Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 142


__ADS_3

Risma dan Dinda


Sementara Vitalia kini berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan berbagai pikiran yang sedang berkecamuk di dalam otaknya.


"Ya, Tuhan..., mengapa Aku merasa jika tingkah laku dari orang yang berada di sekitarku semakin ke sini semakin aneh? Apa mungkin ini hanya pikiranku saja?" batin Vitalia berperang dengan hati dan pikiran.


Flashback On :


Plaaakkk...


Tamparan keras melayang begitu saja di pipi mulus milik Amelia. Seketika saja seluruh orang yang melihat pun terkejut dibuatnya, termasuk juga dengan Amelia, yang tak menyangka jika sang Daddy akan berbuat kasar kepadanya.


"Cukup Mel, dia bukan Kakakmu, Kakakmu sudah meninggal!" ucap Tuan Hirata memberi sebuah peringatan kepada Amelia.


Namun bukannya membuat Amelia menyerah, justru perkataan sang Daddy membuat Amelia bersemangat untuk mengungkapkan sebuah kebenaran yang ada, "Terserah Daddy mau berkata seperti apa, tapi yang jelas suatu saat akan ketahuan jika Vitalia adalah Kakakku, Saudari kembarku, ingat itu Dad!" balas Amelia dengan penuh penekanan.


Flashback Off :


Dan Vitalia pun kembali memikirkan apa yang sudah dikatakan oleh Suaminya padanya.


Flashback On :


"Cukup Bee! Jangan mengatakan yang tidak-tidak pada Sherlyn, karena sifat asli Sherlyn bukan seperti itu!" tegas Vitalia tak terima dengan apa yang sudah dikatakan suaminya padanya.


"Tapi Honey, dia dan Mama Renita telah bersekongkol dengan keluarga Matsugi untuk memisahkanmu dengan keluarga kandungmu! Apa kau tak memikirkan itu?"


Flashback Off :


Entah mengapa pikiran Vitalia kini hanya tertuju pada ucapan Amelia dan juga Chandra. Bahkan ketika ia sedang berjalan melamun menyusuri lorong rumah sakit, tanpa sengaja ia menabrak dokter Bella yang muncul dari arah yang berlawanan.


Braaakkk...


Vitalia menabrak Bella dan seketika itu pula Vitalia tersadar dari lamunannya.


"Astaga Lia, kalau jalan liat-liat dong, Li...


"Emmhh..., maaf Aku tak sengaja, La! Kalau begitu Aku mau permisi dulu.." balas Vitalia dingin. Lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Sementara Bella yang melihat gelagat Lia yang tak seperti biasanya pun mengerutkan keningnya bingung.


"Laahhh...., tuh orang kenapa sih? aneh banget..." ucap Bella.


Saat Bella akan melanjutkan langkahnya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan atasannya yang sedang berlari dari arah berlawanan. 'Ya, dia adalah Chandra Zhu.'


"Tuan Chandra, kok sepertinya sedang buru-buru? Memangnya ada apa?" tanya dokter Bella pada Chandra yang sekarang sedang berada di hadapannya.


"Dokter Bella tau istriku tidak?

__ADS_1


"Kebetulan baru saja dia berlari ke arah sana, Tuan!" balas Bella sambik menunjuk ke arah yang dimaksud oleh dokter Bella.


Tanpa menunggu lama Chandra pun lalu melanjutkan langkahnya kembali dengan berlari menyusul sang Istri yang sudah berada di depannya jauh tak terlihat. Sedangkan dokter Bella yang melihat tingkah aneh dari sepasang suami istri tersebut bingung sendiri. Berbagai pertanyaan muncul di dalam benaknya.


"Sebenarnya mereka kenapa sih? Aku rasa ada yang aneh tak seperti biasanya?" ucapnya bertanya-tanya.


...****************...


Sementara di sisi lain, Vitalia sudah sampai di tempat parkir untuk mencari mobil miliknya yang sudah tiga hari ia titipkan di tempat parkir FireField Hospital. Seketika itu pula Vitalia segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri mobilnya. Namun saat ia akan membuka pintu mobilnya, ada seseorang yang datang menghentikan niat Vitalia yang akan pergi menggunakan mobil.


"Tungguuu!!" teriak lantang seseorang itu. Seketika saja Vitalia menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya dengan menghentikan langkahnya.


"Ada apa lagi sih, Mas? Mengapa Mas menghentikan langkahku?" ucap Vitalia tak terima karena Chandra berusaha menghalanginya untuk pergi.


"Masih marah denganku?"


"Astaga Mas..., ku kira ada apa, lagi pula siapa yang marah? Aku hanya terburu-buru," balas Vitalia.


"Yakin nggak marah?" tanya Chandra memastikan.


"Huhhh..., ini bukan waktunya yang tepat untuk berdebat! Ayo masuk, antarkan Aku ke markas geng Tengkorak!" titah Vitalia pada sang Suami.


