Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 68


__ADS_3

Pernikahan Yang Tak Diharapkan


Setelah itu Vitalia pun menuruni tangga menuju ke altar pernikahan di dampingi oleh calon Mama mertuanya. Begitu anggunnya Vitalia mengenakan kebaya jawanya. Ya Vitalia sendiri merupakan orang berketurunan Indo(jawa)-Jepang. Begitu pula dengan Chandra juga sama seperti Vitalia. Mereka sendiri pertama kali bertemu ketika kuliah di Oxford University, mereka awalnya menjadi teman baik, akan tetapi seiring berjalannya waktu, justru mereka malah menjadi lawannya atau lebih tepatnya sebagai seorang musuh. Permusuhan itu dimulai sejak Chandra kehilangan Kakeknya yang baru pulang ke Indonesia, dan pada saat itu juga Papa dari Vitalia kebetulan mendampinya, dan dari situlah terjadi kesalahpahaman tentang siapa yang melakukan pembunuhan terhadap Kakek dari Chandra Zhu. Padahal Papa dari Vitalia sebetulnya juga belum terbukti melakukan pembunuhan tersebut, akan tetapi Chandra justru tetap ngotot menuduhnya tanpa bukti. Bahkan dari pihak pengadilan pun juga sudah memutuskan jika Tuan Wijaya atau Papa dari Vitalia tidak bersalah. Ia pun berniat membalaskan dendamnya melalui Vitalia dengan cara halusnya.


Setelah menjalani prosesi akad nikah kini Vitalia dan Chandra telah resmi menjadi sepasang suami istri, bahkan tanpa Vitalia sadari tiba-tiba saja air matapun menetes dengan begitu saja tanpa permisi. Hati Vitalia kini benar-benar hancur kerena pernikahannya berjalan tidak seperti yang Ia harapkan. Sementara Tuan Feng yang melihat cucunya terlihat bersedih sehabis akad nikah pun lalu menghampirinya dan berkata, “Cucuku...,  suah jangan menangis lagi bukankah ini merupakan keinginanmu menikah dengan Chandra..??” tanya Tuan Feng pada Cucunya. Cucunya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Grandpa mungkin itu dulu, tapi sekarang tidak..., karena Chandra menikahiku hanya sebatas untuk membalaskan dendamnya saja kepadaku.” ucapnya pelan tanpa ada yang mendengar. “Dan Ini merupakan pernikahan dengan cara yang salah.” ucapnya.


Tiba-tiba saja saat mereka sedang mengobrol, ada seseorang yang menghampirinya dengan berkata, “Ehemb...mohon maaf Tuan Feng, Aku mau membawa istriku untuk kesana.”


“Hmm.., baiklah Nak..., kalau begitu kalian bersenang-senanglah kami pulang dulu.” ucap Tuan Feng sambil berpamitan. “Ayo Cu..., Kita pergi..” ajak Tuan Feng pada Mirna Feriska. Sontak saja membuat Vitalia terkejut kenapa Grandpanya tiba-tiba saja ingin pulang, padahal acara resepsi pernikahan saja juga belum di mulai. Ia pun lalu berkata, “Grandpa.., Mbak Mirna kenapa kalian buru-buru sih..??” tanya Vitalia menatap heran Kakek dan Kakak sepupunya secara bergantian.


“Sayang sudahlah mungkin mereka sedang sibuk, sudahlah ayo Kita kesana lagi pula banyak para tamu yang sudah menunggu Kita.” ucap Chandra sambil menggandeng tangan Vitalia agar ikut dengannya. Sementara Tuan Feng dan Mirna hanya menggelengkan kepalanya pelan menatap sepasang pengantin baru tersebut lalu segera beranjak pergi. Vitalia yang merasa Dirinya digandeng pun lalu menghempaskan tangan Chandra dengan begitu

__ADS_1


saja lalu berkata, “Jangan menyentuhku..., Aku bisa jalan sendiri.. !!” tegasnya menolak untuk disentuh Chandra. Mereka pun lalu berjalan menuju ke tempat yang sudah disediakan oleh mereka berdua tepatnya di atas altar pernikahan.


