
Penolakan Vitalia.
Sementara Chandra kini telah membawa Vitalia pergi ke sebuah tempat dimana lagi kalau bukan membawanya ke markas kebesarannya. Sedangkan Vitalia sendiri sedari tadi hanya diam setelah beberapa kali memberontak. Entah mengapa baru kali ini lah Dia merasakan capek yang begitu hebat ketika meladeni musuh, apalagi musuhnya kali ini adalah teman semasa kuliahnya di Oxford University meskipun berbeda jurusan. Pikirannya saat ini benar-benar buntu, Ia hanya bisa berpikir bagaimana cara agar Chandra tidak menikah dengannya jika hanya untuk dipermainkan saja, padahal Ia sangat berharap jika Chandra berusaha mencari bukti kebenarannya. Tapi ternyata Ia salah menilai, bahwa Chandra ternyata masih saja menuduh Papanya yang telah melakukan pembunuhan terhadap Kakek Chandra. Ia benar-benar kecewa sekali dengan sikap Chandra yang seperti anak kecil, tanpa melihat sisi lain keluarganya.
Ya Vitalia sendiri sebenarnya juga sangat berharap jika Chandra bisa menikahinya atas dasar cinta bukan karena membalaskan dendamnya saja, Vitalia akui bahwa Dirinya sebenarnya sudah menyukai Chandra sejak jaman kuliah, hanya saja karena kesalah pahaman, Mereka jadi saling bermusuhan hingga detik ini. Bahkan Chandra sudah membuat kecewa Vitalia dengan membunuh para anak buahnya secara tragis.
“Hey..., dokter Misterius.., kenapa diam saja haa..??” tanya Chandra dengan nada meninggi. Vitalia pun menjawabnya dengan cuek sambil memalingkan mukanya ke arah keluar jendela, “Bukannya itu bagus kalau Aku
diam...” balasnya sambil memutar bola matanya jengah. Chandra pun terdiam seketika ketika Vitalia membalasnya dengan begitu cueknya. Vitalia pun lalu bergumam dalam hati, “Ya Tuhan..., kalupun ini memang jalanku untuk menikah dengan Chandra dengan cara yang tidak benar, tolong sadarkanlah Chandra, Aku tidak mau menikah dengannya hanya karena untuk membalaskan dendamnya saja padaku, apalagi itu pun hanya sebatas kesalah pahamannya saja.” Gumamnya dalam hati.
Sedetik Dua detik Chandra pun membuka suaranya dengan berkata, “Vitalia ingat Kau akn menikah denganku besok, jadi persiapkanlah dirimu dengan baik..” tutur Chandra pada Vitalia. Ternyata ucapan Chandra bukan hanya sekedar ancaman baginya saja, namun ucapan Chandra ternyata benar-benar terjadi. Vitalia yang di ajak bicara oleh Chandra pun hanya diam tak menjawab perkataan Chandra, “Chandra Aku benar-benar kecewa sama Kamu..., lihat saja nanti setelah ini Kau akan menyesal setelah menikah denganku.” Ucapnya dalam hati.
Merasa ucapannya diabaikan oleh Vitalia Chandra pun lalu menarik paksa Vitalia agar mendekat dengan tubuhnya.
__ADS_1
Sreeegghh..
Sontak saja membuat Vitalia menengok ke arah samping lebih tepatnya sekarang berada di dalam pelukan Chandra, “Chand, lepaskan Aku, kumohon.” ucap Vitalia dengan nada memelas karena Ia sendiri sudah kehabisan tenaga dan pikiran. Chandra yang merasa aneh karena Vitalia tak seperti biasanya pun lalu berkata, “Oh rupanya dokter misterius telah berubah menjadi dokter sok alim.” Ucap Chandra berusaha memancing emosi dari Vitalia akan tetapi Vitalia justru tak menanggapinya. Ia hanya memutar bola matanya jengah. “Pokoknya setelah ini Aku harus memikirkan cara agar Chandra tidak menikah denganku, meskipun sebenarnya Aku menginginkan pernikahan itu tapi pernikahan yang ku harapkan bukan seperti ini, Dia benar-benar berbeda dengan Chandra ku yang dulu, waktu masih berada di bangku kuliah.”batinnya.
Chandra yang melihat Vitalia yang ada tepat di depannya hanya diam tak menatapnya pun tiba-tiba saja menyambar bibir manis milik Vitalia.
Cuuppp..
