Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 55


__ADS_3

Kerjasama Vitalia Dan Amelia.


Setelah Arnold dan anak buahnya menyerang perusahaan dan berhasil digagalkan oleh Chandra. Chandra pun lalu bergerak cepat melakukan meeting dengan para clientnya. Pada saat dirinya sedang melaksanakan meeting tiba tiba saja Frans datang dengan keadaan berlumuran darah.


“Kevin... apa yang terjadi..??” tanya Chandra panik sambil menghampiri ke arah Kevin yang tampak berlumuran darah.


“Tuan Chandra ternyata Kau salah menilai dokter Vit.. Vitalia...” ucap Kevin berusaha menjelaskan akan tetapi omongannya terhenti begitu saja karena Ia tak sadarkan diri. Chandra pun lalu berkata, “Kevin.., katakan kepadaku dengan jelas apa maksudmu..??” tanya Chandra sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya berusaha menyadarkan Kevin yang sudah mulai terkulai lemah tak sadarkan diri.


“Kevin..., Kev.. bagun...” ucap Chandra masih bersih keras membangunkan Kevin yang justru tak kunjung bangun.


“Arnold sialan..., Kau benar-benar mencari gara-gara denganku.., beraninya Kau melukai asistenku... !!” lantang Chandra tak terima dengan apa yang sudah diperbuat oleh Arnold pada asisten pribadinya.


****


Sementara dilain tempat nampak Mirna sedang menunggu kedatangan dari Vitalia yang tak kunjung datang ke Sunrise Hospital, sudah beberapa kali Ia menghubunginya tapi tetap saja tidak bisa. Ia pun begitu mengkhawatirkan kondisi Vitalia yang saat ini sedang dalam bahaya.


“Haduh... Vitalia dimana sih Kamu tuh...” ucap Mirna sambil berusaha menghubungi Vitalia tapi tetap saja tidak bisa. “Ya Tuhan..., lindungilah dedek bontotku..” ucap Mirna mencemaskan Vitalia. mengingat Arnold sedang mengincar Amelia untuk di culik karena rencana licik Arnold sudah berhasil digagalkan oleh perusahaan Hirata yang telah menerima kerja sama dengan perusahaan Destination Company. Tak berselang lama ponsel milik Mirna pun berbunyi.


Dreett.. Dreeettt.. Dreett...


“Halo Vitalia..., dimana saja Kau..??” tanya Mirna mencemaskan kondisi Vitalia. Vitalia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Mbak Mirna maaf Aku nanti terlambat datang ke Sunrise Hospital, Aku masih ada urusan.” Tutur Vitalia.


“Ya Tuhan... kau ini Vitalia selalu saja mencemaskanku, Kau tahu Perusahaan Hirata sudah berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan KIta, dan saat ini Arnold sedang murka karena hal itu.” ucap Mirna menjelaskan. Vitalia yang sedang berada di seberang sana pun  menjawabnya tanpa ada rasa cemas sama sekali, “Kau tenang saja Mbak.., secepatnya Aku akan menyelesaikan masalah ini.” ucap Vitalia lalu mematikan teleponnya sebelah pihak.

__ADS_1


Tut.


“Astaga Vitalia..., belum juga selesai bicara main matikan saja.” gerutunya sebal karena Vitalia justru malah mematikan ponselnya.


****


Sedangkan kini di kediaman Arnold yang berada di tengah hutan sedang terjadi perdebatan panjang diantara ayah Arnold yang bernama Matsugi.


Plaakkk


“Bod*h Kau Arnold..., untuk mencuri aset perusahaan seperti perusahaan Hirata saja Kau tidak becus.., apalagi menyerang perusahaan Chandra juga gagal..., kau itu bod*h atau tol*l sih haaa... !!” bentak Matsugi pada Anak tunggalnya.


“Tapi Pah.., Aku sudah berusaha..” ucap Arnold terpotong.


“Lalu bagaimana dengan kembaran dari Amelia Yah..., apa Ayah tidak takut jika suatu saat Dia kembali...” ucap Arnold seketika mengingatbkembaran dari Amelia yang dibuang oleh mereka di Indonesia tepatnya di depan rumah keluarga Wijaya. Sayangnya Arnold dan Matsugi tak mengetahui jika itu merupakan rumah dari Wijaya yang Ia tuduh sebagai pembunuh dari Kakek Chandra.


“Untuk apa ditakuti Ar.., Dia tidak mungkin kembali kesini.., Aku yakin Anak itu pasti sedang menjadi gelandangan di sana.., hahahaha...” ucapnya dengan tertawa terbahak-bahak.


