnya dengan berkata, “Karena apa, Haa...??, Kalau Kau memang membenci Vitalia ya sudah tinggalkan Dia, kenapa Kau malah justru menikahinya, apa Kau jangan-jangan menyukainya ... ??” tanya Mirna menyelidik pada Chandra. Tapi Chandra pun mengelaknya, “Ck, siap bilang Aku menyukainya, dan Aku menikahinya Karena Aku ingin menjadikannya boneka dan menyiksanya sebagai balas dendamku pada Papanya...” balasnya sambil tersenyum sinis.
“Balas dendammu..??, Kau yakin itu sebagai balas dendam mu .. ??, Kau sadar tidak Kau sudah mempermainkan perasaan Vitalia dan menuduh Om Wijaya tanpa bukti .. ??, apa Kau bisa membuktikan jika Tuan Wijaya yang membunuh Kakek mu ... ??, sadarlah Chandra Papa dari Vitalia sama sekali tidak melakukan pembunuhan itu, dan Kau tahu saksi kuncinya ada dua orang yaitu Vitalia dan Amelia.” ucap Mirna mencoba menjelaskan kejadian pembunuhan tersebut pada Chandra.
“Dokter Mirna apa maksudmu... ??” tanya Chandra bingung. Mirna pun justru menjawabnya dengan nada sinisnya, “Heh..., Kau itu bagaimana sih Chandra ... ??, kenapa Kau malah berbalik tanya .. ??, ayo jawab pertanyaanku tadi .. ??” jawabnya sambil bersedekap dada.
__ADS_1
“Ya Kau benar Aku memang belum menemukan siapa pembunuh dari Kakekku, tapi berdasarkan keterangan terakhir menunjukkan jika Papa dari Viutalia lah yang trerakhir kali bersma Kakek ku..” jawab Chandra dingin. Mirna pun yang tak mau kalau pun lalu berkata, “Hmmm begitu, tapi bukan berarti pelaku pembunuhan itu adalah Om Wijaya ..., dan perlu Kau tahu sekarang juga, jika yang melakukan pembunuhan itu adalah Arnold dan Ayahnya.” ucap Mirna Feriska berusaha menjelaskan pada Chandra.
Sontak Chandra pun terperangah mendengarkan penjelasan dari dokter Mirna, Ia pun lalu berkata, “Apa ... ??” tanyanya menatap tak percaya dengan apa yang diutarakan Mirna Feriska. Chandra pun menyambungnya lagi
dengtan bertanya, “Lalu Kau mengetahuinya dari mana ... ??”
“Vitalia sebenarnya datang ke Jepang untuk menyerahkan bukti padamu, tapi sayangnya tragedi kecelakaan pesawat itu membuat bukti yang dibawa Vitalia hilang begitu saja, tapi beruntungnya Vitalia sudah mengopy semua bukti tersebut ..., dan Kau tahu sendiri bukan jika Vitalia sudah berjanji bertemu denganmu untuk menyerahkan bukti, tapi sayangnya setelah Vitalia ingatannya kembali pulih Kau malah melupakan janji itu, Kau justru malah menikahinya secara paksa dan diam-diam tanpa memberi tahu pihak keluarga Vitalia yang berada di Indonesia.” ucap Mirna. Sedangkan Chandra hanya terdiam mencoba mencerna dan memikirkan ucapan dari dokter Mirna Feriska.
“Apa ... ??” tanya Chandra seperti orang bodoh, karena menuduh orang sembarangan dan tanpa ada bukti.
Dokter Mirna Feriska pun tak menyerah begitu saja, Ia terus berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Chandra, karena Ia berpikir jika sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakan pada Chandra tanpa sepengetahuan Vitalia, “Kau pasti tahu juga kan jika Vitalia sebenarnya juga menaruh dendam terhadapmu, karena Kau telah membunuh banyak anggota geng Kalajengking ... ??” tanya Mirna pada Chandra.
Sedangkan Chandra yang mendengarkan perkataan dari Mirna pun sangat terkejut, dan tak menyangka jika ternyata Vitalia sangat mencintainya. Ia pun kini terdiam seketika tak bisa menjawab perkataan dari Mirna Feriska. “Apa ..., kenapa Kau menyembunyikan dariku Vitalia... ??” batin Chandra.
Sedetik dua detik Chandra pun menjawabnya dengan berkata, “Aku masih tak percaya dengan apa yang Kau katakan itu dokter Mirna ... !!” tegas Chandra. Tiba-tiba saja ada seseorang datang sambil berkata, “Kau harus percaya Chandra, dan ini Saya membawa buktinya kepadamu .., Aku harap Kau menyesal karena telah mempermainkan Cucuku .. !!” tandas Tuan Feng, sambil menyerahkan buktinya yang berupa flash disk yang berisikan video tentang tragedi pembunuhan Kakeknya. Chandra hanya terdiam sambil menerima bukti tersebut.
Tanpa ba bi bu Tuan Feng pun lalu memanggil Dua orang anggota geng Kalajengking dengan membawa laptop untuk di serahkan ke Chandra, “Cepat, serahkan laptopnya pada Tuan Muda kalian, agar Tuan Muda kalian tahu
kebenarannya, dan tidak main tuduh ... !!” ucapnya memerintah dua anggota geng Kalajengking tersebut.
__ADS_1
Chandra pun tanpa menunggu waktu lama lalu menghubungkan flash disk tersebut ke laptop, tak berselang lama Chandra pun memutar video tersebut.
“Tuan Wijaya, Kau itu jangan ikut campur urusan kami, Kau tahu bukan jika Kau hanya pendamping si tua bangka ini ... “ ucap Matsugi Ayah dari Arnold melawan Tuan Wijaya yang tampak melindungi Kakek dari Chandra. Di dalam Video tersebut tampak juga Tuan Wijaya menjawabnya dengan berkata, “Ini urusanku, dan ini hak ku untuk membela Tuan Sen Zhu, karena yang berhak mendapatkan aset perusahaan Flow adalah Tuan Sen Zhu, bukan Anda tuan Matsugi .. !!” serunya. Ya Sen Zhu adalah nama asli dari Kakek Chandra. Tiba-tiba saja Arnold menyerang Tuan Wijaya, tapi ternyata Tuan Sen Zhu atau Kakek Chandra berusaha menghalanginya. Tidak sampai segitu saja, Tuan matsugi pun kembali menyerang Tuan Wijaya dengan menembakkan sebuah peluru, tapi ternyata dihalangi juga oleh Tuan Sen Zhu.
Sontak Chandra yang melihat video yang berdurasi sekitar 5 menit itu, tercengang. Dan Ia pun mengepalkan tangannya geram karena melihat pelaku pembunuhan Kakeknya. Ia pun lalu berkata,“Kau benar-benar brengsek Arnold, beraninya Kau telah menipu ku .... !!” ucapnya dengan amarahnya yang memuncak.
*****
Tahan dulu Guysss....
**Lalu setelah Chandra mengetahui kebenaran itu apakah Chandra akan menyesal karena telah menyiksa sang Istri .. ??, **
Jangan Lupa Vote, Like, Komen Yaaaaa
Terimakasih... ^-^
Sambil menunggu Author Up di episode berikutnya, yuk simak Novel yang sangat menarik dari kak Tie-Tik
__ADS_1