
Kemarahan Vitalia
Sementara di Sunrise Hospital kini tampak Vitalia terkulai lemas karena sejak tadi mondar-mandir ke kamar mandi hanya untuk mengeluarkan isi yang ada di dalam perutnya. Amelia dengan sangat telaten merawat Vitalia dengan baik, bahkan Vitalia kini sudah mulai mereda rasa mualnya karena sudah di berikan sebuah obat untuk meredakan rasa mual. “Mel, makasih ya .., Kau sudah merawatku dengan baik .., kalau bukan Kau lalu siapa lagi yang merawatku?, Suamiku saja tidak pengertian padaku, bahkan Kau tahu sendiri bukan luka-luka di sekujur tubuhku ini karena ulahnya yang menyiksaku,” ucapnya bertanya pada Amelia. Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Sudah jangan berterima kasih pada Ku, lagi pula ini sudah tugasku sebagai seorang dokter, dan mengenai Suamimu ..” belum sampai Amelia menyelesaikan ucapannya ada seseorang datang dengan tiba-tiba masuk ke dalam ruang perawatan Vitalia tanpa permisi.
Ceklek ...
Sontak Vitalia dan Amelia pun mengarahkan pandangan ke arah pintu tersebut, dilihatnya Chandra yang datang. Chandra pun lalu menghampiri Vitalia yang menatapnya tajam ke arahnya, “Halo Sayang, Ak ...” belum sampai Chandra menyelesaikan bicaranya, Vitalia pun menyahutnya dengan secepat kilat lalu berkata, “Untuk apa Kau kesini, pergi .... !!” bentak Vitalia sambil menunjuk ke arah keluar dan memegangi dada sebelah kanannya yang terasa nyeri. Entah mengapa dada Vitalia terasa sesak ketika melihat sang Suami, dan mengingat sang Suami telah menyiksanya begitu kejam. Amelia yang melihat Vitalia tersulut emosi pun lalu mendekatinya dan berkata, “Vitalia tenangkan dirimu, Kau belum benar-benar pulih,” ucapnya. Tapi sayangnya ucapan Amelia tak digubris oleh Vitalia yang masih saja menatap tajam sang Suami yan masih berusaha mendekati Dirinya.
Sedangkan Chandra pun lalu berkata, “Sayang ...”
Vitalia pun menyahutnya dengan berkata, “Sudah Ku bilang cukup Mas ..., Aku sangat kecewa sama Kamu Mas, keluar dari sini atau Aku akan berteriak ...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Vitalia pun mendadak membungkam mulutnya dengan telapak tangannya, karena Dirinya merasakan mual lagi, tanpa berpikir panjang Ia melepaskan infusnya dan berjalan tertatih-tatih ke kamar mandi sendirian tanpa menghiraukan Amelia dan Chandra.
Chandra dan Amelia yang melihat Vitalia bertingkah konyol pun panik lalu segera menyusul Vitalia, “Sayang, sini Aku bantu ..” ucap Chandra ramah sambil menawarkan diri untuk membantu sang Istri untuk memapahnya. Sayangnya Vitalia tak menghiraukan Ia terus menuju ke arah kamar mandi, yang kebetulan sudah ada di depannya. Vitalia pun menutup pintu kamar mandi dengan keras.
Braaakkk...
Akhirnya Chandra dan Amelia pun dengan menggedor-gedor pintu kamar mandi agar Vitalia membukanya. Akan tetapi tetap saja Vitalia tak mau membuka pintunya. Setelah satu menit berlalu, barulah Vitalia mau membuka handel pintu kamar mandi dengan lemas, dan seketika saja,
Bruukk ...
Badan Vitalia pun terjatuh begitu saja, beruntungnya Chandra menangkapnya dengan sigap. “Sayang ... bangun, buka matamu, Ku mohon ...” ucap Chandra sambil membangunkan Istrinya yang kini berada di pelukannya, dan sudah tidak sadarkan diri. Amelia yang melihat Vitalia pingsan di dekapan Chandra pun lalu berkata, “Tuan Chandra lebih baik cepat bawalah ke tempat tidur, biar Ku periksa lagi!” titah Amelia agar membopong Vitalia ke tempat tidur. Chandra pun mengangguk menyetujuinya dan membopong sang Istri di atas tempat tidur. Setelah Chandra meletakkannya di atas tempat tidur, Amelia pun segera memeriksanya, Chandra pun tampak begitu panik melihat sang Istri pingsan. “Dokter Amelia sebenarnya apa yang terjadi ... ??, kenapa Vitalia tiba-tiba pingsan ... ??” tanyanya pada Amelia sambil memegang tangan Vitalia sebelah kanan yang sangat dingin dipegangnya.
