Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 198


__ADS_3

Kecelakaan Mobil (Part II)


Sementara di kediaman Chandra Zhu, tak ada angin dan tak ada hujan, sebuah bingkai foto pernikahan yang ada di ruang keluarga tiba-tiba terjatuh dengan begitu saja.


Pyaaar...


Seketika Vitalia dan Amelia yang berada di ruang keluarga tersentak melihat bingkai foto tersebut jatuh.


"Mas Chandraaaa!" teriak Vitalia tanpa sadar, dan segera mengambil foto pernikahannya tersebut. Bahkan, saking kerasnya teriakan Vitalia, Mommy Gabby, dan Mama Renita yang sedang berada di teras belakang rumah segera masuk ke dalam melihat apa yang sedang terjadi di dalam rumah.


Sementara Vitalia kini menghampiri bingkai foto yang jatuh tersebut untuk di ambilnya.


"Awwshh...." Vitalia meringis kesakitan setelah mengenai pecahan bingkai foto tersebut.


"Kakak, kau tidak apa-apa?" tanya Amelia cemas karena melihat kembarannya terkena pecahan kaca tersebut. Bukannya menjawab Vitalia justru berbicara sendiri.


"Mas Chandra, aku harus menelepon Mas Chandra.." ucap Vitalia dengan raut muka gusar. Dengan cepat ia segera beralih meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja ruangan tersebut tanpa menggubris tangannya yang masih mengeluarkan darah.


Belum sampai ia meraih ponselnya, tiba-tiba saja telepon rumah berbunyi. Seketika itu pula langkah kaki Vitalia terhenti dan mengarahkan pandangan ke arah telepon tersebut.


Melihat asisten rumah tangganya akan mengangkat telepon tersebut, Vitalia berteriak.


"Tunggu! Biarkan aku saja yang mengangkat teleponnya, Bik!" seru Vitalia pada salah satu artnya.


Seketika itu pula art tersebut menurut, dan berkata, "Baik, Nyonya."


Tanpa menunggu lama Vitalia kemudian mengangkat telepon tersebut.


Tut..


Sambungan telepon pun terhubung.


"Halo, bisa bicara dengan Nyonya Chandra Zhu?" ucap seseorang yang berada di seberang sana.


"Hmm, ya, saya sendiri." jawab Vitalia apa adanya.


"Kami dari pihak kepolisian ingin mengabarkan kepada anda bahwa, mobil yang ditumpangi suami anda mengalami kecelakaan, dan jatuh ke dalam jurang, Nyonya!" balas seseorang yang diketahui salah satu pihak kepolisian, menjelaskan.


Bagai petir menyambar di siang hari, Vitalia yang mendengar kabar tersebut seketika membelalakkan matanya terkejut. Tak terasa ia pun meneteskan air matanya dengan tiba-tiba, dan ..


Pletak...


Vitalia menjatuhkan teleponnya dengan begitu saja.


Sementara seluruh anggota keluarga yang berada di kediaman Chandra Zhu ikut tersentak melihat Vitalia yang menjatuhkan teleponnya sambil menangis tanpa mengeluarkan suara.


"Kak, kenapa kau menangis kak? Katakan padaku ada apa?" tanya Amelia yang penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada kembarannya.


Sayangnya pertanyaan dari Amelia, tak dihiraukan oleh Vitalia yang hanya diam mematung di tempat sambil menjatuhkan dirinya duduk di atas sofa, dengan menangis tanpa mengeluarkan suara.


"Tidak, ini tidak mungkin .." ucap Vitalia pelan yang masih tak percaya dengan kabar yang ia dengar barusan.


Mendengar telepon yang ternyata belum dimatikan oleh si penelepon, Amelia segera mengambil telepon yang terjatuh di atas lantai, kemudian mengangkat teleponnya.


"Halo ..."


"Halo, Nyonya,"

__ADS_1


"Maaf saya adiknya, ini dengan siapa ya? Kenapa anda membuat kakak saya menangis?" tanya Amelia pada seseorang yang berada di seberang sana.


"Oh, iya Nona. Maafkan saya, karena saya mewakili pihak kepolisian setempat hanya ingin menyampaikan bahwa, suami dari dokter Vitalia mengalami kecelakaan, dan mobil yang ia tumpangi masuk ke dalam jurang sedalam 100 meter yang berada di hutan pinggiran kota, Nona," ucap salah seorang pihak kepolisian menjelaskan.


