Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 128


__ADS_3

Kedatangan Tuan Hirata


"Tu .. tu .. tuaaan ... ku ku mohooon ... ja ja.. jangan bu.. bu .. nuuhh .. Ak.. kuuu..." ucap Amelia terbata dengan tubuh bergetar ketakutan.


"Diam kau cerewet, atau kau akan mati!" seru Hans dengan nada penuh ancaman masih dengan menodongkan pistol ke arah kepala sebelah kiri Amelia.


Sementara Vitalia dan Mirna yang melihat Amelia dalam bahaya pun tak tinggal diam, Vitalia pun berniat untuk melangkah maju ke depan untuk menghampiri Amelia.


"Amelia ..." panggil Vitalia pada Amelia yang kini sedang dalam bahaya. Sayangnya niatnya untuk menghampiri Amelia terhenti seketika, karena Hans menghentikan langkah Vitalia dengan sebuah ancaman.


"Stoopp!! jangan sekali-kali melangkahkan kakimu ke depan, atau dokter cerewet ini akan ku tembak sekarang juga!" lantang Hans dengan nada penuh ancaman.


Sementara Amelia kini hanya diam dengan tubuh bergetar ketakutan. Bahkan saking ketakutan, Amelia sampai memejamkan matanya dengan mengeluarkan air matanya yang lolos dengan begitu saja membasahi pipi mulusnya.


"Hans, ku mohon jangan lakukan itu Hans please, Amelia tak mengerti apa-apa Hans." sahut Vitalia sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon ke pada Hans. Vitalia benar-benar tak tega melihat Amelia yang sudah ia anggap sebagai Sahabatnya sendiri sedang dalam bahaya karenanya.


Melihat Vitalia yang bersimpuh, Hans pun tersenyum sinis lalu berkata, "Heh..., baiklah Aku akan melepaskannya tapi dengan satu syarat!"


"Apa syaratnya Hans? cepat katakan padaku!


"Baiklah, kalau begitu Aku akan mengatakannya sekarang juga.."


"Ck .., jangan mengulur waktu, Hans! ayo, cepat katakan persyaratannya!"


Dengan tersenyum menyeringai Hans pun menjawab nya dengan berkata, "Memangnya jika Aku mengatakan persyaratannya apa kau akan menyetujuinya??"


"Hans..., cukup! sekarang juga katakan padaku, apa syaratnya!" bentak Vitalia tersulut emosi mendengar jawaban dari Hans yang baginya sangat membuat ia kesal.


"Ok.. ok... baiklah .. baiklah .., kalau kau ingin mengetahui apa persyaratannya." ucapnya sambil tersenyum menyeringai lalu menyambungnya lagi dengan berkata, "Hmmm persyaratannya adalah ceraikan Chandra Zhu sekarang juga, dan menikahlah denganku sekarang juga." ucapnya masih dengan posisi memegang pistol yang mengarah langsung ke kepala Amelia sebelah kiri.


"Apaaa? kau benar-benar gila, Hans! seenaknya saja kau menyuruhku untuk menikah denganmu!" sahut Vitalia dengan tegas menolak keinginan permintaan Hans.


"Tidak Hans, Aku tidak akan pernah menceraikan Suamiku, ingat itu!" sambungnya lagi dengan lantang.


Dengan tersenyum sinis Hans pun membalasnya dengan berkata, "Kau yakin menolak persyaratan dariku?"


"Persyaratan macam apa itu? persetan dengan persyaratan mu yang tak masuk akal itu!" tegas Vitalia.


"Ok.. ok.. baiklah, kalau begitu Aku akan menembak Dia sekarang juga .."


"One ..." ucap Hans memulai hitungan.


"Hans, jangan Hans ku mohon!" ucap Vitalia teriak Vitalia memohon pada Hans, agar Hans tidak bertindak nekat.


"Ya Tuhan, lindungilah Aku," batin Amelia yang terlihat menangis dengan memejamkan matanya.


"Hans, stopp Hans, ku mohon sadarlah ..." ucap Mirna menimpali.


Tanpa menghiraukan ucapan Vitalia dan juga Mirna, Hans kembali melanjutkan hitungannya.

__ADS_1


"Two ..." ucap Hans kembali berhitung.


"Hans, stopp!!" ucap Vitalia dengan nada ketakutan melihat Hans yang sudah bersiap akan menembakkan peluru ke arah Amelia.


Setelah sedetik berlalu, dan


"Three...


Doorrr...


Sebuah tembakan dilayangkan oleh seseorang yang mengarah ke atas langit. Dan saking terkejutnya Hans pun menghentikan aksinya yang akan menembak Amelia.


Begitu pula dengan Vitalia, Mirna Dan para petugas keamanan yang berada di belakang Mereka berdua, tak kalah terkejutnya melihat kedatangan seseorang itu bersamaan dengan Frans dan kedua anak buahnya.


"Mas Chandra ..."


"Chandra ..." ucap Vitalia Dan Mirna secara bersamaan dengan mengarahkan pandangan menatap kedatangan Chandra dengan mengembangkan senyumnya.


"Cepat lepaskan Amelia sekarang juga!" seru Chandra dari arah yang cukup jauh.


