
Ternyata Jack Yang Menukar Hasil Tes DNA Itu.
Tiga hari kemudian setelah kejadian penusukan itu, tampak Jack tersenyum penuh kemenangan karena bisa merampas hasil pemeriksaan tes DNA yang asli. Ia memang sengaja menukarnya di lab. Tapi ia mengetahui jika sampel darah yang ia tukar sudah dikembalikan ke tempat semula. Namun di saat si analis kesehatan ini sudah menyelesaikan tugasnya, dia lalai menjalankan tugasnya bahwa dirinya lupa tak membawa pulang hasil tes DNA itu.
Padahal di hari itu dirinya sedang meneliti dua sample darah. Yang satu punya dokter Thalia dan yang satu punya orang lain. Hingga akhirnya Jack yang mengetahui kelengahan dari si analis tadi pun beraksi memalsukan hasil tersebut dengan menukar isi amplop yang merupakan hasil dari tes DNA itu.
Di sebuah cafe ternama di kota S
“Hmmm, ternyata sangat mudah sekali mengelabui Vitalia dan Chandra. Oh ya, Aditya harus menngetahui dalam hal ini. Dia pasti akan senang. Emmh tidak-tidak jangan sekarang, Jack. Dia sepertinya sedang ada masalah, lebih baik aku mengatakan padanya lain waktu saja.” Ucap Jack berbicara sendiri. Namun tanpa Jack sadari ada dua orang wanita yang mendengarkan ucapan dari Jack.
Seketika saja dua orang tersebut saling pandang, dan mencoba mencerna apa yang sudah dikatakan oleh seorang pria yang berwajah tanpan nan gagah itu di seberang sana. Hingga akhirnya dua wanita itu pun mengarahkan pandangan menatap seseorang itu yang berada di meja sebelah.
Saking penasaran dengan apa yang telah diucapkan pria itu, Risa berniat menghampirinya. “Sher, sebentar kau tunggu di sini. Aku akan ke meja itu dulu ..” ijin Risa pada Sherlyn untuk menghampiri pria misterius itu. ‘Ya, dua orang wanita yang mendengar ucapan dari Jack tadi adalah Sherlyn dan Risa.'
Setelah melangkahkan kakinya mendekat ke meja sebelah, alangkah terkejutnya Risa ketika menatap seseorang misterius itu berada di sana. “Jack, kau ...” ucapnya dengan nada keterkejutannya.
Sementara Jack yang merasa dirinya telah dipanggil seseorang pun segera menoleh ke arahnya. Betapa terkejutnya Jack melihat Risa yang sedang berada di cafe. “Ri .. Risa Long Ai .. untuk apa kau kesini ha?” tanyanya
kebingungan menatap Risa. Karena sebenarnya ia takut, apa yang sudah ia katakan tadi terdengar di telinga Risa.
“Bukan urusanmu, Jack! Sekarang cepat katakan kepadaku, apa maksud dari ucapanmu tadi, ha?” tanya Risa dengan nada meninggi dengan tatapan mata membunuh. Ia dengar betul dengan apa yang sudah dikatakan oleh Jack.
“Heh, ucapan apa maksudmu Sa? Kau mungkin salah dengar saja ...” jawab Jack santai mencoba mengelak. Risa pun lalu menyahutnya lagi dengan berkata, “Jangan berbohong Jack! Aku tau kaulah yang telah menukar bukti itu. Iya kan?” tanyanya lagi memastikan dengan nada emosi.
“Jika memang aku yang menukarnya, memangnya kenapa? Apa itu masalah buatmu?” jawab Jack justru berbalik tanya. Tanpa sepengetahuan dari Risa dan Jack. Sherlyn mempunyai inisiatif untuk merekam video keributan tersebut.
“Jelas semua itu masih ada kaitan denganku, Jack! Sekarang katakan kepadaku, tolong jawab dengan jujur Jack. Apa benar kau yang ...” belum sampai Risa menyelesaikan ucapannya, Jack menyambarnya dengan berkata, “Bukankah sudah ku bilang kepadamu, jika aku yang telah menukarnya hasil dari tes DNA itu? Kenapa kau justru masih terus bertanya saja kepadaku, ha? Dia pantas untuk mendapatkan balasan itu!”
