
Menyamar sebagai Vitalia.
Hari-hari pun sudah mulai berlalu, setelah mereka melakukan perjanjian untuk bertukar tempat. Kini akhirnya Amelia pun kembali menjadi seorang dokter tapi bukan menjadi seorang dokter umum seperti profesinya yang seharusnya. Tapi kali ini Amelia berperan sebagai seorang dokter bedah dengan menggunakan identitas dari Vitalia Putri Wijaya. Ya memang Vitalia sengaja menukar tempatnya karena sebuah tujuan, yang baginya sangat membantunya nanti. Apalagi mengingat Amelia sangat ingin menjadi seorang dokter bedah yang tak kunjung terwujud karena ada sesuatu yang mengganjalnya.
Amelia kini tinggal bersama dengan Vitalia di sebuah apartemen yang memang sengaja Vitalia beli untuk mereka tempati. Di meja makan nampak seorang dokter cantik yang sedang menyiapkan makanan dan bekalnya untuk di bawanya. siapa lagi kalau bukan Amelia Hirata yang akan bertugas sebagai seorang dokter bedah untuk pertama kalinya. “Huh... akhirnya selesai juga.., mana Vitalia belum datang lagi.., padahal sudah jam segini.” ucap Amelia sambil melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya.
*****
Sementara di rumah keluarga Hirata terlihat Vitalia sedang terburu-buru menuruni tangga. Ya Ia sendiri terburu-buru karena terlambat bangun alias kesiangan, Ia pun segera menuju ke meja makan untuk bergabung melakukan ritual sarapannya bersama keluarganya.
“Maaf Dadd..., Mah... jika kalian menungguku terlalu lama..” ucap Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia. Akan tetapi belum sampai kedua orang tuanya menjawab Sherlyn pun memotongnya dengan berkata, “Huh.., lagian dari tadi ngapain saja sih.., lama banget...??” ucapnya bertanya dengan nada sinisnya.
Sontak membuat Mama Renita tak terima dengan sikap anaknya yang tak tahu malu itu lalu berkata, “Sherlyn..., sudah berapa kali Mama bilang yang sopan dengan kakakmu...” bentaknya. Vitalia yang berperan sebagai Amelia pun melihatnya dan berkata, “Sudahlah Ma..., biarkan saja.. lagian Amelia yang salah karena sudah membuat kalian menunggu terlalu lama.” Ucap Amelia palsu (Vitalia) ramah mencoba menengahi mereka.
“Maafkan Adikmu ya Mel..” ucap Mama Renita tak enak hati. “Sudah Mama tenang saja...” balas Vitalia menjawab permintaan maaf sang Mama.
Sedangkan Tuan Hirata dan Chan Hirata yang melihat pun hanya diam tak berbicara sama sekali, berbeda dengan Sherlyn yang melirik Vitalia dengan tatapan tak suka.
Hingga akhirnya Tuan Hirata pun akhirnya membuka suaranya dengan berkata, “Sudah..., ayo buruan makan, nanti keburu dingin loh makanannya..” ucap Tuan Hirata menyuruh para anggota keluarganya untuk segera makan. Dan mereka pun lalu melakukan ritual makan paginya.
Dan disaat mereka sedang makan Amelia yang berperan menjadi Amelia pun berkata, “Ma.., Dadd.. Kak... nampaknya Amel harus pergi deh.., sudah terlambat nih.., teman Amel dari tadi menghubungiku terus, kasihan kalau menungguku terlalu lama..” ucapnya.
“Ya sudah berangkatlah, tapi ingat harus hati-hati di jalan nggak boleh ngebut..” ucap sang Daddy memperingatkan anaknya. Begitu pula dengan Mama Renita yang ikut menimpali dengan berkata, “Hmm, betul itu Mel.., ingat ya jangan pulang sampai llarut malam ya.. Mama nggak mau jika anak Mama sampai kenapa-kenapa.., karena musuh sedang berkeliaran dimana-mana.” ucap Mama Renita memperingatkan Vitalia yang kini sedang berperan sebagai Amelia.
Vitalia pun lalu membalas ucapan kedua orangtuanya dengan tersenyum manis dan berkata, “Iyaa.., iyaa Ma.. Dadd.. kalian nggak perlu khawatir..., kalau begitu Amel pergi dulu ya Ma.. Pa.., jangan lupa nanti dibuka ya hadiah khusus untuk Mama sama Daddy.., Dahh...” ucapnya sambil melambaikan tangan berpamitan lalu pergi begitu saja. Sontak membuat Tuan Hirata dan Mama Renita menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
“Astagaaa anak itu.., kenapa bisa berubah seperti itu ya..??” tanya Mama Renita heran. Dan Chan pun lalu menimpali dengan berkata, “Itulah Amelia yang sekarang Ma..., Kita harus berterimakasih kepadanya berkat Dia lah perusahaan Kita tak jadi bangkrut.” ucapnya.
Mama Renita pun membalasnya dengan berkata, “Iya Chan, bahkan Mama tak menyangka jika Amelia sudah melakukan semuanya demi keluarga Kita.” ucapnya kagum.
“Ma... Kak.., Kalian bisa nggak sih berhen ti membahas Amelia..., kenapa juga harus Amelia.. Amelia.. Amelia... terus yang dibahas..., apa nggak ada topik lain apa..” ucap Sherlyn memutar bola matanya malas mendengar kedua orangtuanya yang selalu saja membahas Amelia. Mama Renita pun lalu berkata, “Sherlyn.., justru seharusnya itu Kau mencontoh Kakakmu itu bukan malah memusuhinya.” tutur Mama Renita pada anaknya.