*****


Sementara di Villa tempat Vitalia dan Amelia menginap, tampak dua wanita cantik sedang saling diam setelah berdebat sengit membahas tentang Amelia yang menyamar sebagai orang lain yang bernama Ata. Sedetik dua detik Vitalia dan Amelia pun masih saling diam tak ada yang berbicara sepatah kata apa pun karena mereka sendiri benar-benar lelah dengan pikirannya masing-masing. Hingga akhirnya Vitalia memulai membuka suaranya dengan berkata, “Minumlah, dan setelah ini Aku minta padamu Kau tetap menjadi Ata jika bertemu orang, dan Aku tetap akan menjadi Amelia untuk sementara waktu, karena posisimu sebagai Amelia sedang tidak aman.” ucap Vitalia pada Amelia sambil menyodorkan gelas berisi jus jeruk kepada Amelia. Dan dengan senang hati Amelia menerimanya lalu berkata, “Terimakasih..., maafkan Aku yang keras kepala ini Vit..” ucap Amelia merasa bersalah.


“Sudah tak apa.., ini bukan waktunya untuk berdebat lagi Mel.., tapi ini waktunya kita untuk berdiskusi bagaimana caranya agar Kau terbebas dari ancaman keluarga Arnold.” ucap Vitalia memberi tahu Amelia. “Dan mengenai pekerjaanmu, bekerjalah sebagaimana profesimu Mel..., Aku tak mau jika Dirimu hanya stage menjadi dokter umum saja, jadilah dokter spesialis yang Kamu inginkan.” ucapnya.

__ADS_1


“Tapi Vit.., bagaimana dengan identitasku .. ??” tanya Amelia bingung.


“Kau tenang saja Mel... Aku sudah mengurusmu di RS yang tak kalah besarnya dengan Sunrise Hospital, Kau akan menjadi Diriku ketika di sana nanti sebagai dokter spesialis bedah, dan mengenai Chandra dan yang lain serahkan padaku saja..” ucap Vitalia menjelaskan.


“Whaatt.., spesialis bedah..??, jadi Kita tukar tempat, begitukah..??” tanya Amelia pada Vitalia. Vitalia pun lalu menjawabnya, “Yaa... betul Amel... bukankah itu cita-citamu??, jadi kita nanti akan bertukar tempat untuk sementara waktu, dan jika ada yang mencurigai dari rencana Kita, atau Kau ingin bertemu dengan Keluargamu, Kita nanti bisa bertukar posisi lagi menjadi diri Kita masing-masing...” ucap Vitalia memberi instruksi pada Amelia.


“Okey baiklah... Aku setuju..” ucap Amelia bersemangat menyetujui ucapan dari Vitalia. Vitalia pun lalu membalasnya dengan tersenyum manis lalu berkata, “Okey..., deal.. mulai sekarang Kita bekerja sama demi kebaikan bersama.” ucap Vitalia sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. Dan Amelia pun menerimanya dengan senang hati.


“Aku berharap Kau bisa menjadi Vitalia dengan baik, Mel..” ucap Vitalia dengan penuh harap.


“Begitu juga dengan Dirimu Vit.., Kau harus bisa menjadi Amelia dengan baik..”balas Amelia. Vitalia pun lalu membalasnya lagi dengan berkata, “Itu pasti, dan Kau tenang saja...” ucap Vitalia. “Mengenai kuliah spesialisasi mu Aku sudah mengurusnya Kau bisa masuk kapan saja..” imbuhnya. Dan mendapatkan anggukan kepala oleh Amelia lalu berkata, “Thanks Vitalia... Kau sudah mewujudkan cita-citaku selama ini.” Ucapnya dan Vitalia pun berkata, “sama-sama kembaranku.. hehehe..” balasnya dengan tertawa renyah, dan diikuti tawa renyah dari Amelia.


"Oh ya Mel.. ini ada sebuah jam untukmu, jam ini pergunakanlah baik-baik jika sedang dalam keadaan bahaya, Kau visa menghubungiku lewat situ selain melalui ponsel." ucap Vitalia sambil menyodorkan jam tangan buatannya.


*******


Waduhhh waduhhh.. gimana guys.. tegang nggak..??, setelah ini apakah yang Alan terjadi..??, dan Ada hubungan apakah Vitalia dengan Amelia...??


Jangan lupa Vote, Like, Komen, yaaaa


Trimakasih.... 🥰🥰🙏🙏


Sambil menunggu yuk baca novel karya dari kak Lidiawati

__ADS_1



__ADS_2