"Apaa? Tidak ini tidak mungkin!" seru Amelia sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Mommy Gabby dan Mama Renita hanya saling pandang melihat Vitalia dan Amelia tampak syok setelah mengangkat telepon tersebut, keduanya pun segera menghampiri mereka.


"Vitalia, Amelia, ada apa ini?" tanya Mommy Gabby pada Vitalia dan Amelia dengan menatapnya secara bergantian.


Bukannya menjawab pertanyaan dari sang Mommy, Vitalia malah menyuruh Amelia untuk ikut dengannya.


"Amelia, ayo kita pergi dari sini! Mama sama Mommy di rumah saja..." ucap Vitalia dengan penuh percaya diri sambil menghapus air matanya, dan berdiri dari tempat duduknya, dengan menarik tangan Amelia.


Sayangnya Amelia menolaknya dengan menghempaskan tangan Vitalia. "Tidak kak, lebih baik kakak di rumah saja, biarkan Amelia yang datang ke sana,"


"Tapi Mel, Mas Chandra, hiks... hiks.." ucap Vitalia yang kali ini menangis sesenggukan.


"Ada apa dengan Chandra?" tanya Mama Renita dan Mommy Gabby secara bersamaan.


Seketika saja Vitalia dan Amelia mengarahkan pandangan ke arah sumber suara. Dilihatnya ternyata Mommy Gabby dan Mama Renita.


"Mommy, Mama, itu tadi kabar dari pihak kepolisian setempat, mereka mengabarkan bahwa mobil yang ditumpangi kak Chandra mengalami kecelakaan, dan mobil milik kak Chandra..." belum sampai Amelia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang memotong pernyataan Amelia.


"Mobil milik Chandra kenapa, Nak? Katakan kepadaku apa yang terjadi dengan Chandra?" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Mama Dhea atau mertua dari Vitalia pada Amelia yang datang bersama sang suami, yaitu Tuan Zhu.


"Iya Nak, ada apa dengan Chandra?" sahut Tuan Zhu menimpali.


Melihat kedatangan kedua orang tua Chandra, Amelia gelagapan dan bingung menjelaskannya. "Hah, emmh, emmhh..."


"Maaf Om, tante, mobil kak Chandra mengalami kecelakaan, dan bukan hanya itu saja, mobil kak Chandra masuk ke dalam jurang," tutur Amelia menjelaskan.


Betapa terkejutnya kedua orang tua Chandra mendengar kabar tersebut.


"Ini semua salahku, hiks .. hiks .. Mas Chandra.." ucap Vitalia menangis sesenggukan sambil menunduk menyalahkan dirinya sendiri.


"Vitalia, ini tidak benar kan Vit, katakan kepada Mama, Nak. Ini semua tidak benar kan, Nak?" ucap Mama Dhea sambil mengguncang tubuh Vitalia yang hanya diam tak berkutik sama sekali.


Melihat Vitalia yang hanya diam tak menjawab pertanyaannya, Mama Dhea membuka suaranya lagi dengan berkata, "Kenapa kau hanya diam Vitalia? Ayo, jawab pertanyaanku!" serunya.


"Tante, kumohon tenangkan dirimu terlebih dahulu, Kakak juga terkejut mendengar berita ini, Tan. Jadi, kumohon tenangkan dirimu!" ucap Amelia berusaha menenangkan Mama Dhea.


"Tidak ini tidak mungkin, Chandra, putraku! Hiks... Hiks.." ucap Mama Dhea dengan menangis sesenggukan.


"Mama, tolong tenang!" ucap Tuan Zhu, kemudian memeluk sang istri, mencoba untuk menenangkannya.


"Aku harus pergi sekarang juga, aku ingin melihat Mas Chandra," ujar Vitalia tak perduli dengan dirinya sendiri.


"Tidak kak, jangan! Biarkan Amelia saja yang ke sana," sahut Amelia mencegah kembarannya agar tak pergi ke tempat kejadian perkara.


"Tapi Amelia, hiks .. hiks .. Mas Chandra, Mel.." ucap Vitalia dengan menangis sesenggukan.