"Okey Honey, ayo!!" seru Chandra bersemangat sambil menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri yang seperti anak kecil.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk ke markas geng Tengkorak saat itu juga, bahkan saat berada di dalam mobil tak ada yang mengeluarkan suara sama sekali, yang ada hanyalah kesunyian. Bahkan Chandra saja tau jika mood dari Vitalia sedang tidak bagus.


"Honey, maafkan Aku.." ucap Chandra sambil mengecup tangan sang Istri.


"Untuk apa meminta maaf, Bee?" balas Vitalia dengan bertanya.


"Aku ingin menjelaskan perkataanku tadi.." jawab Chandra.


"Sudahlah Bee, lagi pula kau tidak salah dalam hal apapun..., maafkan Aku jika Aku terlalu memaksamu untuk menjelaskannya kepadaku, jika sekiranya itu tak penting untuk ku, ya sudah jangan di bahas lagi," ucap Vitalia sambil tersenyum ke arah sang Suami, berusaha setegar mungkin untuk menutupi dirinya yang sedang rapuh karena memikirkan perkataan Suaminya dan Amelia.


Sementara Chandra kini kembali fokus untuk menyetir. Ia sedikit bernafas lega karena ternyata sang istri tidak sedang marah dengannya. Meskipun sebenarnya masih ada yang mengganjal di hatinya.


"Istriku, Aku tahu jika kau sebenarnya sedang memikirkan sesuatu," batin Chandra sambil menyetir mobilnya.


Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, akhirnya mereka pun sampai di sebuah rumah mewah yang tak lain dan tak bukan adalah markas geng Tengkorak.


Sepasang Suami Istri itu pun lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam markas,


"Bee, dimana Sherlyn?" tanya Vitalia pada sang Suami bertanya tentang keberadaan Sherlyn, sambil mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan markas tersebut.


"Sebentar, Aku tanya sama Risma dan juga Dinda," ucap Chandra lalu segera pergi untuk memanggil dua wanita yang di maksud oleh ya. Namun langkah kakinya terhenti seketika karena Vitalia mencoba menghentikan langkahnya,

__ADS_1


"Tunggu Bee!" seru Vitalia sambil menarik tangan Chandra agar tak pergi meninggalkannya sendirian.


"Ada apa Honey?" tanya Chandra pada sang Istri.


"Tapi Mas bilang Risma dan Dinda? Tapi kenapa mereka ada disini?" tanya Vitalia mengerutkan keningnya bingung.


"Karena kami sudah menjadi bagian dari geng Tengkorak, Vitalia!" sahut seorang wanita yang berada di kejauhan yang muncul dari dalam.


"Risma..., Dinda..." ucap Vitalia.


"Yap, ini kami Vitalia, bagaimana kabarmu? tanya seorang wanita yang bernama Dinda.


"Baik..." jawab Vitalia dingin. "Hemb, ya maafkan Aku, Aku tak bisa mengulur waktuku terlalu lama," terang Vitalia.


"Maksudmu?


"Aku ingin bertemu dengan wanita itu, dimana dia?


"Maksudmu Sherlyn? Dia berada di tahanan bawah tanah, karena dia sudah berani melawan kami,"


"Apaaa??" ucap Vitalia terkejut begitu pula dengan Chandra.


"Kenapa bisa di tahanan itu Risma? Bukankah Dia dihukum untuk membersihkan markas?


"Membersihkan markas?


"Iya Honey, kami menghukumnya untuk menjadikan dia pelayan di markas geng Tengkorak," sahut Chandra menjelaskan.


"Hukuman yang sangat bagus," balas Vitalia sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau begitu kalian antarkan Aku ke tempat Sherlyn berada!" perintah Vitalia kepada Risma dan Dinda. Sayangnya keduanya hanya diamond tak menanggapi ucapannya, mereka justru malah melirik ke arah Chandra seperti meminta persetujuan.


"Kenapa kalian diam? Kalau kalian tak mau mengantarkanku biar Aku yang akan pergi ke sana sendirian," ucap Vitalia lalu pergi meninggalkan Chandra dan kedua anggota geng wanita itu dengan begitu saja. Namun saat ia melangkahkan kakinya pergi menjauhinya, Chandra pun berteriak.


"Tungguuu Vitalia! Biarkan mereka yang mengatarmu!" serunya menggema di seluruh ruangan. Seketika itu pula Vitalia menghentikan langkah kakinya.


"Risma.., Dinda cepat antarkan Istriku ... !!" titah Chandra pada kedua anggota geng Tengkorak tersebut.


"Baik Chand," jawab keduanya. Sementara Vitalia yang melihat sang Suami memerintahkan Risma dan Dinda pun tersenyum sinis.


...****************...


...----------------...


Maaf Author telat up nih, karena ada musibah laptop author kesiram air, jadi up ya tertunda😭😭 mengsad kan.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komennya Yaa... Terima kasih... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2