Sontak saja membuat Vitalia terkejut dan mendorong tubuh Chandra untuk melepaskan pelukannya lalu berkata, “Chandra cukup.., apa yang Kau lakukan..??!” bentak Vitalia dengan nada meninggi. Chandra pun lalu tersenyum tipis dan berkata, “Hehmmb.., akhirnya Kau membuka suara juga dokter misterius.” ucap Chandra. Sayangnya ucapannya kembali tak dihiraukan lagi oleh Vitalia. Dan akhirnya Chandra npun begitu lelah menggoda Vitalia yang sedari tadi cuek kepadanya.
Chandra pun bergumam dalam hati, “Vitalia.. maaf, tapi Aku harus membalaskan dendamku padamu, karena memang Papamu itu adalah seorang pembunuh, meskipun Aku sendiri belum mengumpulkan banyak bukti, tapi setidaknya Aku pernah mendengar ucapan seseorang jika Papamu adalah pelaku pembunuhan Kakekku.” Batinnya sambil mengelus-elus rambutnya agar Vitalia semakin terlelap dalam tidurnya.
*****
__ADS_1
Sementara Di lain tempat Amelia kini sedang berada di kamarnya, entah mengapa Dirinya tidak dapat tidur karena mengkhawatirkan konsidi dari Vitalia. Sambil mobar-mandir di dalam kamar Amelia pun berbicara sendiri, “Ya Tuhan..., kumohon lindungilah Vitalia, Aku sudah menganggapnya seperti Kakakku sendiri dan Dia sudah menjadikan Diriku wanita yang kuat, sedangkan jam itu juga menunjukkan jika Vitalia sedang dalam masalah saat ini.” gumamnya pelan mengkhawatirkan VItalia. Saat Dia sedang mondar-mandir Ia melihat sebuah buku diari yang berada di atas nakas dekat tempat tidurnya. Amelia pun segera mengambilnya. Dibukanya buku tersebut dan terdapat sebuah tulisan yang bertuliskan, “Amelia dan Vitalia adalah dua wanita yang berwajah mirip dengan pribadi yang berbeda, tapi entah mengapa dalam hatiku merasakan jika Amelia seperti Saudariku sendiri, apa karena Kami berwajah mirip atau karena apa hingga menjadikan diriku seperti begitu ingin selalu bersamanya, Kami seperti bertemu kembali setelah sekian lama pergi. Entahlah mungkin hanya perasaanku saja karena Aku nyang terlalu menginginkan Adik perempuan. Semoga saja setelah ini misiku cepat selesai tanpa adanya balas dendam, Aku tidak ingin menyakiti hati banyak orang karena Aku menjadi seorang Amelia Hirata, Dear Vitalia Putri Wijaya.” Begitulah kira-kira tulisan tersebut.
Sontak saja membuat Amelia terduduk lemah di atas tempat tidurnya, “Vitalia, siapa Kau sebenarnya.. ??” ucapnya bertanya-tanya dalam hati sambil menidurkan tubuhnya di atas ranjangnya sambil, berpikir dengan memejamkan matanya pelan-pelan, hingga akhirnya Amelia pun tertidur pulas.
*****
Keesokan harinya Vitalia kini sudah berada di sebuah tempat dimana tempat yang sangat asing baginya. Vitalia kini mulai terbangun dari tempat tidurnya dengan mengerjap-mengerjapkan matanya. Betapa terkejutnya Ia ketika terbangun karena melihat Chandra yang bertelanjang dada dengan melilitkan handukknya sampai ke pinggang. “Chandra..., apa yang Kau lakukan..??”
“Kau ternyata sudah bangun.., lelap sekali tidurmu, buruan sana mandi, setelah itu bersiapklah ke ruangan sebelah untuk mempersiapkan diri, karena hari ini Kita akan menikah.” Balas Chandra pada Vitalia. Seketika saja Vitalia mebelalakkan matanya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Chandra. “Bagaimana mungkin Chandra, Aku tidak sudi menikah denganmu... !!” tegas Vitalia menolak pernikahan. Chandra pun lalu berkata, “Kalau Kau tidak mau menikah denganku, Aku akan membuat seluruh Keluargamu menderita termasuk dengan para Sahabatmu yang ada di Indonesia.” Ucap Chandra dengan nada mengancam. Vseketika saja Vitalia terdiam setelah mendengarkan ancaman dari Chandra, Ia yakin jika ucapan Chandra benar-benar serius. Dan kali ini Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah.
********
Waduhhh waduhhh... mereka berdua ini membuat Author tegang sajah...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa...
Vote, LIke, Komen... Terimakasih... ^-^