“Mama kenapa sih jadi membela Dia terus-terusan...” ucap Sherlyn kesal dengan Mamanya yang selalu saja membela Amelia. Kemudian Tuan Hirata pun menasehatinya dengan berkata, “Sherlyn..., Kau tidak boleh berkata seperti itu Nak, biar bagaimana pun Amelia adalah Kakakmu, meskipun bukan Kakak Kandung.” ucap Tuan Hirata menasehati Sherlyn.
“Hmmm...” jawab Sherlyn dengan deheman saja.
*****
Sementara Amelia kini sedang gugup karena untuk pertama kalinya Ia berperan sebagai dokter bedah apalagi dengan menggunakan nama Vitalia. Ia benar-benar pusing memikirkannya semalaman suntuk “Ya Tuhan bagaimana jika Tuan Chandra mengetahui ku Aku bekerja disini, apalagi Aku tak sekuat Vitalia..” gumamnya pelan sambil menyusuri lorong RS tempatnya bekerja.
“Dokter Vitalia tunggu...” ucap salah seorang teman sejawat dari Vitalia memanggilnya. Sontak saja Amelia yang berperan sebagai Vitalia pun menengok ke belakang ke arah sumber suara lalu berkata, “Eh.. emm ada apa..??” tanya Amelia yang sedang berperan sebagai Vitalia dingin. 'Ya karena memang Vitalia sendiri yang menyarankannya agar bersikap dingin pada orang yang tak dikenalnya akan tetapi tetap bersikap ramah pada pasien. Dan kini Amelia sedang menjalankan aktingnya dengan baik.'
berperan sebagai Vitalia pun menjawabnya,”Huufftt,, Kau ini..” ucapnya lalu pergi begitu saja meninggalkan teman sejawatnya yang bernama Hana. “Astaga.. Vitalia benar-benar Kau belum berubah...” ucap Hana sambil melihat kepergian teman sejawatnya itu. Ya Vitalia sendiri juga bekerja di RS selain di Sunrise Hospital miliknya jadi tak heran jika para tenaga medis pun mengenalnya. Bahkan Ia sendiri dikabarkan telah meninggal tapi buktinya Ia kembali lagi tanpa ada yang mengetahui kecuali para tenaga medis yang mengenalnya. Ketika Amelia sampai di ruangan VItalia tiba-tiba saja ponselnya pun berbunyi.
"Halo..
"Vitalia Kau kemana saja sih, Aku cari juga..." ucap Amelia membuka obrolan dengan menggerutu kesal.
"Hehehe maaf Mel..., Aku kesiangan.., bagaimana apa Kau sudah siap setelah ini..??" tanya Vitalia memastikan pada Amelia.
"Ya siap nggak siap lah Vita..., lagian sih Kau juga pakai ganti posisi segala lagi, Aku takut tauk gimana coba kalau ketahuan Tuan Chandra dan yang lain.." ucap Amelia khawatir. Vitalia yang sedang menyetir mobil pun lalu membalasnya dengan berkata, "Sudah Kau tenang saja..., nanti Aku akan menggantikan posisimu jika Chandra mengetahui keberadaanmu." ujarnya.
__ADS_1
"Benar yaa...??, awas kalau bohong.." ucap Amelia.
"Iyaaa Mel.. pokoknya serahkan semua padaku, tinggal Kau saja menyesuaikan diri menjadi seorang dokter bedah... hehehe.." ucap Vitalia mencoba memberi tantangan pada Amelia.
*******
Waahhh makin seru.. yaakkk mereka bertukar tempat..
Hmmm kira-kira mereka bakal ketahuan nggak ya setelah mereka bertukar tempat..??
Jangan lupa Vote, Like, Komennya Yaaa.... Terimakasih...
Sambil menunggu Author update yuk mampir ke novel kak Covievy
Sambil menunggu update terbaru yuk simak novel dari kak Covievy
Reza Firto Adijaya adalah CEO muda, berusia 27 tahun. Seorang pria yang berlimpah akan harta, tahta, dan wanita.
Aurora Safitri adalah seorang mahasiswa miskin yang mendapat sistem kekayaan menjadi hacker. Setiap misi yang diberi akan dibayar mahal oleh sistem. Misinya antara lain mengeksploitasi keamanan data sebuah perusahaan.
Suatu hari, Reza dibuat penasaran oleh seorang gadis yang berebut mie instan dengannya. Tanpa dia ketahui, ternyata gadis itu adalah Hacker yang selalu mengganggu perusahaannya.
Kekacauan demi kekacauan dialami oleh Reza, sehingga mengutus seorang detektif untuk mengusut dalang dibalik kekacauan perusahaannya. Didapati ternyata gadis mie instan lah sebagai pelakunya.
Setelah itu, Reza membayar bandit untuk menangkap Aura. Saking marahnya, dia berencana untuk memperkosa gadis itu. Namun nahas, sakit jantungnya kumat dan jatuh pingsan. Aura menolong dan membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Sejak itu lah, Reza menjadi bucin pada Nona Hacker Aurora Safitri. Memutuskan hubungan dengan semua kekasih yang dimilikinya.