“Apa?” ucap Risa dan Sherlyn dengan nada keterkejutannya. Dan di saat itu pula Sherlyn mulai menghentikan merekam, kemudian menghampiri Risa yang sedang berdebat dengan seseorang itu. “Kak Risa, jadi kita tadi tidak
salah mendengar kan, kak?” sahut Sherlyn yang malah bertanya pada Risa.
“Kita tak salah dengar dik... dia benar-benar pria pengkhianat yang pernah aku temui selama ini!” seru Risa membalas pertanyaan dari Sherlyn adik tirinya.
“Kalau begitu ayo kita bilang sama Kak Vitalia, kak. Dia pasti akan percaya sama kita ..” ujar Risa dengan idenya.
__ADS_1
“Iya, kau benar, Dik. Kalau begitu ayo kita pergi ke rumah sakit! Vitalia harus tau dalam hal ini,” sambung Risa mengajak Sherlyn untuk segera pergi dari cafe tersebut. Namun saat ia melangkahkan kakinya keluar, Jack mengangkat bicaranya dengan berkata, “Apa kau pikir dengan kau mengatakan pada Vitalia, dia akan percaya dengan kalian?” tanyanya. Dan seketika saja pertanyaan dari Jack membuat Risa dan Sherlyn menghentikan langkahnya.
“Heh bodoh! Vitalia tak akan percaya dengan begitu saja kepada kalian!” sambung Jack dengan tersenyum mengejek. Dengan tersenyum penuh arti, Sherlyn kemudian menjawabnya dengan berkata, “Oh begitu, jadi kau pikir kakakku tak akan mempercayai ucapan kami. Ok, baiklah. Lihat saja nanti, akan ku pastikan kau akan membusuk di dalam penjara setelah ini!” ucapnya dengan nada menohok.
Seketika itu pula Risa kebingungan dengan apa yang dikatakan adik tirinya itu. Ia pun segera menarik tangan Sherlyn untuk pergi meninggalkan Jack. Tak perduli Jack menatapnya nanar. Risa terus melangkahkan kakinya pergi bersama dengan Sherlyn meninggalkan cafe tersebut.
***
Sementara di RS.Cahaya nampak Vitalia sedang merawat sang suami yang masih terbaring lemah di ruang perawatan. Kini Vitalia ditemani oleh Mama Renita dan juga Amelia.
“Mel, bagaimana dengan bukti itu? Apakah sudah ada kabar dari Frans?
“Belum, tapi kau tenang saja. Dia sedang dalam perjalanan menuju ke Indonesia ..” jawab Amelia. Kemudian Vitalia meralih mengarahkan pandangan ke arah sang suami yang sedang terbaring lemah sambil bergumam dalam hati.
“Bee, sadarlah kumohon! Aku janji padamu Bee, setelah kau sadar aku akan melakukan tes DNA ulang sesuai dengan keinginanmu. Bahkan semenjak Amelia mengatakan tanda lahir itu, aku sedikit ragu jika aku adalah anak dari Papa. Tapi kenapa aku begitu sakit hati ketika mengetahui hal itu, Bee! Aku tak bisa membayangkan jika dugaan dari kalian benar sementara aku yang salah...”
Namun saat Vitalia sedang asyik melamun memandangi wajah sang suami, tiba-tiba saja Risa dan Sherlyn datang dengan nafas terengah-engah tanpa mengetuk pintu.
Klek ...
“Astaga, kalian itu kebiasaan, ya! Kalau masuk itu ketuk pintu dulu dong ..” protes Amelia yang sedang disibukkan dengn laptopnya. Risa pun kemudian menjawabnya dengan berkata, “Hah .. hah .. hah .., Itu tidak penting, Mel! Yang terpenting kau harus tau mengetahui hal ini.” ujarnya ssambil berusaha mengatur nafasnya.
Mendengar penuturan dari Risa dan Sherlyn, dengan serempak Vitalia dan Amelia menjawabnya dengan berkata, “Apa maksud kalian?” tanyanya dengan mengerutkan keningnya bingung menatap Risa dan Sherlyn secara bergantian.
“Lihatlah, Dik. Kau pasti tak akan percaya setelah melihat rekaman ini ..” ucap Risa sambil menyerahkan ponsel milik Sherlyn. Tanpa menunggu lama, Vitalia pun segera memutar video tersebut.
