Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 59


__ADS_3

Perlawanan Vitalia.


Sementara di lain tempat Vitalia kini sedang di bawa oleh Arnold menuju ke sebuah tempat yang sangat asing bagi kebanyakan orang,, yang jauh dari pemukiman warga bahkan jauh dari kota. Tepatnya berada disebuah pulau terpencil yang berada di Jepang. Ya Vitalia di bawa oleh Arnold ke dalam mobil lalu dibawa ke tepian pantai. Sesampainya di pantai dengan mata tertutup Vitalia dinaikkan ke atas kapal oleh Arnold, untuk dibawa ke tempat yang sangat misterius itu.


Di saat kapal sedang berlayar menuju pulau yang akan di tuju, Vitalia yang ternyata sedari tadi diam ternyata sedang memikirkan cara agar terlepas dari Arnold, “Oohh jadi Mereka akan membawaku ke seberang pulau, sudah kuduga ini pasti akan terjadi seperti ini, kalau begitu Aku harus segera memikirkan cara agar Aku bisa terbebas dari Arnold yang ternyata Dia tidak bisa diremehkan begitu saja.” gumamnya dalam hati. Sementara Arnold yang sedang duduk bersebelahan dengan Vitalia yang kini sedang menyamar sebagai Amelia dengan kondisi mata tertutup dan tangan terikat, sangat intens menatap wanita yang kini berada di sebelahnya. “Katakan padaku apa Kau benar-benar Amelia Hirata..??” tanya Arnold pada Vitalia menyelidik. “Pertanyaan yang sangat lucu sekali Tuan Arnold, sudah jelas bukan bahwa Aku adalah Amelia Hirata mantan kekasihmu.”


Plaaakkk...


Tamparan keras dilayangkan oleh Arnold ke pipi Vitalia yang kini sedang menyamar sebagai Amelia. Arnold pun lalu berkata, “Jika Kau benar-benar Amelia Hirata lalu mengapa Kau bisa berubah secepat itu Amelia, bahkan Kau sudah berani melawanku, dan ingat Aku bukan mantan kekasihmu, tapi Aku masih menjadi kekasihmu Amelia Hirata... !!” tegas Arnold dengan  penuh penekanan.


Vitalia yang kini sedang berperan sebagai Amelia pun lalu membalasnya dengan tersenyum sinis lalu berkata, “Itu kan katamu Tuan Arnold.., tapi tidak dengan kata Amelia Hirata.. !!” tegas Amelia palsu (Vitalia). Arnold pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Apa katamu..” ucapnya sambil berdiri dihadapan Vitalia. Tanpa ba bi bu Vitalia yang merasakan jika Arnold sedang berdiri dihadapannya, Ia pun seketika melayangkan sebuah tendangan pada Arnold.


Buuukk...


Tendangan keras dilayangkan tepat dibagian sensitif milik Arnold yang tepat berada di depan Vitalia. Ya Vitalia sendiri sudah menguasai berbagai jurus bela diri untuk melindungi diri dari musuh, jadi jika ada musuh Ia selalu memanfaatkan kelebihannya untuk menghabisi musuhnya.


Sementara Arnold meringis kesakitan sambil memegangi bagian sensitifnya itu.


“Arrrgghh..” erangnya kesakitan, sedangkan Vitalia yang mendengarnya pun tersenyum senang lalu berdiri dan berkata, “Rasakan itu Arnold.... !!, ucapnya sambil berusaha melepaskan tali yang masih mengunci kedua tangannya.


“Pengawal cepat tali kaki Dia.. !!” perintah Arnold pada anak buahnya. Tapi belum sempat anak buahnya menali kaki dari Vitalia, Tiba-tiba saja Vitalia pun membalikkan badannya dan,


Bukkk.... Bukkkk....


Tendangan Kaki Vitalia berhasil Ia layangkan ke wajah kedua anak buah Arnold. Padahal Ia sama sekali tak melihatnya Ia han ya memakai ilmu kepekaannya, Ia pun lalu berkata, “Kalian tidak akan bisa mengikatku..” ucap Vitalia sambil melepaskan ikatan tali yang sedang mengikat tangannya.


*****


Sementara Amelia yang kini sedang berada di Moon Hospital tiba-tiba saja  jam tangan yang Ia kenakan pun berbunyi menandakan jika ada sinyal bahaya dari Vitalia.

__ADS_1


Klunting.. klunting... klunting.. klunting...


Amelia pun lalu mengarahkan pandangan ke jam tangan yang Ia pakai. Dilihatnya betapa terkejutnya Ia melihat Vitalia yang sedang berada di titik tengah laut. “Vitalia..., mau dibawa kemana Dia..??” ucapnya bertanya-tanya. Ya jam tangan yang diberikan oleh Vitalia padanya memang terdapat gps di dalamnya, selain gps kecanggihan jam tangan itu adalah dapat melindungi diri dari musuh dan jika ada sinyal bahaya, jam tangan itu pun berbunyi.


“Aku harus segera kesana menolongnya.., eh tapi tunggu dulu tadi kata Tuan Chandra Vitalia sedang diculik Arnold, lalu bagaimana mau menolongnya..??, sudahlah itu dipikirkan belakangan, yang terpenting Vitalia selamat dari si brengsek Arnold.” ucapnya berbicara sendiri lalu segera keluar ruangannya dan pergi mencari Vitalia.