__ADS_1
Amelia pun lalu menjawabnya, “Tuan tenang saja, setelah ini Kami akan melakukan pemeriksaan lebih detail lagi.” ucapnya. Setelah Amelia selesai memeriksanya tiba-tiba saja Vitalia terbangun dan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Chandra dan Amelia yang melihat Vitalia terbangun pun bernapas lega, “Huh ..., syukurlah kalau Kau sudah bangun, Yang ...” ucap Chandra pelan. Begitu juga dengan Amelia yang berada di sebelah kiri ranjang Vitalia yang berkata, “Hufftt, Kau membuatku cemas Vita ..” ucapnya.
Sedetik dua detik kesadaran Vitalia pun kembali penuh, Vitalia pun lalu membelalakkan matanya terkejut melihat Suami Kejamnya itu tepat berada di depannya saat ini sambil memegangi tangannya. Vitalia pun lalu menghempaskan tangan sang Suami dan kembali mengumpat Suaminya dengan berteriak, “Dasar brengs*k ..., Suami tak tahu diri, berapa kali Ku bilang pergi dari sini ... !!” bentak Vitalia sambil memukul-mukul dada bidang Candra yang tepat berada di depannya. “Vitalia Ku mohon dengarkan Aku dulu ...” ucap Chandra sambil memegang tangan kanan Vitalia dan berusaha merengkuh tubuh Vitalia, akan tetapi Vitalia memberontak dan berkata, “Hikss .., hikss .., Ku bilang Pergi dari sini, dan jangan pernah menyentuhku ... !!” lantang Vitalia sambil menangis sesenggukan. “Tuan Chandra ada baiknya turutilah permintaan Vitalia.” ucap Amelia pada Chandra agar menuruti perintah dari sang Istri, sambil menenangkan Vitalia yang berada di sebelah kiri Vitalia sedangkan Chandra berada di sebelah kanan Vitalia.
Chandra yang merasa Dirinya di usir oleh sang Istri pun hanya terdiam, bahkan ucapan Amelia pun tak digubrisnya. Ia benar-benar tak bisa berkata apa-apa lagi selain diam karena Chandra menyadari akan kesalahannya selama ini, bahkan Ia hanya menjadikan Vitalia sebagai Istrinya untuk dijadikan ajang balas dendam saja, nyatanya semua bukti itu sudah jelas bahwa Papa dari Vitalia tidak membunuh Kakek Chandra. Seketika saja Mirna yang kebetulan baru melewati ruangan tempat Vitalia dirawat pun mendengarnya, Ia pun lalu segera masuk ke dalam ruangan perawatan Vitalia.
Cekleekk...
“Ada apa ini ..., kenapa ribut-ribut ... ??” tanya Mirna Feriska di balik pintu. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Mbak ..., hikss ..., hikkss .., Ku mohon tolong suruh Dia pergi dari sini ...” adu Vitalia pada Kakak Sepupunya. Belum sampai Mirna menjawab, Vitalia pun terus saja mengumpat Suaminya dengan berkata, “Dasar Pria brengsek, Mafia Kejam ...” ucapnya.
“Kau tahu tidak Mbak, Dia telah memperk*sa Ku ... hikss ..., hikss ..” ucapnya lagi sambil menangis sesenggukan. Mirna dan Amelia yang mendengarnya pun tersentak kaget setelah apa yang di ucapkan oleh Vitalia dan berkata, “Apaaa ... ??” tanya Amelia dan Mirna Feriska secara bersamaan dengan nada keterkejutannya.
Entah setan apa yang telah merasuki Amelia, Ia pun menghampiri Chandra dan,
“Dasar brengs*k ..., beraninya Kau berbuat seperti itu pada Sahabatku ... !!” lantang Amelia mengumpat Chandra. Sedangkan Vitalia hanya menangis terisak jika mengingat kejadian itu.
“Cukup Amelia hentikan ... !!” seru Mirna menghentikan aksi dari Amelia yang akan menghampiri Chandra. Dan Mirna pun lalu menyambung lagi dengan berkata, “Dan Kau Chandra pergi dari sini sekarang juga atau Aku akan panggilkan ...” belum sampai Mirna menyelesaikan perkataannya Chandra pun memotongnya dengan berkata, “Tanpa kalian suruh pergi, Aku bisa pergi sendiri.” ucap Chandra dengan nada melemah.
Chandra pun tidak menyerah begitu saja, Ia pun masih berusaha merayu sang Istri agar hatinya luluh, “Dan untuk Kau Istriku, Aku sangat berharap padamu agar Kau mau menerima buket bunga dari Ku ini, sebagai tanda permohonan maaf dariku.” Sambung Chandra sambil memberikan sebuah buket bunga pada sang Istri. Vitalia yang menerimanya pun lalu membuangnya begitu saja tepat di depan muka Chandra sambil berkata, “Aku tak sudi menerima bunga darimu, Mas, hikss ..., hikss ..., Kau jahat ...” ucap Vitalia sambil menangis sesenggukan sambil memegangi dadanya yang masih terasa nyeri.