Dengan tersenyum sinis Hans pun menanggapinya, "Heh ..., memangnya kau siapa? beraninya menyuruhku!" ucap Hans dengan nada menantang.


"Cukup Hans! aku tidak segan-segan akan membunuhmu sekarang juga, lepaskan Amelia sekarang juga atau kau akan mati!


"Percuma saja kau melontarkan berbagai ancaman kepadaku, Chandra Zhu. Aku tidak takut dengan semua ancamanmu itu!" balas Hans dengan penuh penekanan. Masih dengan posisi menjerat Amelia sambil menodongkan pistol yang mengarah langsung ke kepala Amelia.


"Sekali lagi kau melangkahkan kakimu, maka peluru akan menembus otaknya, dan akan menembus tubuh Istrimu!" ucapnya dengan nada penuh ancaman.


Tiba-tiba saja ...


Buuukkkk ...


Pukulan itu berhasil membuat Hans tumbang tersungkur di lantai landasan pesawat (tepatnya berada di bawah tangga awak pesawat, tempat mereka beradu) , dan pistol yang ia pegang terlempar jauh tepat di depan Vitalia. 'Ya, Seseorang telah memukul Hans dari arah belakang, membuat semua orang terkejut melihatnya.'


Dan seketika itu pula Amelia terlepas dari jeratan Hans lalu berlari ke arah belakang Vitalia untuk meminta perlindungan.


"Daddy ..." ucap Vitalia terkejut melihat kedatangan Tuan Hirata yang sudah ia anggap seperti Ayahnya sendiri. Begitu pula dengan Chandra dan juga Mirna yang tak kalah terkejutnya melihat kedatangan Tuan Hirata yang dengan tiba-tiba menyerang Hans.


Hans yang tersungkur di atas lantai pun lalu mendongakkan kepalanya menatap seseorang yang sudah berani memukulnya. "Siapa kau? beraninya kau memukulku!" ucap Hans geram dengan seseorang yang sudah memukulnya dari arah belakang sambil menatapnya dengan sorot mata tajamnya.


Tanpa banyak berbasa-basi Tuan Hirata pun lalu segera menarik kerah kemeja yang Hans kenakan untuk bangun.


Sreegggghhh...


Tuan Hirata menarik kerah kemeja Hans. Dan...


Buuukkk... Buuukkk....


Dua pukulan bogem mentah dilayangkan oleh Tuan Hirata tepat di pipi sisi kanan dan kiri Hans. Membuat Hans kembali tersungkur di lantai.

__ADS_1


"Kurang ajar kau, beraninya kau memukulku!" lantang Hans lalu bangun kembali berniat untuk membalasnya dengan melayangkan sebuah pukulan.


Sreegggghh...


"Happp ..." Vitalia berhasil menghentikan tangan Hans yang akan memukul Tuan Hirata.


"Jangan memukul Daddyku atau akan ku patahkan tanganmu!" tegas Vitalia berhasil menghentikan niat Hans.


Seketika itu pula Hans terbelalak mendengar penuturan Vitalia yang mengatakan jika seseorang itu adalah Daddynya. Dan di saat itu juga, ia pun terdiam seketika, setelah mendengar penuturan Vitalia dengan berusaha mencerna perkataan dari Vitalia.


"Apaa? Dia Daddynya?? apa maksud perkataan Vitalia??" banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Hans yang belum diketahui olehnya.


Sedangkan Vitalia yang melihat Hans tak melawannya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kenapa, kau diam Hans? ayo balas Aku kalau kau bisa!" seru Vitalia masih mencengkeram kuat tangan Hans.


"Lepaskan tanganmu!


Seketika itu pula, tanpa berpikir panjang Vitalia menghempaskan tangan Hans dengan begitu saja, ia bahkan melupakan sesuatu jika dirinya juga dalam bahaya.


Hans pun lalu mengarahkan pandangan melihat pistolnya yang tergeletak di atas lantai, tepatnya berada di depan Mirna. Saat itu pula Hans pun berlari untuk mengambilnya, Dan...


Dooorrr ....


Bersambung...


...****************...


...----------------...


Kira-kira tembakan itu dari siapa ya? Dan apakah Vitalia yang tertembak ataukah Amelia?? ataukah siapaa???


Penasaran kan...??


Sambil menunggu up dari Author, yuk gas ke novel teman Author yang paling kece kak Oktiyan


Berikut Cuplikannya :



PENGANTAR BOX JUTAWAN


(Oktiyan)



Selamat @BramHero, kode akun xxxBRSuperHero! Ayo lanjutkan, permainan kode slot timun emas. Selangkah lagi menuju level tertinggi, ini adalah tahap awal kamu memenangkan hadiah sebesar 1.000.000.000 cek secara berkala dalam 24 jam, tarik dan proses uang akan dikirim ke akun bank dalam waktu 7hari.


Bram, seorang kurir sayuran box fresh! Mendapat sebuah pesan, misi dari sebuah system delivery. Akankah Bram tekuni setelah mendapat pesan misterius atau ia abaikan?!


Simak kelanjutan, masuk tap love jangan lupa.

__ADS_1



__ADS_2