*****


Sedangkan Chandra kini menuju ke Sunrise Hospital untuk mencari informasi mengenai Vitalia. Ia pun bergegas menuju ke ruangan direktur utama Ia berpikir bahwa Mirna Feriska pasti berada di ruangan tersebut. Begitu sudah sampai di ruangan direktur utama Sunrise Hospital Chandra pun membuka pintu ruangan tersebut tanpa permisi.


Cekleekkk...


Sontak saja membuat dokter Mirna Feriska dan dokter Melisha menengok ke arahnya. Tanpa ba bi bu Chandra pun bertanya, “Dokter Mirna apa yang sebenarnya terjadi..??” tanya nya. Belum sampai Mirna menjawab Melisha memotongnya dengan berkata, “Tuan Chandra, Amelia dibawa oleh Arnold pergi dari Sunrise Hospital, dan berdasarkan informasi dari anak buah dokter Feriska mengatakan jika Amelia sedang berada di tengah laut, entah mau dibawa kemana Amelia.”


“Apaaa...???, kurang ajar Kau Arnold.. !!” serunya sambil mengepalkan tangannya geram. “Kalau begitu kalian ikut denganku, biar Frans yang menyetir mobil.” ucapnya pada Mirna dan juga Melisha. Mereka berdua pun mengangguk menyetujui, dan tanpa menunggu lama mereka bertiga segera keluar dari Sunrise Hospital menuju ke sebuah pantai.


*****


“Amelia hentikan kataku.. !!” seru Arnold yang kini tak bisa apa-apa karena masih menahan rasa sakit di area sensitifnya setelah tendangan yang dilayangkan oleh Amelia palsu (Vitalia). Akan tetapi teriakan dari Arnold justru tak digubris oleh Vitalia yang kini sedang berperan sebagai Amelia. Hingga akhirnya Arnold mendekat ke arah Amelia, dan


Sreettt...


Arnold menarik tangan Amelia palsu (Vitalia) lalu menghempaskan tubuhnya hingga Vitalia terpentok di dinding.


Bruukk....


“Awwwwsshhh.., Arnold berani-beraninya Kau menghentikanku... !!” seru Vitalia tak terima dengan perlakuan Arnold padanya sampai-sampai Ia mengeluarkan darah di ujung pelipis matanya. Arnold bukannya mengendalikan kapalnya lagi tapi malah menuju ke arah Amelia palsu (Vitalia) dengan muka datarnya, bahkan Vitalia pun sampai terpojok ke ujung dinding. “Arnold... apa yang akan Kau lakukan Ar..??, berhenti kataku.. !!” seru Amelia berteriak berusaha menghentikan langkah dari Arnold. Bukannya Arnold menghentikan langkahnya tapi justru malah membuat Arnold semakin bertindak nekat dengan menatap Vitalia dengan tatapan penuh arti.


Sreeegghhh

__ADS_1


Arnold pun berhasil membuka jas dokter milik Amelia palsu (Vitalia). Sontak membuat Vitalia membelalakkan matanya terkejut dengan perlakuan Arnold lalu Ia berkata, “Arnold beraninya Kau.. !!” seru Vitalia tak terima sambil mengayunkan tangannya ke arah pipi Arnold tapi berhasil dicekal oleh Arnold.


Greepp...


Kini justru perlawanan berbalik dimenangkan oleh Arnold yang berhasil mencengkram kuat tangan Vitalia lalu berkata, “Rasakan pembalasanku Amelia..”


Sreegghhhh...


“Hah.. dasar baj*ng*n Kau Arnold..., beraninya Kau merobek pakaianku.. !!” teriak Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia tak terima. Merasa di maki, akhirnya Arnold pun membalasnya dengan menampar Vitalia.


Plaakkk...


“Berani-beraninya Kau memakiku..,lebih baik Kau menyerahlah Amelia menikahlah denganku, atau kalau tidak Aku akan merebut keperawananmu sekarang juga...” ucap Arnold sambil tersenyum menyeringai dan memojokkan Vitalia ke dinding dengan mencengram kuat kedua tangan Vitalia. Bahkan sampai membuat Vitalia ketakutan. “Arnold, kumohon hentikan kataku..” ucap Vitalia yang mulai merasakan ketidak nyamanannya. Arnold yang hendak akan melecehkan Vitalia pun tiba-tiba menghentikan aksinya karena ada seseorang yang melayangkan pukulan keras sebuah benda yang melayang di atas kepala Arnold.


Buuukkk...


“Arrrgghhh...” rintih Arnold kesakitan.


*****


Wahhh bagaimana kelanjutannya..


Jangan lupa Vote, Like, Komennya.. Yaa Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏


Sambil menunggu yuk mampir ke novel teman Author.


Kerena tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, Daisy memilih kabur tepat di hari pernikahannya berlangsung. Namun, karena calon suami Daisy adalah orang yang berkuasa maka mereka mampu menemukan keberadaan Daisy. Daisy Quuereen : Jika aku hanya ingin kamu jadikan pelayanan di rumah mu, kenapa kamu harus menikahi ku? Excel Word : Kerena aku ingin mengikatmu dan membuatmu menderita hingga ma-ti perlahan. Daisy Quuereen : Jika kamu ingin aku mati, bunuh saja aku sekarang! Mampukah Daisy melewati hari-hari dalam genggaman Excel?


__ADS_1


__ADS_2