“Vitalia tenangkan Dirimu, Kau masih belum sembuh.” ucap Mirna Feriska sambil mendekat ke arah Vitalia. Ia pun lalu berkata lagi, “Dan Kau Chandra lebih baik turutilah permintaan Istrimu, please Ku mohon, ini semua demi kebaikan Istrimu Vitalia ... !!” ucapnya seraya memohon pada Chandra. “Hmmm .., baiklah Aku akan pergi, tapi tolong Vitalia, maafkanlah Aku sebelum ...” belum sampai Chandra menyelesaikan kata-katanya, Vitalia pun lalu menggelengkan kepalanya sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya lalu berteriak, “Tidak Mas ..., Ku mohon pergi Kau dari sini ... !!” teriaknya.
__ADS_1
Vitalia tiba-tiba saja merengek kesakitan dengan berteriak, “Arrrgghh ...” rengeknya sambil memegangi dada sebelah kanannya.
“Sayang ... Kau tidak apa kan ...??” tanya Chandra panik karena melihat sang Istri kesakitan. Vitalia yang merasa di perhatikan pun justru malah memohon pada Chandra dengan berkata, “Kali ini saja Mas, hikss .., hiks ..., hikss ... Ku mohon Aku tidak ingin bertemu denganmu ...!!” ucapnya melemah sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Chandra. Ya Vitalia sendiri memang sudah berniat memanggil Chandra dengan sebutan ‘Mas’. Meskipun Chandra tak menganggapnya sebagai Istrinya, setidaknya Dia masih menghormati Suaminya dengan menggunakan panggilan tersebut.
“Hmmm baiklah, kalau itu mau Mu, Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik, Aku sangat mencintaimu Vitalia .. !!” ucap Chandra dengan nada melemah mengungkapkan isi hatinya pada sang Istri sambil melangkahkan kakinya mundur menjauhi Vitalia yang sedang terduduk di atas tempat tidur. Ia pun lalu keluar begitu saja tanpa permisi dengan menundukkan kepalanya penuh dengan penyesalan. Seketika saja Vitalia justru malah semakin terisak, ketika mendengar pernyataan Suaminya padanya dan ditinggalkan oleh Chandra. “Ya Tuhan ..., apa Aku salah melakukan semua ini??, hiks ... hikss ... hiksss ..., Maafkan Aku Mas, Aku tidak bisa memaafkanmu begitu saja.” ucapnya terisak di dalam dekapan Mirna.
Mirna pun lalu berkata, “Ssssttt ..., sudah Vit, jangan menangis lagi ...” ucapnya pada Vitalia yang masih dalam dekapannya sambil berusaha menenangkan Vitalia.
Mirna Feriska pun lalu bertanya pada Vitalia, “Vitalia katakan padaku siapa yang sudah melukaimu seperti ini ...??, jawab Vitalia ... !!, apa benar ini ulah Chandra ...??” tanya Mirna penuh selidik Vitalia justru hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil mengusap air matanya tanpa menjawab pertanyaan dari Mirna. Namun Amelia pun menimpalinya dengan berkata, “Benar Mbak, Itu ulah Chandra Zhu ..” ucapnya menjelaskan. Mirna pun lalu berjalan keluar meninggalkan Vitalia dan Amelia di ruangan tempat Vitalia dirawat.
Vitalia pun menghentikan langkah dari Mirna dengan berkata, “Mbak Ku mohon jangan Mbak, please ..., Dia itu Suamiku ... !!” ucapnya seraya memohon. Mirna pun menghentikan langkahn ya lalu menengok ke arah belakang dan menjawabnya dengan berkata, “Vitalia, Suamimu benar-benar sudah keterlaluan, Dia pantas mendapatkan balasannya Vitalia, ingat mulai sekarang jangan pernah temui Dia lagi atau Kau akan menyesal, mengerti ... !!” perintah Mirna Feriska pada Vitalia agar menjauhi Chandra.
Sementara Vitalia pun hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi, hatinya benar-benar hancur ketika mengingat Suaminya telah menyiksanya. Bahkan Ia benar-benar kecewa, ketika tersadar tidak ada Chandra disisinya untuk menemaninya yang sedang sakit. Ya Vitalia sendiri belum mengetahui jika Chandra sudah mengetahui siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Memang Mirna, Tuan Feng, dan juga Amelia sengaja tidak memberi tahu Vitalia tentang kebenaran pelaku pembunuhan tersebut, dengan alasan agar misi dari Vitalia berhasil. Ya misi dari Vitalia sendiri adalah untuk membuat Chandra menyesal, meskipun hatinya juga ikut terluka karenanya.
******
Tahaaann dulu Bestie ...
Apa yang akan terjadi setelah ini ya ... ??
Hmmmm penasaran .. ??
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Vote, LIke, Komennya Yaaaa
Terimakasih ... 🥰🥰🙏🙏