"Iya aku tau kak, tapi kumohon percayalah padaku, jangan seperti ini! Kasihan baby twins, mereka tidak ingin melihat Mommynya bersedih..." ucap Amelia kemudian memeluk sang kakak untuk berusaha menenangkannya.


"Mel, dia hiks .. hiks .." Lagi-lagi Vitalia menangis sesenggukan dipelukan Amelia.


"Ssstt, sudah kak, jangan menangis lagi!"


"Bagaimana dengan diriku dan anak-anak, Mel. Aku nggak mau hidup sendiri, hiks .. hiks .." ucap Vitalia, bahkan perkataan dari Vitalia membuat seluruh keluarga hening seketika.

__ADS_1


Saat itu pula Jack datang dengan terburu-buru.


"Vitalia!" teriaknya.


Mendengar suara Jack yang memanggilnya, Vitalia seketika melepas pelukan dari Amelia.


"Jack, bagaimana keadaan Mas Chandra? Itu semua tidak benar kan Jack?" berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Vitalia pada Jack yang baru saja datang.


Sementara Jack yang melihat Vitalia begitu rapuh, menjawabnya dengan berkata, "Vitalia tenangkan dirimu,"


"Katakan padaku Jack, itu semua tidak benar kan Jack? Hiks ... hiks ..."


"Vitalia itu semua benar, Vit. Dan Chandra hingga saat ini belum diketemukan.."


"Apaaa? Nggak Mas Chandra nggak boleh pergi, Mas Chandra nggak boleh pergi, Jack! Dia nggak boleh pergi, hiks.. hiks..."


"Vitalia tenangkan dirimu..."


Seketika itu pula Amelia mempunyai ide, kemudian membuka suaranya dengan berkata, "Jack, ku minta padamu agar kau mengantarkan aku ke TKP!"


"Baik, Mel. Ayo!"


"Tunggu, aku ikut! Hiks.. hiks.." ucap Vitalia berniat menghentilan langkah dari Jack dan Amelia.


"Tidak Vitalia kau tidak boleh ikut, ini sangat bahaya, banyak musuh yang sedang mengintaimu!" jawab Jack dengan penuh penegasan.


"Benar apa kata Jack, Kak. Tolong kali ini mengertilah!" ucap Amelia menimpali.


"Ma, Mom. Kalau begitu kami berdua pergi dulu .."


"Iya Nak, hati-hati di jalan, ya!"


"Hmmm," ucap Amelia menjawabnya dengan deheman saja sambil mengangguk pelan.


Jack dan Amelia pun segera meluncur ke TKP, tanpa menghiraukan Vitalia yang masih saja berteriak histeris menangisi Chandra. Namun, sebelum mereka pergi ke TKP, ia mampir dulu ke RS.Cahaya untuk menjemput Tuan Long Ai, dan Tuan Hirata.


Bahkan, berita mengenai kecelakaan yang dialami oleh Chandra sudah tersebar di seluruh pelosok negeri. Tak sampai di situ saja, kabar tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para musuh bebuyutan Chandra maupun Vitalia.


...****************...


Sementara di tempat lain tampak Chandra dan Erick (ketua geng Serigala) tampak tertawa mendengar berita mengenai Chandra yang tak ditemukan di lokasi kejadian perkara.


"Hahahaha, rasakan kau Chandra!" ucap keduanya secara bersamaan, dengan tertawa terbahak-bahak.


"Mamp*s kau, Chandra. Setelah ini Vitalia akan menjadi milikku! Dia akan menjadi milikku!" batin Erick tersenyum penuh kemenangan.


"Erick, kita boleh berhasil atas kerja sama kita kali ini. Namun, jangan lupa bahwa aku menjadi musuhmu juga setelah ini, hahahaha..." ucap Hans dengan diikuti gelak tawa meriah oleh dua orang pengikutnya.


"Tertawalah sepuasmu, Hans. Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti wanitaku, ingat itu!" balas Erick dengan nada penuh penekanan. Ia kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut dengan begitu saja.


**


Vitalia POV :


Firasatku benar-benar terjadi, aku sungguh tak menyangka jika akan terjadi seperti ini. Cinta, ya aku sangat mencintaimu sampai kapanpun. Bukan dusta yang memisahkan kita, bukan pula kita sudah tak cinta, tapi karena takdirlah yang membuat seperti ini.


Bersambung...

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2