Betapa terkejutnya Vitalia ketika video tersebut menampilkan Risa sedang bertemu dengan seseorang yaitu Jack yang merupakan anak buahnya. “Kak Risa, apa maksud semua ini?” tanya Vitalia pada Risa.
Risa pun kemudian menjawabnya dengan berkata, “Simaklah terlebih dahulu , Vit! Kau akan mengetahui yang sebenarnya ..” jawabnya menjelaskan. Seketika itu pula Vitalia terfokus pada video tersebut.
Rekaman video :
“Ri .. Risa Long Ai .. untuk apa kau kesini ha?” tanya Jack terlihat kebingungan menatap Risa.
“Bukan urusanmu, Jack! Sekarang cepat katakan kepadaku, apa maksud dari ucapanmu tadi, ha?” tanya Risa pada Jack dengan nada meninggi dengan tatapan mata membunuh.
__ADS_1
“Heh, ucapan apa maksudmu Sa? Kau mungkin salah dengar saja ...” jawab Jack santai mencoba mengelak.
“Jangan berbohong Jack! Aku tau kaulah yang telah menukar bukti itu. Iya kan?” dalam video tersebut Risa kembali melontarkan sebuah pertanyaan pada Jack.
“Jika memang aku yang menukarnya, memangnya kenapa? Apa itu masalah buatmu?” jawab Jack yang justru malah berbalik tanya.
“Jelas semua itu masih ada kaitan denganku, Jack! Sekarang katakan kepadaku, tolong jawab dengan jujur Jack. Apa benar kau yang ...” di dalam video tersebut, belum sampai Risa menyelesaikan ucapannya, Jack menyambarnya dengan berkata, “Bukankah sudah ku bilang kepadamu, jika aku yang telah menukarnya hasil dari tes DNA itu? Kenapa kau justru masih terus bertanya saja kepadaku, ha? Dia pantas untuk mendapatkan balasan itu!”
Rekaman video tersebut pun berakhir.
Duaaarrr bagai tersambar petir di siang hari Vitalia dan Amelia membulatkan matanya sempurna mendengar percakapan anatara Risa dengan Jack.
***
Vitalia POV :
***Yang ada di dalam pikiranku saat ini adalah jika memang aku ini bukanlah putri dari keluarga Wijaya, apakah aku akan mampu menhadapi kenyataan itu? Tapi kenapa hatiku merasa berkata lain dengan lisanku? Yaa Tuhan ku harap setelah ini, tak akan ada lagi cobaan dalam hidupku. ***
Bersambung ....
***
Note : Mohon maaf teman-teman Author baru sempat update hanya satu bab. Karena Author sedang padat sekali jadwalnya, hari ini author meluangkan waktu untuk menulis, di saat sedang sibuk menyiapkan satu tahun meninggalnya anak author. Ya, walaupun sedikit, kedepannya author janji akan lebih rajin lagi upnya.
Terima kasih dukungannya ya teman-teman. tetep simak kelanjutan kisah dari Vitalia dan Chandra, ya! Oh ya, episode-episode berikutnya akan lebih menegangkan lagi dan tambah seru lho ...
Salam sehat untuk para readers ...
...****************...
Oh ya sambil menunggu up dari Author yuk mampir ke novel teman author yang nggak kalah seruu
Berikut cuplikannya :
Love is blind. Sebuah quote paling terkenal dan mungkin sesuai untuk Adriano D’Angelo, bos mafia Tigre Nero yang memiliki jaringan terbesar di benua Eropa. Dia telah jatuh cinta kepada wanita bersuami yaitu Florecita Mia. Cinta yang begitu besar tak membuat Adriano mendendam, meskipun Mia telah menembaknya. Dia juga dibuang ke samudera oleh suami wanita itu.
__ADS_1
Adriano memilih untuk menghilang dan menutup masa lalunya. Namun, takdir mempertemukan kembali dirinya dengan sang wanita pujaan. Bedanya, saat itu Mia telah menjadi janda. Wanita yang dulu pernah mencoba menghabisi nyawanya, kini menghadap dan meminta bantuan Adriano untuk mengungkap pelaku dari pembunuh sang suami.