Chandra yang merasa Dirinya dilawan oleh Vitalia pun lalu berkata, “Vitalia, Kau itu Istriku... !!” bentaknya pelan sambil tengok kanan kiri seperti sedang melihat situasi. Vitalia pun lalu berkata, “Lalu kenapa kalau Aku Istrimu..??, apa Aku harus selalu menuruti perintahmu..??, itu tidak Chandra karena Kau telah membuat pernikahan ini menjadi sebuah permainan.” balas Vitalia ketus. “Hey.. hey.. hey..., ada apa ini..??, baru jadi pengantin baru saja sudah bertengkar saja, apa kalian nggak malu dilihatin para tamu yang datang.. ??” ucap Nyonya Dhea yang datang bersama dengan Sisi.


Belum sampai Chandra dan Vitalia menjawabnya tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil nama Chandra, “Tuan Chandra.., Tuan Chandra.., barusan Saya ke depan ada wanita yang sepertinya berwajah mirip sekali dengan Nyonya Muda Tuan..., bahkan bodynya pun sama, tapi lebih jelasnya Saya tidak tahu karena menggunakan kacamata dan penutup wajah/masker.” ujarnya pada pada sang majikan. “Suruh saja Dia masuk... !!” perintah Chandra pada pengawalnya itu. Sedangkan Vitalia membelalakkan matanya terkejut mendengar perkataan dari pengawalnya Chandra, Ia pun lalu berkata, “Chandra bagaimana bisa Kau menyuruhnya untuk datang kesini... ??, Kau benar-benar sengaja ya ingin memancing kemarahanku, jika Keluarga Hirata mengetahuinya bagaimana..??” tanya Vitalia penuh rasa cemas.  Chandra pun menjawabnya dengan santai berkata, “Kau tenang saja Istriku, Aku sudah bilang padanya agar Ia mengenakan masker untuk menutupi wajahnya.” jawabnya.


“Astaga Amelia, kenapa Kau mau kesini sih..” gumamnya Vitalia dalam hati. Kemudian Vitalia dan Chandra pun menyalami para tamu yang sudah hadir ke acara pernikahannya. Ya sebenarnya pernikahan mereka kini telah berlangsung secara tertutup. Bahkan acaranya pun hanya dihadiri Keluarga besar Chandra dan teman-teman bisnis Chandra. Berbeda dengan Vitalia yang justru hanya Tuan Feng dan Kakak Sepupunya saja yang hadir. Chandra memang sengaja telah menyembunyikan pernikahannya dengan Putri dari Tuan Wijaya itu.


“Sama-sama..., semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah ya.., maaf jika Aku datangnya terlambat karena jalanan yang menuju kesini sedang macet.” ucap Amelia dan Vitalia pun lalu menjawabnya, “Aamiin...,  terimakasih ya Mel..” ucap Vitalia sambil memeluk Amelia. Sementara Chandra yang merasa Dirinya dianggurin pun lalu berkata, “Maaf dokter Amelia berhubung acara sudah hampir habis, Saya mau permisi dulu dengan Istri Saya.” ucap Chandra pada kedua wanita yang sedang asyik mengobrol dengan Istrinya. “Sayang ayo Kita ke atas, lagi pula acara juga sudah hampir selesai.” ucap Chandra seramah mungkin dengan Vitalia, karena Ia sendiri berniat untuk bersandiwara di depan banyak orang dengan bermesraan agar orang mengira bahwa Dirinya sangat mencintai Istrinya. Sedangkan Vitalia mau tak mau Ia harus menuruti perkataan Suaminya. “Ya sudah kalau begitu Mel.., Ci.., Aku sama Suamiku ke atas dulu ya..”


“Sudah Kau tenang sja, lagi pula ini juga mau balik ke Sunrise Hospital kok Vit..” ucap Amelia sambil etrsenyum manis ke arah Vitalia. Kini Amelia dan Cici hanya menatap kepergian sepasang pengantin tersebut. Sementara Amelia yang merasa ada kejanggalan diantara Chandra dan Vitalia pun bergumam dalam hati, “Kenapa perasaanku mengatakan jika ada yang tidak beres ya di antara mereka...??” batinnya bertanya-tanya. “Aku harus cari tahu sebenarnya apa yang terjadi antara Vitalia dan Tuan Chandra.” batinnya lagi.

__ADS_1


*******


Hmmm makin seru nih....


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, LIke, dan Komennya Yaaa....


Terimakasih.... ^-^


Sambil menunggu update dari Author.., yuk mampir ke novel teman Author...


__ADS_1


__ADS_2